WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Sentuhan


Ting..Tong..Ting..Tong..


Bel istirahat pun telah berbunyi ini saatnya untuk semua siswa-siswi istirahat dan rehat sejenak, hyunjin pun pergi ke luar dengan felix yang merangkulnya.


Sebelumnya banyak yang menawarkan hyunjin dan felix makanan dan minuman juga hadiah tapi tidak hyunjin terima sama sekali tapi beda dengan felix ia menerimanya tapi tidak mengambilnya, dan lebih memilih memberikannya kembali pada mereka untuk mereka makan sendiri, memang felix sangat perhatian sedangkan hyunjin lebih memilih keluar kelas dengan mengajak felix.


"Bada ayo ke kantin?" seru sieun yang  berniat ingin mengajak bada untuk pergi ke kantin, lalu bada pun mengangguk mengiyakan menerima ajakan sieun.


Setelah sampai di kantin mereka pun duduk di salah satu meja kursi di sana.


"Eh mau pesan apa? sini biar aku pesenin."


"Oh iya, aku jus jeruk aja.." ucap bada dengan suara pelan.


"Yaudah sama deh. Bu, jus jeruk 2"


"Iyaa silahkan ditunggu ya.. "


"Iyaa bu.." bada dan sieun keduanya mengangguk mengiyakan ucapan ibu kantin.


Tidak lama kemudian pesanan pun tiba, tapi seketika para siswi kembali riuh dengan teriakan. Ternyata hyunjin dan teman-temannya datang ke kantin dan semuanya anak eskul dance.


"Waah tampan sekali yaa mereka.. " seru ibu kantin menyeru dan bada hanya tersenyum, sedangkan sieun sibuk memperhatikan mereka yaitu hyunjin and the gang!


Mereka beranggotakan Hyunjin, Felix, Han, Changbin, Seungmin dan Jeongin adik kelas 11 yang menggemaskan. Jeongin sering di panggil dengan sebutan In. Nama panggungnya saat dance.


Bada tidak terlalu mengenal mereka tapi ia tau Han, Changbin, Seungmin, dan Jeongin walaupun ia tidak pernah satu kelas dengan mereka kecuali in karna ia kelas 11 dan felix ia tidak pernah melihatnya sama sekali lalu bada pun menoel lengan sieun untuk kembali bertanya padanya.


"Eh kenapa da?"


"Boleh nanya lagi gak?"


"Oh iyaa silahkan.."


"Kok aku gak pernah liat felix sebelumnya yaa sieun? Atau apa emang aku aja yang kudet hehe"


"Oh engga kok mungkin karna felix itu murid pindahan dari Autralia tahun kemarin da, di kelas 11 kebetulan di kelas aku"


"Oh.. pantes aja aku gak pernah liat dia" seru bada seraya mengangguk pelan beberapa kali, sieun pun ikut mengangguk. 


"Kamu gak kudet kok da hehe" seru sieun menggoda bada dan bada hanya terkekeh.


Dan ternyata benar pantas saja mengapa bada tidak pernah melihat dan bertemu dengan felix sebelumnya karna ia adalah murid pindahan dari Australia saat kelas 11 dari kelas yang berbeda dengan bada tapi sekelas dengan sieun.


Sebelumnya hyunjin selalu berkumpul bersama mereka, tapi felix mungkin karna masih baru waktu itu jadi ia jarang ngumpul bareng hyunjin dan kawan-kawan jadi bada tidak tau dan tidak pernah melihatnya.


Setelah berjalan dengan damage yang berlebih mereka pun memutuskan untuk duduk dimana? lalu mereka berjalan melewati bada dan duduk di meja kursi di belakang bada yang agak luas, cukup untuk mereka semua.


Bada meneguk salivanya, ia menunduk malu saat hyunjin melewatinya, lagi-lagi entah sengaja atau tidak hyunjin duduk di bangku yang membelakangi bada, bersebelahan namun saling membelakangi satu sama lain.


"Aduh gimana ni..?" batin bada, bada menengok sedikit ke arah belakang dan ternyata


Deg!


Betapa terkejutnya ia saat tau hyunjin berada tepat di belakangnya, bada seketika jadi kalang kabut.


