WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Mengungkapkan Perasaan?


Sieun menunjuk keberadaan hyunjin dengan wajahnya dan bada pun melihat ke arah hyunjin.


Glek!


Ia meneguk salivanya, mata mereka pun kembali bertemu.


"E-eh apa sih sieun engga laah.. aku gak mikirin hyun-jin kok, aku pusing mikirin pelajaran, soalnya kan sebentar lagi kita UN hehe" Seru bada pelan gelagapan.


Hyunjin pun mulai melangkah masuk ke dalam kelas tidak perduli seraya menggeleng beberapa kali melihat ke arah bada dan sieun.


"Ih apasih da.. Kita kan baru aja naik ke kelas 12.. santai dulu laah masa udah jauh-jauh mikirin UN.. Jangan-jangan kamu bohong yaa...?!! Pasti kamu emang sering mikirin hyunjin! iyaa kaan..?" Sieun mencolek pipi bada seraya menggodanya.


Bada panik tapi matanya masih saja dengan diam-diam memperhatikan hyunjin yang sedang berjalan untuk pergi ke bangkunya lalu menyimpan tasnya seraya duduk disana.


Ting.. Tong.. Ting.. Tong..


Bel masuk pun berbunyi saatnya jam pelajaran pertama di mulai, karna pelajaran pertama adalah bahasa inggris, mereka pun ditugaskan guru yaitu Mrs. Dyanne untuk membuat puisi berbahasa inggris.


Sebelum membuat puisi mereka juga ditugaskan untuk mengerjakannya secara kelompok, sieun dengan antusias menarik lengan bada.


"Aku sekelompok sama kamu yaa daa.." Bada mengangguk setuju mengiyakan ajakan sieun.


"1 kelompok 4 orang yaa" Karna di kelas ada 36 siswa jadi dibagi 4 orang 1 kelompok jadi 9 kelompok.


"Dan kelompok ini bersifat tetap, setiap ada pelajaran bahasa inggris kelompok tidak akan mrs ubah-ubah lagi, jadi tidak perlu repot mencari kelompok lagi." Siswa dan siswi seketika riuh terutama siswi wanita, mereka ingin satu kelompok dengan hyunjin dan felix.


Selain felix yang orang tuanya tinggal di Australia secara langsung ia juga jago bahasa inggris dan mereka juga tampan, jago dance dan bernyanyi mereka juga populer, siapa yang tidak ingin satu kelompok dengan mereka tidak terkecuali bada.


Bada terus memperhatikan hyunjin yang sedari tadi sedang memangku wajahnya dengan satu tangan mengarah ke arah jendela disisi kirinya ia terlihat tidak perduli dengan keributan yang terjadi di kelas.


"Da, kita kurang 2 orang lagi nih.." Bada masih diam dalam lamunannya.


"Hey... "


"Hmm" masih melamun, sieun mengikuti ke arah mana mata bada melihat ia pun langsung tau.


"Oh hyunjin.." batin sieun seraya tersenyum usil mengangguk beberapa kali.


Mrs. Dyanne masih membiarkan siswa-siswi yang sedang ribut memilih kelompok belajar, sedari tadi felix bingung dengan siapa ia harus berkelompok, sedangkan hyunjin terlihat tidak perduli ia hanya diam sedari tadi.


"Ok semua be quite please... semua sudah dapat kelompok?"


"Belum bu.. semua cewe ingin satu kelompok sama hyunjin dan felix." seru siswa pria yang kesal karna para gadis pilih kasih pada mereka.


Mrs. Dyanne pun tersenyum dan mengerti betul dengan apa yang terjadi.


"Ok Felix, Hyunjin sekarang kalian pilih ingin sekelompok dengan siapa?" Felix menganggkat tangan kanannya ke atas.


"Ya felix"


"Bada mrs.." Sieun menoel tangan bada, bada yang masih diam dalam lamunannya pun tersadar.


"Hmm?"


"Wah da tanpa kita berusaha keras ternyata jackpot ada di tangan kita.. yes!" Bisik sieun pelan bada hanya tersenyum sarkatik menyipitkan kedua matanya.


"Ok bada.. lalu hyunjin, how about you?" Hyunjin menggulum bibirnya.


"Umm.." Ia berfikir keras seraya matanya melihat ke arah bada, dan gadis itu menunduk malu.


