WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Perubahan drastis sikap hyunjin


Keesokan harinya bada pun terbangun dari tidurnya yang lelap lalu ia melihat ke arah jam di ponselnya, jam telah menunjukkan pukul 06 : 00 pagi, tumben sekali ia bangun lebih pagi kali ini.


Setelah melihat ke ponselnya ia melihat wallpaper ponselnya adalah fotonya bersama dengan hyunjin saat festival minggu lalu, lalu ia pun tersenyum seraya kembali memikirkan kejadian semalam dirinya bersama dengan hyunjin membuat pipinya merona merah karna tersipu malu.


Ia pun memeluk ponselnya lekat, karna bada sudah bangun kak seo-ah pun jadi terusik dan ikut bangun, bada segera menyembunyikan ponselnya ke bawah bantal takut jika alih-alih kak seo-ah melihat fotonya bersama dengan hyunjin.


"Hmm bada sudah bangun.. tumben sekali, ada apa?" bada menggeleng pelan seraya tersenyum, lalu seo-ah pun bangun seraya menguap dan menggeliatkan badannya ke kanan dan ke kiri, lalu beranjak bangun.


"Jangan lupa soal janji kamu buat bawa pacar kamu ke acara anniversary kakak ok"


"Iyaa iyaa kak.."


Lalu ia pun pergi ke bawah untuk cuci muka dan sarapan pagi, setelah kak seo-ah pergi bada pun kembali mengambil ponselnya lalu memeluknya dengan erat, setelah itu ia segera mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke lantai bawah dan sekolah.


"Oh tumben sekali sudah siap jam segini?" Seru ibu yang heran karna bada sudah siap di jam ini, lalu bada pun tersenyum jadi ia bisa sarapan dengan santai tanpa terburu-buru.


Bada mengambil selembar roti lalu mengoleskan selai di atasnya dengan wajah yang tampak berseri-seri, setelah selesai ia pun memakannya perlahan.


Ting..Tong..


Ada satu notifikasi di ponselnya, bada pun segera mengambil ponselnya yang ia simpan di meja sebelumnya seraya meminum susunya, saat ia tau pesan itu dari hyunjin..


Uhuk..Uhuk..!!


Ia pun jadi tersedak.


"Sudah bangun?" tulis hyunjin di pesannya.


"Eh bada pelan-pelan dong kalo minum jangan terburu-buru.." Bada pun menunjukkan tangannya membentuk angka 5 pertanda bahwa ia baik-baik saja.


"Apa ini? apakah sikapnya telah berubah saat ini?"


Lalu ia pun segera membalas pesan hyunjin antusias.


"Sudah, aku sedang sarapan"


Dengan cepat hyunjin membaca pesannya, membuat bada kini tersenyum sumringah dan semakin terheran-heran dengan perubahan sikapnya yang drastis.


Hyunjin pun tersenyum dan langsung pergi dengan motornya.


Bada juga tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya di atas meja lalu melanjutkan makannya.


"Gimana kamu hari ini, mau di antar sama kakak atau engga?"


"Hmmm?" Bada tidak fokus karna hyunjin lalu ia melihat ke arah kak seo-ah.


"Aku sih terserah kakak aja.."


"Yaudah kalo gitu tunggu kakak siap-siap dulu yaa.."


"Hmm!" Bada pun mengangguk seraya kembali memakan rotinya dengan ekspresi gemas dan pipinya kembali seperti ikan buntal lalu mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada sieun.


"Sieun kamu udah sampai disekolah atau belum?" Tulis bada disana. Sieun pun yang sedang bersiap-siap segera membaca pesan dari bada lalu segera membalasnya.


"Belum, aku masih siap-siap nih, ada apa?"


Ting..Tong..


Bada membaca pesannya.


"Aku pengen curhat.." balas bada.


"Curhat apa? soal hyunjin yaa?" Tulis sieun lagi, bada pun segera membacanya.


