WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Memilih antara persahabatan dan cinta?


Setelah melihat video yang erik kirimkan padanya sebelumnya, hyunjin segera mengamankan ponselnya dan memasukannya ke saku hoodienya agar tidak ada yang lihat lagi selain dirinya apa isi dari video itu, mau tidak mau saat ini ia pun mengikuti pelajaran yang akan berlangsung.


Bada selalu curi-curi pandang pada hyunjin mengapa? ia juga tidak tau mengapa tapi ia senang saja saat melakukannya seakan sudah menjadi suatu kebiasaan dalam dirinya.


Tapi saat melihat ke arah hyunjin kali ini ia merasa cemas karna hyunjin menunjukkan ekspresi cemas yang membuat dirinya juga ikut merasa cemas, bada jadi tidak tenang, lalu tiba-tiba hyunjin pun menatap ke arahnya membuat bada jadi kikuk seketika pura-pura menatap ke arah lain membuat hyunjin tersenyum.


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel pelajaran kedua pun telah berbunyi ini saatnya untuk mengganti pelajaran saat ini ke pelajaran berikutnya yaitu pelajaran bahasa inggris dan bada, sieun, dan hyunjin duduk di satu kelompok, lalu Mrs.Diana pun lantas menanyakan pada mereka.


"Where is felix?" Sieun sebagai sekretaris pun langsung ternotice.


"Oh felix sakit Mrs.."


"Oh sick? is there a sick note?" sieun pun langsung bingung lalu bertanya pada bada yang sama-sama bingung, Mrs Diana hanya menggeleng pelan seraya tersenyum.


"Surat sakitnya ada?"


"Oh surat.. belum ada Mrs.."


"Oh ok nanti pastikan surat sakitnya ada yaa.. dan langsung beri tau wali kelas kalian.."


"Iyaa siap Mrs.."


"Ok.. Today we will learn about.."


Lalu mereka pun kembali fokus ke pelajaran, tapi hyunjin terlihat tidak fokus dan selalu melamun sedari tadi, lalu bada pun mengambil bukunya dan menuliskan sesuatu disana lalu ia diberikan pada hyunjin.


Hyunjin yang sedang diam melamun pun langsung ternotice dan melihat ke arah bada.


"Ambillah.." Seru bada pelan lalu ia pun mengambilnya dan segera membacanya perlahan.


"Ada apa? apa ada sesuatu yang terjadi?" Tulis bada di bukunya.


Lalu hyunjin setelah selesai membacanya pun tersenyum dan segera membalas pesan bada dengan menuliskan sesuatu di bawahnya dan segera memberikannya pada bada dan bada segera menerima balasannya, memberikan bukunya pada bada.


"Tidak ada apa-apa, jangan banyak berfikir, fokuslah belajar!" Bada pun menggembungkan kedua pipinya gemas membuat hyunjin yang memperhatikannya pun ikut tersenyum gemas lalu mereka kembali fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung.


...****************...


Sebentar lagi pelajaran akan segera berakhir lalu Mrs.Diana pun menanyakan sesuatu pada kelompok bada.


"Oh ya kapan kalian mau jenguk felix?"


"Oh secepatnya mrs.."


"Oh ok kalau begitu jangan lupa bawa bingkisan yaa dan sampaikan salam Mrs pada felix maaf tidak bisa ikut menjenguk"


"Iyaa Mrs siap nanti aku sampaikan"


"Ok thank you sieun"


"Ok, end of class, see you next week"


"Thank you mrs!!" Mrs.Diana pun pergi meninggalkan kelas.


"Jadi gimana nih? pulang sekolah kita jenguk felix ?" Bada hanya mengangguk.


"Gimana da?" Bada ternotice


"Oh aku? hmm aku sih gak keberatan, karna aku ada waktu luang.."


"Ok setuju, hyunjin gimana?" Hyunjin pun hanya diam melamun dan bada jadi semakin cemas.


"Jin?"


"Hmm?"


"Oh aku ikut.." seru hyunjin seraya mengangguk tegas sekali.


"Yes!! jadi ayoo kerumah felix.."


"Kok kamu antusias banget sih sieun?" bisik bada pelan pada sieun seraya tersenyum ke arah hyunjin.


"Hehe gak apa-apa kok.." Lalu mereka pun kembali ke bangku masing-masing, seraya berjalan bada masih mengobrol pelan dengan sieun.


