WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Memilih antara cinta atau karir?


"DIA KAN?!!"


Felix, hyunjin dan erik melihat ke arah siswi baru dengan ekspresi kaget, tapi felix yang paling kaget, ia segera menyembunyikan wajahnya di balik buku paket miliknya.


"Why is she here?!" gumam felix pelan sementara itu hyunjin memperhatikan ke arahnya dengan ekspresi bingung tapi tetap datar.


"Why?!" seru felix pada hyunjin, lalu hyunjin pun beralih menatap ke arah lain seraya menggeleng pelan beberapa kali.


"Ok semua, bapak hari ini membawa seorang siswi baru, dan ia akan belajar bersama kalian mulai hari ini, ayo perkenalkan dirimu" gadis itu pun mengangguk, semua siswi pria seketika gaduh karna gadis itu sangat cantik.


"Hi everyone, my name is lee yoora" seru gadis cantik itu dengan nada dan ekspresi yang datar.


"Hi Yoora!!" seru para pria disana kecuali felix dan hyunjin.


"Wah dia cantik sekali, imut juga"


"Iyaa bener, bada ada saingan nih" bada hanya diam seraya tersenyum kecil.


Ting..Tong..


Ada satu pesan di ponsel hyunjin, ia pun segera membuka dan membacanya.


"Pemeran wanita dalam video akhirnya tiba, menarik sekali." Hyunjin segera menatap ke arah orang yang mengirim pesan dengan ekspresi nanar dan erik hanya tersenyum sinis seraya pura-pura mengobrol dengan teman sebelahnya.


"Ayo yoora silahkan duduk.." seru pak guru mempersilahkan lee yoora untuk duduk.


Para pria pun segera menyiapkan tempat duduk untuk yoora agar duduk di dekat mereka, namun saat akan memilih tempat duduk yoora tertarik melihat ke arah pria yang menutupi wajahnya dengan buku paket, felix melihat ke arahnya diam-diam lewat atas buku paket yang masih menghalagi wajahnya dan ternyata yoora juga melihat ke arahnya, ia semakin gugup dan menyembunyikan wajahnya agar tidak ketahuan oleh gadis itu.


Tapi saat felix sedang serius menutupi wajahnya, tiba-tiba bukunya tergelincir dari tangannya dan jatuh begitu saja membuat yoora seketika melihat ke arah wajah tampan felix dan ia pun jadi ikut terkejut sama terkejutnya dengan felix, mata indahnya seketika terbelalak, kini ia jadi teringat dengan kejadian malam itu saat dia dengan pria itu? tapi ia memilih mengabaikannya, felix berusaha bersikap ramah padanya dengan tersenyum canggung melambai ke arahnya.


"Oh h-i" Tapi yoora lebih memilih diam dan pura-pura tidak mengenal felix dan mengabaikannya begitu saja.


Hyunjin kini memperhatikan ke arah felix, ternyata felix memang mengenal gadis itu sama seperti dugaannya, lalu yoora pun duduk di bangku samping bada yang memang kosong dan bada hanya tersenyum manis ke arahnya.


Pelajaran pun dimulai, saat sedang serius belajar menulis kata-kata di papan tulis ternyata pulpen yoora macet dan tidak bisa di pakai, bada pun melihat ke arah yoora yang sedang merasa kesulitan dengan pulpennya yang macet.


"Ada apa?" Yoora hanya diam tidak menanggapi seraya terus menggoyang goyangkan pulpennya, bada pun dengan segera mengambil pulpen cadangan miliknya dan memberikannya pada yoora.


"Pakai ini saja.." Memberikan pulpennya seraya tersenyum manis pada yoora lalu yoora pun mengambilnya dengan ragu dan bada kembali pada aktivitasnya semula yaitu menulis kata-kata yang tertulis di papan tulis.


"Terima kasih" serunya dengan nada datar dan pelan dan bada hanya tersenyum ke arahnya seraya mengangguk.


...****************...


