
Ella berlari kecil menuju arah belakang rumah besar terdapat sebuah rumah kecil yang hanya terdapat rentetan kamar , di situlah para pelayan rumah tinggal . ella mengetuk salah satu pintu kamar dan keluarlah bibi mery , " nona sudah siap ? " . ella tersenyum , " sudah bibi ayo cepat aku sudah sangat merindukan mereka " . ella menarik lengan bibi mery sehingga bibi mery terkejut , " sebentar nona bibi akan bersiap ". tak lama kemudian bibi mery keluar dan mengunci pintu kamarnya sebelum pergi . sesampainya di depan rumah ella di kejutkan dengan mobil hitam di depan nya , " mobil siapa ini bi , apakah ada tamu hari ini ? " . ella bingung bibi mery pun tak mengetahuinya .
seorang laki laki berjas rapih keluar dari mobil dan segera membukakan pintu mobil belakang dan mempersilahkan ella dan bibi mery masuk . " silahkan nona ". ella dan bibi mery bingung di buatnya . " saya di suruh mengantar nona oleh tuan louise " . orang itu menjawab dengan sangat sopan . ella terpaksa masuk ke dalam mobil dengan bibi mery . mobil pun melaju keluar dari halaman rumah .
Logan tersadar dari lamunannya ketika suara bram memanggilnya , " tuan .. tuan .. apakah anda baik baik saja tuan ? " . Logan tersadar lalu membenarkan jasnya sembari menata posisi duduknya kembali . " ehm .. aku baik baik saja sudah sampai mana kita ? " . Bram bingung dengan pertanyaan tuannya . " kita masih di jalan tuan mungkin 10 menit lagi kita akan sampai di kantor " .
Logan yang mendengar itu langsung merubah tujuan ia ingin mengunjungi makam keluarganya dan orang yang dia cintai . " kita pergi ke pemakaman bram ". Bram sempat terkejut namun dengan sigap ia menyalakan interkom dan berbicara kepada supirnya . Supirpun ikut terkejut namun dengan patuh dia mengganti jalur . ( dalam hati sang supir , " memang bos kaya bisa meminta apa pun , arah ke kantor dan ke pemakanan kan berbeda jauh tuan Logan . jika dia ingin kelaut pasti langsung ke laut walaupun berbeda jauh . sungguh tuan yang merepotkan ).
Mereka menuju ke pemakaman elite yang berada di pinggiran kota , Logan memakamkan semua keluarganya termasuk kekasihnya di pemakaman elite tersebut atas seizin keluarga vivian . sebenarnya keluarga vivian sempat menolaknya dan akan membawa vivian ke kampung halamannya di inggris . tapi Logan bersih kukuh ingin mempertahankan vivian di sisinya sehingga kedua orang tua vivian memperbolehkannnya , Logan tetap merahasiakan kematian vivian kepada kedua orang tuanya sehingga kedua orang tuanya mengetahui vivian hanya kecelakaan lalu lintas biasa . karena logan tidak ingin ada salah paham di antara mereka .
Ella membawa dua buket bunga lily kesukaannya dan menaruhnya di atas makam kedua orang tuanya . " halo ayah ibu aku merindukan kalian , hari ini hari peringatan kalian kan , owh iya ayah ada salam dari paman , mereka menjagaku dengan baik " , nada ella berubah sedih . Bibi mery merangkul ella memeluknya , " halo tuan saya mery , bagaimana kabar anda tuan dan nyonya semoga selalu bahagia di sana , saya akan selalu menjaga nona tuan jadi anda dan nyonya tenang saja ". bibi mery tersenyum hangat . ella mengeluarkan kalung bunga lily pemberian ayahnya , " lihat ayah aku memakai kalungnya cantik bukan ayah , aku sangat menyukainya " . ella tersenyum dengan air mata yang mengalir tak henti hentinya . ella berjanji pada dirinya akan bertahan hidup dan bangkit demi ayah dan ibunya suatu saat nanti.
Logan sampai di pemakaman , Logan keluar dari mobil di ikuti bram namun Logan mencegat bram mengikutinya , " biar aku sendiri saja Bram aku hanya ingin sendiri ". Logan yang mengisyaratkan dengan nada dingin itu membuat bram ragu tapi Bram menganggukan kepalanya dan mempersilahkan tuannya .
Logan berjalan memakai kacamata hitam dan membawa bunga lily di tangannya yang baru saja ia beli ketika di perjalanan ke pemakaman .
Logan dan ella berpapasan dan membuat ella terkejut . namun Logan yang tidak melihat wajah ella pada malam itu sehingga logan hanya melewatinya saja . Namun Logan seperti ingin berhenti dan menoleh , " Nona berhenti ". Ella seketika langsung berhenti mematung gemetar dan takut , bibi mery yang bersama ella kebingungan . Logan mendekati ella , " nona apakah kita ... ". sebelum logan meneruskan kata katanya ella mengantupkan kedua telapak tangannya dan menundukan wajahnya ," maaf tuan saya minta maaf saya ... saya benar benar terdesak saat itu dan dan .. saya sudah lancang , saya harap tuan memaafkan saya , tapi maaf tuan saya tidak bisa ganti rugi apa apa saya bukan orang kaya " . Ella membuka satu matanya mengintip keadaan namun ella bingung ketika melihat ekspresi laki laki di depannya itu seperti menahan tawa yang ia tutupi dengan genggaman tangannya . " tuan ? anggap saja ini emm itu malam itu tidak terjadi apa apa dan dan kita juga tidak saling kenal , dab sebagai permohonan maaf ini saya hanya mempunyai permen ini , terimalah sebagai permintaan maaf saya rasanya enak ". ella meneruskan permohonan maafnya sembari memberikan sebuah permen lolipop kecil yang ia ambil dari sakunya , ella mendapatkan permen itu dari pemilik toko bunga langganan ella karena tidak ada uang kembalian saat itu sehingga di ganti dengan permen lolipop .
namun Logan menyodorkan tangannya mengajak ella bersalaman . " nama ku Logan , dan kau ? ". Ella tertegun dengan prilaku pria di depannya itu dengan ragu ella membalas uluran tangan logan , " saya ella tuan ". dengan suara kaku ella memperkenakan dirinya . dalam hati logan tertawa senang gadis yang ia cari karena rasa penasaran malah justru datang sendiri padanya padahal logan tidak mengenali wajahnya sama sekali . " baiklah ella karena kamu telah mengenalkan dirimu jadi aku memaafkanmu , emm ... dan terima kasih permen kecil ini ". Logan tersenyum dan meninggalkan ella begitu saja yang tampak bingung dengan tingkah laku logan .