WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Satu kelas


...Haloo guys ini cerita pertama aku di noveltoon semoga kalian suka yaa..πŸ’•πŸ˜...


Hari ini adalah hari yang special, yaitu adalah hari kenaikan kelas, Park Bada telah naik ke kelas 12, sekaligus ini adalah tahun ketiganya ia menyukai seseorang tapi naasnya rasa sukanya itu tidak pernah terbalaskan, karna selama ini ia hanya menyukai pria itu secara diam-diam tidak berani mengungkapkan hanya bisa menatap dari kejauhan.


"Huft" pekik bada menyerah, padahal sebenarnya ia ingin sekali mengungkapkan perasaannya, tapi ia tidak memiliki cukup keberanian sedikitpun untuk melakukan itu, dengan melihat pria itu dalam keadaan baik saja sudah cukup untuk bada. Ia tidak menginginkan lebih untuk saat ini. Tapi emang mengsedih huhu.


Bada sedang berjalan menuju mading untuk mencari informasi tentang kelas barunya.


"Eh..eh.. apa itu? ayo kesana.." Segerombol siswa pun pergi dan menggerumut di satu tempat.


"Ada apa ya disana?" Bada segera pergi ke arah mading, setelah melihat kesana ternyata ada informasi soal kelas barunya di mading.


Perlahan ia baca satu persatu nama siapa saja orang yang satu kelas dengannya seraya tidak lupa juga mencari-cari namanya.


Setelah beberapa lama mencari akhirnya ia melihat namanya disana dan


Deg!


Bada tidak sengaja melihat nama itu, ia terkejut bukan main seketika matanya terbelalak melihat nama pria yang ia sukai sejak lama selama 2 tahun lebih itu ternyata satu kelas dengannya!


"APA?! Hwang Hyunjin, 12 A woaaah!" ucapnya antusias seraya menganga tak percaya.


Seketika bada menutup mulutnya dengan satu tangan, takut jika alih-alih orang lain mendengar apa yang ia katakan tadi.


"Oh aku sangat berlebihan kali ini ok ekhem.. bada tenang, huft.." serunya seraya menghela nafas panjang.


Tak lama kemudian datanglah seseorang yang bada gumamkan sedari tadi, dengan postur tubuhnya yang tinggi, dan wajahnya yang kecil nan indah, juga mata elangnya yang tajam, sangat tampan sekali semuanya


"Perfect." fikir bada seraya menatapnya dengan tatapan mata yang berbinar-binar. Memang mata tidak bisa berbohong. Mereka hanya berbinar saat melihat orang yang bada sukai.


Disertai sapaan dari siswi-siswi wanita yang mengerumuninya.


Ya! Hyunjin, dia siswa yang populer tapi ia sangat dingin terhadap siswi wanita, lihat? tidak ada satupun sapaan yang ia balas, dan ini adalah salah satu alasan mengapa bada tidak berani bicara dan speak up tentang perasaannya, ia takut di tolak bahkan tidak dianggap sama sekali oleh pria dingin itu.


Alasan lainnya juga karna ia berfikir banyak sekali wanita yang ingin menjadi pasangan hyunjin, banyak sekali saingan bahkan ia pernah melihat hyunjin banyak menolak perasaan para gadis yang menyukainya, membuat bada kini sangat tidak percaya diri untuk menyatakan perasaannya pada hyunjin dan gak mungkin juga kan di antara banyaknya orang yang menyukainya hyunjin, ia akan memilihya sebagai pasangan?


"It's impossible" fikir bada.


Mata tajam pria itu kini bergerak menurun seraya melihat dan membaca nama-nama siswa yang ada di kertas mading.


Setelah namanya ketemu ia pun mengangguk pelan, bibirnya yang ranum berwarna merah merona itu kini membentuk garis lurus, lalu ia melirik sekilas ke arah bada, entah sengaja atau tidak mata mereka pun bertemu, bada jadi salah tingkah karna itu lalu ia pun tersenyum kikuk seraya mengangguk.