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel istirahat pun berbunyi sieun dengan segera menghampiri bada untuk mengajaknya pergi ke kantin bersama, sedangkan yoora masih sibuk menulis di bukunya, bada melihat ke arah yoora berniat ingin mengajaknya ke kantin, ia ingin gadis itu jadi temannya sama seperti sieun.


Karna bada tau bagaimana rasanya tidak memiliki seorang teman, ia sangat kesepian saat itu, begitu pun yoora karna ia adalah murid baru pasti ia belum memiliki seorang teman, ia tidak ingin yoora mengalami hal yang sama sepertinya, jadi ia berniat mengajaknya berteman, tapi saat akan mengajaknya, yoora sudah di samperi oleh beberapa anak populer dari geng perempuan untuk mengajaknya berteman.


"Hi, namamu lee yoora kan? perkenalkan aku--" saat baru saja ingin mengatakan namanya dàn mengajaknya berkenalan yoora sudah bangkit dari kursinya dan beranjak pergi ke luar kelas begitu saja membuat semua orang terkejut memperhatikan ke arah mereka termasuk felix dan hyunjin.


"Wah sombong sekali dia! beraninya dia mengacuhkanku!" seru pemimpin grup populer wanita disana tidak suka karna di acuhkan oleh yoora, bada hanya diam ia juga kaget, walaupun yoora bersikap dingin seperti itu tapi ia yakin dari sudut pandangnya ia memiliki pikiran yang berbanding terbalik dengan mereka menurutnya yoora tidak sombong dan dia anak yang baik hanya saja ia menyembunyikan sifat aslinya dengan bersikap angkuh.


Felix hanya menganga kaget ia tidak percaya ternyata gadis yang tidak sengaja ia cium sebelumnya adalah gadis yang sangat dingin dan tidak berperasaan seperti itu tidak seperti bada fikirnya mereka sangat berbanding terbalik sekali malah lebih mirip seperti-- ia pun menengok ke arah hyunjin, lalu hyunjin menatap ke arahnya dengan tatapan tajam dan felix beralih menatap ke arah lain seraya menghela nafas panjang.


Sedangkan hyunjin tidak perduli dengan itu semua, ia pun bangkit untuk pergi ke luar kelas menemui teman-temannya, dan felix mengikutinya dari arah belakang.


Saat sampai di kantin sudah ada han, changbin, seungmin juga jeongin berkumpul disana lalu ia pun duduk disana juga felix, bada dan sieun juga ada disana namun mereka duduk di bangku yang sedikit lebih jauh dari geng hyunjin agar tidak dicurigai oleh guru karna rumor yang beredar hyunjin dan bada telah menjalin suatu hubungan walaupun itu memang benar tapi bada menjaga perasaan para gadis lain yang menyukai hyunjin.


Tak lama yoora pun tiba di kantin semua pria langsung melihat ke arahnya termasuk felix, tapi felix segera menutup wajahnya lagi dengan tangannya.


"Whoaaa siapa itu?" seru para pria, tapi han lebih tertarik melihat ke arah felix yang menutupi wajahnya dengan tangannya.


"What are you doing bro?" seru han seraya terkekeh, lalu changbin, seungmin, jeongin, juga hyunjin beralih menatap ke arahnya.


"Aah nothing nothing" seru felix seraya tersenyum canggung lalu ia pun meminum minuman jus yang tersedia di meja dengan gugup.


"Apa kau mengenal gadis itu?"


"Uhuk...Uhuk.." Alhasil felix pun jadi tersedak karna pertanyaan yang di lontarkan oleh han yang membuatnya kaget hingga tersedak dan hyunjin masih setia memperhatikan ke arahnya sementara yang lain beralih pada ponsel mereka masing-masing.


"Slow down bro" seru han seraya kembali terkekeh.


"Uhuk.. uhuk.. Aaah no, uhuk.. i don't know her at all bro really..uhuk.."


"Oh really?" seru han sedikit curiga pada felix.


"Yeah uhuk..uhuk.. sure" seru felix berusaha meyakinkan han dan yang lain seraya mengepalkan tangannya di taruh di bibir untuk menghalangi batuk yang melanda.


