WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Acara anniversary kakak bada 2


Ting..Tong..


Apakah pesan itu dari bada?


Ternyata bukan itu pesan dari felix, hyunjin segera membacanya.


"Where are you?" Hyunjin pun segera membalas.


Ting..Tong..


"Di rumah" felix segera membaca dan membalasnya.


Ting..Tong..


"Ok. I'll be there, wait for me 15 minutes." Felix segera bergegas pergi dari ruang latihan menuju rumah hyunjin karna yang lain telah pulang ke rumah masing-masing.


Sebelumnya mereka memang menunggu felix tapi karna felix terlalu lama di rumah bada alhasil mereka jadi pulang lebih dulu pastinya setelah menghubungi felix lebih dulu, tapi sayangnya felix baru membaca pesan itu saat sampai di tempat latihan alhasil ia pun jadi sendirian disana, tapi kembali pergi ke rumah hyunjin untuk menemuinya.


"Ada apa felix menghubungiku malam-malam begini? apa dia sudah tau soal aku dan bada yang telah putus?" batin hyunjin seraya mengelus elus kepala anabulnya kkami dengan sayang.


Hyunjin terus menunggu kedatangan felix ke rumahnya seraya terus melihat ke arah bawah dari balkon apartemennya, sampai beberapa menit felix pun tiba lalu segera bergegas naik, setelah sampai di depan kediaman hyunjin ia memencet bel dan hyunjin pun segera membukakkan pintu untuknya lalu tidak disangka saat pintu telah terbuka felix langsung menyerangnya dan..


Bukk!!


Satu pukulan mendarat di pipi hyunjin dan ia langsung tersungkur ke lantai membuat ujung bibirnya sedikit mengeluarkan darah segar lalu felix segera menghampirinya lagi dan memegang kerah bajunya dengan satu tangan.


"You *******!!" Seru felix seraya terus memukul hyunjin tapi ia tidak melawan sama sekali dan malah membiarkan felix dengan leluasa memukulinya, karna ia telah mengetahui alasannya, pasti felix telah bertemu dengan bada dan bada menceritakan semuanya pada felix, tidak apa wajar jika felix marah padanya saat ini karna memang sikapnya yang telah melukai bada dengan memutuskannya secara sepihak begitu saja tanpa ada penjelasan itu memang sangat jahat dan brengsek ia layak dapat pukulan pikirnya.


Dan sekali lagi felix mengangkat kerah baju hyunjin ke atas, saat akan memukulnya lagi tepat di wajahnya seketika ia terhenti begitu saja.


"Mengapa kau berhenti? pukul lah aku sesukamu, aku memang pantas mendapatkannya" seru hyunjin datar, dan felix melepaskan kerah baju hyunjin dengan sedikit mendorong tubuhnya.


"Do you know the reason why i hit you now?" hyunjin mengangguk pelan.


"Yeah aku tau"


"Why did you do that to Bada? You know she really loves you, right?


"Yeah aku tau tapi ini semua bukan keinginanku.."


"So? explain to me!"


"Sebenarnya.."


Hyunjin pun menceritakan pada felix apa alasan dibalik mengapa ia bersikap seperti itu pada bada, memutuskannya secara sepihak begitu saja tanpa ada penjelasan apapun, ini semua ia lakukan demi masa depan dan karir mereka.


Karna mereka sebentar lagi akan debut menjadi seorang idol, dan tidak ada romansa dikehidupan para idol, felix perlahan mulai mengerti apa maksud hyunjin, kini mereka berakhir dengan saling duduk satu sama lain di balkon sambil merasakan hembusan angin yang berhembus kencang menatap ke arah pemandangan malam yang indah di sana.


Felix jadi terfikir dan tenggelam dalam pikirannya sendiri, ia juga akan menjadi seorang idol sama seperti hyunjin, pasti akan sulit baginya juga nanti untuk menemui dan memiliki hubungan walau hanya sebatas teman dengan bada atau gadis lain karna itu akan menimbulkan kesalahpahaman yang berkepanjangan apalagi jika mereka memiliki banyak fans nantinya.


Hyunjin juga tenggelam dalam pikirannya sendiri, ia berfikir bahwa dirinya sangat egois saat ini karna lebih memilih karir dibandingkan bada, ini sangat tidak adil bagi bada, ia terus menyesalinya, namun itu semua ia lakukan karna tidak ingin mengecewakan teman-temannya yang telah berjuang bersamanya selama ini untuk mencapai impian mereka bersama-sama, tapi ini juga demi bada, ia berfikir jika nanti ia telah sukses dan memiliki banyak penghasilan, ia ingin sekali menikah dengan bada ia fikir itu akan membuat bada jauh lebih bahagia di banding saat ini.