"Waaaah sieun emang terbaik, tau aja aku mau cerita soal hyunjin" seru bada antusias seraya tersenyum di endingnya.


"Iyaa nanti kita ketemu dikelas aku tunggu.."


"Ok"


"Ok"


Ting..Tong..


Ada satu pesan lagi dan ternyata itu dari hyunjin.


"Dimana?" Bada kembali terkejut menganga tak percaya lalu ia pun tersenyum.


"Masih di rumah" Tulisnya membalas pesan hyunjin, lalu tak lama hyunjin pun menelponnya, bada hampir terperanjat karna kaget.


"Oh astaga!" serunya kaget.


Ia pun segera mengatur suaranya agar enak saat di dengar oleh hyunjin.


"A...a...Ok bada you can do it!" ia pun segera menekan tombol hijau.


"Dimana?" karna gugup jadi bertanya hal yang sama dua kali.


"Oh aku masih dirumah"


"Oh kalau begitu keluarlah"


"Hmm?" Bada pun masih terlihat heran dan bingung, lalu ia segera mengambil tasnya dan beranjak pergi ke luar sambil masih terhubung jaringan seluler telepon dengan hyunjin.


Saat di luar ia pun langsung melihat ke arah pria yang sedang memegang ponselnya yang di tempelkan di telinganya membuat bada diam tanpa kata.


Pria itu pun beralih menatap bada lalu ponselnya ia gerakkan ke kanan dan ke kiri seakan-akan melambai pada bada. Bada masih diam dalam lamunannya ia fikir ia masih tidur dan bermimpi hyunjin menjemputnya pergi ke sekolah bersama.


"Aku pasti bermimpi" bada mencubit pipinya kencang.


"Aw!" ia pun merasakan sakit.


"Oh astaga ini bukan mimpi!!"


Bada pun perlahan menghampiri hyunjin seraya masih melamun, ia jadi ingin menangis terharu setelah menanti sekian lama akhirnya hyunjin bersikap seperti ini padanya.


Setelah sampai di hadapan hyunjin setetes air mata pun jatuh disana, hyunjin seketika jadi panik.


"Kamu gak apa-apa?" bada segera menghapus air matanya.


"Oh maaf, iyaa aku baik-baik aja"


"Kamu yakin?" Hyunjin pun menyentuh dahi bada yang tak panas membuat bada semakin terharu karna tindakan hyunjin yang kini perhatian padanya.


Kemarin ia sempat mengira jika hyunjin datang menjemputnya untuk pergi ke sekolah bersama tapi ternyata itu hanya sebuah kesalahpahaman saja tapi tuhan kini lagi-lagi telah mengabulkan keinginannya, saat ini ia benar-benar jemput oleh hyunjin.


"Terima kasih tuhan.." batin bada seraya menatap ke arah hyunjin lekat dengan intens, hyunjin masih menatapnya dengan tatapan khawatir lalu melambai-lambaikan tangannya ke arah bada lalu bada pun tersadar.


"Ayo.." seru hyunjin segera menaiki motornya lalu memberikan helm pada bada tapi gadis itu masih melamun dan merasa tidak enak.


"Apakah ia benar-benar boleh naik kesana?" fikirnya lalu hyunjin yang sedang memberikan helm itu pun tersenyum dan mengambil lengan bada seraya memberikan helm itu tepat di tangannya dan ia pun mengambilnya.


"Ada apa bada? Kau tidak ingin aku menjemputku untuk pergi ke sekolah bersama hm?" bada pun tersadar dan segera menggeleng cepat.


"Ah tidak tidak bukan seperti itu hanya saja ini adalah pertama kalinya untukku.." Hyunjin pun tersenyum, lalu kembali turun dari motornya dan mengambil helm di tangan bada lalu memakaikannya pada bada seraya tersenyum setelahnya membuat bada semakin terharu.


"Ini juga pertama kalinya untukku.. ayo cepatlah naik." Seru hyunjin memegang pundak bada seraya menatapnya dengan mendekatkan wajahnya ke arah wajah bada.


