Dream Light

Dream Light
Episode 17 " hal Memalukan ".



Logan mengacak ngacak rambutnya .


Namun ia termenung lagi seolah olah hatinya benar - benar penasaran tentang gadis itu dan ia menanyakan kepada dirinya sendiri kenapa ia menangkap gadis itu yang jelas tidak berharga untuk musuhnya dan tidak penting sama sekali namun jika Logan berfikir seperti itu hatinya panas seolah - olah ingin membela sesuatu .


Untuk memuaskan rasa penasarannya ia segera menyalakan layar laptopnya dan melihat ke kamera pengawas di rumahnya dan tertuju langsung ke kamar yang di tempati Ella .


Logan terdiam sebentar sambil memegang janggutnya . Namun tiada gerakan sama sekali begitu sunyi tak wajar . Logan masih terdiam dan menunggu pergerakan dari kamar mandi namun tak ada gerakan apa pun .


Logan langsung melihat kamera pengawas di ruangan lain di sana hanya ada pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaan mereka .


Hati Logan langsung benar - benar panas dan marah . Ia langsung mengambil telepon nya dan menelpon ke rumahnya yang langsung tersambung .


" dimana gadis itu ? ". Logan bertanya dengan nada menekan tanpa memberi pelayan itu kesempatan berbicara terlebih dahulu dan membuat pelayan yang mengangkatnya sedikit gemetar .


" Nona nona itu sedang berada di kamarnya Tuan ". pelayan itu langsung tahu siapa yang menelpon .


" Bodoh ! , cepat pergi kamarnya dan kabari aku segera ".


" baik Tuan ". pelayan itu langsung menyuruh pelayan lain untuk mengecek kamar yang di tempati Ella . dan tidak mendapati Ella di sana membuat pelayan yang sedang memegang telepon itu benar - benar terkejut dan ketakutan . " Tuan nona nona itu ti .. tidak ada di kamarnya ".


Logan menggebrag mejanya , " cepat cari dia sampai ketemu ! ".


Logan sangat marah karena Ella pergi meninggalkan kamarnya dan berkeliaran bebas di rumahnya melawan perintahnya dan juga para pelayan yang tidak becus menjaga Ella .


Beberapa menit kemudian Logan menelpon lagi , " bagaimana sudah ketemu ? ".


Pelayan itu menjawab dengan nada ketakutan , " maaf tuan nona itu belum di temukan kami sedang mencarinya ".


Logan menutup teleponnya dan segera pergi keluar kantor menuju mobilnya .


" pergi ke rumah sekarang juga cepat ". Logan memerintahkan supirnya agar bergegas .


Logan sampai di rumahnya ia segera masuk kerumahnya menanyakan ke pada pelayan , " dimana dia ".


pelayan itu menundukan kepalanya , " maaf tuan kami sedang berusaha mencarinya ".


" cepat periksa kamera pengawas beberapa waktu sebelumnya ". Logan segera memerintahkan pelayan laki - laki yang berdiri di sebelahnya .


Logan segera menuju lantai 2 . Ia melihat sekeliling dan berfikir sejenak .


Logan membuka pintu dan berjalan pelan di lihatnya sekeliling lalu melangkahkan kakinya yang masih memakai sepatu . ia memeriksa setiap sudut ruangan dan ia menemukan Ella sedang duduk tanpa Alas dengan kaki diselonjorkannya dan bersandar didinding .


Entah kenapa ada sesuatu perasaan lega di hati Logan ketika melihat gadis itu yang memadamkan api amarah di hatinya .


Logan memandangi wajah Ella yang sedang tertidur lelap dengan buku di pangkuannya .


sinar yang masuk lewat jendela itu memancar ke wajah Ella yang putih bersih tanpa riasan itu membuatnya bagaikan peri kecil yang sedang tertidur pulas .


Ella terbangun saat cahaya sore hari mulai menampakan warnanya .


