WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Acara anniversary kakak bada


Dan ini adalah chat pertamanya dengan hyunjin.


"Ah ini sangat special" Seru bada seraya memeluk ponselnya memejamkan kedua matanya.


"Aku jadi ingin cepat-cepat masuk sekolah.. ayo cepatlah sembuh hmm" bada menghela nafas panjang seraya memejamkan kedua matanya lalu tak lama


Ting..Tong..


Ada sebuah notifikasi disana, apakah dari hyunjin? lalu ia pun melihatnya dan ternyata oh itu dari felix.


"Bada kudengar kamu sakit yaa? kamu mau dibelikan apa? aku akan menjengukmu pulang sekolah nanti dengan teman-teman"


Bada pun membulatkan kedua matanya.


"Berarti hyunjin juga dong?" fikirnya.


"Aaaa tidak keadaanku sedang seperti ini.." Bada pun bangun seraya berkaca melihat tubuhnya lalu wajahnya.


"Ia sangat pucat" fikirnya. Lalu ia pun keluar kamar dan berteriak pada ibu.


"Ibu apa aku boleh mandi?!!"


"Apa? mandi?!"


"Iyaa mandi!!"


"Eh jangaaaaan! kamu masih sakit jangan dulu mandi, kalau mau cuci muka aja."


"Oh gitu yaa.. yaudah deh.." Bada menggembungkan kedua pipinya gemas tanda kecewa.


"Apa hyunjin akan melihatku dalam keadaan seperti ini? tidak tidak aku harus sedikit berdandan"


Ia pun masuk ke kamar mandi dan cuci muka walaupun dalam keadaan sedikit bergetar lemas dan kedinginan ini demi hyunjin fikirnya, lalu menyikat giginya dan sedikit bermake up menggunakan lipgloss rasa strawberry yang berwarna pink sama dengan warna bibirnya dan kini ia terlihat lebih fresh.


"Ok sudah" seru bada seraya meratakan lipgloss di bibirnya dengan menyatukan bibirnya membuat suara "muaach" dan berekspresi imut dengan mengedipkan sebelah matanya dan lengannya membentuk angka 2 di pipinya. Ia pun kembali tidur dikasurnya.


...****************...


Bel pulang pun berbunyi ini saatnya sieun, felix dan hyunjin untuk pulang dan menjenguk bada, mereka pun segera bersiap-siap, hyunjin dan felix memakai hoodienya lalu ke luar kelas dan ke perkiraan untuk mengambil motor mereka masing-masing.


Setelah selesai felix dan hyunjin pun menghampiri sieun yang menunggu mereka di gerbang depan.


"Kamu mau bareng siapa?" sieun berfikir.


"Kalo sama hyunjin nanti bada salah faham.. Yaudah felix aja deh"


"Aku sama felix aja.."


"Oh ok naiklah.." Bada pun perlahan naik ke motor besar felix.


"Wah berat banget.."


"Ih apaan sih lix orang aku kurus kok.. cewe itu paling sensitif tau kalo di bilang gendut" felix pun terkekeh.


"Oh iyaa mampir ke toko buah dulu yaa sekalian beli buah buat bada.."


"Ok pegangan.." felix mengangguk pada hyunjin pertanda ia siap lalu mereka pun melesat secepat kilat menuju tak terbatas dan melampauinya.


Setelah sampai di toko buah mereka mampir untuk membeli buah untuk sang pasien. Mereka membeli 2 keranjang buah yang satu dari uang kas dan satu lagi dari hyunjin dan felix.


Oh iyaa mereka tidak mengajak teman-teman yang lain karna mereka semua sibuk dengan urusan masing-masing ada kegiatan lain jadi tidak bisa ikut hanya menitipkan salam saja pada bada. Sedangkan hyunjin dan felix kebetulan sedang ada waktu luang jadi mereka menyempatkan untuk menjenguk bada.


Bada lupa dan segera membalas pesan dari felix.