Lalu mereka pun tersadar dari pikiran mereka masing-masing dan saling menatap canggung satu sama lain lalu mengalihkan pandangan mereka ke arah lain.


"Ah, it's very difficult to become an idol"


"Yeah setuju"


"But the way, sorry for hitting you bro.." hyunjin tersenyum.


"Yeah it's okay aku tau itu semua demi bada" felix pun ikut tersenyum dan mereka bertossan tangan ala pria dengan mengepalkan satu tangan mereka dan diadukan.


"Did you know that tomorrow is the anniversary event being held?" Hyunjin pun jadi teringat kembali soal acara anniversary, lalu ia pun mengangguk.


"Is it okay if I go to the event with her?" Hyunjin jadi terfikir sejujurnya ia sangat tidak rela jika bada pergi dengan pria lain ke acara itu walaupun dengan felix sahabatnya, namun mau bagaimana lagi? saat ini mereka sudah tidak memiliki hubungan apapun lagi, bada bebas pergi dengan siapapun termasuk dengan felix.


"Tolong jaga dia untukku" seru hyunjin seraya menatap lurus ke depan.


"How can I look after her if her heart is yours?" Hyunjin hanya diam tidak menjawab pernyataan felix, dan ia hanya tersenyum kecil, lalu ia pun beranjak pergi masuk ke dalam ruangan disusul oleh felix


"Hey wait for me!" felix pun segera mengikuti hyunjin masuk ke dalam ruangan.


Karna besok adalah hari libur jadi felix menginap di rumah hyunjin sekaligus menemani hyunjin yang sendiri karna orang tuanya sedang bekerja lembur hari ini.


...****************...


Pagi ini matahari sudah berada di atas langit luas dan bada masih tertidur di kasur empuknya, ia pun akhirnya bangun sendiri, tumben sekali ibu tidak membangunkannya pagi ini mungkin karna ini hari libur jadi ibu membiarkannya tidur lebih lama karna bada selalu merengek setiap dibangunkan untuk membiarkannya tidur lebih lama, dan ibu kini mengabulkan keinginannya tapi ia malah merasa ini aneh.


Ia segera mengambil ponselnya untuk melihat ke arah jam disana, ternyata sudah pukul 8 pagi, kak seo-ah sudah pergi pagi-pagi sekali untuk melakukan persiapan acara anniversarynya, sedangkan ibu sedang keluar tidak tau kemana? sepertinya membeli sesuatu, bada pun memutuskan untuk mencuci mukanya asal dan pergi ke bawah.


Lalu sarapan pagi mengambil snack dan bermalas-malasan sambil menonton acara kartun favoritnya, ia kembali memeriksa ponselnya tidak ada pesan disana.


"Lagi pula siapa coba yang akan menghubunginya pagi-pagi sekali? pacar juga tidak punya." fikir bada.


...*************...


Sedangkan disisi lain felix sudah mandi dan berniat ingin meminjam pakaian hyunjin untuk ia pakai sementara.


"Bro, I'll wear your clothes ya?" Hyunjin yang sedang sarapan pun seketika tersedak segera menghampiri felix dan menghalanginya yang ingin membuka lemari dan memakai pakaiannya termasuk pakaian dalamnya, ia segera menghentikannya sebelum terlambat fikirnya, setelah sampai ia menggeleng cepat pada felix.


"Tidak bisa ini privasi, kau tunggu di luar akan ku ambilkan yang baru untukmu" seru hyunjin canggung kupingnya memerah karna malu, felix pun di dorong ke luar kamar untuk menunggu disana seraya terkekeh.


"Ah come on bro it's just clothes why are you so embarrassed of me? we are both men" serunya seraya terkekeh hyunjin segera menutup pintu kamarnya dan mengambil pakaian dalam yang masih baru untuk felix lalu membuka pintu dan memberikannya padanya, ia pun segera memakainya dan memakai pakaian hyunjin namun sedikit kebesaran karna hyunjin lebih tinggi dari felix.


"How? Do i look cool and handsome?"


"Hmm" gumam hyunjin seraya mengangguk dan felix jadi tersenyum senang.


"Oh but it's a little big" hyunjin tersenyum dan felix memperhatikan ke arahnya dan dia seketika jadi diam dengan ekspresi datar pura-pura tidak tau apa-apa.


"It's okay mungkin akan sedikit ku lipat" felix melipat baju di bagian tangan dan celana agar bajunya jadi sesuai dengan tubuhnya.


"Ok then, i'll go first" felix mengambil kunci motornya dan berniat pergi ke suatu tempat.


"Kau mau kemana?"


