Dream Light

Dream Light
Episode 15 " Firasat buruk "



Pagi hari yang tenang suara burung berkicauan terdengar menghangatkan hati , namun berbeda dengan suasana hati bibi Mery saat ini .


Malam itu bibi Mery sedang duduk sendiri di dalam rumah kecil di desa tempat tinggal bibi Mery yang dulu .


Bibi Mery pindah ke rumah kecilnya di desa karena beberapa waktu lalu setelah insiden itu rumah paman louise di sita oleh bank entah karena alasan apa , begitu pula perusahaan paman louise , sehingga keluarga paman louise bangkrut bibi Lusiana dan Sabrina sekarang entah kemana , sehingga para pelayan serta pengurus rumah pun semuanya ikut pergi begitu pula bibi Mery .


Sebenarnya setelah Ella di bawa paksa malam itu bibi mery tak bisa tidur sama sekali .


Ia berdoa sepanjang malam , menangis serta menyalahkan dirinya sendiri . Ia merasa bersalah dan bingung harus apa , ia tak dapat melindungi Ella seperti janjinya pada mendiang Ayah Ella .


Bibi Mery selalu melamun memikirkan Ella tiba - tiba gelas di atas meja jatuh membuat bibi Mery terlonjak kaget .


Ia segera menengok ke arah meja tersebut dan ternyata kucing kecil milik nya yang menyenggol gelas itu membuat nya terjatuh ke lantai dan pecah berantakan .


Namun suasana hati bibi Mery sungguh tidak tenang malam itu seperti ada sesuatu terjadi pada nona kesayangannya .


Ia bangun dan membersihkannya segera , lalu di buangnya ke tempat sampah tepat di pojok ruangan dekat jendela .


Bibi Mery terhuyung tiba - tiba segera ia berpegangan kayu jendela yang tepat di sampingnya .


Sebenarnya ada apa batinnya , ia mengadahkan kepalanya menghadap langit malam dan berdoa meminta perlindungan untuk Ella di manapun Ella berada . hatinya sungguh sedih dan risau malam itu .


Hingga pagi datang bibi Mery masih melamun terus sehingga membuat keluarganya turut prihatin . dan mencoba menanyakan apa yang sebenarnya terjadi .


Bibi Mery tinggal bersama dengan adik nya Merline dan anak adiknya atau kemenakannya yaitu Sasya .


Mereka sangat menyayangi satu sama lain sehingga saat Bibi Mery murung membuat mereka begitu kuatir .


***


Ella selesai mandi dan waktunya memilih pakaian yang sudah di siapkan pelayan rumah .


Saat membuka Lemari yang berukuran sedang Ella terkejut melihat isinya sungguh sangat lengkap padahal itu hanya sebuah lemari yang tidak terlalu besar namun ketika melihat dalamnya sungguh tidak terduga .


Perlengkapan dari atas kepala hingga kaki semuanya ada . Ella benar - benar seperti kembali ke rumahnya dulu .


Ella tersadar dari keterpukauannya ia melihat sebelah lemari itu ada sebuah pintu , Ella penasaran lalu melangkah menuju pintu itu dan di bukanya perlahan .


Ketika Ella masuk sungguh Ella terkejut melihat kedalamnya , " woww .. ini ruang pakaian lelaki itu rupanya , sungguh besar sekali dan apa ini woww .. laki laki ini sungguh punya selera tinggi ya " .


Ella segera sadar ia langsung pergi meninggalkan ruangan itu dan menutup pintunya hati - hati .


Ella menghela nafas lalu segera ia memakai pakaian yang ia pilih gaun putih pendek bermotif bunga daisy kecil berwarna putih polos .


Ella tak mau memakai gaun yang begitu terlalu kelihatan mewah karena ia hanya tawanan di rumah itu , hanya seseorang yang tidak penting .


Ella bergumam dalam hati , " pakaian ini begitu pas di badan ku , apa mereka tau ukuranku hanya dengan melihatku ".


Ella segera keluar dari kamar mandi ia di kejutkan dengan beberapa pelayan berdiri dan tiba - tiba menundukan kepala saat Ella muncul mereka membawakan sarapan untuk Ella .


Ella tergagap lalu segera membalas dengan anggukan kepala pelan .


Seorang pelayan membuka tutup saji di meja makan yang di bawa para pelayan tadi . "silahkan nona sarapan anda , kami tidak tahu mana kesukaan anda jadi pilih saja yang tidak anda sukai ".


Ella tertegun melihat berbagai hidangan di hadapananya , Ella melangkah perlahan lalu segera ia duduk .


lalu pelayan dengan sigap memberi sapu tangan di pangkuan Ella dan menata sendok serta garpu lalu menuangkan teh hangat .


Ella terdiam saat melihat meja makanan itu penuh dengan makanan , di pikiran Ella sekarang adalah ia ingin loncat dan menghabiskan semuanya .


disana tersaji roti panggang yang baru keluar dari oven , yougrt buah , susu , jus , teh , granola parfait dengan buah dan oat , dan juga pasta . semua makanan itu baru di masak masih terlihat kepulan asap dari roti dan pasta juga beberapa menu makanan yang lain .


semenjak Ella pindah kerumah paman louise Ella tidak pernah makan makanan enak .


Ia hanya makan roti kering dan susu setiap pagi , ia berutung sedikit jika sarapan bersama pamannya namun hanya sarapan sedikit yang ia dapat .


Dan sekarang ia bagaikan kembali ke masa lalu di mana ia masih di rumah besarnya dulu dan di layani banyak pelayan serta makanan yang melimpah .


Ella yang sekarang seperti orang kampung yang tak pernah melihat makanan enak .


Tiba - tiba Ella di kejutkan dari lamunannya oleh seorang pelayan .


" maaf nona apa semua makanan ini anda tidak menyukainya biar segera kami ganti silahkan nona katakan saja , atau nona ingin makan di ruang makan , maaf nona saya hanya di suruh tuan muda untuk melayani nona di kamar saja jadi kami pikir nona juga sarapan di kamar juga karena nona tak kunjung keluar kamar tadi ".


Ella tergagap lalu Ella menjawab dengan terbata bata karena merasa terkejut dengan perkataan pelayan tadi , " aa aku tidak ap apa apa ini ini sudah cukup , sungguh tidak apa teri trimakasih ".


Ella segera melahap makanan di depannya tanpa pilih pilih .


Akhirnya beberapa makanan di meja tandas di habiskan Ella . segera Ella menghirup teh hangat yang ada di sebelahnya menyruputnya pelan lalu menghela nafas . dipikiran Ella sekarang apakah ia benar benar sudah bangun dari tidurnya .