
"Duh sieun lama banget sih.." gumam bada tidak sabar seraya meminum es jeruknya yang mulai mendingin.
"Bada.. maaf lama yaa" ucap sieun seraya tersenyum dan bada hanya menggeleng pelan seraya bangkit dan menarik lengan sieun untuk pergi dari kantin.
"Eh eh.. mau kemana...?"ucap sieun seraya mengikuti bada.
Hyunjin sedikit melirik ke arah bada yang menarik lengan sieun untuk pergi, lalu kembali fokus pada ponselnya.
Akhirnya bada sampai di kelas tempat untuk menghindari hyunjin dan teman-temannya, ia tersenyum lega, menarik nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan
"Huft.." ia masih terbayang-bayang akan kejadian tadi saat punggungnya dan punggung hyunjin bersentuhan.
"Aaaaa gak bisa, gak bisa, kamu harus tenang bada ok.. Huft.. " Ia tidak bisa menyembunyikan suasana hatinya yang sedang berbunga-bunga.
Sieun hanya menatap bada dengan tatapan bingung.
"Bada kamu kenapa sih? kayanya lagi seneng banget.." Bada terkesiap mendengar ucapan sieun, ia pun tersadar dari lamunan bahagianya.
"Eh iyaa eh engga kok gak papa" jawabnya seraya nyengir girang.
"Oh ok" Sieun pasrah pada jawaban bada.
"Tapi kenapa ya tadi bada pengen cepet banget pergi dari kantin, hmm sepertinya ada sesuatu deh, oh apa jangan-jangan dia suka ya sama salah satu orang disana? wah harus cari tau nih" Batin sieun penasaran. Ia pun mengetes bada karna ingin tau apa yang ia suka pada seseorang di kantin tadi atau tidak.
"Oh apa jangan-jangan kamu lagi suka ya sama seseorang?" Tebak sieun tepat membuat bada kaget seketika kalang kabut.
"Eh e-engga kok, aku.. cu-cuma ingin ke kelas aja, iyaa karna.. karna disana panas iya panas! gerah banget kan enakan di kelas dingin ada Ac hehe" jawabnya gelagapan.
"Masa sih? kok aku ragu yaa?" Tanya sieun jahil bak seorang detektif di siang bolong seraya menggoda bada.
"iya bener kok sieun, suka? Hahaha ga mungkin lagian buat apa? buang-buang waktu aja sieun hahah" Tawa bada garing mencoba membuat sieun percaya padanya tapi malah jadi seperti orang aneh.
"Oh yaudah kalo gitu, aku pergi dulu yaa.. mau ke kantor guru nanyain apa aja tugas sekretaris hehe tapi bener yaa? Awas kalo boong! "
"I-iya.." Bada mengangguk cepat meyakinkan sieun, dan sieun hanya tersenyum puas telah menjahili teman barunya itu.
"Bada lucu banget sih" ucapnya setelah pergi dari kelas.
Sedangkan bada hanya meniup nafas lega hampir saja ia ketahuan fikirnya.
Belum juga bada mendapat nafas lega hyunjin dan teman-temannya masuk ke dalam kelas, bada sangat kaget tidak sengaja menjatuhkan ponselnya ke lantai dan dengan sigap felix langsung mengambilnya dan berniat mengembalikannya pada bada, ia hanya menaikkan kedua alisnya ke atas seraya mengangguk pelan menatap mata bada.
"ini.." ucapnya pelan seraya memberikan ponsel pada bada, gadis itu langsung mengerti apa maksud felix.
"Oh iyaa, terima kasih" ucapnya seraya tersenyum dengan cepat mengambil ponsel tersebut.
Hyunjin terpaku diam di dekat pintu kelas memperhatikan mereka sedangkan yang lain hanya ikut ikutan dan bingung memperhatikan mereka, kebetulan kelas kosong karna sedang istirahat hanya ada bada, lalu han menepuk pundak hyunjin.
Hyunjin yang sedang bengong pun tersadar lalu berdehem pergi ke tempat duduknya diikuti oleh teman-temannya tidak terkecuali felix.
Awalnya ia ingin mengambil ponsel bada tapi felix lebih dahulu mengambil dan mengembalikan ponsel itu pada bada.
Sedangkan bada hanya diam tak mengerti dengan apa yang terjadi, ia segera kembali duduk di kursinya seraya memakaikan headset ke kedua telinganya.
Han membawa gitar yang ia pinjam dari kelas musik. Lalu ia mulai memainkan gitarnya dan menyanyikan beberapa lagu bersama seungmin, jeongin dan changbin yang bertugas di bagian rap.
"wah bagus juga ya suara mereka.." batin bada. Ternyata tidak mendengarkan lagu apapun, hanya menautkan saja hingga ia masih bisa mendengar suara-suara di sekitarnya.
Karna mendengar mereka bernyanyi para siswi pun berbondong-bondong masuk ke kelas, seketika kelas menjadi penuh, lalu han, seungmin dan in juga changbin mengubah kelas menjadi stage mereka, mereka maju ke depan kelas untuk tampil dance dan bernyanyi secara bersamaan bersama-sama, menunjukkan bakat mereka kecuali hyunjin dan felix yang masih duduk di kursi duduknya.