"Oh ok" han sebenarnya masih curiga pada felix tapi tidak ia fikirkan lebih lanjut dan lebih memilih beralih pada hal lain yaitu mengobrol dengan changbin sedangkan felix masih diam dengan ekspresi gugup meminum minuman yang sebelumnya telah ia minum untuk menghilangkan rasa gugupnya walaupun ia masih terus batuk.


"Eh da menurut kamu lee yoora itu orangnya gimana sih? Menurut aku, kayanya dia anaknya sombong banget yaa gak sih?" seru sieun pada bada.


"Ssssst engga kok, menurut aku dia anak yang baik"


"Kok gitu.. kamu tau dari mana?" bada pun tersenyum.


"Hmmm hanya perasaan ku saja" sieun me roll eyes matanya.


"Yeeeh kirain kamu emang tau" bada tersenyum seraya meminum jus jeruk yang telah ia pesan sebelumnya.


Yoora pun duduk di salah satu bangku di sana, dan felix terus memperhatikan ke arahnya diam-diam dengan hati-hati agar tidak ketauan, karna meja mereka saling berhadapan alhasil dengan cepat mata mereka pun tiba-tiba bertemu begitu saja dengan panik felix segera mengalihkan pandangannya ke arah lain begitupun yoora ia segera beralih menatap ke arah lain dan memilih memainkan ponselnya.


Dengar-dengar dari kabar yang beredar ternyata yoora merupakan seorang influencer dan selebriti sosial media, tidak heran mengapa banyak yang ingin dekat dan berteman dengannya karna pengaruhnya itu, begitupun dengan anak-anak populer di geng perempuan tadi.


Bada pun ingin menghampiri yoora untuk mengajaknya berteman tapi ia masih tidak tau bahwa yoora seorang influencer, tapi dihentikan oleh sieun dengan memegang tangannya.


"Eh da kamu mau kemana?"


"Yoora sendirian kita harus temenin dia" saat akan berjalan lagi tiba-tiba banyak pria yang menghampiri bada dan sieun juga yoora dan itu teman erik, hyunjin dan felix pun segera ternotice melihat ke arah mereka.


"Hi bada.." seru erik menyapa bada dan bada terlihat risih dan tidak nyaman karnanya, jadi bada mundur dan kembali duduk dibangkunya, erik pun duduk di samping bada.


"Aku temenin yaa?" bada hanya diam seraya menunduk, ia sangat tidak terbiasa dengan erik.


"Eh erik apaan sih.. ngapain kamu duduk disini? pergi sana duduk di tempat lain!" seru sieun dengan marah.


"Tapi kata bada dia pengen aku disini.. iyaa kan da?" Bada masih menunduk, hyunjin dan felix pun ternotice dan segera bangkit untuk menghampiri meja mereka, yoora memperhatikan ke arah mereka karna merasa tertarik. Setelah sampai.


"Pergi! jangan ganggu mereka!" seru hyunjin dengan tegas.


"Kenapa? aku kan hanya ingin berteman dekat saja dengan bada" seru erik pura-pura bersikap manis, hyunjin dengan segera menghampiri erik dan menarik kerah bajunya.


"Aku bilang pergi dari sini!" erik hanya diam seraya tersenyum sinis.


"Kenapa? Apa kau takut jika aku menyentuhnya?" gumam erik, emosi hyunjin pun seketika meluap ia tersulut dan akhirnya


Bukk!!!


Ia memukul wajah erik sampai ia tersungkur ke lantai, bada dan sieun hanya menganga kaget karna shock melihat pertengkaran mereka.


"Bada are you ok?" seru felix seraya menatapnya khawatir, bada pun mengangguk menandakan bahwa ia baik-baik saja.


Anak buah erik ingin membantu erik memukul hyunjin dari arah belakang namun di cegah oleh felix dan mereka pun akhirnya bertengkar, han, seungmin, changbin, jeongin juga ikut membantu, bada dan sieun kembali shock mereka ketakutan dan saling berpelukan satu sama lain, suasana di kantin seketika jadi ramai karna pertengkaran mereka dan ada yang melapor ke guru.


Setelah beberapa lama guru pun tiba melerai pertengkaran mereka dengan berdiri di tengah-tengah mereka.