"Oh aku tau, pasti kamu ngarepin kak lee know dateng kan pas jenguk felix?" seru bada seraya menoel lengan sieun dan sieun pun cengengesan niatnya telah diketahui oleh bada.


Sedangkan hyunjin kini telah terduduk di kursinya tapi fikirannya masih memikirkan tentang sesuatu yang berhubungan dengan video yang ia lihat sebelumnya lalu ia mengetikkan sesuatu di keyboard ponselnya untuk menghubungi seseorang.


"Jam istirahat temui aku di rooftop sekolah."


Ting..Tong..


Ponsel erik pun berdering, ia segera membaca pesan dari hyunjin seraya menyunggingkan satu bibirnya ke atas melihat ke arah hyunjin dan hyunjin pun melakukan hal yang sama melihat ke arahnya dengan tatapan elang yang sangat tajam, dan tak lama..


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel istirahat pun berbunyi.


Hyunjin segera melenggang pergi untuk pergi ke rooftop lebih dulu dan disusul oleh erik di belakangnya, mereka terus berjalan sampai akhirnya mereka sampai di rooftop.


Hyunjin segera memojokkan erik ke tembok dan mengangkat kerah bajunya dengan satu tangannya.


"Apa maksudmu mengirimkan video ini padaku?! apa kau ingin memerasku dengan video ini?!" seru hyunjin dengan ekspresi nanar matanya dengan tajam menatap lekat mata erik.


"Woo woo santai man, aku hanya ingin sedikit bernegosiasi saja denganmu, bukan ingin memerasmu, tapi pertama lepaskan dulu" erik menunjuk ke arah kerah bajunya yang di angkat oleh tangan hyunjin, lalu hyunjin pun melepaskannya dengan sedikit keras hingga ia sedikit tersungkur tapi tidak jatuh ia berpegangan pada tembok, lalu erik kembali bangkit merapihkan bajunya yang kusut karna hyunjin.


"Tenang, aku hanya ingin bernegosiasi saja denganmu, kau tau kan bagaimana jadinya jika aku unggah video ini ke sosial media?" Hyunjin pun jadi terfikir sesuatu.


"Boom! ini pasti akan meledak dan tentunya akan berdampak besar bagi karir dance kepopuleran kalian! terutama felix! apalagi ku dengar kalian akan menerima tawaran dari agensi besar dan menjadi idola. Wah luar biasa!! Tapi.. sebelum itu semua terjadi bagaimana jika aku kirim video ini lebih dulu? hmm.. Kau sudah bisa menebak akhirnya kan? kalian pasti akan hancur! kalian hancur hanya karna satu kesalahan kecil dari teman kalian! karir dan reputasi kalian akan anjlok seketika hahaha."


Flashback ON


Pemilik toko pun menutup pintu dengan kencang.


BRAKK!!


Felix pun ingin menghampirinya lagi tapi tidak bisa karna toko telah ditutup dari dalam.


Erik yang baru kembali dari tempat karaoke bersama dengan gangnya pun merasa tertarik dengan apa yang ia lihat, gangnya telah jalan lebih dulu sedangkan erik tertinggal dibelakang mereka tidak sadar karna mabuk.


"Oh? lee felix? mengapa pria itu ada disini malam ini? dengan seorang gadis? oh siapa gadis itu, oh man cantik sekali dia! Tapi apakah felix mabuk?" Serunya seraya nyengir sinis sambil sedikit oleng karna mabuk.


"Hey! kamu baik-baik saja?" Felix pun menengok ke arah gadis itu dalam fikirannya ia sedang melihat bada saat ini, lalu menghampirinya dengan berjalan sempoyongan, dengan cepat ia segera memeluknya.


"Oh sh** Ini adalah informasi yang sangat bagus, aku harus merekamnya.. " erik pun segera merekam felix bersama seorang gadis cantik dengan ponsel miliknya.


"Bada why do you prefer hyunjin over me? even though i really like you. Can you hear me? Bada i love you" Felix pun menatap mata gadis itu intens seketika mata mereka pun bertemu seraya tersenyum penuh kesedihan lalu menatap ke arah bibirnya dan.


Cup!


Ia mengecup bibirnya.


"Woaaah bagus sekali! nice!" lalu erik segera menghentikan rekamannya dan segera menyembunyikan ponselnya takut jika orang lain melihatnya dan jadi dianggap kejahatan karna mengambil video orang tanpa izin, lalu ia pun segera pergi dari sana.


...****************...