"Aku ikut felix aja mrs.." Serunya seraya tersenyum pada mrs dyanne. Bada tersenyum kecil.


"Yaaaaaaah.." seru semua siswi wanita yang langsung melihat ke arah bada tajam tapi gadis itu tidak sadar.


"Ok sudah ditentukan.. jadi yang lain jangan ribut lagi yaa.."


"Semuanya ayo duduk dengan kelompoknya masing-masing..!" Bada diam-diam tersenyum dalam hatinya sedang meledak-ledak penuh dengan perasaan bahagia, lagi-lagi tuhan memberinya kesempatan untuk lebih dekat dengan hyunjin.


Semua siswa siswi sibuk membereskan tempat untuk kelompoknya masing-masing tidak terkecuali sieun dan bada, felix juga hyunjin mereka bingung menentukan dimana tempat mereka akan duduk.


Setelah berfikir cukup panjang mereka pun memutuskan untuk duduk di meja hyunjin dan felix hanya ditambahkan dua bangku yang berhadapan di depannya hyunjin berhadapan dengan bada dan felix dengan sieun.


Mengapa mereka duduk di meja hyunjin dan felix alasannya karna terang dan sejuk dekat Ac


Dan mereka pun duduk.


"Yeay akhirnya..." Setelah duduk beberapa menit kemudian mereka malah saling diam.


"Ekhem.. jadi.. gimana nih? Oh iyaa katanya felix tinggal di Australia yaa.." seru sieun memulai percakapan.


"Hmmm.. Ah." Seru felix menekankan kata ah dan sieun mengangguk tanda mengerti begitupun bada.


"Wah bagus dong.. berarti felix jago bahasa inggris.. Pasti soal puisi ini mah masalah kecil buat felix.. iyaa kan?" Felix tersenyum seraya menutup matanya malu.


"Not like that.." Hyunjin me roll eyes matanya lalu kembali memangku wajahnya dengan satu tangan, bada diam karna canggung seraya memikirkan sesuatu lalu ia pun berbisik pelan pada sieun.


"Gimana kalo puisi ini temanya soal crush.." Dan sieun hanya tersenyum geli mendengarnya.


"Kamu bilang juga dong sama hyunjin dan felix.." Felix terkesiap mendengar ucapan sieun yang menyebutkan namanya.


"What?" Serunya pelan dengan suara beratnya begitupun hyunjin pria itu tidak mengatakan apapun sedari tadi.


"Sssst" Bada menautkan jarinya ke mulut, ia berbisik lagi.


"Bilang aja tema ini dari kamu yaa.. jangan aku "


"Ok deh.. umm.. lix, jin.. aku punya ide nih gimana kalo tema puisi kita itu soal crush.. jadi kaya orang yang punya gebetan gitu.."


"Crush..?" seru felix seraya berfikir, bada hanya diam takut jika hyunjin tau itu usulan tema darinya.


"Wah keren itu sieun..'" Seru bada pura-pura mengapresiasi sieun seraya tepuk tangan.


Mata bada bergerak memperhatikan hyunjin dan felix bergantian sedangkan hyunjin kini menyipitkan matanya lalu felix menatap hyunjin seraya mengangguk dan ia pun ikut menggaguk setuju.


"Ok" seru felix lalu bada mulai menulis bait demi bait puisi yang masih dalam bahasa kita agar nanti felix bisa menerjemahkannya ke bahasa inggris.


Ternyata bada memang memiliki bakat dalam mengarang cerita atau menulis puisi hal-hal yang berhubungan dengan membuat jalan cerita ia memang memiliki bakat di bidang itu.


Setelah beberapa lama akhirnya puisi yang ditulis bada pun sudah jadi. Sieun berpura-pura menulis membuat ceritanya, bada memberikannya lewat bawah meja.


"wah udah jadi yaa.. sini aku liat" Bada pura-pura membaca puisinya lalu sieun hanya tersenyum usil mengambil kembali puisi itu dari tangan bada.


"Jin coba deh baca puisi ini.."


"E-eh si--" Hyunjin yang sedang menulis terkesiap dan seketika bangun melihat sieun dengan bingung, sieun memberikan buku itu pada hyunjin.


Perlahan hyunjin pun mengambil buku itu.


"Tolong bacain.." seru sieun.


"E-eh.."