"Somewhere mmm secret" seru felix segera beranjak pergi, hyunjin sangat penasaran dengan felix.


"Apa jangan-jangan dia akan menemui bada?" batin hyunjin, lalu ia pun segera beranjak pergi untuk mengikuti felix dengan motornya.


...*******************...


"Ah membosankan sekali sendirian dirumah" seru bada seraya menggeliatkan tubuhnya kesana kemari.


"Oh iyaa apa aku cerita aja yaa soal masalahku pada sieun? seperti kata kak seo-ah, jika terlalu berat untukku aku harus bercerita pada siapapun agar aku tenang dan beban ku jadi berkurang, hmm ok aku akan hubungi sieun saja sekarang" batin bada segera mengambil ponselnya dan menelpon sieun.


Ting..Tong..Ting..Tong..


Sieun yang sedang berdandan sehabis mandi di kamarnya itu pun segera mengangkat telpon dari bada sahabatnya.


"Ada apa da? Tumben pagi-pagi di hari libur gini nelpon aku.."


"Sieeeeeeuuunnn huaaaaaaaaaa" bada seketika menangis kencang membuat telinga sieun berdengung karna saking keras tangisannya.


"Astaga kamu kenapa sih da?? kok malah nangis??"


"Hyun-jiiiinnn heeeeeee hyunjinnnnnnnn huaaaaaaaaaaa"


"Iya iya kenapa? kenapa sama hyunjin? dia ngapain kamu?"


"DIA..DIA.. DIA.. Mutusin akuuu huaaaaaaaaaa"


"HAH?! PUTUS?! kok bisa?!"


"Iyaa bisaaa laaah, huhuhuuu..."


"Coba cerita gimana kronologinya?"


"Jadi ceritanya itu.."


Bada menceritakan pada sieun bagaimana hyunjin yang pada awalnya bersikap sangat manis padanya bahkan menciumnya lalu tak lama setelah itu ia malah berubah drastis bersikap dingin dan memutuskannya secara sepihak tanpa sebab dan alasan yang jelas.


"Tunggu deh sebentar, kayanya ada yang aneh deh sama hyunjin.. dia itu psikopat atau apa sih? kok berubah-ubah sikapnya setiap waktu? tiba-tiba manis tiba-tiba dingin aneh banget."


"Iyaa kan?? kenapa coba dia bersikap manis sama aku kalo akhirnya dia bakal mutusin aku?? huaaa"


"Iyaa iyaa aku faham kok kalo jadi kamu, karna kak lino juga gitu, yang sabar yaa da.. mungkin aja hyunjin lagi khilaf siapa tau nanti dia sadar dan balik lagi sama kamu.." Bada mengangguk setuju.


"Iyaa semoga aja yang kamu omongin itu bener sieun, dia cuma lagi khilaf"


Setelah beberapa lama mengobrol dengan sieun di jejaring telepon tak lama.


Ting..Tong..


Ada yang menekan tombol bel rumah bada.


"Ada-ada aja yaa da cowo zaman sekarang"


"Iyaa sieun eh tunggu sebentar kayanya ada tamu deh"


"Tamu? emang ibu kamu sama kakak kamu kemana? kamu lagi sendirian dirumah da?"


"Iyaa kakak aku lagi ada persiapan nyiapin acara anniversarynya buat nanti malem dari pagi tadi, kalo ibu aku gak tau deh kemana? kayanya beli sesuatu ke supermarket"


"Oh gitu hati-hati da kamu sendirian, gimana kalo itu orang jahat?"


"Bukan laah sieun ini masih pagi loh jangan bikin aku parno deh"


"Hihi iyaa iyaa ayo cepet buka ga baik bikin tamu nunggu lama-lama"


"Ok ok"


Ting..Tong..


"Iyaa iyaa sebentar!!" Bada segera menghampiri pintu, ia mengintip lewat jendela dan ternyata itu adalah felix, ia masih terhubung jejaring telepon dengan sieun.


"What?! Aduh gawat!! sieun gawat!!" seru bada seraya berbisik pada sieun.


"Siapa da??"


"Itu felix!!" seru bada pada sieun.


"Laaah kok felix? ngapain dia pagi-pagi ke rumah kamu da??"


"Mana aku tau sieun, duh gimana yaa?! aku belum mandi sieun" sieun sedikit terkekeh.


"Pantesan baunya sampe sini da.." bada me roll eyes matanya.


"Emang dia tau soal kamu sama hyunjin yang udah putus da?"


"Iyaa malah dia yang bawa aku pulang dari taman itu"


"Oh gitu toh.."


Ting..Tong..Ting..Tong..


Felix menelponnya.


