Dream Light

Dream Light
Episode 01 " Permulaan "


Pagi ini sepertinya mentari enggan menuju permukaan karena Hujan mendahuluinya, ella duduk termenung di atas kasurnya di kamar paling atas tepatnya di loteng dekat dengan gudang. Mata sembabnya terus mengeluarkan air mata seperti merasakan pilu yang amat sangat, ella habis menangis karena terbangun dari mimpi buruknya ya mimpi buruk yang ingin ella sudahi.


Dalam mimpinya ella sedang berada di padang rumput yang luas angin sejuk menerpa rambutnya yang hanya sebahu itu dia melihat sekeliling dan dimana iya sekarang, ella berjalan menyusuri rerumputan yang lembut terasa di telapak kakinya yang tidak menggunakan alas kaki itu ella terus berjalan seperti tidak akan ada ujungnya ketika iya berjalan terus tiba tiba iya melihat sesosok pria yang sedang berdiri dan ketika ella mendekat ella terpaku melihat seorang pria tua dengan keriput di plipis matanya yang sayu dan tersenyum pada ella, "ayah! ayah !" ella berlari memeluknya " jangan pergi ayah, tetaplah bersama ella ayah". Tiba-tiba sosok itu menghilang dari pelukan ella semua menjadi gelap dan sekeliling ella banyak kobaran api menyala nyala ella menangis menjerit mencari sosok ayahnya lalu ella terbangun menangis, seperti cuaca hari ini juga mendukung ella untuk lebih mencurahkan isi hatinya kepada hujan. Suara pintu di buka sesosok nenek tua mendekati ella dengan tangan kriputnya ia memegang ujung kepala ella dan mengelusnya, " nona ella mimpi buruk lagi ya, tidak apa apa ada bibi mery di sini nona tidak sendirian" sambil tersenyum bibi mery duduk di sebelah ella, iya dia adalah bibi mery pelayan rumah ella dulu yang mengurus ella sejak kecil dan hanya bibi merylah sekarang yang ella punya. Ella memeluk bibi mery dan tersenyum "hangatnya bibi mery, aku bersyukur masih memilikimu di sisiku" batin ella.


Memang semenjak ayah ella kecelakaan dan semua hilang hanya bibi mery yang setia menemani ella sekarang. "apakah aku membangunkan semua orang bi ? " ella takut ketika bermimpi ella menjerit dan itu akan membangunkan seluruh isi rumah buktinya bibi mery datang padanya.


Bibi mery tersenyum hangat, "tidak nona karena hujan semua sedang tertidur pulas pagi ini, hanya pelayan saja yang sudah terbangun dan mereka sibuk dengan urusan mereka masing - masing, bibi kesini karena ingin memanggil nona untuk sarapan". ella tersenyum lagi lalu ella bangun dari tempat tidurnya beranjak kesisi ranjang bersiap menyambut pagi yang sendu ini.


Semua orang berkumpul untuk sarapan ada paman louise, bibi lusiana, dan anaknya sabrina mereka duduk di kursi masing - masing begitu pula ella. sabrina tidak menyukai ella sejak ella tinggal di rumahnya " hei sejak kapan kau boleh duduk di sebelahku ?!". ella kaget karna tanpa sadar ella duduk di sebelah sabrina lalu ella langsung berpindah duduk menjauh jarak dua bangku dari sabrina kebetulan meja makan itu panjang bisa muat 10 orang. bibi lusiana menyuruh ella menyiapkan makanan untuk mereka "ella apa kamu sudah lupa bukannya sudah 2 tahun kamu tinggal disini masih belum terbiasakah, cepat siapkan makannya". ella terkejut lalu beranjak dari tempat duduknya dan segera mengambilkan lauk untuk semua orang yang ada di meja makan. " terimakasih ella" paman louise tersenyum dan ella membalas dengan menganggukan kepala.


mereka makan makannya dengan hening tanpa ada seseorang pun yang mengeluarkan suara sampai paman louise membuka suasana dengan bertanya pada ella. "ella, maafkan paman sebelumnya paman tidak bisa mengurus surat surat pribadimu karena rumah dan seisinya hangus terbakar tak tersisa waktu itu dan data keluarga di catatan negara tidak bisa di buka hanya ayahmu yang bisa jadi paman bingung harus bagaimana". ella terkejut dan menghentikan aktifitas sarapannya diam dan tertunduk menjawab dengan pait ", tidak apa apa paman, permisi paman bibi aku undur diri aku sudah kenyang". ella berlari menuju dapur dan menemui bibi mery disana, ella memeluk bibi mery "bibi mery" suara ella pelan namun terlihat sedih. bibi mery tau pasti semua gara gara keluarga tuan louise namun bibi mery tetap bertanya pada ella "kenapa nona ella?". ella menjawab pertanyaan bibi mery dengan nada yang sedih " paman belum bisa mengurus data pribadi ku bi, aku harus bagaimana mencari pekerjaan bi dan itu sangat aneh menurutku sudah selama ini dan paman tidak memperbolehkan ku mengurusnya dia bilang hanya dia yang bisa dan sekarang dia bilang tidak bisa bi". bibi mery sedih mendengar semua itu tapi tidak bisa berbuat apa apa.


Siang itu ella sedang memetik bunga mawar segar dari kebun rumah belakang milik paman louise "hem wanginya, sayang sekali tidak ada bunga kesukaanku disini". ella menyukai bunga namun bunga tulip putih yang paling ella sukai dulu di rumah belakang milik ella mempunyai kebun yang sangat luas yang di tanami berbagai tanaman dan pastinya tulip putih yang mendominasi disana tapi sekarang ella bukan lagi di rumah miliknya dan bibi lusiana tidak menyukai bunga tulip baginya mawarlah lebih indah karna warnanya yang sangat merkah dan wangi.Tiba tiba ada suara yang memanggil ella " hey bodoh! disini cepat kesini" ella diam pura pura tidak mendengar, "hey dasar bodoh kau tuli ya" iya itu suara sabrina. ella memasamkan mukanya dan berjalan menuju sabrina, " apakah kau memanggilku ? jika kau memanggilku aku ella bukan si bodoh yang kau sebutkan dan aku tidak tuli". sabrina semakin marah dengan sikap ella " hey memang kau si bodoh kerbau dungu yang hanya bisanya menjadi pelayan! ayahku sudah pergi kau tau dan sekarang kau harus melayaniku cepat siapkan baju untukku aku akan pergi". ella melawan dengan berkata tidak pada sabrina namun sabrina yang licik memiliki cara untuk mengancam ella "kalau kau tidak mau, foto foto keluargamu yang dulu aku ambil takan ku kembalikan kau tau 10 foto masih di tanganku! ". ella terkejut dan tidak bisa melawan. Ella memang selalu di perlakukan seperti itu ketika paman louise pergi, ella marah namun tidak bisa apa apa karena ella tidak memiliki kuasa di rumah itu.