WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Kemajuan pesat


Ting..Tong..


"Kamu dimana de? lama banget sih kakak tunggu yaa di depan gerbang sekolah.." tulis kak seo-ah di pesannya dan bada membacanya.


"Tuh kan.." seru bada.


Bada pun segera berlari ke luar kelas lalu ke luar gedung sekolah untuk menemui kakaknya.


Sedangkan disisi lain kak seo-ah sedang mundar mandir sambil melihat ke arah jam tangan yang ia kenakan sedari tadi, bada pun yang melihatnya segera berlari ke arahnya dan tak lama akhirnya sampai.


"Nah akhirnya dateng juga" seru kak seo-ah seraya menempatkan kedua tangannya di pinggang.


"Maaf yaa kak aku lama soalnya ada hal penting dulu yang harus dilakuin tadi hehe huft huh hah huh hah.." seru bada seraya ngos ngosan.


"Oh gitu yaudah ayo cepet naik.." seru seo-ah yang tak ingin berlama-lama disana, bada pun mengangguk seraya masih ngos ngosan lalu ia pun masuk ke dalam mobil.


"Jangan lupa pake sabuk pengaman"


"Ok" kak seo-ah pun menyalakan mesin mobilnya lalu mereka melenggang pergi.


"Emang kamu abis ngapain aja sih? tadi lama banget."


"Hehe maaf kak tadi itu... ada biasalah tugas pengurus kelas" bada berbohong pada kak seo-ah tapi tidak sepenuhnya bohong karna tadi ia memang mengerjakan tugasnya sebagai seksi kebersihan walaupun alasan sebenarnya ia lama karna mengadakan acara sayembara.


"Huft hari yang melelahkan" batin bada seraya mengusap air keringatnya yang mengalir di dahi lalu bersandar pada jok mobil karna kelelahan.


"Tapi tadi kakak engga nunggu terlalu lama kan?"


"Engga sih cuma 1 jam" bada pun terkekeh.


"Hehe maaf yaa kak" memeluk kak seo-ah yang sedang fokus menyetir.


"Eh jangan peluk-peluk, ini lagi nyetir ni nanti kalo kakak oleng gimana?" bada tetap memeluk kak seo-ah lalu kak seo-ah pun tersenyum seraya membalas pelukannya sesekali menepuk lengan bada pelan. Bada melepaskan pelukannya.


"Oh iyaa kita mau ke mana nih?"


"Ke mall biasa aja, tapi sebelum itu kita makan siang dulu kamu laper kan?"


"Aaaah iyaa kak, kakak emang debest tau aja aku lagi laper" seru bada seraya terkekeh memegang perutnya yang keroncongan karna lapar.


"Ok let's goo.."


...****************...


Bada dan kak seo-ah telah sampai di mall lalu kak seo-ah memarkirkan mobilnya terlebih dahulu di basement setelah itu mereka pun keluar dan berjalan menuju pintu masuk mall, setelah sampai mereka pun masuk kesana.


"Waah udah lama aku gak ke mall rasanya menyegarkan" bada mengehela nafas panjang dan mengeluarkannya perlahan kak seo-ah pun hanya terkekeh seraya menggeleng pelan melihat kelakuan adiknya itu.


"Oh kak ada donat.." bada memperhatikan kak seo-ah lekat dengan puppy eyes andalannya.


"Kamu mau?"


"Hmm hehe" bada cengengesan.


"Yaudah beli sana"


"Yes!!" bada pun segera berlari dan masuk ke tempat yang menjual donat disana, tapi alhasil bada jadi teringat pada hyunjin karna mereka pernah membeli donat bersama saat akan pergi melihat penampilan mereka di festival minggu lalu dengan sieun, lee know, felix dan yang lain juga tentunya.


"kenapa kamu jadi diem bengong gitu? pasti ada sesuatu nih" bada pun tersadar lalu tersenyum malu-malu.


"Ih apasih kak engga kok aku cuma kaget aja ternyata di sini ada banyak varian rasa donat baru yang enak enak, aku jadi bingung harus pilih yang mana?"