Setelah selesai bernyanyi merekapun bersorak ria dan bertepuk tangan.
"Oh kak aku boleh request gak?" ucap seorang siswi dari kelas 11.
"Oh iyaa boleh dong.. request apa?"
"Aku request kak hyunjin nyanyi dong kak.." ucapnya antusias.
"Wah boleh kok boleh, ayo silahkan hyung.. ayo kedepan!" Han memanggil hyunjin dengan sebutan hyung karna ada maunya agar hyunjin mau memenuhi request san adik kelasnya itu.
Hyunjin yang sedang fokus pada ponselnya seketika teralihkan karna felix menepuk pundaknya, pria bermata tajam itu melototi han seraya menggeleng pelan pertanda ia menolak.
"Ayolah hyung.. bukan aku yang minta tapi dari adik kelas kita lhoo" ucap han membujuk hyunjin dengan sedikit memaksa.
"Common man.." ucap seungmin tidak memanggil hyunjin dengan sebutan hyung.
Hyunjin sudah terbiasa dengan seungmin dan han juga felix tidak memanggilnya hyung, tidak apa-apa baginya, ia menganggap mereka semua setara walaupun sesekali ia ingin mereka memanggilnya dengan sebutan hyung atau kakak karna hyunjin lahir di bulan maret sedangkan seungmin han dan felix di bulan september tahun 2000 sedikit lebih tua dari mereka.
Bada memperhatikan mereka semua satu per satu tapi matanya memang tidak bisa teralih jika itu menyangkut hyunjin.
"Ayo semua, hyunjin! hyunjin! hyunjin!" Semua pun bersorak memanggil nama hyunjin, ia tidak bisa mengelak lagi. ia pun bangkit dari kursinya, saat ia bangkit seketika siswi wanita berteriak histeris.
"AAAAA hyunjin oppa.. AAA" seru siswa yang mengidolakan hyunjin.
Bada kaget menutup mulutnya yang menganga dengan tangan kanan. Dengan perlahan kaki jenjang hyunjin bergerak melangkah untuk pergi ke depan kelas.
Setelah sampai para siswi bersorak ria.
"Aaaaaa hyujin oppa saranghae.."
Hyunjin hanya diam dengan ekspresi datar lalu setelahnya berbisik pada han.
"Ow nice song.. " sahut han karna ia yang memegang gitar dan hanya ia yang bisa memainkannya di circle pertemanan hyunjin Ia all rounder atau multitalent.
Bada hanya diam seraya menatap hyunjin dengan tatapan penasaran yang mengharapkan sesuatu.
"Wah kira-kira dia mau nyanyi apa ya..? Aaah penasaran.." Bisik para siswa.
Han pun mulai memainkan memetik gitarnya dan hyunjin mulai bernyanyi, seperti layaknya fans bada mengeluarkan ponselnya dan segera merekam hyunjin.
"Aaaa suaranya lembut banget.." Bisik sieun tiba-tiba muncul yang membuat bada terkejut bukan main, seketika ia segera menyembunyikan ponselnya ke bawah bangku agar tidak ketauan sieun tapi tetap merekam hyunjin diam-diam.
Hyunjin pun sampai pada bagian reff.
Meski bibir ini tak berkata.. bukan berarti ku tak merasa, ada yang berbeda di antara kita.. dan tak mungkin ku melewatkanmu hanya karna.. diriku tak mampu untuk bicara, bahwa aku inginkan kau ada di hidupku
Deg! bada merasakan hal aneh pada dirinya entah mengapa ia merasa bahwa lagu yang hyunjin nyanyikan itu seakan-akan untuk dirinya? liriknya pas sekali dengan kenyataan yang terjadi diantara mereka berdua.
Lagu pun selesai, suara tepuk tangan dan sorak sorai menyeruak ke seluruh tempat.
"Aaa kira-kira buat siapa yaa lagu itu..?" seru sieun seperti menyindir bada mencari tau, dan gadis itu hanya diam.. masih tidak mengerti. Apakah mungkin hyunjin juga memiliki perasaan yang sama dengannya?
"Ah gak mungkin, gak mungkin." Fikirnya.
"Masa sih dari banyaknya orang di dunia ini yang suka sama hyunjin.. dia yang beruntung di sukai oleh seorang hyunjin?" Fikirnya lagi.
"Padahal kan yang suka sama hyunjin tuh bejibun.. banyak banget" Fikirnya lagi dan lagi.
"Engga engga jangan geer bada, ga mungkin itu semua ga mungkin! eh tapi kalo iya gimana..?? duh entahlah aku ga mau mikir soal itu sekarang" Batinnya seraya menggeleng gelengkan kepalanya, kedua tangannya menjenggut rambut lalu pindah menutup wajahnya malu dengan kedua tangan.
Sebelum hyunjin pergi untuk kembali duduk ia menoleh sekilas ke arah bada lalu tersenyum kecil menyunggingkan sebelah bibirnya ke atas lalu kembali duduk.