Bau parfum hyunjin menyeruak ke segala arah yang ada di dekatnya, dan bada menciumnya.


"Hmm wangi.." batinnya, kini ia pun tersadar dan kaget seketika menutup mulutnya yang menganga karna shock berat.


"Kamu kenapa da? Are u ok..? gwenchana?!" ucap sieun sedikit keras, bada menautkan jari telunjuknya ke mulutnya pertanda sieun harus diam.


"Sssst.."


Entah sengaja atau tidak karna berjarak sangat dekat dan.


Deg!


Punggung hyunjin pun bersentuhan dengan punggung bada membuat bada seketika gugup dan menutup kedua matanya merasakan suhu tubuh hyunjin yang bersatu dengan tubuhnya seraya menggigit jari tangannya, hyunjin sedikit melirik ke arah bada dengan wajah innocent.


"Hangat.. " batinnya.


Rasanya seperti ada kupu-kupu beterbangan di perutnya.


"Bada, aku ke toilet dulu yaa.." ucap sieun


"Oh iyaa.. " ucapnya pelan karna takut terdengar oleh hyunjin.


Punggungnya yang menempel dengan punggung hyunjin itu ia jauhkan supaya tidak di curigai oleh sieun dan yang lain berusaha bersikap normal padahal dia sedang sangat salah tingkah.


Felix pun melihat ke arah punggung wanita yang membelakangi hyunjin.


"Oh that girl.." ia pun bangkit dari kursinya menghampiri bada dan duduk di sampingnya di kursi sieun.


"Oh you!" Bada kembali terkesiap mendengar suara berat atau deep voice felix, matanya membulat lalu tersenyum kikuk.


"Kita belum kenalan sebelumnya, karna tadi gagal hehe" felix kembali mengulurkan tangannya pada bada, sedangkan gadis itu hanya menganga seraya mengatakan


"Aaah" dengan nada datar lalu mengangguk pelan beberapa kali, ia pun dengan perlahan membalas uluran tangan felix dengan canggung.


"Felix.."


"Bada.. " ucapnya seraya tersenyum canggung.


Hyunjin teralih fokus, ia pun memutar tubuhnya 180 derajat ke arah felix dan bada tapi bangkunya tetap menghadap ke depan, tapi bada tidak menyadarinya, sedangkan han, changbin dan seungmin juga jeongin sedang fokus pada ponselnya masing-masing.


"Ah bada.. nama yang indah, mengenal bada jadi ingat memori indah tentang pantai, Bada.. laut kan?" Bada kembali hanya tersenyum kikuk mencoba berbaur dengan felix, hyunjin yang mendengar ucapan felix yang kaku itu pun ikut tersenyum seraya menutup mulutnya dengan gumpalan tangan.


Tapi kembali berubah dingin setelah han melihat dan menatapnya seakan-akan berkata


"Apa?" Hyunjin dengan cepat mengubah posisinya memutar kembali ke arah depan lalu menggeleng dengan cepat seraya melototi han.


"Kalau begitu, Aku" Felix menunjuk ke arah kursi samping se akan-akan mengatakan


"I gotta go" pada bada, lalu bada pun tersenyum manis mengangguk pelan mengerti mengiyakan maksud felix.


"Wow felix! who is she?" Han bertanya penasaran.


"Yeah who is she?" changbin menambahkan, sedangkan seungmin hanya tersenyum lebar sedangkan jeongin tertawa dengan suara khasnya menunggu jawaban dari felix.


"No no she's just my friend" ucap felix.


"Aaa common man!" ledek han tertawa puas seraya menepuk pundak felix sedikit keras, namun felix hanya tersenyum manis menatap punggung bada.


"Duh apasih.." Bada menggembungkan kedua pipinya gemas seraya memasang ekspresi salah tingkah, pipinya merona merah memanas seperti buah tomat, rasanya ia ingin segera pergi dari tempat itu, sedangkan hyunjin hanya diam tak bergeming dari ponsel dan headsetnya dan bada melihat ke arahnya.


"Hm dasar tidak peka!" ucap bada pelan.