"Oh gitu, yaudah sekarang cepet pilih mau yang mana?"


"Oh aku mau donat isi keju, coklat, strawberry sama blueberry aja kak" kak seo-ah merogoh kartu atm yang ada di dalam dompetnya.


"Oh yaudah nih bayar.." Lalu memberikannya pada bada. Bada pun segera membayar ke kasir, setelah selesai.


"Yaudah nih kak makasih yaa.." memberikan kartu atm pada kak seo-ah seraya tersenyum senang karna dapat donat.


"Iyaa gak apa-apa.." memasukkan kartu atmnya ke dompet. Lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mencari hadiah untuk acara anniversary seo-ah dan hyunbin.


Disisi lain hyunjin sedang berlatih keras di ruang latihan dance seorang diri karna felix sedang menghubungi anak-anak untuk latihan, dan sedang berada di luar ruangan, yang lain belum datang ke sana, ia pun berkeringat hebat melipat kedua lengan bajunya ke atas ngos ngosan seraya memikirkan semua tindakan manis yang di lakukan felix pada bada tadi.


"Apakah ia cemburu? entahlah ia sendiri juga tidak tau" Tapi pikirannya tidak bisa lepas dari semua itu, ia terus mengelak namun tetap saja pemikiran tadi terus datang dan terulang di kepalanya.


Hyunjin istirahat sejenak mengambil sebotol air mineral lalu membuka tutupnya dan meminumnya dengan gutsar, lee know yang baru tiba pun menghampiri hyunjin dan bertosan ala pria dengannya.


Ia terus memperhatikan hyunjin sejak tadi seraya tersenyum, kemudian hyunjin duduk selonjoran di bawah lantai dengan satu kaki kirinya memanjang dan satu lagi di tekuk membentuk segitiga seperti gunung dengan tangan di atas kaki yang di tekuk, kepalanya miring ke arah kanan sambil melamun.


"Hey, ada apa?" seru lee know penasaran. Hyunjin pun tersadar tapi tidak menjawab ia hanya diam, tak lama semua orang pun tiba disana tidak terkecuali felix seraya mengobrol, hyunjin pun bangkit lalu mengambil tas dan hoodienya dan melenggang pergi ke luar ruangan tanpa bicara apapun membuat semua orang melihat ke arahnya dengan tatapan bingung begitupun felix.


"Waaa ada apa dengannya?" Seru han lalu lee know pun mengangkat satu tangannya mengatakan tidak tau juga jeongin dan felix hanya memperhatikan hyunjin lekat sampai ia pergi ke luar ruangan dan setelah hyunjin pergi mereka pun mulai berlatih dance.


...****************...


Kembali lagi pada bada, bada dan kak seo-ah telah selesai makan siang dengan menu ramyeon di restoran yang menjual ramyeon di mall.


"Huft kenyang sekali.." seru bada, kak seo-ah pun tersenyum sambil meminum minumannya dan mengusap bibirnya menggunakan tisue.


"Ayo da sekarang kita beli hadiah buat kak hyunbin"


"Ok ayoo.."


Mereka pun berkeliling mall untuk mencari dan membelikan hadiah yang special untuk kakak ipar bada yaitu kak hyunbin, dan pada saat berada di toko jam, kak seo-ah tertarik pada suatu brand jam tangan yang desainnya sangat mewah dan elegan lalu ia pun membelinya.


Setelah dari mall mereka pun sekalian survei dan menyewa tempat untuk acaranya di selenggarakan, lalu mereka tertarik untuk menyewa suatu hotel dengan rooftop yang sangat indah, tapi acaranya akan di adakan di kolam renang jadi seperti party kecil-kecilan mengundang beberapa teman-teman mereka disana.


Setelah semua selesai bada pun tertidur lelah di mobil.


Ting..Tong..


Ada satu notifikasi di ponselnya, ia pun melihatnya dengan malas saat melihat ternyata itu dari felix.


"Oh felix.."


"Da kapan acara anniversary kakak kamu di adakan?" tulisnya di pesan, kak seo-ah pun melihat ke arah bada.