"Sudah hentikan!!" Akhirnya mereka pun dipisahkan dan berhenti bertengkar.


"Kalian semua ikut bapak ke kantor sekarang!!" Hyunjin memegang ujung bibirnya yang berdarah karna di pukul oleh erik juga felix yang terluka sedikit memar di pipinya, han, seungmin, changbin, dan jeongin mereka tidak terluka hanya merasa sedikit sakit dan mereka pun akhirnya mengikuti guru untuk pergi ke kantor.


"Hmm menarik" seru yoora menopang wajahnya dengan satu tangan menyaksikan semuanya seraya tersenyum.


"Apakah gadis itu bernama bada yang di maksud pria itu?" batin yoora merasa penasaran pada bada karna direbutkan oleh hyunjin dan felix, ia jadi teringat akan memori malam itu saat felix menciumnya mengira bahwa dirinya adalah bada gadis itu, ia pun menggeleng beberapa kali.


"Dasar pria brengsek!" serunya kesal ingin memukul meja namun tidak jadi, alhasil ia pun menghela nafas panjang.


Saat di kantor mereka semua di marahi habis-habisan oleh guru tapi mereka hanya menunduk pasrah.


"Mau jadi apa kalian nanti hah?! sok sok jagoan! Pokoknya besok siang bapak tunggu orang tua kalian datang ke sekolah!"


"Tapi pak.. orang tua saya ada di Australia" seru felix jujur.


"Kalau begitu nanti bapak minta kontak orang tuamu, nanti bapak hubungi."


"Ah baik pak" seru felix seraya mengangguk.


"Kamu lagi, masih kelas 11 udah ikut-ikutan" seru pak guru pada jeongin tapi ia hanya tersenyum gemas membuat amarah guru seketika reda.


"Baik sekarang juga kalian semua berdiri di depan ruang kelas dengan dua tangan dan satu kaki diangkat ke atas!"


"Baik pak!" Mereka pun segera pergi untuk menuruti perkataan pak guru melaksanakan hukuman mereka yaitu berdiri di depan ruang kelas mereka masing-masing dengan dua tangan dan satu kaki diangkat ke atas.


Disisi lain bada khawatir melihat hyunjin yang terluka dan dihukum karna melindunginya alhasil ia pun jadi bahan pergunjingan satu sekolah.


"Lihat tuh gara-gara bada hyunjin dan teman-temannya jadi terluka!"


"Iyaa kenapa sih harus selalu bada lagi bada lagi! kasian kan mereka sekarang jadi dihukum karna ngelindungi bada doang, padahal kan erik ngedeketin dia paling cuma mau berteman doang sama dia, di apa-apain juga engga." Mereka terus membicarakan bada, gadis itu hanya bisa diam dan memakai headset di kedua telinganya mendengarkan lagu dengan volume full tidak ingin mendengar ucapan mereka yang menggunjingnya, bada menghela nafas panjang, sieun pun hanya mengelus elus punggung bada agar ia sabar.


Karna berisik yoora yang sedang tertidur di bangkunya pun jadi terusik mendengarkan ucapan mereka yang berisik, ia pun jadi ikut tersulut emosi dan bangkit seraya menghela nafas panjang.


"Mending kalian semua shut up kalo gak tau situasinya"


"Mungkin dia punya alasan sendiri kenapa dia gak mau berteman sama orang itu"


"Mungkin bagi dia orang itu bikin dia gak nyaman."


"Asal kalian tau setiap psikologis orang itu berbeda-beda, begitupun gadis itu, dan yang aku dengar pria itu pacar dia benarkan? coba aku tanya kamu!" yoora menunjuk ke arah orang yang mengunjingkan bada.


"Apakah kamu bakal diem aja kalau orang yang kamu suka atau pacar kamu diganggu orang lain?" orang itu pun hanya diam dengan ekspresi gugup.


"Eee-eee" dia pun menggeleng pelan.


"Kamu bakal marah kan? begitupun pria itu, wajar jika ia marah."