Ia tersiap kaget lalu mengucek matanya lagi , ia bingung kenapa ia berada di tepat tidur sekarang dengan slimut rapi menutupi tubuhnya .


tiba - tiba ketukan pintu mengejutkan Ella dan seorang pelayan masuk dan memberikan salam .


Ella mengangguk pelan dan mengiyakan perkataan pelayan itu .


Saat pelayan itu akan undur diri Ella tiba - tiba bertanya sesuatu kepada pelayan itu , " tunggu , emm .. itu apakah para pelayan yang memindahkan ku ke sini , maaf kan aku sudah merepotkan kalian ".


pelayan itu langsung menggelengkan kepalanya , " tidak nona , tuan muda lah yang memindahkan anda ke sini ".


Ella terkejut ia membelalakan matanya tidak percaya akan hal itu , " apa siapa tu tuan muda kalian maksud nya Logan ah maksudku Tuan Logan kalian ".


Pelayan itu mengangguk pelan , lalu meminta izin undur diri untuk mempersiapkan keperluan Ella .


beberapa waktu yang lalu di ruang perpustakaan Logan sempat terdiam sejenak saat memandang wajah Ella


namun segera ia tersadar lalu berdiri dan berkaca pinggang , helaan nafas muncul dari mulut nya .


lalu perlahan ia membungkuk dan meraup tubuh Ella dengan hati - hati seolah tak ingin Ella terbangun dari mimpinya .


Logan berjalan perlahan keluar ruangan perpustakaan itu dan berjalan ke kamar yang di tempati Ella .


Para pelayan terkejut dan terkagum melihat tingkah Tuan nya yang tidak pernah mereka lihat sebelumnnya , menggendong wanita dengan tangannya sendiri .


yang mereka tau nona vivian lah yang di perlakukan istimewa oleh Tuan mereka . beberapa wanita pernah nekat datang ke apartemen Logan namun ditolaknya mentah mentah tanpa mempersilahkan mereka masuk .


baru kali ini Tuan mereka mengistimewakan wanita lain selain mendiang nona vivian .


Logan meletakan Ella dengan hati - hati lembut seperti menidurkan anak balita .


lalu menyelimuti nya .


Logan berdiri mematung apa yang ia lakukan kenapa ia bisa bisanya menggendong gadis itu dan sampai seperhatian ini , Logan meneriaki kebodohannya dalam hati lalu pergi meninggalkan kamar itu .


Ella terdiam lalu tiba - tiba pipinya memerah saat mengingat perkataan pelayan tadi .


Ella mengusap usap pipinya cepat cepat saat rasa panas mulai terasa di wajahnya . " apa yang dia lakukan , ah ini sungguh memalukan ".


di tempat berbeda Logan duduk di sofa besar di ruangan kerja di apartemen miliknya , ia menyesap segelas anggur untuk menjernihkan pikirannya yang sungguh bodoh beberapa waktu yang lalu .


" apa yang aku lakukan , ah ini sungguh memalukan ".


Logan terus mengutuki kebodohannya ,


Apa yang ia lakukan sehingga hatinya luluh dan menggendong gadis itu . Apakah ada aura sihir di wajah gadis itu ketika memandangnya ia langsung kehilangan akal sehatnya , Logan berfikir sambil mengerutkan keningnya . Sungguh jika Bram di sana dan bisa membaca isi hati Logan pasti Bram akan tertawa terbahak bahak dan mengolok kekonyolan atasannya itu .


Logan tak pernah berfikir sekonyol itu .


Logan mengambil foto nya dengan vivian mantan kekasihnya yang sudah lama meninggal dunia .


Logan merasa bersalah karena beberapa waktu telah melupakan mantan kekasihnya itu .


Logan meminta maaf dan mencium foto itu , Logan belum bisa melupakan vivian dan masih sangat mencintai nya .


Ia berbicara pelan , " aku merindukanmu ".