Paginya ia segera mencari keberadaan hyunjin ia telah mengetahui tentang berita yang beredar bahwa hyunjin dan bada telah memiliki suatu hubungan special, lalu ia pun jadi gutsar dan cemburu padanya karna ia telah memiliki perasaan pada bada sudah cukup lama namun karna bada sangat pendiam dan beredar kabar bahwa ia telah memiliki kekasih ia jadi mundur tapi kini ia tau bahwa selama ini gadis itu tidak memiliki seorang kekasih jadi ia kembali mengejarnya namun kali ini bada malah menjalin hubungan bersama dengan hyunjin ia jadi marah dan ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk memeras dan membuat hyunjin putus dengan bada alhasil bada akan jadi miliknya seorang.


Kembali lagi saat erik mencari keberadaan hyunjin dan saat ketemu, ia menemukan hyunjin, pria itu sedang berjalan menuju kelas dengan senyuman mengembang di wajahnya ia pun jadi semakin tidak senang karnanya, lalu segera menghampirinya.


"Hello bro!! apa kabar?" tiba-tiba erik menjadi sok dekat dengan hyunjin tidak seperti biasanya, biasanya ia selalu menghindarinya dan takut padanya seperti tikus yang takut pada kucing membuat hyunjin seketika jadi curiga padanya, ia terlihat tidak nyaman dekat-dekat dengan erik, karna ia terkenal sebagai murid yang berandal dan suka membuat masalah.


"Cepat katakan apa yang kau inginkan dariku?!"


"Santai bro jangan berlebihan seperti itu, aku menyapamu karna kita ini adalah teman, wajar benarkan?!" seraya menepuk sebelah pundak hyunjin beberapa kali.


"Cepat katakan apa maumu?!"


"Baiklah kalo begitu aku akan terus terang padamu, boleh aku minta nomormu?" Erik memberikan ponselnya pada hyunjin dan hyunjin hanya melihatnya curiga tidak suka dan tidak percaya padanya, lalu hyunjin mengambil ponselnya dan mengetikkan nomernya di ponsel erik dengan terpaksa.


"Ok!" erik segera mengirimkan sesuatu pada hyunjin dan itu adalah sebuah video.


"Ini adalah informasi yang sangat mengangumkan bukalah nanti aku akan menghubungimu lagi" seru erik menepuk pundak hyunjin beberapa kali lalu segera pergi dari sana.


Hyunjin malas untuk membukanya saat ini jadi ia mengabaikannya untuk sesaat, saat akan melanjutkan perjalanannya menuju kelas ia bertemu dengan bada dan sieun lalu kedua mata mereka pun bertemu membuat sieun memperhatikan ke arah mereka berdua antusias lalu bada tersenyum kecil dan segera menarik sieun untuk pergi dari sana.


...****************...


Lalu saat pelajaran Sebentar lagi akan dimulai karna penasaran hyunjin pun segera membuka ponselnya dan melihat apa isi dari video kiriman erik.


Disana adalah video felix yang tengah mencium seorang gadis yang tidak ia kenal.


"Ini.."


Flashback Off.


"Jadi apa maumu? uang?" erik pun menggeleng.


"Tidak, aku hanya ingin kau merelakan satu hal.." hyunjin membuang mukanya lalu kembali menatap ke arahnya tajam.


"Jangan membuang waktu ku cepat katakan apa maumu?!" hyunjin kembali menghampiri erik dengan sedikit marah.


"Jauhi bada dan relakan dia untukku!"


Hyunjin pun seketika terpancing emosi dan kembali memegang kerah baju erik dengan kencang.


"Jangan sentuh dia!!"


"Ow ow ternyata kau memang memiliki perasaan padanya huh? baiklah kalau begitu aku akan unggah video ini ke media sosial dan kau akan lihat bagaimana temanmu itu akan hancur! satu lagi jangan beritahukan ini pada siapapun! Jika tidak kau pasti tau apa konsekuensinya!!"


Kata-kata erik terus berulang di fikiran hyunjin.


"Semuanya ada ditanganmu, kau ingin melihat temanmu hancur, atau kau akhiri hubunganmu dengan bada dan relakan dia untukku!" lalu erik pun pergi dengan senyuman puas mengembang di wajahnya.


Saat ini ia telah berada di jalan untuk pergi ke kantin dan menemui teman-temannya disana karna mereka telah menghubunginya dengan mengiriminya beberapa pesan sebelumnya padanya.