"Jadi mulai sekarang kalian just shut up aja kalo gak tau apa-apa ok." seru yoora seraya tersenyum manis tapi kembali berubah saat berbalik arah, ia kembali tertidur di kursinya tanpa mengatakan apapun lagi membuat skak untuk gadis yang menggunjing bada tadi.


Sieun hanya diam ia sangat kaget dengan penuturan yoora yang telah membela bada sahabatnya dan menurutnya itu sangat keren, ia memberikan dua jempol untuknya dan bada hanya tersenyum karna di bela oleh yoora yang ia yakin ia anak yang baik dan mereka akan jadi teman baik nantinya.


"Terima kasih" bisik bada pada yoora yang pura-pura tertidur, dan yoora hanya tersenyum kecil diam-diam tanpa bada ketahui, ia menyembunyikannya dibalik lipatan tangannya, ia hanya melakukan tindakan yang menurutnya benar, sekaligus sebagai ucapan terima kasihnya karna bada telah membantunya dengan meminjamkannya pulpen padanya sebelumnya.


"Sudah aku bilang untuk menjauhi bada! Tapi kau malah masih mendekatinya! Apa kau mau aku mengunggah video itu sekarang!" seru erik keceplosan karna kesal. Felix yang sedang diam pun merasa ternotice dengan ucapan erik.


"Menjauhi bada? video? what do you mean?" seru felix penasaran dan hyunjin hanya diam tidak menjawab, erik memejamkan kedua matanya kesal karna telah melakukan sebuah kesalahan dengan membicarakan soal video itu di depan felix, orang bersangkutan yang ada di dalam video tersebut.


"Answer me! apa maksud kalian dengan itu semua?!" seru felix seraya menghampiri erik dan mengangkat kerah bajunya ke atas dan erik hanya diam tidak menjawab apapun lalu ia pun beralih pada hyunjin memegang kerah bajunya.


"Hyunjin answer me!" hyunjin hanya diam dengan ekspresi pasrah menghela nafas panjang.


"Akan ku jelaskan semua setelah hukuman ini selesai" felix pun melepaskan kerah baju hyunjin.


"Ok.. you have to promise me to explain all this after school oke?!" hyunjin mengangguk setuju dan erik hanya diam dengan ekspresi kesal.


...**********...


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel pulang pun akhirnya berbunyi saatnya bagi hyunjin felix dan teman-temannya juga erik dan teman-temannya mengakhiri hukuman mereka, hyunjin merelaksasi tubuhnya yang sangat pegal karna mengangkat tangan dan kaki seharian begitupun felix dan yang lain dan semuanya pun bubar untuk mengambil tas mereka di kelas masing-masing tapi tidak dengan hyunjin dan felix.


Felix kini menagih janjinya pada hyunjin.


"Jadi..." Hyunjin mulai menjelaskan step by step pada felix mulai dari awal mulanya ia mendapatkan video itu dari erik sampai akhirnya erik mengancamnya untuk menjauhi bada agar ia tidak mengupload video itu ke sosial media dan menghancurkan karir mereka terutama felix. Felix hanya menganga tak percaya dengan apa yang hyunjin ceritakan.


"So this is all Erik's doing?" hyunjin mengangguk setuju.


"Why didn't you tell me all this before?"


"Karna erik mengancamku jika aku beritahukan ini semua padamu, dia akan menggunggah video ini ke sosial media" hyunjin menghela nafas panjang, felix hanya bengong merasa tidak percaya ia pun jadi kesal meninju tembok dengan tangan kosong.


"What about bada? does she know about all this?" hyunjin menggeleng.


"And yeah so this is the reason why you were angry with me yesterday?"


"Hm" seru hyunjin jujur.


"Oh i'm sorry bro this is all my fault" seru felix merasa bersalah seraya menjenggut rambutnya kesal.


"It's okay" seru hyunjin seraya menepuk pundak felix beberapa kali.


"So you saw everything?" hyunjin kembali mengangguk.


"Whoaaaa what.." felix mengaga tak percaya dan ia segera menutup mulutnya yang menganga dengan tangan mungilnya.


"Boleh aku tanya sesuatu?"