"Ssst"


Hyunjin melihat ke arah felix yang menatapnya bingung sekaligus antusias begitupun sieun, ia juga menatap sieun lalu bada saat ditatap gadis itu menunduk malu.


"habislah.." fikir bada.


"Menenggelamkan hatiku dengan matanya


Menyulap gairah yang tak pernah padam


Sungguh tak tertahankan sepasang mata elang tajam


Terukir di pikiranku pemandangan yang indah cerah, terang dan penuh misteri


Menakjubkan betapa semua itu memercikkan chemistry


Hanya menatapnya membuatku terhibur


Memberiku harapan dan menjadikan pikiranku jelas


Kejernihan tatapan dari selaput yang lembut


Melihatnya sungguh membuatku bahagia. "


Felix menganga tak percaya dengan puisi yang baru di bacakan oleh hyunjin. Ia pun bertepuk tangan.


"Wah.. daebak keren hyung" hyunjin mengangguk setuju seraya meluruskan bibirnya mengakui.


"Ini bagus" serunya memuji seraya melihat ke arah bada. Pipi bada kembali merona merah ia sangat malu baru kali ini hyunjin memujinya walau secara tidak langsung.


"Waah.. is this really what you did?" Seru felix dan sieun mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Da.. dia ngomong apa sih..? ih felix ngomongnya jangan pake bahasa inggris dong.. aku kan ga faham.." felix tersenyum menunjukkan gigi putihnya yang rapih.


"Oh bu--" sieun melirik bada seketika ingat. gadis itu melototinya.


"Eh ssst sieun.." bisik bada pelan menautkan jari telunjuknya di mulutnya.


"I-iyaa hehe bagus yaa lix, jin.."


"Yeah it's really good" saat felix berbicara dalam bahasa inggris bada baru menyadari ia memakai accent British.


"Yaudah ayo kita terjemahin ke bahasa inggris.."


"Oh iyaa siapa yang mau nulis..?"


"Yang tulisannya bagus aja.. Hyung" seru felix seraya menarik turunkan alisnya, Hyunjin segera mengambil kertas yang disediakan mrs dyanne untuk menulis tugas puisinya.


Mereka pun bekerja sama untuk menerjemahkan puisi ke bahasa inggris seraya terus bertanya pada felix.


...****************...


Setelah selesai tugas pun dikumpulkan di meja guru.


"Ok everything is done?"


"Yes mrs.."


"Ok sekarang kita bacain yaa tugas puisinya.. who wants to read the poem first?"


"Mati aku.." seru bada pelan.


"Eh siapa nih yang mau bacain puisinya?"


"Kamu aja sieun.." Seru bada seraya terkekeh.


"Ih apasih bada.. aku kan gak bisa bahasa inggris, nanti yang ada aku salah pengucapan bacanya, nanti malu-maluin.."


"Yaudah felix aja.. dia kan jago bahasa inggrisnya.."


"Hmm it's up to you guys.."


"Tapi da.. saran aku sih di liat dari puisinya ini lebih cocok cewe yang bacain.. soalnya kan biasanya cewe yang suka memendam perasaan kaya gitu ke cowo.. kalo cowo kan lebih banyak yang berani ungkapin, iyaa ga sih?" seru sieun memprovokasi grupnya agar bada mau bacain puisinya.


"Hmm.. yeah i agree"


"kamu aja ya da please....." seru sieun seraya memejamkan kedua matanya memohon pada bada.


"Huft..ga ada pilihan lain? yaudah deh.."


"Yeyeye hidup bada.. " seru sieun senang bada hanya menatapnya tajam.


Bada pun mengangkat tangannya.


"Ok bada go ahead, you're the first" Bada mengangguk bangun dari kursinya lalu maju perlahan ke arah depan dengan kaki yang masih terpapah-papah.


Mrs Dyanne pun memberikan kertas puisinya pada bada, ia menghela nafas panjang seraya memejamkan kedua matanya.


"Aku mohon tuhan lancarkanlah aku dalam membaca puisi di hari ini.." batinnya.


"Conjuring passion that never dies


So irresistible the pair of sharp eagle eyes


Engraved on my mind a beautiful scene


Bright, serene and filled with mystery


Amazing hot it sparks the chemistry


Merely gazing at them makes me cheer


Gives me hope and sets my mind clear


Brilliance glaring from the mellow iris


Looking through them is truly a bliss"


(Puisi di atas di kutip dari walaa)


Semua bertepuk tangan untuk bada begitupun hyunjin, felix dan sieun.