Setelah sampai mereka semua langsung melihat ke arah hyunjin, ingin mengkonfirmasi soal kabar yang beredar tentang hubungannya dengan bada namun melihat hyunjin yang sedang menunjukkan ekspresi cemas, bingung juga marah sekaligus seketika mereka jadi ragu untuk bertanya dan jadi khawatir pada hyunjin.


"Hi bro, what's up? what's going on?" seru han menggoda hyunjin dan hyunjin hanya diam dengan banyak fikiran berkecamuk di otaknya.


"Where is felix?" Hyunjin pun seketika tersadar.


"Oh? felix? dia sakit jadi tidak masuk hari ini.."


"Hyung.. are u ok?" seru In khawatir, hyunjin pun tersenyum seraya mengangguk menyatakan bahwa ia baik-baik saja tapi sebenarnya tidak. Tapi setelahnya kembali memikirkan hal tadi.


Semua orang curiga padanya terlihat jelas di wajahnya bahwa ia sedang tidak baik-baik saja saat ini, kedua matanya yang menatap dengan tajam berusaha terlihat tenang itu tidak bisa berbohong.


"Pasti ada sesuatu" batin in.


Ting..Tong..


Ponsel mereka berdering bersamaan, lalu mereka melihat dan membuka pesan itu tapi tidak dengan hyunjin.


"Hi guys ini sieun dan bada, oh iyaa felix kan sakit.. apakah kalian berkenan untuk hadir menjenguk felix hari ini?" Tulisnya dipesan.


"Hyung.. kau ikut kan menjenguk felix?" Hyunjin kembali tersadar dari lamunannya.


"Oh.. ya aku ikut.."


"Kalau begitu aku juga ikut.." balas in di pesan.


"Aku juga.." seru han.


"Me too" balas seungmin di pesan.


"Me.. too.." balas changbin.


Sieun segera membaca pesan mereka.


"Ok kalo begitu ditunggu yaa pulang sekolah di depan gerbang"


"Ok" balas semua.


"Oh yaa kak lee know gimana?" Hyunjin pun segera membaca pesan di grup agar tidak dicurigai oleh teman-temannya.


"Soal kak lee know nanti aku yang hubungi" balas hyunjin.


Bada hanya me roll eyes matanya membaca pesan dari sieun.


"Ok"


"Yes!!" serunya antusias.


Hyunjin segera memasukkan ponselnya ke saku celananya dengan gutsar terburu-buru seperti takut akan sesuatu, ia takut jika informasi yang ada di ponselnya ketauan oleh teman-temannya, lalu mereka pun memesan minuman jus tapi tidak dengan hyunjin.


Ting..Tong..Ting..Tong..


Setelah selesai istirahat akhirnya bel masuk pun berbunyi saatnya mereka masuk ke kelas dan melanjutkan pelajaran mereka dan mereka pun belajar dengan giat.


...****************...


Ting..Tong..Ting..Tong..


"Akhirnya pulang juga.." seru sieun antusias.


"Baiklah pelajaran bapak akhiri sampai disini, terima kasih sampai jumpa minggu depan"


Mereka semua merefresh otaknya setelah belajar pelajaran matematika yang membuat otak ngebul lalu mereka pun siap-siap untuk pulang.


Tidak lupa untuk bada dan sieun juga orang yang piket hari ini untuk membersihkan kelas.


Hyunjin pun bersiap untuk memakai hoodienya setelah selesai ia pun bersiap untuk pergi ke luar untuk menelpon lee know alasan lainnya juga karna kelas sedang di bersihkan oleh bada, sieun dan anak-anak yang piket hari ini, jadi ia keluar untuk menghargai mereka semua, jadi ia pun segera keluar.


Saat hyunjin yang telah keluar kelas ia pun di hampiri oleh sieun yang penasaran apakah hyunjin telah menghubungi lee know atau belum? sementara itu ia kini baru saja sedang menempelkan ponselnya di telinganya.


"Hi hyunjin.." Lalu hyunjin pun menengok ke arah sieun seraya melepaskan ponselnya dari telinganya.


"Ya..? ada apa sieun?"


"Gimana? udah hubungi kak lee know?" Lalu hyunjin pun mengangkat ponselnya dan menunjukkan sesuatu pada sieun tertulis di sana bahwa kini ia sedang menghubungi lee know namun belum di angkat.