"Duh felix nelpon lagi!! bentar sieun aku angkat dulu.."


"Iyaa iyaa" bada mengalihkan panggilan telponnya dari sieun ke felix.


"Halo lix.."


"Da kamu di rumah kan?"


"Oh iyaa kenapa lix?"


"Aku ada di depan rumah kamu nih da.."


"Oh gitu? iyaa sebentar" bada membuka kunci di pintunya dan segera berlari ke atas menuju kamarnya.


"Masuk aja lix gak dikunci, tunggu di ruang tamu, aku siap-siap dulu"


"Yakin gak apa-apa kalo aku masuk ke rumah kamu sendiri?"


"Iyaa gak apa-apa masuk aja, kamu kan bukan orang jahat"


"Oh ok aku masuk yaa"


"Iyaa aku siap siap dulu"


"Ok aku tunggu di ruang tamu.."


Bada segera bersiap-siap mandi setelah selesai ia segera memilih pakaian yaitu dress berwarna biru garis-garis dengan di padu padankan baju berwarna putih lengan panjang yang simple dan sedikit berdandan tipis menggunakan lipgloss strawberry.



"Maaf aku lama.." seru bada seraya turun dari tangga dan felix hanya tersenyum ke arahnya.


"It's okay aku memaafkanmu" bada pun segera menghampiri felix dan duduk disampingnya.


Hyunjin baru tiba dengan motornya dan benar saja dugaannya bahwa felix ingin menemui bada dirumahnya, ia pun turun dan segera memastikan keberadaan felix dan ternyata ada motornya terparkir di depannya, dengan mengendap-ngendap ia mengintip keberadaan felix dari luar rumah bada.


Dan tak lama ibu bada yang habis membeli sesuatu di supermarket pun kembali dan melihat ada hyunjin sedang melihat-lihat keadaan di dalam rumah dari luar, lalu ibu segera menghampiri hyunjin.


"Eh nak hyunjin.. ada apa nak? kenapa di luar sendirian? kok gak masuk? mana bada? bada!! bada!!" hyunjin berusaha untuk membuat ibu bada tidak memanggil anaknya namun ia tidak bisa menghentikannya alhasil ia pun jadi panik, bada yang berada di dalam pun mendengar panggilan ibunya dari luar.


"Sebentar lix kayanya ibu manggil aku.."


"Oh iyaa" felix mengangguk dan mengikuti ke arah mana bada pergi dan itu ke arah luar, bada segera menghampiri ibu.


"Ada apa b--u?" seru bada terpotong karna melihat hyunjin di luar bersama ibu, dan ia hanya menunduk sedari tadi karna merasa bersalah pada bada, dan bada tidak bisa membohongi perasaannya ia masih sangat mencintai hyunjin ia terus melihat ke arahnya.


"Kalo gitu hyunjin pamit dulu bu" seru hyunjin tapi di hentikan oleh ibu dengan memegang pundak hyunjin.


"Eh tunggu nak, jangan buru-buru pergi, mampir dulu, kebetulan ibu abis beli makanan enak dari supermarket, kamu jangan pulang dulu yaa, ayo makan dulu" seru ibu seraya mendorong membawa hyunjin untuk masuk ke dalam rumah.


"Eee ee tapi bu.."


"Udah ayo masuk dulu.." Hyunjin pun terpaksa masuk ke dalam rumah, bada mengikuti mereka dari arah belakang dengan ekspresi bingung dan disana ada felix yang sedang duduk di ruang tamu.


"Hyunjin? what are you doing here?" Dan hyunjin hanya menatap felix dengan ekspresi canggung.


"Eh ada nak felix juga ternyata, ayo nak duduk dulu sama nak felix, ibu siapin makanan dulu.." hyunjin mengangguk dengan canggung menunduk nunduk dan segera duduk di sofa ruang tamu dengan felix.


"So did you follow me all the way here?" hyunjin mengangguk dengan canggung.


"What?? are you serious??" hyunjin kembali mengangguk tapi ia terus saja menunduk sedari tadi ia masih merasa bersalah pada bada, bada pun ikut duduk di sofa sebelah kanan felix, ia terus saja melihat ke arah hyunjin dengan ekspresi sinis.


"Why are you following me?"


"Awalnya aku hanya ingin tau kau ingin pergi kemana, tapi aku tidak tau jika itu ke rumah bada" seru hyunjin datar seraya menunduk sesekali melihat ke arah bada dan bada hanya memperhatikannya terus dengan ekspresi sinis.


"Terus kenapa kalo felix ke rumahku? apa masalah bagimu?" hyunjin menyatukan bibirnya membentuk garis lurus lalu menggeleng pelan.


