WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Putus


Hyunjin pun segera bangkit dan mengetikkan beberapa kata di keyboard ponselnya


"Ya aku sudah selesai latihan" tulisnya disana lalu mengirim pesan pada bada, setelah itu ia pun segera pergi tanpa memberi tau yang lain.


Ting..Tong..


Ada satu notifikasi di ponsel bada, kak seo-ah belum pulang karna mengurusi acara anniversarynya sedangkan bada, gadis itu tadinya sudah tidur tapi jadi bangun lagi karna mendengar ponselnya yang berdering, ia langsung memeriksa ponselnya takut jika itu hyunjin yang menghubunginya, dan benar saja itu hyunjin, lalu ia pun segera membaca dan membalasnya.


Ting..Tong..


"Oh baiklah.." balas bada di pesannya lalu hyunjin segera membacanya dan segera membalas seraya bergegas pergi dengan motornya ke suatu tempat.


Ting..Tong..


"Apakah saat ini kau lapar?" Bada sedikit berfikir lalu ia segera membalas.


Ting..Tong..


"Hmm iyaa aku sedikit lapar" setelah itu tidak ada balasan lagi dari hyunjin, bada hanya diam terus menunggu balasan dari hyunjin tapi tak kunjung tiba juga akhirnya ia pun tidur lagi.


...****************...


Setelah beberapa lama.


Ting..Tong..


bada pun membaca pesannya seraya menguap.


"Hoaaaaaaam"


"Kalo begitu keluarlah"


"Hm? keluar? emang ada apa di luar?" bada pun mengintip lewat balkon kamarnya dan ternyata ada hyunjin di bawah.


"Astaga!"


Ia shock berat segera menutup mulutnya yang menganga dengan satu tangan, saat akan menghindar dari balkon kini hyunjin malah menatap ke arahnya.


Sedangkan kini ia hanya sedang mengenakan piyama tidur tapi hyunjin malah melambai ramah padanya ia pun jadi terpaksa membalas lambaian hyunjin seraya tersenyum kikuk, dengan malu ia segera berlari masuk ke kamar mengambil sweeter dan segera pergi ke bawah, berjalan sambil berjinjit perlahan karna takut ketauan oleh ibu yang telah tidur di kamarnya.


Ia menutup pintu dengan sangat pelan lalu menghampiri hyunjin.


"Ada apa? tumben malem-malem begini kesi--?" ucapan bada terpotong karna hyunjin tanpa basa basi segera mendekap tubuh mungil bada ke pelukannya, bada pun awalnya kaget membulatkan kedua matanya tapi setelahnya ia tersenyum manis dan membalas pelukan hangat hyunjin.


"Aaaaa di peluk hyun-jin sieun sieun help" batinnya seraya mengipasi wajahnya yang merona merah panas dibelakang punggung hyunjin, padahal ini bukan pertama kalinya ia dipeluk oleh hyunjin tapi bada masih saja merasa sangat gugup dan bahagia juga merasa aman nyaman sekaligus.


Hyunjin makin mengeratkan pelukannya pada bada seakan tak ingin lepas memejamkan kedua mata indahnya lekat dan bada hanya tersenyum mengusap dan menepuk pelan punggung hyunjin, setelah beberapa lama hyunjin pun melepaskan pelukannya dan bada hanya tersenyum padanya, hyunjin juga ikut tersenyum.


Hyunjin memegang kedua pipi bada yang seperti bakpau dengan kedua tangannya lalu menggerakkannya ke kanan dan ke kiri pelan membuat bada cemberut, lalu beralih pada pangkal kepalanya dan mengacak-acak rambutnya hingga berantakan membuat hyunjin tersenyum tapi malah membuat bada semakin cemberut menggembungkan kedua pipinya gemas.


"Ah tolong hentikan.." rengek bada memohon pada hyunjin untuk berhenti menjahilinya, lalu hyunjin pun hanya mengangguk seraya tersenyum manis.


"Maaf" serunya masih tersenyum manis.


"Augh pacarku menggemaskan sekali.." seru hyunjin lagi seraya tersenyum puas dan mencubit sebelah pipi bada, bada mengusap-usap pipinya yang dicubit hyunjin seraya tersenyum, hyunjin ikut tersenyum tapi bada jadi terfikir sesuatu yang berbanding terbalik dengan keadaan mereka yang bahagia saat ini.