"Oh yaudah kalo gitu aku.." menunjuk ke arah kelas, lalu hyunjin pun mengangguk mengiyakan maksud sieun yang akan pergi ke kelas melanjutkan aktivitas rutinnya yaitu membersihkan kelas.


"Yes!!" serunya pelan.


"Kak lee know ikut.. kak lee know ikut.." serunya pelan seraya pergi meninggalkan hyunjin untuk kembali ke kelas dan hyunjin hanya menggelengkan kepalanya pelan beberapa kali.


Sieun pun kembali ke kelas dengan wajah yang berseri-seri membuat bada heran. Setelah sampai ia pun segera menghampiri bada.


"Aaaaaaaaaa da mau tau ga?"


"Tau apa nih?"


"Aku seneng banget ternyata...."


"Ternyata apa??"


"Yeeh.. kirain ada apa?" Tapi setelahnya ia tersenyum.


"Iiih emang kenapa? itu juga kan berita bagus.."


"Iyaa iyaa deh.." bada pun menggeleng pelan lalu beralih pada sapunya lagi dan lanjut membersihkan kelas lagi dengan yang lain.


Kembali lagi pada hyunjin setelah beberapa kali menghubungi lee know akhirnya tersambung juga.


"Halo.. halo hyung?"


"Oh halo hyunjin ada apa?"


"Hyung apa hyung sedang sibuk saat ini?"


"Oh iyaa iyaa aku sedang sangat sibuk hari ini.. aku sedang ada di rumah dan tadi memandikan kucing-kucingku" Hyunjin pun me roll eyes matanya.


"Mana ada sibuk hanya dengan kegiatan itu saja, dasar maniak kucing.." serunya pelan tapi terdengar oleh lee know.


"Apa?! Apa kau bilang?! Sini kau! Akan ku masukkan kau ke air friyer 180° mau?" Hyunjin pun mengaga kaget ia takut pada lee know tidak tau alasannya kenapa? tapi ia memang takut pada lee know.


"Maaf maaf hyung serius hari ini felix sakit.."


"Oh sakit? sudah ke dokter?"


"Aku tidak tau soal itu tapi hari ini kami akan menjenguknya, apakah hyung mau ikut?"


"Tidak.."


"Ah hyung kenapa?" Lalu tiba-tiba ada han yang baru tiba menghampiri hyunjin.


"Aku sibuk.."


"Ada apa?" bisiknya.


"Ini lee know hyung, bujuk dia.." Lalu hyunjin segera memberikan ponselnya pada han.


"Tidak hyunjin aku tidak ik--" kata-kata lee know terpotong saat han mengatakan.


"Hey sayang.."


"Oh siapa? han?"


"Ya"


"Kalau begitu aku ikut.. bye" Hyunjin me roll eyes matanya.


"Tunggu aku yaa sayang.." canda lee know.


"Ok jangan lama-lama yaa.."


"Ok" Lee know segera mematikan teleponnya lebih dulu membuat hyunjin kaget dan diam dalam ekspresi kesal dan han menepuk pundak hyunjin beberapa kali lalu seungmin, changbin dan jeongin pun tiba disana juga.


Tinggal menunggu bada dan akhirnya ia juga tiba.


"Sudah beres?"


"Hmm" bada mengangguk seraya tersenyum manis semua melihat ke arah mereka berdua.


"Ekhem" seru mereka bersamaan dan sieun mencari keberadaan lee know tapi ia tidak ada disana, sieun pun menghela nafas kecewa.


"Yaaah kak ino gak ada.." bada mengelus tangan sieun pelan lalu sieun pun menggandeng lengan bada dan bersandar padanya.


"Yaudah ayo.." Mereka pun berjalan menuju tempat parkir bagi yang memiliki kendaraan saja dan yang tidak menunggu di depan gerbang sekolah.


Yang memiliki kendaraan hanya hyunjin saja, setelah hyunjin selesai mengambil kendaraannya mereka pun menunggu di depan gerbang sekolah.


"Kita nunggu siapa lagi?" seru sieun antusias karna ia tau kak lee know pasti ikut firasatnya tidak mungkin salah.


"Siapa lagi.."


"Istri han.." seru seungmin keceplosan dan sieun pun jadi tercengang kaget.


"Apa maksud seungmin manggil kak lee know istri han?"


"Ssst" seru han memerintahkan seungmin untuk diam.


"Aaaah lama sekali, aku lapaaaar!!" seru changbin ngegas dan membuat semua terkekeh.


Dan sieun pun masih dengan fikirannya yang jadi berfikir kemana-mana karna omongan seungmin.