"Oh iyaa nih lix tapi cuma demam biasa aja kok, beli apa? gak perlu laah tapi kalo maksa apa aja boleh πŸ˜‚, baiklah aku tunggu yaa.." seru bada dengan mengirim emot tersenyum.


"Oh iyaa kita lagi on the way nih.." bada pun hanya membaca pesannya lalu menyimpan ponselnya di meja, ia menunggu sangat lama mungkin karna di jalan macet lalu ia pun melihat ke arah balkon, akhirnya mereka sampai.


Bada pun segera berlari ke kasurnya dan pura-pura tidur disana dengan kompresan, hyunjin dan felix pun memarkirkan motornya sedangkan sieun melihat-lihat.


"Oh ini toh rumahnya bada, bagus banget yaa kecil tapi estetik" seru sieun jujur lalu melihat ke arah balkon, mereka tau rumah bada karna hyunjin pernah mengantarkan bada pulang sebelumnya.


Sieun mengetuk pintu dengan sopan.


"Siapa?.." Dan ibu membukakkan pintu.


"Eh..."


"Permisi tante kita temennya bada"


"Oh iyaa masuk masuk" mereka pun mengangguk dan masuk ke dalam rumah.


"Ayo duduk dulu.. mau jenguk bada yaa?"


"Iyaa hehe.." Mereka pun duduk di sofa ruang tamu.


"Oh ini hyunjin kan?" hyunjin pun mengangguk seraya tersenyum.


"Dan ini?" melihat ke arah felix.


"Aku felix tante"


"Wah ganteng-ganteng yaa.."


"Terus yang cantik ini siapa?" Sieun tersenyum tersipu.


"Aku sieun tante temen deket bada.."


"Oh sieun.. yaudah ibu ambil minum dulu yaa.." masih setia dengan panggilan ibu, ibu bada lebih nyaman dipanggil ibu dibandingkan tante karna sudah terbiasa seperti itu tapi jika mereka lebih nyaman memanggilnya tante ia rasa juga tidak apa-apa.


"Yaa ampun gak usah tante, jangan repot repot.."


"Iyaa udah gak papa kok, jarang-jarang ada temen bada datang ke rumah" Mereka hanya tersenyum canggung.


"Oh iyaa badanya ada dimana yaa tante?"


"Oh badanya ada di kamar atas"


"Aku boleh liat tante?"


"Oh iyaa silahkan silahkan.." Mereka pun naik ke lantai 2 untuk menemui bada.


"Halo halo bada.." sieun pun mengetuk pintu.


"Da..da.. kita boleh masuk gak?"


"Iyaa masuk aja gak dikunci kok.." Serunya dengan suara parau, sieun pun masuk ke kamar dan melihat ke arah bada.


"Aaaah bada.. kamu kenapa tiba-tiba jadi sakit sih pasti kepikiran hyun-jin yaa.." Seru sieun dan berbisik pelan di bagian kefikiran hyunjin dan bada hanya tersenyum saat bada bangun dan terduduk sieun melihat ke arah wajah bada yang fresh karna mengenakan make up tipis.


"Wah mana ada orang sakit se fresh ini" seru sieun meledek lalu bada pun terkekeh lemas.


"Engga kok sieun aku beneran sakit kalo gak percaya nih pegang.." bada pun mengambil tangan sieun lalu menempelkannya di dahinya.


"Panas kan?"


"Iyaa iya.." Lalu tak lama felix dan hyunjin pun masuk ke kamar, bada merapihkan dirinya agar tidak terlihat jelek dan berantakan di depan mereka terutama hyunjin dan sieun pun terkekeh.


"Hi da.. gimana keadaan kamu sekarang? feel better?" bada pun tersenyum lesu dan hyunjin memperhatikannya lekat seraya melipat kedua tangannya di dada dan bada melihat ke arahnya.


"Oh yeah wait.." felix pun ke luar kamar dan turun ke bawah untuk mengambil buah dan sieun mengerti dengan situasi mereka ia pun memberi ruang untuk bada dan hyunjin berduaan lalu ia pun keluar kamar.