"Ada apa ini sebenarnya? biasanya ia tidak pernah bersikap seperti ini, apa ada sesuatu yang terjadi?" batin bada, ia sangat mengetahui karakteristik hyunjin, ia merasa hyunjin saat ini sedang menyembunyikan sesuatu yang akan membuatnya cemas, walaupun ia sedang menunjukkan senyum padanya, tapi bada tidak berani menanyakan itu semua padanya alhasil ia hanya bisa diam, hyunjin pun memperhatikan ke arahnya dengan ekspresi hangat.


"Ada apa? apa yang sedang kau fikirkan hm?" seru hyunjin seraya mengelus-elus puncak kepala dan rambut bada sayang, dan bada pun hanya menggeleng seraya meluruskan bibirnya.


"Oh ya tadi kau bilang kau lapar, kalo begitu ayo ikut aku, kita makan sesuatu" seru hyunjin antusias seraya tersenyum lalu menawarkan tangannya untuk di genggam bada, dan bada hanya diam lalu perlahan membalas genggaman tangan hyunjin dan mereka pun naik ke motor hyunjin perlahan lalu pergi ke suatu tempat, selama di perjalanan bada tidak melepas tangannya dari pinggang hyunjin, ia memeluknya erat membuat hyunjin tersenyum begitupun dirinya.


Kini mereka pun telah tiba di tempat sebelumnya yaitu tempat mereka meresmikan hubungan mereka, tidak ada orang lain disana hanya mereka berdua tapi kini hyunjin memberikan sebuah effort yaitu dengan menghias tempat itu dengan sangat cantik dengan lampu-lampu dan ada kursi juga meja dan makanan yang sudah disiapkan disana sebelumnya.



(Pic sebagai gambaran tapi hanya ada dua kursi dan satu meja disana)


Bada menganga tak percaya matanya seketika berbinar melihat tempat itu di hias dengan sangat cantik dan ia sangat menghargai effort hyunjin karna telah melakukan semua itu dengan sangat baik.


Bada pun menghampiri tempat itu perlahan lalu duduk di salah satu kursi disana.


"Baiklah tuan putri, mau makan apa?" seru hyunjin bak seorang pelayan restoran di istana dan bada hanya terkekeh.


"Apa saja akan ku makan asal sama kamu" seru bada bicara asal begitu saja, dan sesaat ia pun terfikir dan sadar menutup mulutnya dengan tangannya, ia kaget sendiri dengan penuturannya, bada memukul kepalanya pelan.


"Duh bada apa sih yang kamu omongin! bodoh! bodoh! duh aku malu banget.." batin bada. Tapi ia berhasil kini hyunjin tersenyum malu-malu mendengar gombalan bada karna untuk pertama kalinya ia di gombali oleh bada sebagai kekasihnya dan menurutnya itu sangat manis dan menyentuh.


Bada masih setia menutup mulutnya dengan tangan lalu tiba-tiba hyunjin dengan gentle mengambil alih tangan bada yang sedang menutupi mulutnya seraya tersenyum, ia membungkuk dan mendekatkan wajahnya ke wajah bada dengan perlahan semakin dekat dan semakin dekat dan akhirnya


Cup!


Bibir mereka pun bertemu dan bersatu akhirnya mereka berciuman dengan lembut dan bada membalas ciuman hyunjin, tanpa sadar ternyata hyunjin menangis di sela ciuman mereka tapi bada tidak menyadarinya.



...****************...


Mereka pun melepaskan ciuman mereka perlahan, hyunjin tersenyum manis ke arah bada begitupun bada seraya menelan salivanya, ia menatap gadis itu lekat lalu mengelus pangkal kepalanya dengan sayang.


"Ok sekarang kita makan" hyunjin pun segera duduk di kursinya yang berhadapan dengan bada seraya tersenyum ke arahnya, begitu pun bada karna makanan telah tersedia di meja makan lalu mereka pun makan makanan tersebut dengan perlahan seraya saling memandang satu sama lain, saat sedang makan.


"Kamu mau coba makanan aku?" seru bada dengan malu, hyunjin langsung ternotice dan mengangguk, lalu bada memotong makanan tersebut menjadi bagian yang kecil dan menyuapi hyunjin makan dengan garpu miliknya seraya saling menatap lalu bada tersenyum begitupun hyunjin mereka saling menyuapi makanan satu sama lain.