Lalu setelahnya hyunjin segera naik ke motor dan memakai helmnya lalu bada dengan ragu-ragu juga naik ke motor besar hyunjin dan mereka pun melenggang pergi dari rumah bada menuju sekolah.


Seseorang sedang tersenyum di balik jendela ternyata itu adalah ibu bada yang bahagia karna anaknya di jemput oleh hyunjin lalu kak seo-ah yang telah siap pun menengok ke sana kemari mencari keberadaan bada.


"Bu bada mana?"


"Sudah pergi.."


"loh kok pergi? katanya mau bareng sama kakak?"


"Tadi temennya jemput, jadi dia langsung pergi"


"Temennya? siapa? pria atau wanita?"


"Yaa pria laah kak" Ibu pun tersenyum.


"Siapa? ibu kenal?'


"Iyaa itu lhoo hyunjin yang ibu ceritain waktu itu.."


"Oh.. pantes wah ada kemajuan nih, tapi kok gak pamit dulu sih..?"


"Yaudah biarin laah mungkin buru-buru.." kak seo-ah pun hanya mengangguk.


"Baiklah kalo gitu aku berangkat dulu yaa bu, mau nemuin orang yang bertanggung jawab soal acara nanti"


"Yaudah kalo gitu hati-hati"


"Iyaa.." seo-ah pun pergi.


...****************...


Saat diperjalanan bada masih canggung dan malu-malu ingin berpegangan pada hyunjin tapi ia tidak berani bertindak sejauh itu alhasil ia pun memegang ujung jok motor hyunjin yang ada dibelakangnya membuat semua orang yang melihatnya di jalan pun tersenyum, mereka kira bada dan hyunjin adalah pasangan kekasih yang sedang bertengkar.


Saat lampu merah hyunjin pun mengerem dengan mendadak.


Tiiiit....


Jadi bada reflek memeluk hyunjin membuat hyunjin tersenyum di balik helmnya.


"Oh maaf" Saat bada akan melepaskan pelukannya, hyunjin pun mengambil kedua tangan bada agar tetap pada posisi memeluknya membuat bada tersenyum manis karna malu dan hyunjin melihatnya lewat kaca spion motornya.


Hyunjin melanjutkan perjalanan mereka dengan sedikit ngebut agar tidak terlambat datang ke sekolah.


Setelah sampai di sekolah para siswa langsung memperhatikan ke arah mereka, hyunjin dan bada yang sedang memeluknya membuat seketika mereka jadi tranding topic perbincangan satu sekolah saat ini.


"Oh apa mereka saat ini sedang berkencan?"


"Waaah terus bagaimana dengan felix? bukankah ia adalah pasangan bada di acara itu nanti?"


"Ah entahlah"


Hyunjin pun melepas helmnya yang masih menempel di kepalanya, bada berusaha membuka helmnya namun tetap tidak bisa, alhasil hyunjin pun segera turun dan segera membantu bada melepaskan helmnya.


Clek!


Helm pun terlepas.


"Terima kasih.." seru bada seraya tersenyum manis dan hyunjin pun ikut tersenyum membuat semua orang disana menatapnya iri.


Lalu tidak disangka hyunjin pun saat ini menawarkan tangannya untuk digenggam oleh bada tapi karna banyak yang melihat dan terlihat tidak suka pada kedekatan mereka jadi bada menolak tangan hyunjin lalu ia pun berlari untuk pergi ke kelas membuat hyunjin kembali tersenyum manis dan mengikutinya dari arah belakang.


Setelah sampai di kelas semua sedang membicarakannya dan menatap kearahnya, lalu tak lama sieun pun tiba seraya ngos-ngosan berlari ke arah bada saat telah sampai di hadapannya bada langsung menarik lengan sieun untuk ikut pergi ke suatu tempat membuatnya menggerutu sepanjang jalan berbisik pada bada.


"Apasih da pelan-pelan dong.. sakit ini.."


"Ayo cepet aku mau cerita.."