"Jika tidak masalah bagimu baiklah" bada mengangguk beberapa kali.


"Biarkan aku bersama felix saja!" bada merangkul tangan felix, hyunjin hanya diam seketika terkejut mendongkakkan kepalanya melihat ke arah bada yang kini menangis dan mengaitkan tangannya ke lengan felix, ia terkejut sama terkejutnya dengan felix dan saling menatap satu sama lain ke arah felix. Ia ingin menghapus air mata bada namun tidak bisa.


Felix tenggelam dalam fikirannya sendiri ia kembali ingat pernah berkata dalam hati di acara festival waktu itu dia akan mendukung hubungan hyunjin dengan bada namun jika hyunjin menyakitinya ia tidak segan-segan akan merebut bada dari tangan hyunjin, dan mungkin inilah saatnya namun sayang itu tidak bisa karna sebentar lagi ia akan menjadi seorang idol mungkin dengan menjaganya saja dan selalu berada di dekatnya itu sudah cukup bagi felix untuk saat ini.


Bada segera menghapus air mata di pipinya karna ibu datang dengan membawa banyak makanan.


"Nih makanannya datang ayo makan" ibu menyimpan makanannya di meja di depan mereka.


"Terima kasih tante" ibu pun hanya tersenyum.


"Panggil ibu aja"


"Oh iya ibu" felix tersenyum begitupun hyunjin.


"Oh iyaa da abis ini ibu mau ke salon siap-siap buat acara nanti malem, kamu gimana?"


"Oh iyaa nanti aku nyusul bu, ke salon mana?"


"Itu loh yang di depan yang deket aja"


"Oh iyaa nanti aku kesana bu" seru bada seraya tersenyum.


"Yaudah kalo gitu ibu siap-siap dulu yaa, hyunjin felix maaf ibu gak bisa nemenin lama-lama disini"


"Oh iyaa bu gak apa-apa"


"Yaudah kalo gitu" ibu segera pergi ke kamarnya untuk mengambil tas lalu pergi ke salon untuk siap-siap mempercantik diri persiapan acara anniversary kak seo-ah.


"Oh yaa lix jadi kan? kapan kamu mau jemput aku?" seru bada seraya menyindir hyunjin, felix pun melihat ke arah bada bingung.


"Oh iyaa jadi, nanti aku jemput pukul 7 malam" hyunjin hanya diam dengan ekspresi sedih.


"Kalo gitu temenin aku beli gaun yaa?"


"O oh iyaa ayo" Bada menarik lengan felix untuk ke luar rumah diikuti oleh hyunjin di belakangnya yang terus memperhatikan ke arah bada.


"Kau mau ikut?" seru felix, hyunjin menggeleng seraya tersenyum miris lalu ia pun pergi dengan motornya dan bada hanya melihat ke arah punggung hyunjin yang jauh dan semakin jauh dengan motornya.


Lalu mereka pun pergi ke mall untuk membeli gaun untuk bada pakai ke acara anniversary kakaknya, bada mencoba satu persatu gaun itu lalu felix yang menilainya, mulai dari gaun pertama felix bilang.


"No"


Dan gaun ke 2 ia tetap bilang


"No"


Dan setelah beberapa lama mencoba gaun kemudian itu adalah gaun ke 7, saat melihat bada memakai gaun ke 7 felix melihatnya dengan ekspresi kagum, ia mulai menilai lalu memberikan dua jempol untuk bada seraya tersenyum dan bada pun ikut tersenyum.


"Ok, kak aku mau yang ini"


"Oh iyaa"


Setelah membeli gaun mereka pun membeli ice cream di mall, bada makan seperti anak kecil, ice creamnya belepotan kemana-mana lalu felix pun membersihkan ice cream yang menempel di sekitar bibir bada dengan tangannya dan bada hanya diam karna tindakan manis yang dilakukan felix lalu setelahnya mereka berdua tersenyum.


Disisi lain hyunjin sedang diam di rumahnya seraya bengong memikirkan ucapan bada tadi


"Jika tidak masalah bagimu baiklah"


"Biarkan aku bersama felix saja!"


Hyunjin menggeleng gutsar menjenggut rambutnya frustasi dengan kedua tangannya.


"Andai saja aku bisa memilih keduanya"


"Aish!!" ia pun bertindak agresif lalu tertidur di kasurnya.


...***************...


Setelah semuanya selesai mereka pun pergi ke salon untuk mengantarkan bada sekaligus felix juga mempersiapkan diri untuk pergi ke acara anniversary.


Bada bertemu ibu yang sedang perawatan dan di make up dan ia segera dipersiapkan juga dengan melakukan perawatan ala wanita, felix bersiap-siap memakai jas setelan berwarna hitam dan ia sangat tampan.