Bada kelihatan sangat bahagia malam ini dengan berada senantiasa di samping hyunjin, ia terus saja tersenyum membuat hyunjin juga tersenyum tapi seketika jadi sedih dan ingin menangis namun ia tahan.


Setelah selesai makan mereka pun berdiri di pinggir pagar yang terdapat sungai di depannya seraya menatap ke arah sungai lekat, lalu bada menatap ke arah hyunjin di sampingnya yang sedang menatap lurus ke arah sungai dengan ekspresi datar.


"Terima kasih" hyunjin ternotice tapi masih menatap lurus ke arah sungai.


"Untuk apa?" seru hyunjin datar.


"Karna telah melakukan semua ini untukku, aku sangat bahagia" hyunjin masih setia menatap ke arah sungai.


"Apa kau juga bahagia?" seru bada bertanya pada hyunjin sedangkan hyunjin hanya diam tidak menjawab pertanyaan dari bada.


"Kuharap kau juga bahagia seperti aku" seru bada pelan.


"Kelak kau juga harus bahagia walau tanpa aku" seru hyunjin tiba-tiba dingin, membuat bada yang diam seketika menatapnya bingung dengan penuturan hyunjin.


"Hmm? Apa maksudmu?" Hyunjin pun beralih, kini tubuhnya menghadap ke arah bada seraya menatap matanya lalu memegang kedua pundak bada membuatnya menatap hyunjin dengan bingung, dan hyunjin menghela nafas panjang.


"Kita akhiri saja semua ini disini" bada terkejut dengan penuturan hyunjin, ia hanya menatapnya bingung masih tidak mengerti apa maksud dari perkataan hyunjin.


"Apa maksudmu? kenapa tiba-tiba? katakan padaku apa alasannya?" bada mendekat ke arah hyunjin.


Benar apa yang difikirkan bada sebelumnya ternyata yang ia cemaskan adalah hyunjin yang akan bersikap seperti ini padanya


"Aku tidak bisa bersamamu lagi" kedua mata bada mulai berbinar ingin mengeluarkan air mata tapi masih ia tahan.


"Kenapa? apa karna aku jelek dan tidak menarik? iyaa kan? tapi nanti aku bakal skincareran kok aku janji.." seru bada setetes demi setetes air mata pun mulai jatuh di pipinya, ia kini menangis perlahan dan mengelap air matanya dengan tangannya.


Hyunjin pun hanya diam dalam hatinya ia ingin sekali menghapus air mata bada saat ini tapi ia tidak bisa melakukan itu.


"Bukan itu"


"Lalu apa? apa kau suka pada gadis lain?" hyunjin mengeleng pelan.


"Jadi benarkan karna aku jelek.." bada semakin menangis menatap kedua mata hyunjin intens dengan mata yang berbinar karna air matanya, tapi hyunjin tidak berani menatap ke arah matanya, ia tidak tega melihat bada yang menangis karnanya saat ini.


"Jangan menyalahkan dirimu atas semua ini" seru hyunjin datar.


"Terus apa alasannya? apa aku terlihat membosankan? ayo katakan!" bada pun kini menyandarkan dirinya di dada bidang hyunjin seraya menangis memukul mukul dadanya sedikit keras namun hyunjin hanya diam dan malah ikut meteskan air matanya, tapi masih dengan ekspresi datar dinginnya.


Lalu hyunjin tiba-tiba pergi begitu saja dari hadapan bada membuatnya semakin menjadi, setetes air mata kembali jatuh di pipi hyunjin lalu ia segera pergi begitu saja dengan motornya meninggalkan bada sendiri dengan tangis disana.


Lalu felix yang tiba disana segera menghampirinya.


FLASHBACK ON


Hyunjin pun segera bangkit dan mengetikkan beberapa kata di keyboard ponselnya


"Ya aku sudah selesai latihan" tulisnya disana lalu mengirim pesan pada bada, setelah itu ia pun segera pergi tanpa memberi tau yang lain.


Setelah hyunjin pergi semua orang mencari-cari keberadaannya tapi tidak juga ketemu.


"Bagaimana sudah ketemu?"


"Tidak hyung aku sudah mencari ke semua tempat namun hyunjin tidak ada disana" seru felix


"Ayolah hyung jika hyunjin ketemu dia pasti sudah ada disini dengan kita, emangnya hyunjin kunci mobil" semua pun tersenyum karna jokes han.


