Dream Light

Dream Light
Episode 14. " Hancur " .



Ella sangatlah terkejut dengan perkataan pria di depannya . Ella harus melayaninya . melayani seperti apa , Ella bukanlah wanita nakal yang haus akan laki laki . Ella gadis polos yang sangat ketakutan dan kebingungan saat ini .


Bram yang sedari tadi diam akhirnya memohon diri untuk pergi meninggalkan ruangan .


Bram sudah di luar pintu sekarang . ia berdiri mematung , " sebenarnya apa yang kau pikirkan mengenai gadis itu Logan , apa kau sudah benar melupakan vivian kalau iya ini sungguh berita besar ".


Bram melangkahkan kakinya beberapa langkah dan berhenti kembali . " tapi kenapa tipe wanitamu semakin aneh , ah .. mungkin otaknya benar - benar sudah tak waras ". Bram melanjutkan langkahnya dan pergi meninggalkan apartemen Logan dengan penuh rasa penasaran .


Logan bersin tiba - tiba dan bergumam pelan , " sepertinya ada yang mengutukiku awas kau Bram ".


Logan tau pasti Bram yang sedang mengutukinya karena Logan tau ekspresi Bram selama di perjalanan menuju rumahnya dan sampai di dalam rumah .


Logan kembali memandang Ella yang masih berdiri kaku di depannya itu , lalu Logan tiba - tiba berdiri dan melangkah mendekati Ella lalu menarik tangan Ella dengan kasar dibawanya paksaElla melangkah mengikutinya .


Ella merasa tergagap , dan sungguh sangat ketakutan dan bingung harus bagaimana Ella tidak bisa melawan pria yang mempunyai kekuatan berkali lipat dari dirinya .


ia mengikuti Langkah Logan dengan cepat dibawanya menaiki anak tangga dan sampailah di depan pintu sebuah kamar lalu di bukanya segera kamar itu oleh Logan .


Ella semakin ketakutan , apa yang akan terjadi pada dirinya .


Logan membantingkan tubuh Ella ke atas ranjang yang besar , lalu Logan dengan cepat menempatkan dirinya di atas Ella membuat Ella menjerit namun dengan cepat Logan menutup mulut Ella dengan mulut Logan .


bibir mereka menyatu ,Logan merasakan bibir Ella yang begitu ranum , rasanya seperti buah peach , Logan ********** tanpa aba aba membuat Ella tersengal sengal .


Ella tak bisa melawan tangan Ella di pengang Logan dengan sangat erat dan menempatkan posisinya di atas Ella dan mengunci dengan tubuhnya yang tinggi dan kekar itu .


Tiba - tiba tetesan bening muncul dikelopak mata Ella dan terjatuh di pipinya , sungguh hati Ella hancur saat ini .


ia tak pernah membayangkan akan terjadi hal yang benar benar buruk semacam ini ,Ella teringat akan wajah ayahnya dan bibi mery tiba - tiba hati Ella terasa kacau ia menggigit bibir Logan sehingga Logan tersentak .


Logan terkejut tiba tiba bibirnya terasa pedih ada sedikit lelehan getir di ujung bibirnya darah segar keluar dari sana .


Logan mengusap bibirnya dengan ibu jarinya , "cih , aku benci dengan semua yang berhubungan dengan musuhku itu membuat ku muak ".


Logan berdiri dan melangkah menuju pintu keluar dan membanting pintu membuat Ella terperanjat .


Ella tertunduk lemas , sakit terasa seluruh tubuhnya , namun terlebih sakit hatinya , rasanya hancur sungguh runtuh yang di rasakan Ella .


Ella mencoba merapikan bajunya perlahan beberapa kancing baju Ella terlepas karena Logan menariknya paksa .


Bulir bening mulai membasahi pipinya , ia mengantupkan bibir mungilnya , ia mengepalkan tangannya erat erat isak tangis mulai terdengar .


Ella ingin menyudahi semuanya namun tak tau bagaimana , ingin bangun jika ini semua adalah mimpi . Sungguh Ella bagaikan jatuh kedalam sumur penderitaan yang amat dalam .


Ia menangis meringkuk di atas ranjang besar milik orang asing , sendirian .


Cahaya pagi mulai menampakan sinar lembutnya masuk ke dalam celah jendela kamar tempat Ella tertidur pulas karena terlalu lelah .


Ella membuka matanya perlahan , dilihatnya samar seorang pelayan sedang membuka gorden jendela sedikit agar sinar lembut masuk kedalam kamar .


Ella mengerjapkan matanya dan melihat sekeliling ada beberapa pelayan lagi sedang merapikan ruangan . " aku bermimpi , apakah ini rumah " . Ella bertanya dalam hati .


Yang di maksud Ella adalah ia pikir ia masih berada didalam mimpi dan bermimpi di rumahnya dulu .


Ella mengucek matanya dan pikirannya telah pulih kembali membuat Ella tersadar dan segera bangun .


para pelayan sempat melihat Ella namun segera melanjutkan aktifitas mereka lagi .


Seseorang di antara mereka membisikan sesuatu kepada salah satu pelayan lalu pelayan itu pergi keluar .


Ella sempat kikuk karena perbuatannya itu membuat para pelayan itu melihatnya .


tiba - tiba ada seorang pelayan paruh baya datang mendekat di sebelah Ella menunduk dan memberi salam . " selamat pagi nona , silahkan anda ingin mandi kami sudah mempersiapkan semuanya di dalam sana , saya akan mengambilkan makanan untuk nona , apa ada yang dibutuhkan nona ? ".


Ella bingung dengan prilaku para pelayan itu sungguh sangat baik . " emm .. ahh tidak ada aku hanya ingin mandi ". Ella berdiri dan langsung menuju kamar mandi dan menutup pintu kamar mandi cepat - cepat . " huh aku belum terbiasa lagi tentang ini ".


Tiba - tiba Ella di kejutkan dengan suara pelayan yang sedang berdiri di samping bak mandi . " nona silahkan airnya sudah siap , apa nona butuh bantuan untuk membersihkan badan , biar saya bantu ".


Ella terkejut dan pipi Ella memerah . " tidak ada tidak , tolong tinggalkan aku sendiri ".


" baik nona ". pelayan itu meninggalkan Ella sendirian .


Ella mengembuskan nafas kelegaan . ia segera mandi membersihkan tubuhnya . membersihkan bau laki - laki asing yang telah melecehkannya semalam .


Ella menggigit bibirnya pelan teringat kejadian semalam yang membuat hatinya sakit .


Ella sungguh ingin kabur dari sini , pergi menemui bibi mery dan memeluknya erat .


Ella sempat bingung kenapa prilaku orang di rumah ini baik padanya padahal ia hanya seorang tahanan .