"Apa maksud seungmin kak lee know itu penyuka sesama jenis? Eh engga engga itu engga mungkin!" batin sieun seraya menggelengkan kepalanya cepat dan bada memperhatikannya heran.


"Ada apa?" Sieun pun jadi tersadar.


"Oh engga engga gak ada apa-apa hehe"


Lalu tak lama sebuah mobil pun tiba di hadapan mereka, lalu.


Tin..Tin..


Mengklakson ke arah mereka membuat senyum mengembang di wajah sieun.


"Yeay kak lee know akhirnya dateng juga, semoga apa yang aku fikirkan itu salah!" lee know pun membuka kaca mobilnya.


"Ayo masuk.." serunya penuh keramahan, lalu mereka pun masuk kecuali bada yang ditahan oleh hyunjin dengan memegang tangannya agar tidak masuk ke mobil dan lebih memilih pergi bersamanya dengan menaiki motor miliknya.


Bada pun tersenyum dan naik ke motor hyunjin lalu memakai helmnya, lalu han, seungmin, changbin, jeongin naik di jok belakang mobil sedangkan sieun di depan dengan kak lee know.


"Ok pake sabuk pengamannya.." Mereka pun memakai sabuk pengamannya.


"Ok pertama-tama kita kemana dulu nih?"


"Oh kita ke toko buah dulu kak sekalian beli buah buat felix"


"Ok kalau begitu ayoo let's gooo..." lee know pun segera menyalakan mesin mobilnya dan segera melenggang pergi diikuti oleh hyunjin dengan bada di motornya, lalu lee know memperhatikan hyunjin dan bada lewat kaca spion mobilnya ia baru menyadari sesuatu, sepertinya ada sesuatu di antara mereka.


"Ada apa dengan mereka? waaah apakah mereka??" lee know menganga tak percaya dengan apa yang ia fikirkan tentang mereka berdua.


"Entahlah aku tidak tau.." seru han dan in yang memang sudah menyadari ada sesuatu di antara mereka berdua namun tidak berani mengkonfirmasinya langsung kepada yang bersangkutan, ia hanya menganga kaget melihat kedekatan mereka berdua.


"Apakah mereka sungguhan berkencan? benarkah?" seungmin mengangkat tangannya tidak tau, dan han pun bernyanyi lagu tentang cinta.


"AAAAAAA SARANGHAE...." nyanyian han. In, seungmin juga sieun menutup kedua telinganya karna suara yang begitu memekakkan telinga.


"WOOOOO" Nyanyian balas dari lee know. Han pun jadi terkekeh dan sisanya menutup kedua telinga mereka masing-masing.


"Aaaa cepatlah aku lapaar!!" seru changbin.


"Ya! aku juga" seru han jujur. Dan sieun hanya terkekeh, lee know memperhatikan ke arahnya diam-diam tapi masih senantiasa bersikap tsundere.


...****************...


Setelah lama diperjalanan akhirnya mereka pun sampai di toko buah, lalu sieun pun turun dengan mengajak bada untuk membeli buah dengan uang kas dan uang patungan mereka sebelumnya tapi lee know dan sisanya han, in, seungmin, changbin tidak turun dari mobil.


Biarkan itu menjadi urusan para gadis saja, mereka paling faham soal begitu begitu fikir mereka, lalu hyunjin pun memarkirkan motornya dekat dengan mobil lee know seraya masih duduk di jok motornya.


"Hyunjin apa ini? kau berkencan dengan bada?? kau bahkan tidak memberitahu ku soal masalah sepenting ini!"


"Maaf hyung aku hanya tidak ingin banyak orang yang tau tentang hubunganku dengan bada"


"Tapi tetap saja, sebentar lagi kita akan jadi seorang idola, berkencan itu tidak dibenarkan untuk seorang idola, kau faham kan maksudku? ini semua demi kebaikan kita"


"Hmm yeah aku tau" seru hyunjin seraya melihat ke arah bawah.


Lalu tak lama mereka pun selesai membeli 2 keranjang buah 1 dari uang kas dan satu lagi dari semua yang ikut hari ini untuk menjenguk felix.


Sieun pun masuk ke mobil dan bada juga naik ke atas motor hyunjin, lalu mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke rumah felix, lalu sieun segera menghubungi felix lewat pesan sosial media what's app agar ia tidak kaget saat mereka tiba disana untuk menjenguknya dan memastikan ia berada di rumahnya atau tidak takutnya jika ia pergi ke rumah sakit untuk berobat.


