Dream Light

Dream Light
Episode 03 " Pertemuan "



Bibi mery mencari cari dimana gaun gaun yang sudah tidak di pakai itu ( " ah disini begitu gelap , pengap dan kotor , apa iya masih ada baju yang pantas di sini sungguh malang benar nasibmu nona " ) . Akhirnya bibi mery menemukan sekotak penuh gaun - gaun lama yang sudah rusak , robek atau berlubang bekas gigitan tikus di sana dan juga sangat lah kotor , " baiklah demi nona ella , aku akan memperbaiki ini secepatnya " .


Ella hanya duduk terdiam di kamarnya , ini pertama kalinya ella merasa sedih dan enggan untuk pergi ke pesta dulu ketika ayah masih hidup ella sangat senang mengikuti pesta dan pastinya para pelayan akan segera datang untuk mendandani ella dengan gaun dan perhiasan yang mahal namun sekarang ini sungguh berbeda jauh , ella menangis menangkupkan kedua telapak tangannya ke wajahnya dan menunduk sungguh malang benar nasib ella .


Setelah selesai di cuci dan di keringkan Bibi mery sudah selesai memperbaiki gaun nya ia tersenyum puas lalu ia segera beranjak pergi ke kamar nona ella .


Ella sedang tertidur di ranjangnya ketika bibi mery masuk ke kamarnya , " nona ... nona bibi sudah menemukan gaun untuk anda, lihat ini " . Ella bangun dan mengucek matanya yang sedari tadi terlelap entah kapan , ella terkejut melihat gaun yang di bawa bibi mery gaun itu indah, gaun pendek di atas lutut dan tidak berlengan itu berwarna putih polos dengan rok sedikit mengembang dan manik manik kecil di dada namun tidak berlebihan itu menambah manis tampilan gaun itu .


" bibi kau mendapatkan ini dari mana , apakah benar ini dari gudang bi apakah masih ada gaun seindah ini di gudang " . bibi mery tersenyum puas , " bibi memperbaiki sedikit nona " . Ella menjatuhkan tubuhnya di pelukan bibi mery sehingga bibi mery sempat terhuyung sedikit karena terkejut . " terima kasih bibi mery kau seperti ibu peri baik hati pada cerita dongeng " . bibi mery tersenyum malu , " ah nona bisa saja cepat pakai gaunnya dan bersiaplah nona, nanti bibi lusiana marah " .


Semua orang sedang menunggu di ruang tamu siap untuk pergi namun ella tidak muncul muncul menbuat Sabrina dan Bibi lusiana kesal , " anak ini benar - benar kelewatan , siapa dia sehingga kita harus menunggu seperti ini " .


Tiba - tiba ella muncul menuruni anak tangga semua mata terbelalak para pelayan saling berbisik , " apakah itu nona ella wah dia sungguh cantik ya " . membuat kuping sabrina panas dan kesal . lalu sabrina berdiri membisikan sesuatu pada ibunya , " apakah ibu yang memberikan gaun itu padanya , ibu sungguh berubah pikiran sekarang " . Bibi lusiana langsung membantah nya " bukan ibu , kau tau ibu menyuruhnya memakai baju yang ada di gudang " .


" cepat jalannya kau ini , dan dari mana kau dapat baju itu ? , bukannya aku menyuruhmu ambil dari gudang " . bibi mery datang dan menjawab pertanyaan bibi Lusiana " itu benar nyonya gaun yang di pakai nona ella berasal dari gudang saya hanya memperbaikinya sedikit ". Mereka terbelalak begitu pun dengan sabrina yang semakin kesal pada ella .


Mereka akhirnya berangkat menuju pesta , Sabrina kesal sepanjang jalan harus berdempetan dengan ella di dalam mobil , " ih menyembalkan bu kenapa aku harus di sebelahnya " . ella pura pura tidak mendengar dan memilih melihat kearah jendela mobil . " diam Sabrina , nanti saat kau di pesta kau harus jaga perkataan mu kau harus baik pada Ella mengerti . mereka semua berfikir keluarga kita itu menjaganya dengan baik itu bisa membuat kita semakin di pandang oleh mereka semua mengerti tidak " . Sabrina mengangguk dengan kesal " baik bu " .


Akhirnya mereka sampai di pesta itu .


Dulu ella senang hampir bosan karena sering mengikuti acara pesta seperti ini namun kali ini ella sungguh di buat seperti orang kampung yang pertama kali pergi ke pesta begitu banyak orang dari kalangan atas yang begitu hebat dan cantik malam ini .


Bibi lusiana menyodorkan topeng kepada ella , "pakai ini kebetulan malam ini keluarga Noran mengadakan pesta bertemakan topeng jadi aku sungguh beruntung karena tidak perlu mengenalkanmu terlalu terang terangan itu membuatku muak " . Ella terkejut bukan main ( apa ?! Noran ? apa Noran yang di maksud fandes Noran tidak ... tidak ) . Ella memakai topeng berbulu yang hanya menutupi matanya yang indah itu dengan warna yang senada dengan bajunya .


Orang orang menikmati pesta kecuali ella , ella harus berdiri di pojok ruangan yang sebisa mungkin tidak di sadari oleh orang yang berada di pesta . karena ketika masuk semua mata tertuju pada ella karena ella sangatlah cantik walaupun menggunakan gaun begitu sederhana sehingga membuat bibi lusiana dan sabrina kesal bukan main karena harusnya semua itu untuk sabrina bukan ella .