Tapi dalam diam felix jadi terfikir, memikirkan tentang kebahagian bada, apakah ia akan bahagia jika pergi ke acara itu bersama dengan dirinya? ia takut bada tidak bahagia, ia tau yang bada butuhkan saat ini adalah hyunjin bukan dirinya, ia pun segera menulis pesan pada seseorang.


Ting..Tong..


Ponsel hyunjin berdering, lalu dengan perasaan gutsar ia pun segera bangun dan membacanya dengan malas.


"Hyunjin, bada dalam bahaya!" tulis felix di pesannya, setelah membacanya hyunjin seketika panik dan langsung mengambil sweeternya untuk pergi menemui mereka.


"Dimana kalian sekarang?" felix segera mengetikkan alamat suatu tempat, hyunjin pun dengan ngebut langsung pergi ke alamat tempat tersebut.


Sedangkan disisi lain bada telah selesai dengan treatmentnya ia telah selesai di make up dan memakai gaun yang cantik yang sebelumnya di pilihkan oleh felix lalu ia pun segera menghubungi felix.


Ting..Tong..Ting..Tong..


"Kau ada dimana lix?"


"Kau pergi duluan saja dan tunggu aku di lobi hotel"


"Ok nanti aku tunggu di lobi hotel"


"Ok have fun, berbahagialah.."


"Hmm? maksudnya?" Batin bada, telepon seketika dimatikan oleh felix lebih dulu, bada pun pergi ke hotel tempat acara itu dilaksanakan bersama dengan ibu.


Saat sudah sampai bada meminta ibu pergi lebih dulu dan bada akan menunggu felix di lobi hotel lalu mereka pun terpisah, dan ia pun duduk di sofa lobi hotel.


Hyunjin telah tiba di hotel dan langsung masuk mencari keberadaan bada, ia pun pergi ke lobi hotel dan akhirnya dari jauh hyunjin langsung tau dan menemukan keberadaan seseorang yang special di hatinya itu, ia pun segera menghampirinya, bada dari jauh juga melihat keberadaan pria yang ia cintai.


"Hyunjin?" Ia pun segera bangkit dari kursinya lalu termenung melihat keberadaan hyunjin disana, dengan cepat hyunjin pun berjalan menghampiri bada lalu ia berlari setelah sampai ia langsung memeluk bada membuat bada kebingungan, hyunjin memeluknya dengan erat lalu tak lama melepaskannya lagi.


"Kau baik-baik saja kan?" serunya memegang kedua pundak bada dan menatapnya lekat khawatir dengan kedua mata elangnya, bada pun menggeleng pelan ragu, hyunjin kembali memeluknya dan bada hanya diam tidak membalas, ia bingung dengan sikap hyunjin saat ini.


Felix memperhatikan mereka diam-diam dari kejauhan ia pun tersenyum senang tapi ada kesedihan tertinggal disana lalu setelahnya pergi meninggalkan mereka berdua yang sedang saling berpelukan erat saat ini. Tidak apa untuknya tersakiti saat ini karna kebahagian bada jauh lebih penting baginya di banding kebahagiannya sendiri.


Hyunjin melepaskan pelukannya perlahan ia baru sadar bahwa saat ini mereka telah putus, tidak memiliki hubungan apa-apa lagi dan ya saat ini ia juga sadar bada sedang terlihat sangat cantik dengan make up dan gaun putih anggunnya.



Hyunjin memperhatikannya dari atas hingga bawah.


"Ekhem.. maaf" seru hyunjin dengan malu lalu bada pun hanya diam dengan ekspresi canggung melirik ke kanan dan ke kiri, ia pun segera menelpon felix tapi tidak ia angkat.


"Ayo dong lix jawab.."


"Maaf nomor yang anda tuju sedang sibuk, silahkan hubungi beberapa saat lagi.."


Tut..Tut..Tut..


Lalu bada pun berniat pergi meninggalkan hyunjin sendiri tapi hyunjin menghentikannya dengan memegang lengannya, bada melihat ke arah lengannya yang di pegang oleh hyunjin lalu beralih menatap ke arahnya.


"Biarkan aku mengantarkanmu kesana.." seru hyunjin.


"Tidak perlu aku bisa sendiri!" seru bada melepaskan genggaman tangan hyunjin dan pergi meninggalkannya sendiri ke arah lift yang tidak jauh dari lobi, saat bada akan masuk ke lift ia bertemu dengan kak seo-ah.


"Ayo da cepet masuk kakak dari tadi nunggu kamu sama felix lama banget, mana felix?" saat mencari keberadaan felix kak seo-ah malah melihat hyunjin disana.