"Yeah sure"


"Gadis itu lee yoora kan?" felix mengangguk seraya menahan malu memejamkan kedua matanya.


"Apa kau mengenal lee yoora sebelumnya?" Tanya hyunjin dengan penuh selidik, felix pun menggeleng.


"No, i don't know her at all really.."


"Really?"


"Hm" felix mengangguk.


"Mengapa kau menciumnya jika kau tidak mengenal lee yoora malam itu?" felix pun jadi gugup karna ditanya hal yang mungkin akan membuat hyunjin marah besar padanya dengan hanya memberi tau jawabannya.


"If he finds out that I was drunk because I was jealous of them and kissed Yoora because I thought she was bada, he will definitely be very angry with me" batin felix, ia pun segera memikirkan alasan untuk menjawab hyunjin.


"I kissed her because I was so drunk at the time, I wasn't aware"


"Ah jadi kau tidak sadar saat itu, lalu apa alasanmu mengapa kau sampai mabuk berat saat itu?" felix berfikir keras lalu segera menjawab dengan berbohong soal alasannya pada hyunjin.


"Ah I told you before, I was drunk bro because I really missed my family a lot" hyunjin pun hanya mengangguk pura-pura percaya pada felix padahal ia masih curiga padanya tapi sudahlah yang terpenting kini ia lega felix telah mengetahui apa yang ia sembunyikan sebelumnya dan itu adalah hal penting yang menyangkut dirinya dan masa depan karir mereka, ia jadi tenang sekarang karna tidak perlu menahan derita itu sendirian lagi dan ia tidak perlu menjauh dari bada, walaupun mungkin erik masih akan mengancamnya dengan video itu, kini mungkin dengan felix juga tapi tidak apa-apa setidaknya ia tidak menanggung semua itu sendirian.


"OK, now send the video to me and please keep this a secret from others please.." felix mengeluarkan puppy eyesnya pada hyunjin dan hyunjin hanya menghela nafas panjang.


"Okay" seru hyunjin pasrah.


"And once again I'm sorry this is all my fault, you have to bear all this alone"


"It's okay aku memaafkanmu" hyunjin pun segera mengeluarkan ponselnya dari sakunya dan mengirimkan video itu pada felix.


Ting..Tong..


Ada satu notifikasi di ponselnya.


"Ok.. thank you bro" seru felix menepuk pundak hyunjin beberapa kali lalu memeriksa pesan hyunjin dan melihat video itu seraya menutup wajahnya dengan tangannya.


"Ah so embarrassing" seru felix, lalu hyunjin pun mengajak felix untuk masuk ke kelas dan mengambil tas mereka untuk pulang.


Setelah selesai mereka pun pergi ke tempat parkir untuk mengambil kendaraan motor mereka masing-masing, ada bada dengan sieun disana, lalu mereka menghampiri bada dan sieun.


"Kalian baik-baik aja kan?" seru sieun dengan khawatir.


"Hmm yeah we're fine" felix pun seketika ingat dengan pesan sieun untuk tidak menggunakan bahasa inggris saat bersamanya.


"Oh maaf kita baik-baik aja" seru felix mengusahakan sebisa mungkin menggunakan bahasa yang di mengerti oleh sieun, dan sieun pun tersenyum.


"Oh ok baguslah kalo begitu" bada hanya menatap hyunjin dengan khawatir lalu ia pun mengirim pesan padanya.


"Apa kau baik-baik saja?" send kirim.


Ting..Tong..


Hyunjin pun segera membaca pesannya dan setelahnya ia tersenyum, ia segera melihat ke arah bada dan tersenyum seraya mengangguk dan bada ikut tersenyum, felix bahagia saat melihat bada tersenyum walaupun bukan karna dirinya.


"Kalo gitu aku pergi dulu" seru felix pergi ke tempat parkir lebih dulu untuk mengambil motornya, disusul oleh hyunjin, ia mengirim pesan pada bada karna tidak bisa mengantarnya pulang hari ini karna ada latihan di luar sekolah dan bada pun memakluminya.


"Ayo da kita pulang" seru sieun.