"Yaudah kalo gitu hubungi dia dan tanya pada yang lain" dan felix pun terfikir sebuah ide, karna ia memiliki aplikasi pencari orang dengan gps maka dia pun berniat ingin mencari hyunjin dengan itu.


"Gimana hyung kalo aku cari hyunjin pake gps handphoneku aja?"


"Wah iyaa bener tuh hyung lebih praktis"


"Yaudah kalo gitu cari sana"


"Ok" felix pun segera mencari hyunjin dengan gps ponselnya dan ternyata hyunjin tidak berada di sekitar tempat latihan jadi ia pun pergi dengan motornya untuk mencari keberadaan hyunjin.


Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya felix sampai di sebuah tempat yang tidak asing baginya.


"Tempat ini kan??" itu tempat saat dirinya memergoki hyunjin dan bada sedang berpelukan erat yang membuat hatinya teriris dan berakhir dengan minum minuman sampai mabuk lalu mencium seorang gadis yang tidak ia kenal sebelumnya, felix pun jadi terfikir kembali akan kejadian itu tapi ia kembali sadar dan menggelengkan kepalanya cepat karna tidak ingin mengingat kejadian itu lagi.


Karna sudah malam ia pun dengan hati-hati mencari keberadaan hyunjin tapi tidak ketemu dan malah melihat ada seorang gadis yang sedang menangis disana dan itu adalah bada ia sangat mengenal suaranya, ia sangat terkejut dan segera menghampirinya.


FLASHBACK OFF


"Bada are u ok? kenapa kamu ada disini?" bada pun masih menangis sesegukan seraya berjongkok memeluk lututnya membenamkan kepalanya di lutut, felix segera membopoh tubuh bada ke dekapannya lalu membawanya untuk duduk di bangku taman lalu ia duduk disampingnya, sedangkan bada masih terus menangis.


"Bada what's wrong with you? coba cerita padaku, mengapa kau ada disini malam-malam begini?" Bada pun masih menangis sulit baginya untuk berkata-kata dan bicara saat ini alhasil ia pun seketika memeluk felix seraya masih menangis sesegukan lalu felix membalas pelukannya seraya mengelus punggung bada agar ia tenang.


"Ayo coba ceritakan pelan-pelan ada apa sebenarnya?"


"Hyun heeeee hyun heeee" Felix pun melepaskan rangkulannya perlahan dan memegang kedua pundak bada seraya menatapnya hangat.


"Hyunjin? apa dia yang kau maksud?" bada mengangguk setuju.


"Apa yang dia lakukan padamu?"


"Dia bi-bilang, aku harus baha-gia tanpa-nya dan dia memutuskan hu-hu-bungan kami begitu saja tanpa ada penjelasan.. a-apa salahku? apa aku kurang cantik? heee" felix pun hanya diam lalu kembali membawa bada ke dekapannya dan merangkulnya mengelus-elus rambut dan pangkal kepalanya juga pundaknya agar ia tenang.


Setelah bada sudah dirasa cukup tenang felix mengajak bada untuk pulang ke rumahnya dengan motornya, lalu mereka pun segera naik dan segera pergi ke rumah bada dengan motor felix dan dengan bada di boncengannya.


Saat sampai di rumah, bada segera turun dari motor felix.


"Thanks yaa lix udah anter aku pulang.." seru bada tersenyum kecil.


"Oh iyaa mau mampir dulu?"


"Yeah no prob, emm emang boleh yaa? nanti aku malah ngerepotin" seru felix seraya tersenyum mencoba menghibur bada.


"Oh boleh kok boleh"


"Tapi sebelum itu senyum dong.. smile for me please.." seru felix memohon pada bada seraya memejamkan kedua matanya dan tangannya di satukan namaste, dan memerintahkannya agar ia tersenyum dengan gestur tangannya yang melengkungkan bibirnya ke atas membentuk senyuman, ia pun membuka kedua matanya seraya mengintip dan bada pun jadi tersenyum.


"Nah gitu dong.. you are so beautiful when you smile" seru felix jujur, bada hanya diam pura-pura tidak mengerti maksud felix.


Setelah masuk melewati pintu rumah.