"Siapa de?"


"E-engga bukan siapa-siapa kok kak cuma temen" seru bada seraya gelagapan lalu tersenyum canggung, ia pun segera membalas.


"Minggu ini jam 08 malam"


Ting..Tong..


Felix yang sedang berkeringat selepas latihan dance itu pun membaca pesannya seraya tersenyum.


"Oh ok see you this week"


Ting..Tong..


Bada pun membacanya lalu ia menyimpan ponselnya di saku roknya karna ia masih menggunakan seragam saat ini.


Bada memperhatikan jalanan lekat sambil menghitung pepohonan yang ada di setiap jalan agar menghilangkan kebosanannya, saat melihat ke arah jalan ia pun tidak sengaja melihat hyunjin yang berada di dalam sebuah restoran dengan minuman disana.


"Eh kak kak aku turun di sini aja.."


"Eh kenapa? ini kita bentar lagi nyampe rumah"


"Engga kak aku tiba-tiba ada urusan mendadak, aku turun disini yaa kak bye muaach" Bada pun mengecup pipi kakaknya dengan tergesa membuka sabuk pengamannya dan setelah mobil berhenti ia pun membuka pintu mobil dan keluar dari sana, lalu segera berlari menuju restoran tadi, kak seo-ah memperhatikannya.


"Hati-hati.." seru kak seo-ah seraya berteriak pada bada.


"Iyaa!!" seru bada seraya melambai cepat pada kak seo-ah tapi fokusnya tetap pada tujuannya yaitu hyunjin.


"Dasar remaja ckck" seru kak seo-ah seraya menggeleng pelan lalu melenggang pergi dengan mobilnya.


Saat sampai dekat restoran bada pun mengendap-ngendap mengintip hyunjin seraya masuk kesana.


"Untung ia masih mengenakan masker" fikirnya.


Lalu ia pun duduk di bangku belakang hyunjin seraya memperhatikannya pria itu diam-diam menutup wajahnya dengan buku menu, pria itu sedang diam melamun sepertinya sedang banyak yang ia fikirkan sedari tadi.


Lalu pelayan pun menghampiri bada.


"Mau pesan apa kak?" bada pun menyuruh pelayan itu untuk diam dengan menyatukan jari telunjuk dengan bibirnya.


"Ssst kak" menyuruh pelayan itu dengan berbisik padanya menggunakan bahasa isyarat, lalu hyunjin yang sedang melamun pun terusik dan melihat ke arah belakang bangkunya setelah melihatnya bada pun segera menutup wajahnya dengan buku menu.


Hyunjin pun menyipitkan kedua matanya pada gadis di belakangnya setelah melihatnya tiba-tiba ia bangkit mengambil tas dan hoodienya dan pergi ke luar restoran dan bada segera bangkit untuk mengikutinya diam-diam dari belakang, hyunjin terus berjalan dan bada terus berada di belakangnya sampai saat saking ia sangat memperhatikan hyunjin dan ia.


Brukk!!!


Bada menabrak pria besar sampai ia terjatuh dan membuatnya sangat marah.


"Kalo jalan pake mata!" Hyunjin yang tau sedari tadi ada yang mengikutinya yaitu bada ia pun segera menghampirinya dan membantu bada untuk berdiri dengan mengulurkan tangan bantuannya pada bada, lalu bada pun menerima uluran tangan hyunjin dan kembali berdiri membersihkan bajunya yang kotor karna jatuh dibantu hyunjin.


"Kamu baik-baik aja?" hyunjin menatap bada lekat lalu bada pun mengangguk seraya menatap mata hyunjin, dan hyunjin meminta maaf atas kesalahan dan kecerobohan bada sambil menunduk sopan pada pria itu, dan sambil menggerutu pria itu pun mengerti lalu pergi dari sana.


"Eh hyunjin mau bawa aku kemana nih? jangan-jangan aku mau di apa-apa in eh apa sih fikiran aku ini..?!" bada pun memukul kepalanya pelan dengan satu tangannya.