"Ayooo duluan" seru bada berlari ke depan duluan.


"Eh tunggu aku da.." saat di jalan mereka bertemu dengan yoora yang sedang menunggu jemputan dan mereka menghampiri yoora.


"Hi yoora.."


"Hello" seru sieun melambai padanya dan yoora hanya diam dengan ekspresi datar menatap pun tidak, lalu sieun mengurungkan niatnya untuk melambai pada yoora.


"Kamu nunggu siapa?" seru bada tapi yoora masih mengabaikan mereka.


"Hello disini ada orang lhoo" sieun melambai pada yoora lagi.


"Yaudah da aku pulang duluan yaa dadah.. aku gak jadi simpati, padahal tadi dia keren banget udah bela kamu aku jadi simpati tapi sekarang gak lagi" seru sieun menyindir yoora dan ia masih diam tidak menjawab mereka.


"Iyaa dadah sieun" bada melambai pada sieun.


"Yoora makasih yaa udah belain aku tadi di depan anak-anak di kelas" seru bada dan yoora masih tidak menjawab.


"Kamu mau gak jadi temen baru aku?" yoora masih tidak menjawab dan bada hanya diam kecewa karna tidak direspon oleh yoora.


"Kalo kamu diem berarti aku anggap jawabannya iya" seru bada seraya tersenyum.


"Baiklah kalo gitu aku pulang dulu yaa" seru bada, lalu saat ia akan pergi membelakangi yoora dengan ekspresi kecewa akhirnya jemputan yoora pun tiba, lalu saat yoora akan masuk ke mobil.


"Sampai ketemu besok" serunya pelan tapi bada mendengarnya, ekspresi kecewanya kini berubah menjadi bahagia, ia tersenyum senang dan mengejar mobil yoora.


"Hati-hati di jalan yoora.." bada melambai pada yoora dan yoora melihat bada lewat kaca spion mobilnya seraya tersenyum kecil.


Bada pun akhirnya pulang dengan bahagia.


...****************...


Anak dance telah latihan dengan keras, dan mereka saat ini berkeringat hebat, saat sedang istirahat hyunjin seperti biasa melipat lengan bajunya ke atas dan sedang mengobrol lengket dengan felix menimbulkan banyak pertanyaan di benak yang lain.


"Bukankah mereka kemarin sedang bermusuhan? kenapa sekarang mereka malah terlihat begitu lengket?" seru han merasa aneh dengan tingkah hyunjin dan felix.


"Mungkin mereka telah menemukan cinta sejati mereka" seru seungmin random seperti layaknya dewa cinta, han pun terkekeh tapi ia penasaran.


"Siapa? apa kau tau sesuatu?"


"Aku tidak tau hanya asal bicara saja" han me roll eyes matanya.


"Aish pergi sana!" seru han mengusir seungmin tapi hanya candaan mereka, jeongin pun terkekeh, lee know pun menghampiri mereka (hyunjin dan felix).


"Ada apa ini? apakah kalian sudah menyelesaikan masalah kalian?" seru lee know seraya duduk disamping felix dan merangkulnya.


"Masalah apa yaa?" seru hyunjin pura-pura tidak tau.


"Ah what's the problem?"


"Tidak ada masalah apa-apa hyung" seru hyunjin dengan santai.


"Yes that's right" seru felix menambahkan.


"Ah ayolah kalian jangan bohong padaku, aku tau kalian pasti ada sesuatu kemarin, iyaa kan?"


"Tidak, itu tidak benar" seru hyunjin santai.


"Yes, that's right"


"Baiklah, tidak apa-apa jika kalian tidak ingin cerita padaku, aku akan mencari tau sendiri, oh yaa kalian tau? kemarin chan hyung menghubungiku" Mereka telah bertukar nomor sebelumnya sebelum mereka berkumpul waktu itu di ruang tunggu festival.


"Ayo anak-anak berkumpul disini!" mendengar berita soal tawaran menjadi idol waktu itu mereka pun merasa tertarik dan berkumpul di dekat lee know, hyunjin, dan felix.


"Apa?" seru han.


"Apa?" seru jeongin.