"Excuse me.." seru felix lembut, bada memperhatikan ke arahnya seraya tersenyum dan felix melakukan hal yang sama sepertinya, lalu ibu pun keluar dari kamarnya, ia terbangun karna mendengar suara ngobrol felix dan bada di luar sebelumnya.


"Eh ada siapa ini?" seru ibu ramah lalu felix pun segera memberi salam dan tersenyum ke arah ibu seraya menunduk.


"Felix tante" serunya dengan manis tapi dengan suaranya yang deep.


"Oh iyaa felix yang kemarin jenguk bada yaa?" felix mengangguk dan bada hanya tersenyum.


"Oh yaa lix mau minum apa? nanti aku ambilin"


"Terserah kamu aja da" seru felix seraya tersenyum.


"Yaudah"


"Oh iyaa ayo silahkan duduk dulu nak duduk" seru ibu penuh keramahan, lalu felix pun mengangguk dan segera duduk di sofa menunggu bada dan ibu pergi kembali ke kamarnya tidak ingin ikut campur dengan urusan mereka.


Setelah beberapa lama bada pun tiba dengan membawa orange jus di tangannya di bawa dengan nampan disana juga ada cemilan untuk felix. Ia segera meletakkannya di meja di depan felix.


"Oh thank you" seru felix tersenyum seraya menatap wajah bada, bada pun jadi ikut tersenyum dan duduk di sofa.


"How? feel better?" bada mengangguk pelan dengan ragu, menghela nafas panjang ingin kembali menangis namun ia tahan tapi tetap mengeluarkan air mata setetes.


"A a a a no, don't cry" seru felix seraya menghapus air mata bada dengan tangannya, kini bada malah tersenyum.


"Thanks yaa lix.." felix mengangguk tapi setelahnya berfikir.


"For what?"


"Karna selalu ada disaat aku sedih" felix pun mengangguk seraya meluruskan bibirnya.


"It's okay, itu adalah tugasku untuk membuat mu selalu bahagia" seru felix jujur dengan perasaan dan niatnya, dan bada hanya diam pura-pura tidak mengerti maksud dari perkataan felix.


"Maksudnya?"


"No, forget that, buy the way gimana soal acara anniversary itu? jadi kan?"


"Oh iyaa, aku sampai lupa soal itu sorry.."


"Acaranya jadi kok dan besok di selenggarakannya"


"Oh besok.. So, who will be your partner at the anniversary event tomorrow?"


"Partner? Aaah pasangan yaa? kan bukan-nya kamu ya yang jadi pasangan aku?" seru bada seraya bertanya dan tersenyum pada felix sejenak melupakan masalahnya sebelumnya dan felix pun ikut bahagia kini bada kembali tersenyum.


"Ah bukannya aku lupa tapi aku takut aja gak diizinin sama.. ah sorry forget that" felix kembali mengingatkan bada soal hyunjin yang telah menyakitinya sebelumnya, jadi kini ia ingin membuat bada sedikit melupakan masalahnya soal hyunjin.


"Gak apa-apa kok lix nyatanya dia bukan siapa-siapa aku lagi saat ini, kita sudah putus jadi jangan ungkit-ungkit nama dia lagi ok"


"Oh ok.. so i'll be your partner tomorrow?"


"Partner? Ah yeah of course, tapi lix boleh gak aku request sesuatu?"


"What's that?"


"Aku sama kaya sieun, aku gak jago bahasa inggris, jadi kalo ngomong sama aku pake bahasa yang aku ngerti aja boleh?"


"Oh ok i'll try.. ah i mean akan aku coba" seru felix seraya tersenyum manis.


"Makasih yaa lix" seru bada seraya ikut tersenyum.


"Hmm.." gumam felix seraya mengangguk.


Lalu tak lama terdengar suara klakson mobil yang sedang diparkirkan, dan itu adalah kak seo-ah yang datang pulang telat karna mengurusi acara anniversary, tak lama kak seo-ah pun masuk ke dalam rumah dan kaget melihat ada tamu di rumah.


"Eh bada.. ini siapa?" seru kak seo-ah melihat ke arah felix.


"Oh dia felix temen aku kak"


"Oh felix.. halo" felix hanya menunduk seraya tersenyum manis.


"Halo kak" serunya dengan suara deep yang membuat kak seo-ah kaget.