"Cerita apa? duh da pelan-pelan.."


Lalu bada segera menyimpan tasnya dan tas sieun di bangku mereka masing-masing lalu kembali menarik lengan sieun lagi dari kelas untuk dibawa ke suatu tempat karna hyunjin sedang berada di jalan akan pergi ke kelas bada rasa ini gak aman jadi ia mengajak sieun untuk membicarakan soal masalahnya di tempat lain yang aman.


Saat di tengah jalan mereka pun bertemu dengan hyunjin lalu mata bada dan hyunjin bertemu, membuat sieun memperhatikan ke arah mereka berdua antusias.


Saat ditatap bada hyunjin pun jadi tersenyum membuat sieun menganga kaget meminta penjelasan, lalu bada tersenyum kecil dan segera menarik sieun untuk pergi dari sana ke taman yang sepi di jam saat ini.


Akhirnya mereka pun sampai, sieun masih menganga tak percaya.


"Da tadi aku gak salah liat kan? hyunjin senyum ke kamu da!!"


"Ada apa ini sebenarnya? apakah bumi sudah akan berakhir?"


"Hmm? maksudnya?"


"Maksudnya ada sesuatu yang berbahaya akan terjadi sehingga ia menyadari akan perasaannya dan berubah sama kamu?"


"Hmm mungkin" Seru bada seraya mengangguk beberapa kali.


"Ih da jangan laaah, aku cuma bercanda" bada terkekeh.


"Oh pastilah aku kaget, bahkan tadi pagi aku sampai nangis"


"Wah kenapa? terharu yaa? hmm ciee.. tapi tunggu pagi tadi? berarti kalian udah bareng-bareng dong dari pagi?"


"Hmm iyaa hehe" bada pun tersenyum sumringah wajahnya berseri-seri.


"Cerita dong kalian ngapain aja?"


"Hmm haruskah?" sieun mengangguk.


"Jadi gini.."


Bada pun menceritakan kisahnya sepanjang hari kemarin bersama dengan hyunjin pada sieun membuat matanya seketika berbinar, mulai dari ia tak sengaja melihat hyunjin direstoran kemarin dan mengikutinya sampai akhirnya kini ia bisa pergi ke sekolah bersamanya. Senyuman mengembang di wajahnya.


"Ini serius da?"


"Hmm!" seru bada yakin lalu sieun menatap bada dengan tatapan senang.


"AAAAAAAA" Mereka pun berteriak bersama karna senang, lalu bada memeluk sieun erat.


"Tunggu.. berarti aku bener dong da soal acara sayembara itu, Tuh kan hyunjin jadi cemburu kan sama kedekatan kamu sama felix, gimana kalo sekarang kamu batalin aja felix jadi pasangan ke acara anniversary kakak kamu, dan kamu pergi jadi bareng hyunjin deh masalah clear kan?"


"Hmmm iyaa sih.. tapi gak sesimple itu, aku gak bisa dong main batalin felix gitu aja, seenggaknya dia udah berjuang rela-relain waktu dia cuma buat ikut acara sayembara itu gak kaya hyunjin, tapi aku masih gak tau apa maksud felix sebenarnya buat ikut acara sayembara itu? apakah cuma iseng-iseng atau jangan-jangaaan?.."


"Jangan-jangaaan..?"


"JANGAN-JANGAN DIA SUKA SAMA KAMU/AKU!!" seru mereka bersamaan tapi berbeda di kata kamu oleh sieun dan aku oleh bada. Lalu mereka pun terkekeh bersama.


"Aku juga sempet mikir gitu saat acara sayembara di laksanakan kemarin"


"Oh benarkah?"


"Iyaa dong kita kan sahabat sehidup semati jadi satu fikiran hehe"


"Oh yaa? masa sih sieun?"


"Iiih bada iyaa dong walaupun aku belum terlalu lama kenal sama kamu tapi aku udah ngerasa nyaman sama kamu kaya udah sahabatan lama, kalo kamu gimana?"