Saat sudah lumayan jauh dari tempat tadi bada pun memberontak dan dengan kencang melepaskan genggaman tangan hyunjin yang erat dan hyunjin melihat ke arahnya dengan bingung.


"Ada apa?"


"hmmm maaf gak papa kok, tapi emang aku mau di bawa kemana?" hyunjin pun hanya menatap tajam usil padanya.


"Ke sebuah tempat sepi yang tidak ada siapapun disana kecuali kita berdua." serunya seraya berbisik di telinga bada.


Bada pun bergidik ngeri seraya meneguk salivanya karna gugup, gadis itu semakin berfikir yang aneh-aneh ia masih ingat betul bagaimana pria itu menciumnya di ruang uks, jika ia mau ia tidak akan segan-segan melakukan yang ia mau dengan sesukanya tidak perduli dimana tempat ia berada itu fikiran buruk bada pada hyunjin tapi ia kembali berfikir.


"Engga.. Engga hyunjin bukan pria seperti itu" batinnya seraya menggeleng cepat memukul kepalanya pelan lalu tersadar dari lamunannya ia melihat ke arah hyunjin yang memperhatikannya tajam menyipitkan kedua mata elangnya sedari tadi.


Lalu hyunjin pun mengulurkan satu tangannya pada pada untuk ia genggam. Tapi gadis itu masih bingung apakah ia harus ikut dengannya atau tidak? tapi jika bada berfikir lagi ini adalah kesempatan yang tidak datang dua kali dalam hidupnya, bisa berduaan hanya dengan hyunjin wow daebak hmmm kemajuan yang sangat pesat baginya muehehe.


"Astaga tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang? apa aku harus ikut ajakan hyunjin saat ini atau engga? walaupun aku sangat bahagia tapi apakah ini adalah pilihan yang tepat? ah engga engga.." bada kembali bergulat dengan pikiran dan egonya, ia menggeleng pelan dan menatap hyunjin yang masih mengulurkan satu tangannya pada bada dengan tatapannya tajam setajam elang yang mampu meluluhkan hati siapapun yang melihatnya begitupun bada.


"Huft oke.." bada menghela nafas panjang.


Sambil meneguk salivanya bada pun tersenyum dan memilih membalas uluran tangan hyunjin dan menggenggamnya erat, tatapan tajam tadi kini berubah menjadi tatapan hangat dan senyuman hangat yang kini mengembang di wajahnya.


Sesaat tadi bada terfikir hyunjin sedang merasa cemas saat ini namun saat ia menggenggam tangannya erat kecemasan itu pun mulai memudar dari wajahnya dan berubah menjadi kebahagian, bada kini jadi tenang.


Selangkah demi selangkah gadis itu mengikuti ke arah mana pria itu membawanya dan sampailah pada tempat yang sangat indah



"Waaaaaah indah banget disini" seru bada melepaskan genggamannya pada hyunjin dan berlari ke depan dengan antusias melihat pemandangan sekeliling dan benar tempat ini sepi dan cuma ada mereka berdua disana.


Bada pun mendekat pada pagar dan melihat ke sekeliling lalu hyunjin menghampirinya dan berdiri di sampingnya.


"Jadi ini tempatnya.. indah banget yaa?" hyunjin pun tersenyum manis dan


Deg!



Demi tuhan baru kali ini ia melihat hyunjin tersenyum semanis dan sehangat ini, hal yang tidak pernah terbayangkan oleh bada seorang gadis yang menyukai hyunjin selama dua tahun terakhir ini selama ini secara diam-diam tanpa berani mengungkapkan dan kini ia jadi sedekat ini dengannya walaupun belum ada status apapun di antara mereka berdua tapi ia sangat bersyukur saat ini.


"Terima kasih tuhan.." batinnya seraya menatap hyunjin.


"Indah sekali matanya menghilang saat tersenyum.." batin bada seraya ikut tersenyum dengan hyunjin.


Seketika mereka pun tersadar dan berhenti tersenyum malah saat ini mereka saling diam dengan canggung.