"Wow suaranya gentle banget kamu dek.. kamu siapanya bada?" felix pun hanya tersenyum canggung.


"Aku teman dekat bada"


"Ih kakak ssst jangan nanya gitu malu aku" seru bada menyuruh kak seo-ah dengan mendorongnya untuk segera masuk ke kamar seraya terus tersenyum pada felix.


"Hyunjin mana? kok malah dia yang kamu bawa kesini.. kan yang mau kamu kenalin itu hyunjin bukan felix" bisik kak seo-ah pada bada.


"Sssst kak udah, nanti aku jelasin semuanya tapi nanti aja ok" balas bada seraya terus mendorong kakaknya untuk pergi ke lantai 2 kamarnya, kak seo-ah pun segera pergi ke kamar untuk ganti baju.


"Maaf yaa lix kakak aku emang kepo orangnya hehe" seru bada seraya tersenyum canggung.


"I'ts okay, oh maaf maksudku gak apa-apa aku ngerti" seru felix seraya tersenyum.


Setelah beberapa lama mengobrol.


"Kamu yakin da mau ke acara anniversary kakak kamu sama aku? bukan sama..?"


"Iyaa aku yakin, lagian dia juga gak akan mau di ajak ke acara begituan, dia juga gak pernah peduli sama aku, chattan juga jarang, apalagi sekarang kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi, buat apa aku ngarepin dia buat datang ke acara itu, kan di acara sayembara itu kamu yang menang bukan hyunjin, iyaa kan?" seru bada tersenyum miris, tiba-tiba kak seo-ah pun tiba dan ternyata telah menguping sedari tadi.


"Oh jadi kamu udah putus de sama hyunjin?" Bada terkejut bukan main melihat kakaknya muncul tiba-tiba dan langsung duduk di sofa dengan mereka.


"Duh jadi kakak dari tadi?"


"Iyaa kakak denger semuanya" seru kak seo-ah jujur seraya memakan makanan di meja.


"Soalnya kakak penasaran kenapa kamu keliatan murung tadi walaupun ada felix disini.." seru kak seo-ah membuat kuping bada seketika jadi merah karna menahan malu dan felix hanya tersenyum.


"Jadi nanti yang bakal dateng jadi pasangan kamu di acara anniversary kakak siapa?" bada hanya menunduk malu.


"Aku kak" seru felix.


"Oh kamu, jadi gak jadi nih sama hyunjinnya?"


"Iiiisss kakak.." gumam bada pelan.


"Oh yaudah gak apa-apa sama kamu juga yang penting bada ada pasangannya" seru kak seo-ah seraya tersenyum dan felix hanya tersenyum.


"Yaudah da udah malem nih, aku pulang dulu yaa," felix beranjak bangkit untuk pergi pulang.


"Oh iyaa lix hati-hati" seru bada seraya beranjak ingin mengantar felix ke luar.


"Iyaa kak pamit" seru felix menunduk pada kak seo-ah dan kak seo-ah hanya tersenyum manis mengiyakan maksud felix.


Felix pun segera pergi untuk pulang, tidak berpamitan pada ibu karna sudah tidur lalu segera menaiki motornya dan segera pergi begitu saja, bada melambai padanya.


"Hati-hati lix" dan felix membalas lambaian bada.


Kak seo-ah tiba-tiba merangkul tubuh bada dari belakang membuatnya kaget seketika.


"Astaga kak jantungku hampir aja mau copot"


"Jadi kenapa kamu bisa putus sama si cantik hyunjin hm?"


"Ih apasih kak kepo" bada pun segera berlari ke kamarnya.


"Ih badaaa kasih tau kakaak!!" kak seo-ah pun mengejar bada ke kamarnya.


Disisi lain hyunjin sudah kembali ke tempat latihan dance sedari tadi.


"Hey hwang hyunjin! kamu kemana aja hah? kita dari tadi nyariin kamu tau gak!!" seru lee know marah, hyunjin hanya diam dengan wajah lesu lalu duduk di bangku yang tersedia disana seraya melamun, ia tidak menjawab pertanyaan lee know, lalu lee know pun menghampirinya.


"Ada apa?! mengapa kau diam saja saat aku bertanya padamu?!" Hyunjin masih diam.