"Hmm.. aku.." Bada pun berfikir setelahnya mengangguk antusias membuat sieun tersenyum senang, lalu mereka pun berpelukan layaknya sahabat karib yang telah bersahabat lama.


"Uuuh sayang, stay with me yaa"


"Hmm pasti..yaudah ayo ke kelas"


"Ayo~"


Mereka pun pergi kembali ke kelas dengan ekspresi sumringah, saat sampai hyunjin menatap bada dengan ekspresi manis dan hangat.


"Ciee.." bada pun jadi salting membuat para gadis merasa iri dan saling menggerutu, lalu bada duduk di kursinya, sieun pun segera menjalankan tugasnya sebagai sekretaris.


Hyunjin memainkan ponselnya merasa heran karna felix tumben sekali belum datang ke sekolah biasanya ia selalu tiba bersama dengannya tapi hari ini ia belum juga tiba disana, menghubunginya pun tidak.


Felix P.O.V


Felix bangun dari tidurnya memegang kepalanya yang sakit sehabis minum semalam, ia tersadar kini tertidur di lantai bawah kamarnya tidak di kasurnya, ia kembali mengingat apa yang terjadi semalam.


Flashback on


Felix terus mencari keberadaan bada dengan menggunakan aplikasi pencari seseorang lewat gps ponselnya, ia pun pergi dengan motornya dengan ngebut, hyunjin tidak membawa motornya saat ini karna ia sedang malas berkendara dengan motor.


Lalu mereka pun melepaskan ciuman mereka, dan bada terlihat sangat malu memegang kedua pipinya yang memerah sudah seperti buah tomat, lalu hyunjin pun terkekeh.


"Jangan berpaling pada pria lain" serunya seraya membawa bada ke pelukannya mengelus pangkal rambutnya. Lalu bada pun tersenyum seraya membalas pelukan hyunjin.


Felix telah sampai di tempat bada dengan hyunjin yang sedang berduaan, dan ia melihatnya saat mereka sedang berpelukan erat membuat hatinya sangat sakit teriris.


Bada mengambil ponselnya lalu duduk di bangku menjauh dari hyunjin untuk menelpon felix.


"Ting..Tong..Ting..Tong.."


Lalu felix pun mengangkatnya.


"Halo felix.. maaf yaa aku baru bales telepon kamu, ada apa yaa?"


"Oh yeah no problem, it's okay kita bahas nanti aja" seru felix lalu ia pun mematikan teleponnya lebih dulu membuat bada sedikit bingung tapi tidak terlalu ia fikirkan lalu ia pun kembali pada hyunjin.


Felix pun kembali pergi dengan motornya untuk pergi ke tempat minum lalu ia pun minum alkohol disana.


Ia minum sampai mabuk berat, lalu saat toko sudah mau tutup ia pun di usir oleh pemilik toko.


"Cepat pergi!! toko ini sudah mau tutup!! pergi sana!!"


Felix yang sedang dalam keadaan mabuk pun tak ingin pergi dari tempat itu.


"Tolong pak pesan 1 botol lagi.."


"Tidak!! Toko ini sudah mau tutup!!"


Brak!!


Felix menggebrak meja.


"I won't go!! I want to stay here!!" lalu ia menghampiri pemilik toko seraya berjalan sempoyongan dan memegang kerah bajunya sehingga pemilik toko marah dan.


Bukk!!


Memukulnya lalu mengusirnya paksa ke luar toko dengan mendorongnya sehingga saat ia akan jatuh tersungkur ke tanah ada gadis cantik yang sedang kebetulan lewat dan menangkap tubuh felix ke pelukannya membuat gadis itu pun sangat terkejut.


"Jangan pernah datang lagi kesini!!"


Brak!!


Pemilik toko pun menutup pintu toko dengan keras. Felix ingin menghampirinya lagi tapi tidak bisa karna toko telah ditutup dari dalam.