Logan sampai di pesta malam ini , " tuan pakai ini kali ini pestanya bertemakan topeng tuan " . Bram menyodorkan topeng berwarna hitam senada dengan jas yang Logan pakai . Logan menggrutu mencoba protes , " ini sungguh kekanakan Bram " . Bram tersenyum sedikit lalu membisikan sesuatu , "pakai saja Tuan Logan jangan protes atau aku foto saja jika kau mau ? , Bram cekikikan sambil menutup mulutnya . Logan menyorotkan mata yang tajam membuat Bram terbatuk batuk seketika . " Mari Tuan ".


Logan memasuki ruangan terlihat semua mata tertuju padanya karena malam ini dia begitu tampan sorot matanya yang hitam dan tajam membuat para gadis terpesona , semua orang membicarakannya , " lihat itu tuan Logan Mayer pemilik And Mayer Corporasion kan wahh ... kita sungguh beruntung malam ini dia sangat tampan walaupun tidak tersenyum yah " .


Logan berjalan biasa saja tanpa menghiraukan orang orang yang sedari tadi melihatnya , Tuan rumah langsung menyambutnya Tuan Jhon Noran dan istrinya juga anaknya Fandes Noran . "Tuan Logan selamat malam senang berjumpa anda malam ini sungguh suatu kehormatan bagi kami tuan anda menyempatkan datang , Fan cepat sapa tuan Logan " . Fandes merasa tidak senang dengan Logan karena dia pikir pria di depannya sungguh menyebalkan . Namun ketika fandes ingin berkenalan Logan berjalan melewatinya tanpa menghiraukannya membuat fandes dan keluarganya tertegun .


Logan memang datang kesini dengan misi , Logan menjentikan jarinya agar Bram mendekat " dimana mereka sudah di temukan " . Bram mengangguk pelan .


Sabrina sedari tadi senang melihat Logan yang berdiri di dekatnya dan berkata pada ibunya agar mengenalkannya namun ibunya sibuk dengan urusannya . " baiklah aku akan mendekatinya sendiri " . Sabrina berdiri malu malu mendekati Logan namun Logan malah melaluinya tanpa melihatnya sama sekali itu membuat sabrina kesal .


Logan seperti mendengar instruksi dari Bram bahwa semua sudah tertangkap , " bawa mereka pergi dari pesta " , bram menganggukan kepala dan menginstruksikan berapa anak buah untuk segera mengerjakan perintah tuannya. " aku akan berjalan jalan sedikit sebelum pulang aku sedikit jengah , jika kita pulang kita akan membuat musuh kita curiga bukan " .


Logan berdiri di tepian balkon di lantai atas karena di sana sepi . sambil menikmati segelas anggur di tangannya iya berdiri bersandar pada pinggiran balkon ketika itu ada suara wanita yang mengagetkannya . " Anda pasti bosan juga kan " . Logan terkejut dan melihat siapa yang berani mengusiknya , " siapa kau , kau berani sekali datang kesini , kau tau tempat ini di jaga " . Ella sedikit kesal karena ella lah yang datang lebih awal , " tuan anda yang datang setelah saya jadi saya dululah yang datang saya hanya menyapa anda karena saya pikir anda senasib dengan saya yang bosan dengan acara ini " . Ella membuat Logan terkejut lagi wanita ini benar benar berani sekali memang dia tidak tau Logan itu siapa . Logan menarik Ella mendekatkan wajahnya pada ella, Logan melihat ella dengan seksama , "lihat baik baik siapa aku , kau tidak tahu aku siapa atau sekarang kau tau aku atau kurang dekat " . Logan melepaskan topengnya namun ella tetap tidak tahu dia siapa . Ella mendorong Logan dan membuat Logan tertegun karena baru pertama kalinya ia di dorong seorang wanita . "permisi tuan jangan kurang ajar saya tau anda orang terkenal mungkin atau apa saja tapi saya tidak ingin tahu tentang itu " . ella pergi meninggalkan Logan yang semakin penasaran dengan ella .


Namun ella berlari kembali menuju Logan dan memeluknya " maafkan saya tuan ".


ternyata ada seorang naik ke atas dia adalah Fandes teman kecil ella saat ella masih tinggal di rumahnya yang dulu , saat turun tangga ella melihat fandes naik keatas dan fandes sempat menatap ella dan berlari mengejarnya .


dan melihat seorang laki laki berpelukan dengan seorang wanita yang dia pikir ella . Logan langsung mengerti isyarat ella dan memeluknya balik . " apa yang kau lihat tuan fandes , kau kenal dengan kekasihku " . Fandes terkejut dan langsung berpamitan pergi " maafkan saya tuan Logan saya pikir teman saya ".


ella melepaskan pelukannya namun Logan malah mengencangkan pelukannya . " tuan lepaskan ".


Logan melepaskan pelukannya , " oh kau memanfaatkan ku rupanya " . Ella menudukan kepalanya dan meminta maaf pada Logan dan berlalu pergi membuat Logan penasaran dengan ella . " manis seperti peri kecil , sungguh menarik ".