Hyunjin kini beralih menatap ke arah sungai mengubah posisinya dan menyatukan kedua tangannya di atas pagar.


"Ekhem.. jadi kamu tau tadi itu aku?" seru bada memecahkan suasana di antara mereka.


"Hmm" seru hyunjin seraya mengangguk pelan dan bada kini menyamakan posisinya sama seperti hyunjin berdiri ke arah pagar dan menatap sungai.


"Walaupun aku menggunakan masker?" hyunjin tersenyum dan kembali mengangguk.


"Apakah ada masalah?" kini ia mendongkak melihat ke arah hyunjin, ia keliatan khawatir padanya, sedangkan hyunjin sendiri tak tau dan tak menyadari apakah ini sebuah masalah baginya atau bukan? ia menatap ke arah bada dan menggeleng pelan seraya tersenyum kecil.


"Aaaah" seru bada dengan nada datar seraya mengangguk beberapa kali lalu mereka kembali diam dalam suasana canggung.


"Apakah kau bahagia?" seru hyunjin tiba-tiba membuat bada kaget dengan penuturannya.


"Apa maksud hyunjin bertanya apakah aku bahagia? jika maksudnya bahagia saat ini karna bersamanya? tentu saja!" batin bada greget.


"Apa maksudmu?"


"Saat ini pasanganmu adalah felix bukan aku"


"Felix? Oh maksudmu soal acara anniversary?" Hyunjin mengangguk seraya mengubah posisinya menyender pada pagar dan memasukkan sebelah tangannya ke saku celananya dan satu lagi masih bersandar pada pagar.


"Oh aku tidak ada hubungan apapun dengan felix, aku hanya berteman biasa saja dengannya dan hubungan kami hanya sebatas pasangan di acara anniversary kakak nanti" seru bada seraya tersenyum.


"Ada apa ini apakah saat ini hyunjin cemburu pada felix? waaah sieun... aku harus kasih tau sieun.." batin bada seraya tersenyum senang ingin sekali segera memberi tau sieun soal ini.


"Benarkah?" seru hyunjin tiba-tiba seraya mendekatkan tubuhnya ke arah bada yang sedang melamun membuat bada kaget dan matanya membulat seketika, lalu saat hyunjin semakin memojokkannya ke pagar bada pun menutup kedua matanya.


Saat wajah mereka dekat dan semakin dekat lalu..


"Ting..Tong..Ting..Tong.."


Ponsel bada pun berdering membuat hyunjin menghentikan aksinya dan menjauh dari bada kembali pada posisinya.


Bada pun membuka kedua matanya yang terpejam sebelumnya lalu merogoh ponselnya yang berada di saku rok dan melihat ternyata itu dari felix dan hyunjin melihatnya.


"Angkatlah.." serunya dengan suara yang kembali berubah menjadi dingin terlihat tidak suka dan bada kembali jadi cemas, lalu bada pun akan mengangkat telponnya dengan menekan tombol hijau tapi tiba-tiba hyunjin menarik lengannya dan menarik bada ke pelukannya lalu membuka masker bada dan dengan cepat bibir mereka pun bersatu.


Ya hyunjin mencium bada, lalu mereka pun berciuman mengabaikan panggilan telepon dari felix.



"Haloo...halo.." seru felix di telepon lalu melihat ke arah kontaknya tapi masih terhubung disana.


"Haloo.. bada.. are u okay?" lalu felix pun mematikan teleponnya karna lama tidak di jawab, tapi ia jadi khawatir lalu ia pun memutuskan untuk pergi saat latihan masih berlangsung membuat semua kembali menatapnya bingung sama seperti hyunjin fikir mereka.


...****************...


Felix terus mencari keberadaan bada dengan menggunakan aplikasi pencari seseorang lewat gps ponselnya, ia pun pergi dengan motornya dengan ngebut, hyunjin tidak membawa motornya saat ini karna ia sedang malas berkendara dengan motor.


Lalu mereka pun melepaskan ciuman mereka, dan bada terlihat sangat malu memegang kedua pipinya yang memerah sudah seperti buah tomat, lalu hyunjin pun terkekeh.