"Hey! kamu baik-baik aja?" Felix pun menengok ke arahnya dalam fikirannya ia sedang melihat bada saat ini, lalu tiba-tiba menghampiri gadis itu dengan berjalan sempoyongan dengan mendadak felix pun memeluk gadis itu membuatnya sangat terkejut, ia ingin melepaskannya namun felix bergumam.


"Bada why do you prefer hyunjin over me? even though i really like you. Can you hear me? bada i love you" Felix pun menatap mata gadis itu intens seketika mata mereka pun bertemu seraya tersenyum penuh kesedihan lalu menatap ke arah bibirnya dan.


Cup!


Ia mengecup bibirnya membuat gadis itu tersentak kaget matanya terbelalak seketika dan dengan cepat ia menjauhkan dirinya dari felix dan alhasil pria itu terjatuh tersungkur ke tanah dan gadis itu hanya diam dalam lamunannya.


Seketika ia tersadar, ia ingin pergi meninggalkan felix namun tidak tega dengan keadaannya saat ini, jadi ia dengan segera ingin menolong dengan membopoh tubuh felix ke dekapannya untuk ia bawa pergi.


"Hey bangun! apa yang sedang kau fikirkan sebenarnya?! beraninya kau!!" seketika ingin memukul wajah felix namun tidak jadi, gadis itu pun memegang bibirnya yang telah di cium oleh felix sebelumnya.


"Aish hey bangun!!" Felix hanya diam tak menjawab, lalu gadis itu pun merogoh saku hoodie felix dan disitu ada dompet dan sebuah kunci, ia pun segera mencari informasi rumah felix ternyata ia tinggal di sebuah apartemen.


"Hey berapa nomor apartemenmu?"


"502" seru felix seraya mengigau, lalu gadis itu pun membaringkan felix di tembok agar ia bisa menyetop sebuah taksi, setelah dapat ia segera membawa felix ke taksi tersebut di bantu oleh pak supir.


...****************...


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh mereka pun sampai di apartemen felix dan segera membawanya masuk ke dalam seraya membopohnya, ia telah mendapatkan kuncinya sebelumnya di saku hoodie felix, lalu ia pun membawanya masuk ke apartemen sementara itu saat sampai di dalam felix terjatuh di lantai, gadis itu tidak perduli lagi.


"Biarkan saja semoga dia sakit perut setelah bangun!! dasar brengsek!!"


Ia pun mencari sebuah buku dan pena segera menuliskan sesuatu disana, lalu segera pergi tanpa berpamitan pada felix.


Flashback Off


Kini kertasnya sudah berada ditangan felix, ia merasa sangat malu dengan apa yang telah ia perbuat pada gadis itu.


"Terima kasih telah membuatku repot! dasar brengsek!!!" Tulisnya disana.


"Sebenarnya apa yang telah ku perbuat?"


"AAAAAAA AISH!!! AAAAA" Lalu felix menjenggut rambutnya frustasi dan membenturkan kepalanya ke meja kesal beberapa kali karna malu, karna saat ini ia tengah bersandar di bawah kasur dekat meja, lalu ia pun segera mencari ponselnya yang berada di saku celananya lalu mengirim pada sieun karna ia telah kesiangan ini sudah pukul 07 : 30 pagi saat tidak mungkin untuknya untuk pergi ke sekolah sesiang ini.


Ting..Tong..


Sieun mendapat satu notifikasi di ponselnya dan itu dari felix dan ia segera membacanya.


"Oh felix.."


"Sieun, sorry i didn't go to school today because i was sick, so please tell the teacher i'm sick ok thank you sieun" Sieun sangat bingung membacanya alhasil ia pun memberitahukannya pada bada agar ia menerjemahkannya ke bahasa kita agar ia bisa mengerti apa maksud felix.


"Eh da ini artinya apa sih?" bada pun membacanya dengan perlahan.


"Oh felix gak masuk katanya sakit"


"Oh gitu" sieun pun segera membalas pesan felix dengan mengirimkan sticker ok padanya. Bada pun jadi terfikir sesuatu tentang felix.