"Felix kita sedang ada di jalan mau jenguk kamu sama semua teman-teman"


Felix pov


Disisi lain felix yang sedang bermain game sambil makan makanan ringan karna tidak benar-benar sakit itu seketika..


Ting..Tong..


Ponselnya berdering, ia mendapat sebuah pesan dari sieun dan ia segera membacanya.


"WHAT?! AAAAA" ia pun segera panik kalang kabut segera mematikan gamenya dan membersihkan sisa makanan dan minuman yang ia makan sebelumnya dari tempat mainnya dan memasukkannya ke lemari pendingin setelah itu ia segera tertidur di kasurnya dan memakai selimut sampai batas dada agar tidak di curigai oleh mereka.


"Sudah ada dimana?"


Ting..Tong..


Sieun pun segera membaca dan membalasnya.


"Sebentar lagi kita sampai"


Dan tak lama akhirnya mereka pun sampai di apartemen felix lalu lebih dahulu mereka bertanya pada petugas resepsionis di front office berapa nomor apartemen felix.


"Kak mau cari apartemen atas nama felix kira-kira nomer berapa yaa?"


"Oh coba di cari dulu yaa kak" Petugas resepsionis pun segera memeriksa berapa nomor apartemen felix setelah ketemu.


"Oh nomer 502 kak"


"Oh iyaa makasih yaa kak"


"Iyaa kak sama-sama" sieun pun menghampiri bada hyunjin lee know dan teman-temannya yang lain.


"Ayo nomor 502"


"Oh ok ayo" seru lee know seraya menahan senyum, yang lain berjalan sedangkan hyunjin tertinggal di belakang sedang melamunkan tentang masalah felix dan merelakan bada, ia tidak tau harus bagaimana? ia harus memilih antara persahabatan dan cinta.


Lalu bada pun jadi memperhatikan ke arah hyunjin yang tertinggal dari teman-temannya dengan ekspresi cemas.


"Hyunjin mana hyunjin?" lalu mereka semua menengok ke arah hyunjin yang tertinggal di belakang.


"Aaaaaa itu dia" seru han sebelumnya mencari hyunjin dan setelah menemukannya ia segera menunjuknya.


"Aaah common man!" seru seungmin lalu hyunjin pun tersadar dan segera menyusul mereka, bada hanya memperhatikannya sedari tadi.


"Sebenarnya ada apa dengan hyunjin?" batin bada.


Lalu mereka pun menaiki sebuah lift yang cukup besar secara bersamaan hyunjin dan bada berada pada barisan paling belakang, pintu lift pun menutup dan segera naik, saat telah sampai lalu lift pun berhenti dan tiba-tiba berguncang membuat bada tersenggol oleh orang disebelahnya dan akan jatuh tersungkur tapi hyunjin menariknya dan membawanya kepelukannya mata mereka pun kembali bertemu lalu in melihat ke arahnya.


"Ekhem.. khem!"


"Cuacanya panas yaa?" seru in kencang seraya mengibas-ngibas lehernya dengan tangannya mengangin angininya pertanda bahwa ia sedikit tidak nyaman dengan apa yang hyunjin dan bada lakukan saat ini, alhasil bada dan hyunjin pun tersadar lalu segera kembali pada posisi mereka semula. Hyunjin semakin overthinking ia semakin bingung pada keputusannya.


"Oh? ini dingin kan ada Ac" seru han jujur dan in hanya menarik dasi sekolahnya agar terbuka sedikit lebih lebar berpura-pura ia sedang merasa kegerahan.


"Ah bagiku ini sedikit panas" seru in, lalu pintu lift pun terbuka.


"Ayo keluar.." in keluar lebih dulu lalu yang lain menyusul dari belakang.


"Aw kiyowooo.."


Kini mereka telah sampai di apartemen felix yaitu di lantai 5 nomor 02 jadi 502, lalu segera menekan tombol bel dari luar.


"Oh apa itu mereka?" felix pun segera bangun dan melihat mereka lewat layar di bel pintunya dan benar mereka sudah ada disana, lalu ia membukakkan pintu untuk mereka semua tapi mereka semua bersembunyi hanya tersisa bada disana dengan hyunjin dibelakangnya.