"Eh hyunjin?" hyunjin pun melihat ke arah kak seo-ah lalu mengangguk mengiyakan panggilan kak seo-ah.


"Ayo cepet kalian masuk!!" kak seo-ah pun membawa hyunjin dan bada sekaligus masuk ke lift.


"Ta-pi kak di-a"


"Udah cepet ditungguin para tamu!!"


"Hyunjin kamu kenapa belum siap-siap? yaudah abis ini kamu ke ruang wardrobe sebelah kanan yaa, cepet siap-siap disana" hyunjin hanya mengangguk mengikuti perkataan kak seo-ah, setelah sampai hyunjin segera pergi ke ruangan wardrobe sebelah kanan seperti perintah kak seo-ah, bada pun masuk duluan ke swimming pool tempat acara di laksanakan.



"Wah indah banget" seru bada seraya melihat setiap sudut tempat acara anniversary laksanakan, ia menghampiri ibu dan para tamu.



"Sini da kenalin ini temen-temen kakak"


"Halo.." bada hanya tersenyum pada teman-teman kak seo-ah.


"Adik kamu cantik juga sama kaya kakaknya" seru teman kak seo-ah.


"Udah punya pasangan belum kamu dek?" seru teman pria kak seo-ah dan bada hanya tersenyum, kak seo-ah bingung mau jawab apa.


Lalu tak lama datanglah seorang pria yang sangat tampan dengan setelan jas berwarna hitam dan kemeja berwarna putih dengan mata elang tajamnya yang mampu melelahkan para wanita, hyunjin tiba ditengah-tengah mereka.



Bada sangat kaget dan terpesona dengan hyunjin saat ini, ia sangat tampan.


"Nah ini dia pasangan adikku" kak seo-ah menarik lengan bada langsung di kaitkan ke lengan hyunjin membuatnya sangat kaget.


"Ganteng kan pasangannya?" seru kak seo-ah seraya tersenyum dan bada ikut tersenyum canggung terpaksa harus memegang lengan hyunjin.


Teman-teman kak seo-ah jadi terdiam melihat ke arah hyunjin.


Ternyata ini alasan mengapa kak seo-ah ingin bada membawa pasangan ke acara anniversarynya karna ia bingung harus jawab apa saat teman-teman pria genitnya menggoda adiknya sematawayangnya yang manis, ia harus melindunginya dengan ini, sehingga mereka akan pergi dan tidak bertanya macam-macam lagi padanya.


Sedangkan hyunjin hanya tersenyum senang karna bisa menemani bada di acara anniversary kali ini semoga saja di acara-acara lainnya juga ia bisa selalu bersama bada, itu harapannya.


Bada membawa hyunjin ke tempat lain yang sedikit sepi karna sedari tadi para wanita terus saja memperhatikan ke arah hyunjin, tidak heran lagi pula memang hyunjin terlihat sangat tampan dan lebih mempesona hari ini, apakah bada cemburu? tentu saja! mereka kan baru sebentar menjalin hubungan tapi sudah berakhir begitu saja karna sesuatu yang bada yakin jika ia tau alasannya ia akan mengerti jika hyunjin menjelaskan secara baik-baik padanya tapi hyunjin malah lebih memilih merahasiakan alasannya pada bada.


Hyunjin pun tersenyum karna sikap bada yang cemburu padanya lalu ia segera melepaskan genggaman tangannya pada hyunjin.


"Duh felix sebenarnya kemana sih? kok dia gak dateng malah hyunjin yang ada disini" batin bada seraya terus menghubungi felix tapi tidak kunjung ia angkat.


Disisi lain felix sedang terduduk di tangga dekat pintu hotel dengan ekspresi sedih lalu tak lama ada seorang gadis cantik yang mengenakan gaun berwarna putih sedang menelpon seseorang dan menghampiri lalu berdiri didekatnya.


"Halo, mah pah aku gak mau masuk ke acara itu. Aku mau pulang, tolong jemput aku sekarang!" serunya lalu mematikan teleponnya.


Felix berniat ingin pergi dari tempat itu.


"Tunggu!" Felix pun terdiam di tempat.


"Kau tidak menguping kan?" lalu felix menoleh ke arah gadis itu mereka saling melihat wajah satu sama lain dan terkejut.


"Kamu!!" seru gadis itu kaget dan ternyata dia adalah lee yoora gadis yang sebelumnya felix cium dan mengira itu adalah bada.


Felix ingin kabur namun yoora menghentikannya dengan segera menghampirinya dan menarik kerah bajunya alhasil ia pun jadi terhenti seketika.


"Ah please let me go!"