Flashback on


Bada mengambil ponselnya lalu duduk di bangku menjauh dari hyunjin untuk menelpon felix.


"Ting..Tong..Ting..Tong.."


Lalu felix pun mengangkatnya.


"Halo felix.. maaf yaa aku baru bales telepon kamu, ada apa yaa?"


"Oh yeah no problem, it's okay kita bahas nanti aja" seru felix lalu ia pun mematikan teleponnya lebih dulu membuat bada sedikit bingung tapi tidak terlalu ia fikirkan lalu ia pun kembali pada hyunjin.


Flashback Off


Setelah kejadian itu felix tidak menghubunginya lagi.


"Apakah ia marah?" bada pun menggeleng pelan memukul kepalanya juga pelan ia bingung jika felix marah tapi karna apa? apakah ia cemburu pada kedekatannya dengan hyunjin? Tapi kan ia tidak tau kemajuan hubungannya bersama dengan hyunjin, apa jangan-jangan waktu itu ia melihat saat hyunjin dan dirinya?


Bada menganga kaget memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada felix?


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel masuk pun berbunyi saatnya semua untuk masuk ke kelasnya masing-masing, hyunjin menatap bada dengan tatapan bingung lalu menanyakan ada apa dengan bahasa isyarat dan bada melihat ke arahnya lalu menggeleng pelan seraya tersenyum manis, hyunjin pun mengangguk tanpa mengerti, lalu guru pun mengabsen mereka, dan pada saat memanggil nama.


"Lee felix..mana lee felix?" sieun mengangkat satu tangannya ke atas.


"Felix sakit bu.."


"Oh ok.."


Hyunjin pun kini tau alasan mengapa felix tidak masuk hari ini. Lalu hyunjin pun ingat kembali saat ia.


Flashback on


Hyunjin pun menawarkan tangannya untuk digenggam oleh bada tapi karna banyak yang terlihat tidak suka jadi bada menolak tangan hyunjin lalu ia pun berlari untuk pergi ke kelas membuat hyunjin tersenyum manis dan mengikutinya dari belakang, lalu saat akan mengikuti bada tiba-tiba erik menghentikan langkahnya.


"Hello bro!! apa kabar?" tiba-tiba erik menjadi sok akrab dengannya tidak seperti biasanya membuat hyunjin seketika jadi curiga padanya. Ia terlihat tidak nyaman berada dekat-dekat dengan erik karna ia terkenal dengan murid yang brandal dan suka membuat masalah.


"Cepat katakan apa yang kau inginkan dariku?!"


"Santai bro jangan berlebihan seperti itu, aku menyapamu karna kita adalah teman, wajar? benarkan?" seraya menepuk sebelah pundak hyunjin beberapa kali.


"Cepat katakan apa maumu?!"


"Baiklah kalo begitu aku akan terus terang padamu, boleh aku minta nomormu?" Erik memberikan ponselnya pada hyunjin dan ia hanya melihatnya curiga tidak suka dan tidak percaya padanya, lalu hyunjin mengambil ponselnya dan mengetikkan nomernya di ponsel erik dengan terpaksa.


"Ok" erik segera mengirimkan sesuatu pada hyunjin dan itu sebuah video.


"Ini adalah informasi yang sangat mengangumkan bukalah nanti aku akan menghubungimu lagi" seru erik menepuk pundak hyunjin beberapa kali dan segera pergi dari sana.


Hyunjin malas untuk membukanya saat ini jadi ia mengabaikannya untuk sesaat, saat akan melanjutkan perjalanannya menuju kelas ia bertemu dengan bada dan sieun lalu kedua mata mereka pun bertemu membuat sieun memperhatikan ke arah mereka berdua antusias lalu bada tersenyum kecil dan segera menarik sieun untuk pergi dari sana.


Flashback Off


Karna penasaran hyunjin pun segera membuka ponselnya dan melihat isi dari video kiriman erik dan saat melihatnya.


Mata hyunjin pun terbelalak seketika


"Ini.."