Tapi hyunjin langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain lalu melenggang pergi begitu saja.


"Barusan itu apa? Mengapa hyunjin tiba-tiba menatap ke arah ku?"


Batinnya merasa sangat senang tapi di sisi lain bada masih diam karna salah tingkah.


Rasanya ia ingin teriak kegirangan saat ini karna satu kelas dengan hyunjin, tapi hell no tidak bisa karna ia sangat jaim.


Bada memang gadis yang sedikit pendiam, ia tidak memiliki satu orang pun teman disisinya padahal ia sangat cantik. Mungkin karna kepribadiannya yang introvert menurutnya saat ini ia belum menemukan teman yang pas dan nyaman untuknya untuk ia percaya.


Tapi sepertinya dewi fortuna sedang berpihak padanya kali ini. Ia kini jadi tidak sabar membayangkan bagaimana hari-harinya nanti bersama dengan hyunjin walaupun mungkin tidak ada interaksi di antara mereka tapi ia sudah cukup bahagia karna dengan satu kelas saja dengannya ia jadi bisa melihat hyunjin setiap hari.


"Aaaaaaaa sungguh membahagiakan" dan hari-harinya akan jadi lebih bahagia mulai dari sekarang, entah mengapa bada merasa ini adalah permulaan yang baik, mungkinkah hari-hari selanjutnya akan terasa sangat baik seperti hari ini? Entahlah tapi bada harap ada keajaiban dan itu terjadi.


"Yes!!" Serunya pelan dengan rasa bahagianya yang membeludak lalu ia pun pergi untuk mencari kelas barunya.


Tak lama kemudian ia pun sampai di kelas barunya yaitu kelas 12 A. Seraya mencari tempat untuk duduk, mata bada sibuk mencari kesana kemari dimana keberadaan hyunjin, dan


Deg!


Pria itu ternyata sedang duduk di bangku kiri paling belakang dekat jendela, dengan kedua earphone yang menempel telinganya


"Aaa tampan sekali.." batinnya, saat ini tidak ada orang lain disana hanya ada bada dan hyunjin yang sedang memakai earphone mendengarkan lagu kesukaannya itu.


Karna merasa gugup dan sangat canggung bada berniat ingin kembali keluar tapi tiba-tiba hyunjin dengan kedua mata elang tajamnya beralih menatap ke arah bada dengan tajam.


Dan tanpa bada sadari secara reflek ia pun jadi terduduk di kursi meja pertama di pojok kanan yang bersebrangan dengan hyunjin, kini mereka membentuk garis miring lurus.


Bada hanya diam dalam kegugupan


"Duh gimana ni..? Kenapa aku malah duduk disini?" batinnya.


Tapi diam-diam ia curi-curi pandang ke arah hyunjin tapi pria itu hanya diam tak bergeming sibuk dengan ponselnya tidak menyadari apa yang sedang gadis itu lakukan, ia tidak sadar hanya terfokus pada lagu yang ia dengarkan sedari tadi.


"Iss tidak peka.." batin bada.


Setelah cukup lama curi pandang, hyunjin pun akhirnya sadar, karna merasa risih ia bangkit dari kursinya menuju pintu keluar.


Sedangkan bada sang pelaku hanya diam saat hyunjin bangkit dari kursinya ia kaget, seketika pura-pura mengambil ponsel dan memainkannya sembarang, tapi matanya masih sibuk melihat langkah demi langkah kaki jenjang hyunjin berjalan pergi menuju pintu keluar.


Setelah hyunjin pergi bada mengusap dadanya pasrah.


"Huft.." ucapnya.


"Tapi tadi dia sadar ga ya..? mudah-mudahan engga deh, duh hyunjin kapan si kamu peka? hmm" ucapnya dalam hati.


Bada terdiam masih dalam keadaan canggung memikirkan hyunjin tapi setelahnya ia tersenyum.


"Hehe gapapa deh yang penting sekarang kita satu kelas." ucapnya lagi dalam hati.