Dream Light

Dream Light
Episode 16 " Terbayang ".


Pagi itu pria tampan itu mengenakan rompi dan celana hitam serta kemeja putih dengan dasi hitam yang nampak elegan di kenakannya .


Ia duduk santai bersandar pada kursi kerjanya sambil melihat layar monitor komputernya dan sembari menyeruput kopi hitam kesukaannya .


di temani seseorang pria berkaca mata yang gagah duduk di sofa lebar sembari mengamati layar laptopnya .


" apa kau bersungguh sungguh dengan keputusanmu Logan , kita sudah termasuk menang kenapa kau berpura pura mengalah sebenarnya apa rencanamu ".


Logan tersenyum masam lalu meletakan gelas kopinya di atas meja dan berdiri melangkah pelan begitu santainya memasukan tangan kesaku celananya , " hemm .. kau tau bram saat memancing ikan besar di laut kita harus menggunakan umpan ikan kecil bukan , aku sudah tau apa yang aku lakukan bram makannya saat si sialan itu pingsan aku suruh kau menghubungi dokter Petra untuk memasangkan cip gps pada nya yang tidak akan terlacak oleh sinyal radar atau apapun ".


Bram tersenyum lalu menganggukan kepalanya sembari mengusap dagunya pelan , " baiklah aku akan segera memimpin operasi dan menyiapkannya , kita hanya perlu waktu yang tepat bukan ".


Logan melihat kearah jendela kaca kantornya seperti biasa , " lakukan sehalus mungkin tanpa ada yang menyadarinya , kita bukan orang bodoh yang mudah meloloskan lawan bukan bram "


Bram mengangguk tanda mengerti . lalu tiba - tiba senyum jahat terukir di wajahnya , " lalu kau begitu tenang hari ini , apakah sukses ".


tiba - tiba saat bram ingin menyandarkan diri nya ke sofa Logan melirik tajam yang menusuk .


" hei aku bukan musuhmu Logan , jangan kau pandang aku seperti itu , apa aku salah ".


Logan memasang wajah datar tanpa ekpresi , " kau mulai memperkirakan hal yang salah , dan bertanya tidak penting poinmu berkurang , aku akan menghubungi julia dan menggantikanmu ".


Bram terlonjak kaget , dan tergagap . " hei hei kau sungguh ah awas kau Logan , aku aku hanya bertanya sebagai seorang teman bukan ". Bram menggrutu . " tapi ada yang janggal dengan gadis itu Logan ".


Logan berbalik bertanya pada Bram karena penasaran . " apanya yang salah , baru kali ini kau meragukan penyelidikanmu Bram ".


Bram terdiam sejenak lalu menjawab pertanyaan Logan sembari membereskan berkas berkas , " saat aku menyelidiki gadis itu masa lalunya hanya sebatas anak dari panti asuhan saja , tidak ada asal usul lain lagi seperti sengaja di tutupi , namun aku pikir ya memang hanya hal itu saja jadi aku tidak menyelidikinya lebih lanjut ".


Logan mengangkat bahunya , " ya sudahlah nanti saja kau menyelidiki gadis ini sekarang urus saja si sialan itu ".


Bram mengangguk , " baik Tuan , baiklah saya akan undur diri dulu mengurus hal yang anda perintahkan , Permisi ".


Bram berdiri membawa tasnya lalu pergi meninggalkan Logan sendirian di ruangan itu .


Logan membantingkan tubuhnya di atas sofa , meletakan kepalan tangan kanannya diatas jidatnya , ia menghela nafas kasar .


Sebenarnya suasana hatinya tidak baik dari semalam sejak ia meninggalkan Kamar itu .


Ia sangat kesal sampai saat ini suasana hatinya tidak baik sehingga ia datang ke kantor lebih awal menenggelamkan pikirannya pada pekerjaannya .


Namun jika lengah wajah Ella terbayang di pikirannya bergantian dengan wajah mendiang kekasihnya . itu membuat hatinya kacau .


Ella hanya gadis biasa baginya bahkan tidak masuk pada kriteria wanita pilihannya sedikitpun namun kenapa ia selalu ada di pikiran Logan . membuat Logan mendengus kesal .


***


Ella duduk di tepi jendela memandang ke arah luar yang tertuju ke kolam renang di lantai bawah karena posisi kamar Ella berada di lantai 2 .


Ella tertunduk lesu , helaan nafas terdengar dari mulutnya beberapa kali .


Memang sangat membosankan Ella harus di kamar itu sampai ada perintah dari tuan muda yang membawa Ella .


Tadi saat pelayan akan meninggalkan kamar Ella mereka berpesan agar Ella tetap di kamar itu perintah tuan muda mereka karena tuan muda mereka sedang ada tugas penting .


Memang Ella tidak melihat Logan sejak malam itu Logan meninggalkan Ella .


Ella jadi teringat saat mereka pertama kali bertemu sungguh takdir yang rumit .


namun jujur hati Ella sempat goyah saat bertemu Logan di pemakaman karena sikap Logan yang berbeda .


Namun sekarang dalam pandangan Ella Logan itu pria berkepribadian ganda yang menyebalkan . Ella menggrutu kesal .


Ella menghela nafas panjang sekali lagi ia bangkit dari duduknya dan menuju pintu keluar .


Ia mengendap ngendap keluar kamar yang kebetulan tak di jaga dan tidak pula di kunci .


Ia berlahan mengintip keluar lalu mengendap ngendap dan melihat situasi di lantai bawah melalui pinggiran pagar lantai 2 .


Ia terkejut ternyata tempat itu tak sepi seperti pertama kali Ella datang begitu banyak pelayan sedang mengerjakan tugas mereka masing - masing tanpa ada suara gaduh yang mengganggu .


Mereka pelayan yang prefosional , Ella tenggelam lagi pada masa lalunya , sungguh Ella seperti berada di rumahnya dulu melihat aktifitas para pelayan di rumahnya yang bekerja begitu baik .


Ella langsung tersadar ketika ada suara beberapa pelayan sedang menuju kearahnya . ia langsung bersembunyi di balik meja vas bunga di dekatnya .


Ella menghela nafas lega ketika para pelayan melewatinya mereka menuju ke arah tangga menuju lantai bawah .


Ella segera berlari kecil ia melihat sekeliling ruangan lantai 2 yang begitu luas ia pergi ke beberapa ruangan dengan penuh kehati hatian ia hanya membuka pintu melihat kedalam tanpa perlu masuk lalu menutupnya kembali dan sampailah ia di sebuah ruangan yang membuat Ella masuk kedalamnya dan tertegun di sana .


Ella masuk di sebuah ruangan cukup luas disana Ella melihat rak rak buku tersusun rapi dan bersih dan sebuah jendela besar di sana yang membuat tempat itu begitu terang dan nyaman .


Ella melangkahkan kakinya melihat beberapa buku disana dan mulai membacanya .


Ella sudah lama tidak pernah membaca buku sejak ia di pindahkan ke rumah pamannya .