"Aku putus dengannya" seru hyunjin tiba-tiba seraya menatap ke arah depan dengan tatapan kosong lalu setetes air mata jatuh di pipinya, lee know pun yang tadinya marah seketika amarahnya mereda dan menghampiri hyunjin lalu menepuk tepuk pundaknya bangga.


"Oh begitu, jadi kau tadi menemuinya?" hyunjin hanya diam menatap lurus ke depan.


"Bagus, aku sangat mengapresiasi tindakanmu. Ini demi kita semua" Lalu hyunjin pun bangkit dan mengambil barang-barangnya lalu ingin pergi pulang tapi terhenti saat lee know mencari keberadaan felix.


"Dimana felix? mengapa dia lama sekali? cepat hubungi dia"


"Memang dia kemana?" seru hyunjin datar.


"Tadi dia mencarimu dengan gps di ponselnya tapi ia belum juga kembali" Hyunjin memiliki firasat bahwa saat ini felix sedang bersama dengan bada lalu ia pun kembali menatap ke arah depan lalu pergi begitu saja, yang terpenting jika ia bersama felix setidaknya ia aman saat ini, ia jadi lega, tidak ingin memikirkan hal itu lagi lalu segera pergi.


Bada masih belum tidur ia masih memikirkan soal hyunjin yang memutuskannya begitu saja tanpa alasan yang jelas.


"Kita akhiri saja semua ini disini" kata-kata ini terus terulang di pikiran bada.


"Aku tidak bisa bersamamu lagi"


"Jangan menyalahkan dirimu atas semua ini"


"Terus apa alasannyaaaaaaaaa?" Bada pun menggeleng-gelengkan kepalanya dan berpindah tidur ke samping kanan lalu ke samping kiri dengan cepat membuat kak seo-ah yang sedang tertidur pun jadi terusik dan akhirnya jadi terbangun.


"Bada kenapa sih?" Bada pun menggeleng pelan lalu ia kembali menangis.


"Sssst ini udah malem de.. kenapa malah nangis sih? udah jangan nangis lagi, kalo pacaran emang konsekuensinya gitu" kak seo-ah pun memeluk bada menempatkan kepalanya di pundaknya lalu bada menangis sejadi-jadinya.


"Heeeeeeee"


"Uuu cup cup cup coba cerita sama kakak kenapa dia bisa sampe putusin kamu?" bada hanya menggeleng tidak mau bercerita.


"Yaudah deh kalo gak mau cerita gak apa-apa tapi kalo terlalu berat buat kamu, kamu harus cerita ke siapapun itu biar beban pikiran kamu berkurang ok"


"Heeeeeee heeeeeee" bada pun mengangguk pelan beberapa kali.


"Yaudah udah udah cup nanti di denger ibu jadi panjang ceritanya" seru kak seo-ah seraya mengelus-elus punggung bada untuk menenangkannya.


"Kaaak itu siapa yang nangis?" seru ibu dari bawah.


"Tuh kan.. ssst" suruh kak seo-ah pada bada agar diam dan bada pun menurutinya mengelap air mata di pipinya.


"Oh engga bu itu suara di tv.."


"Oh gitu.. matiin tvnya udah malem cepet tidur!"


"Iyaa bu"


"Tuh kamu denger kan? jangan buat ibu kepikiran kakak takut ibu kan sudah tua nanti kalo banyak pikiran apalagi liat kamu nangis nanti kepikiran akhirnya sakit, duh jangan sampe deh" Bada pun akhirnya berhenti menangis menuruti kak seo-ah lalu mencoba tidur sebisa mungkin.


Sedangkan hyunjin kini sudah sampai di rumah ia pun segera mandi seperti biasanya mencuci semua bagian tubuhnya agar bersih dan segar bugar untuk merefresh otaknya dari berbagai kejadian emosional yang terjadi hari ini, dengan mandi ia jadi bisa lebih berfikir jernih.


Setelah mandi ia mencoba memeriksa ponselnya takut jika bada menghubunginya seperti biasa namun ia lupa bawa mereka telah putus dan akhirnya ia ingat kembali lalu mengunyel-uyel wajahnya sendiri karna kesal dengan pilihannya sendiri, ia lebih memilih karir dan teman-temannya di bandingkan bada kekasihnya ralat mantan kekasihnya.


Lalu kkami pun masuk ke kamarnya dan ia langsung mengambil dan memeluknya dengan sayang tak lama..


Ting..Tong..


Apakah itu dari bada?