"Enak saja! kau fikir aku akan diam saja dan membiarkanmu begitu saja setelah apa yang kau lakukan padaku waktu itu hah?!" masih memegang erat kerah baju felix.


"Ah please let me go, begini saja I will do whatever you want but please let me go ok?"


"Whatever i want?" felix mengangguk gemas beberapa kali dengan tatapan puppy eyesnya yang berbinar-binar.


"Kalau begitu ayo kita ke kantor polisi"


"Mau apa ke kantor polisi?!"


"Untuk melaporkanmu karna telah melakukan..." yoora terhenti.


"Melakukan apa??" lalu felix menatapnya dengan mata berbinar-binar membuatnya teringat kembali akan kejadian waktu itu, ia pun kembali tersadar dan menggeleng cepat beberapa kali.


"Ayo pokoknya ikut aku sekarang!"


"Aaah please forgive me please, I will do whatever you want as long as you don't go to the police station please.. hmm?" seru felix seraya menatapnya kembali dengan mata berbinar.


"Lagi pula jika aku melaporkannya saat ini bagaimana jika mamah dan papah tau dan berita ini jadi viral? seorang selebgram yang dilecehkan oleh seorang pria yang tidak dikenalnya, ah memalukan sekali! pasti mereka akan jadi khawatir, baiklah kalo begitu aku dengarkan dulu saja apa alasannya melakukan itu"


"Baiklah aku tidak akan melaporkanmu ke polisi, tapi kau harus jelaskan padaku mengapa kau melakukan itu semua padaku!"


"Ok, I'll explain everything to you"


Felix pun mulai menjelaskan pada yoora apa alasan mengapa ia bisa sampai mabuk dan berakhir dengan menciumnya saat itu, ini semua karna ia telah jatuh hati pada bada, ia menceritakan pada awal mula ia bertemu dengan bada dan saat itu belum ada perasaan yang mendalam padanya dan ia tau betul bahwa bada telah menyukai sahabatnya hyunjin sampai akhirnya ia tau bahwa bada telah menjalin suatu hubungan dengan hyunjin, hatinya pun jadi teriris alhasil ia pun jadi mabuk berat dan bertemu dengan yoora.


"At that time I saw a beautiful girl and I saw she was bada then because I was happy I kissed her without realizing that's how it all happened" felix tersenyum menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong.


"Sorry for involving you in my problem" yoora hanya diam.


"Apakah gadis itu saat ini ada di dalam acara itu?"


"Yeah because it was her sister's anniversary" yoora pun hanya mengangguk tanda mengerti, lalu ia pun segera bangkit.


"Ayo.." serunya.


"Where are you going?"


"Kita harus temui bada dan beritahukan perasaanmu padanya"


"But Hyunjin was already there"


"Tidak masalah, dia harus tau perasaanmu padanya walaupun nanti dia mungkin akan menolakmu karna pria itu, setidaknya kau lega karna telah mengungkapkan perasaanmu padanya."


"Ayo" serunya lagi mengajak felix, lalu dengan paksa menariknya masuk ke dalam.


"Wait.." Felix pun masuk ke acara tersebut dengan dipaksa oleh yoora.


Saat telah masuk mereka langsung mencari bada setelah ketemu ia pun langsung menghampirinya dan telah sampai dihadapannya.


"Felix? Yoora?"


"Hi bada" seru felix seraya tersenyum semanis mungkin pada bada dan kebetulan hyunjin sedang pergi ke toilet.


"Hi? ada apa felix? kok kamu bisa sama yoora? kamu kemana aja? dari tadi aku telpon kamu tapi kamu gak angkat"


"Oh tadi itu aku hp aku lowbatt jadi aku matikan, dan yoora.."


"Aku diundang ke acara ini dengan kakakku" seru yoora datar.


"Oh gitu.." bada mengangguk beberapa kali.


"Kalo gitu ayo kita temuin kakak aku"


"Oh gak perlu" yoora menyenggol lengan felix dengan sikunya agar ia cepat mengungkapkan perasaannya pada bada.


"Oh bada sebenarnya.. aku.." saat felix ingin memegang tangan bada.


"Bada!! Bada!! ayo kesini.." kak seo-ah memanggil bada.


"Iyaa kak!!"


"Sebentar yaa aku dipanggil kakak.."


"Tunggu bada" felix segera memegang kedua tangan mungil bada membuat bada terkejut bukan main melihat ke arah tangannya yang di pegang oleh felix.


"Aku suka sama kamu da.." Hyunjin yang baru tiba dari toilet pun memperhatikan ke arah mereka berdua yang sedang berpegangan tangan suasana seketika jadi canggung, akankah bada menerima felix?