"Jangan berpaling pada pria lain" serunya seraya membawa bada ke pelukannya mengelus pangkal rambutnya. Lalu bada pun tersenyum seraya membalas pelukan hyunjin.


Felix telah sampai di tempat bada dengan hyunjin yang sedang berduaan, dan ia melihatnya saat mereka sedang berpelukan erat membuat hatinya sangat sakit teriris.


Bada mengambil ponselnya lalu duduk di bangku menjauh dari hyunjin untuk menelpon felix.


"Ting..Tong..Ting..Tong.."


Lalu felix pun mengangkatnya.


"Halo felix.. maaf yaa aku baru bales telepon kamu, ada apa yaa?"


"Oh yeah no problem, it's okay kita bahas nanti aja" seru felix lalu ia pun mematikan teleponnya lebih dulu membuat bada sedikit bingung tapi tidak terlalu ia fikirkan lalu ia pun kembali pada hyunjin.


Felix pun kembali pergi dengan motornya untuk pergi ke tempat minum lalu ia pun minum alkohol disana.


Hyunjin masih memperhatikan bada seraya menggulung bibir bawahnya dan bada hanya diam salah tingkah karna di perhatikan oleh hyunjin.


"Ada apa? apa ada yang salah denganku?"


"Kamu lucu.." Lalu pipi bada pun semakin memanas karna hyunjin.


"Gombal.." bada pun menampar pelan pipi hyunjin agar tidak terus memperhatikannya hyunjin pun tersenyum manis lagi dan lagi membuat bada tersipu malu.


Lalu bada pun segera bangkit dari kursi dan pergi berjalan pergi dan hyunjin juga ikut bangkit mengikuti bada dari arah belakang lalu ia pun segera maju beberapa langkah ke depan dan menggandeng tangan bada



Membuat gadis itu bahagia berkali-kali lipat, lalu mereka pun sampai di rumah bada karna ternyata tempat tadi tidak jauh dari rumah bada jadi mereka hanya berjalan kaki juga sudah bisa sampai di rumah bada.


"Mau masuk dulu? kebetulan kakak aku lagi ada di rumah.." Hyunjin pun menggeleng pelan.


"Yaudah kalo gitu aku masuk duluan yaa" Hyunjin mengangguk, lalu bada pun pergi masuk ke rumahnya seraya melambai pada hyunjin dan hyunjin membalasnya.


Lalu hyunjin pun pergi, saat akan masuk bada tidak jadi masuk alhasil ia keluar lagi ingin memperhatikan hyunjin sampai jauh dan menjauh berjalan pergi dari rumahnya.


lalu ia pun berteriak girang.


"AAAAAAAAAAA" sampai kak seo-ah dan ibu mendengarnya dan mereka segera keluar membawa sapu dan peralatan lainnya, mereka sangka ada maling di rumahnya.


Saat mereka keluar.


"Mana dimana? lhoo kok bada??" Bada pun menutup mulutnya.


"Dimana apanya kak? iyaa ini aku bada.."


"Yaaah kakak kira tadi ada maling makannya kakak keluar sama ibu bawa peralatan buat mukul maling"


"Oh engga kok kak maaf yaa tadi aku yang teriak.." bada terkekeh dan kak seo-ah me roll eyes matanya sedangkan ibu hanya terkekeh.


"Emang kamu ngapain teriak teriak di luar malem malem gini?"


"Eh engga kak tadi aku cuma ngetes suara aku udah kenceng apa engga soalnya suka di anggap suaraku terlalu kecil kalo ngomong hehe"


"Oh gitu iyaa sih bener juga, eh btw kamu dari mana aja sampe pulang malem begini? tadi ada urusan apa?" bada pun mengendap-ngendap lalu berlari ke dalam rumah.


"Eh badaaa kasih tau kakak duluuu..!"


"Rahasiaaaaaaaa" lalu ia pergi ke kamarnya seraya berlari dengan secepat kilat lalu segera mandi dan berganti pakaian lalu pergi makan malam dan tidur bersama kak seo-ah.