"Hi felix.." seru bada menyapa felix, lalu felix pun tersenyum tapi saat melihat ke arah hyunjin ia jadi teringat akan tadi malam saat hyunjin dan bada berpelukan erat dan hyunjin menatapnya tajam dan saat kembali melihat ke arah bada felix jadi terbayang akan kejadian memalukan dirinya juga tadi malam saat ia mencium seorang gadis dan ia membayangkan gadis itu adalah bada lalu ia menggeleng pelan dan tersadar dan merasa malu sekaligus.


"Ada apa?" felix menggeleng pelan.


Ddaaaa!!!


"Woooo!" seru felix kaget matanya mengedip beberapa kali.


"Surpricee..." Lalu semua orang pun muncul dari belakang.


"Waaaa.."


"Ayo masuk.." Lalu semua pun masuk satu persatu kesana.


"Wah besar sekali apartemennya" Seru sieun antusias.


Felix segera terduduk di sofa seraya menyisir rambutnya ke arah belakang, lalu mereka pun ikut duduk di sofa dan sebagian yang lain masuk ke area tempat game, In, seungmin dan han sedangkan hyunjin bada, sieun, lee know dan changbin duduk di sofa.


"Hyung game ini bisa dimainkan?"


"Oh yeah bisa" felix segera menghampiri anak-anak yang ingin bermain game lalu membantunya menyalakan game tersebut.


"Wah kau tinggal sendiri di tempat sebesar ini?" seru sieun merasa takjub dengan besarnya apartemen felix.


"Hmm kadang ada lee know hyung dan hyunjin yang berkunjung" sieun pun jadi kaget.


"Mengapa tidak bilang dari tadi kak? aku kan jadi ga perlu tanya ke resepsionis tadi.." Lee know pun terkekeh kelakuan usilnya ketauan oleh sieun begitupun yang lain ikut terkekeh bersamanya.


"Hahahaha" seru lee know tertawa puas karna telah menjahili sieun, lalu felix pun segera kembali ke sofa dan duduk di sebelah bada disisi kanan sedangkan hyunjin berada di sisi kiri.


"Kamu sakit apa lix?"


"Oh well um... aku hanya demam, iyaa demam.." felix tersenyum gugup lalu changbin segera memeriksa dahi felix namun tidak panas sama sekali.


"Uh tidak panas" seru changbin.


"Mungkin sudah membaik karna di kompres" seru felix lagi seraya tersenyum gugup tapi bada tersenyum ia tau felix sedang berbohong saat ini karna ia menatap kedua matanya dan mereka tidak bisa berbohong.


Hyunjin pun hanya diam sedari tadi seraya mengelus elus bibirnya dengan jempol ia kembali teringat kembali akan cerita yang diberitahukan oleh erik bahwa felix pada malam kemarin sedang berada di toko minuman dan minum sampai mabuk disana lalu berakhir dengan mencium seorang gadis.


"Oh hyunjin ada apa? mengapa kau diam saja sedari tadi? apakah ada sesuatu, coba ceritakan pada kami" hyunjin pun tersadar.


"Oh tidak hanya sedang memikirkan tentang hal yang sangat tidak penting.." seraya menatap ke arah felix tajam karna dia kini ia berada dalam masalah fikirnya.


"Aaah kalau begitu sekarang beritahukan tentang hubungan kalian.." seru lee know frontal kepada hyunjin dan bada membuat hyunjin seketika melotot begitupun bada lalu mereka memandang satu sama lain, senyum di wajah felix pun perlahan memudar mendengar apa yang dikatakan oleh lee know.


"Memang ada apa di antara mereka hyung?"


"Kau tanyakan saja pada mereka berdua.." bada pun jadi tersipu malu lalu sieun terkekeh. Felix pun menatap ke arah bada dengan tatapan meminta penjelasan dan bada hanya menatapnya seraya tersenyum dengan ekspresi gemas.


"Aaaaa apakah di lemari es ada makanan? aku lapar sekali percakapan ini membuatku sangat lapar.." seru changbin.


"Betul sekali aaaah aku lapar" seru lee know.


"Oh iyaa aku bawa buah" sieun segera mengambil buah yang ia bawa dan ia simpan sebelumnya di meja dekat rak sepatu lalu ia ambil.


"Ini mau di taro dimana?"


"Eugh kalian repot repot sekali, simpan saja di meja makan"


"Baiklah" sieun pun segera ke meja makan membawa dua buah lalu di bantu oleh bada membawakan satu buahnya untuk di cuci dan dipotong.


Saat akan di potong tiba-tiba..


Braaak!!