"Kalian penasaran?" seru lee know seraya tersenyum jail.


"Aaaah hyung ayolah, jangan buat kami penasaran" seru changbin seraya merengek.


"Aaah come on" seru seungmin menambahkan.


"Baiklah baiklah jadi ia kembali menanyakan soal tawaran itu pada kita, bagaimana apa orang tua kalian sudah setuju soal ini?"


"Kalo orang tua ku mereka selalu mendukungku penuh selama aku punya kemauan dan ada jalan untuk meraih cita-citaku itu tidak ada masalah" seru han dengan yakin.


"Selama itu positif dan dengan sepengetahuan mereka pasti mereka setuju." seru jeongin seraya mengangguk setuju.


"Yeah orang tuaku selalu menyerahkan apapun yang akan menjadi masa depanku padaku, selama aku tidak berbuat sesuatu yang negatif pasti mereka akan setuju denganku" seru seungmin.


"Aku juga, selama aku tidak berbuat onar yeah pasti mereka setuju" seru changbin.


"Bagimana denganmu hyunjin?"


"Ibuku selalu berkata "Hey nak apapun yang akan menjadi cita-citamu kelak tolong beritahukan itu padaku, selama kau menuruti apa nasihat ibu dan ayahmu, pasti ibu akan mendukungmu penuh" selama aku menurut pada mereka, pasti mereka akan setuju" seru hyunjin seraya mengangguk setuju.


"Bagaimana denganmu felix?"


"Well, my mother has always educated me well and supported me all this time. I think if I tell her about this, she will agree as long as I don't do anything negative." lee know pun kebingungan dan meminta yang lain untuk menerjemahkan kata yang felix ucapkan.


"Ibuku selalu mendidikku dengan baik dan mendukungku penuh selama ini, aku rasa jika aku memberitahukan soal ini padanya dia akan setuju selama aku tidak berbuat negatif" seru han menerjemahkan apa maksud felix, lee know pun mengangguk dan tiba-tiba bangun dan menstreching tubuhnya layaknya kucing.


"Ok, aku akan memberitahukan jawaban kalian pada chan, bersiaplah sebentar lagi kita akan jadi idol!" seru lee know antusias.


"YEAY WHOO HOOO!!!" seru mereka barengan seraya mengangkat tangan mereka antusias.


"Hyunjin kemarilah aku ingin bicara 4 mata denganmu" seru lee know seketika serius, lalu hyunjin pun segera menghampiri lee know. Setelah sampai di hadapan lee know.


"Bagaimana hubunganmu dengan bada?" hyunjin mengernyitkan kedua alisnya heran mengapa lee know menanyakan soal itu.


"Baik hyung ada apa tiba-tiba bertanya soal itu?"


"Hyunjin maaf bukannya aku tidak suka hubunganmu dengan bada tapi kau tau kan sebentar lagi kita akan jadi seorang idola? Dan untuk menjadi seorang idola kita tidak bisa berkencan dengan gadis manapun, kita harus fokus ke karir kita nantinya, kau mengertikan apa maksudku?" Hyunjin pun mengangguk pelan dengan ekspresi sedih.


"Baiklah ku serahkan semuanya padamu, semua keputusan ada ditanganmu ini demi kita semua" seru lee know pergi menepuk pundak hyunjin beberapa kali lalu meninggalkan hyunjin sendiri dan ia pun jadi sedih.


Ting..Tong..


Ada sebuah notifikasi di ponselnya dan itu dari bada.


"Apa kau sudah selesai latihan?" tulisnya di pesan, tubuh hyunjin pun menyusut dan jadi terduduk di lantai, ia memegang kepalanya sebelah kanan dengan tangannya menutupi sebelah matanya, lalu berfikir keras ia bingung apakah ia harus mengakhiri hubungannya dengan bada atau tidak? lalu kakinya selonjoran sebelah kanan diangkat tekuk sedikit ke atas, lalu tangannya di simpan di atas kakinya yang ditekuk, kepalanya menunduk menatap ke bawah dengan tatapan kosong.


Apakah hyunjin akan mengakhiri hubungannya dengan bada?