Hyunjin terus melihat ke arah bada dengan tatapan hangat, dan baru kali ini ia begitu.


"Wah bada that's amazing.. buat siapa sih puisinya? siapa yang buat? ini kereen lhoo.." seru mrs dyanne memuji. Bada hanya tersenyum kikuk.


"Itu bada mrs yang bikin.." seru sieun tanpa sadar, mata bada membulat langsung panik mendengar kejujuran sieun.


"Emang mrs puisi itu artinya apa? bercerita tentang apa?" Seru seseorang yang tidak suka pada bada karna sekelompok dengan hyunjin dan felix.


"Kalian ingin tau? puisi ini bercerita tentang seseorang yang sedang menyukai seseorang secara diam-diam.. pokoknya sweet deh"


"Aku pengen tau artinya dong mrs.."


"Iyaa mrs.."


"Yaudah kalo gitu.. bada, kamu bisa bacakan puisi ini dalam bahasa kita kan? nanti mrs kasih poin tambahan buat kelompok kalian.."


"Ah.. habislah aku.. pasti mereka bakal berfikir macam-macam kalau aku bacakan artinya"


Bada memejamkan kedua matanya ia takut ketauan.


"Ayo da semangat.. ayo bacain aja" seru sieun.


"iyaa da let's go.." seru felix.


Bada tersenyum canggung ia sekilas menatap ke arah hyunjin dan pria itu tiba-tiba maju kedepan untuk memberikan arti puisinya pada bada dengan ekspresi datar.


Gadis itu hanya menganga sekaligus bingung tak percaya.


Hyunjin juga malah ikut-ikutan sepertinya ia usil pada bada, ia hanya ingin dengar bada membacakan puisi itu dengan bahasa yang ia mengerti, sama saja seperti layaknya mengungkapkan perasaannya secara langsung.


Bada pun mulai membacakan puisinya.


"Menenggelamkan hatiku dengan matanya


Menyulap gairah yang tak pernah padam


Sungguh tak tertahankan sepasang mata elang tajam


Terukir di pikiranku pemandangan yang indah, cerah, terang dan penuh misteri


Menakjubkan betapa semua itu memercikkan chemistry


Hanya menatapnya membuatku terhibur


Memberiku harapan dan menjadikan pikiranku jelas


Kejernihan tatapan dari selaput yang lembut


Melihatnya sungguh membuatku bahagia. "


Bada membaca puisinya seraya sesekali menatap hyunjin.


"Ciee ekhem buat siapa tuh da.. kamu lagi suka ya sama seseorang, jangan-jangan orangnya satu kelompok ya sama kamu"


"Iya ya apa jangan-jangan felix eh hyunjin..?!" seru anak-anak yang cemburu pada kedekatan bada dan hyunjin.


Setelah beberapa lama.


Ting.. Tong.. Ting.. Tong..


"Eh.. eh udah jangan gitu kasian bada" seru sieun membela bada. Mrs Dyanne hanya tersenyum.


"Ok karna bel sudah berbunyi pelajaran mrs akhiri.. see you next week." Mereka pun memberi salam pada mrs dyanne lalu mrs dyanne pergi ke luar.


Bada kembali ke tempat duduknya begitupun semua murid disana.


"Huft.. gimana nih mereka semua jadi marah padaku karna sekelompok sama hyunjin dan felix" Bada pun tidur di meja menyatukan kedua tangannya untuk menutupi wajahnya.


"Udah da.. jangan di dengerin.. mereka mungkin cuma iri sama kamu jangan di tanggepin diemin aja ok.." seru sieun seraya menepuk-nepuk punggung bada pelan.


Hyunjin masih memangku wajahnya dengan dengan satu tangan, kali ini ia melihat ke arah bada yang sedang di tenangkan oleh sieun, seketika ia sadar dengan apa yang ia lakukan dan kembali merasa bersalah padanya, lagi-lagi karna dia karna ulahnya gadis itu jadi menderita, lain kali ia harus lebih berhati-hati agar tidak membuat orang lain terluka lagi karnanya fikir hyunjin.


"Eh hyung whats's wrong?"


"Hmm" hyunjin menggeleng pelan, ia pun mempersiapkan buku untuk pelajaran selanjutnya.