Hyunjin masih diam seraya masih memangku kedua tangannya di dada, lalu bada pun menyenderkan punggungnya ke headbed, hyunjin duduk di pinggir kasur lalu tangannya tergerak memegang dahi bada yang panas.


Deg!


Bada seketika kikuk ia hanya diam dengan gugup matanya melihat ke kanan dan ke kiri menelan salivanya.


"Hmm"


"Sudah minum obat?" bada mengangguk ragu.


"Umm" lalu tiba-tiba hyunjin pun mendekatkan tubuhnya ke arah bada dan gadis itu menutup kedua matanya.


"Apa ini ciuman kedua?" fikirnya, hyunjin tersenyum, padahal ia hanya ingin mengambil selimut dan menariknya ke atas menutupi tubuh bada sampai dada atas agar ia hangat dan bisa tidur dengan nyaman.


Bada pun membuka matanya dan menghela nafas panjang, Tak sadar ternyata felix memperhatikan mereka di luar pintu dan hyunjin pun mengelus pangkal rambut bada seperti layaknya kkami seraya meluruskan bibirnya, bada pun tersenyum dan tertidur lalu ia pun bangkit dan keluar kamar ada felix disana lantas ia pun tersenyum kikuk dan membawakan buahnya ke kamar bada.


"Bada maaf menggangu ini buahnya mau di simpan dimana?"


"Oh engga kok lix, thank you yaa simpan aja di meja" seru bada seraya tersenyum dan kembali tertidur lalu felix pun keluar seraya sekilas melihat ke arah bada yang tertidur.


"Cepet sembuh yaa da supaya bisa ketawa lagi dan ceria lagi.." batin felix seraya tersenyum lalu keluar kamar, dan tak lama sieun pun masuk untuk berpamitan pada bada, sementara itu hyunjin dan felix turun ke bawah duduk di sofa ruang tamu yang telah di suguhi berbagai macam makanan dan minuman oleh ibu bada.


"Daa cepet sembuh yaa.. supaya aku ada temen curhat lagi, aku pamit pulang dulu yaa dadah.." bada pun terkekeh lemas.


"Cepet banget udah mau pulang.. hmm yaudah deh dadah hati-hati yaa.."


"Iyaa kita gak bisa lama-lama da, hmmm" sieun mengangguk seraya pergi dari kamar bada untuk turun ke ruang tamu.


Mereka pun saling mengode siapa yang berkata pada ibu bada untuk pulang alhasil sieun pun berinisiatif mengajukan dirinya untuk berkata pada ibu bada dari pada lama fikir sieun.


"Dasar cowo.." serunya pelan me roll eyes matanya.


"Yaudah tan aku mau langsung pulang aja yaa"


"Eh kok buru-buru banget sih.. makan dulu yuk, ibu udah siapin masakan nih buat kalian.."


"Eh gak usah tan kita mau langsung pulang aja.."


"Oh yaudah deh ibu gak bisa maksa, kalo gitu hati-hati yaa"


"Iyaa tante"


"Sering-sering yaa main kesini terutama nak hyunjin" hyunjin segera ternotice dan mengangguk juga tersenyum malu, sieun terkekeh dalam fikirannya.


"Pasti bada sering cerita tentang hyunjin nih sama ibunya muehehe" fikir sieun.


"Yaudah kalo gitu tan kita pulang dulu"


"Iyaa iyaa" Bada pun bangun dan mengintip mereka lewat balkon kamarnya, tidak disangka hyunjin melihatnya lalu melambai pada bada, bada pun kaget dan tersenyum malu balik membalas lambaian hyunjin, mereka menaiki motornya dan segera melenggang pergi, sieun diantar felix sampai halte bus karna ia ada keperluan.


Bada pun mengirimkan sesuatu pada hyunjin.


"Hati-hati yaa di jalan.." tulisnya disana, hyunjin belum membacanya karna ia masih dalam perjalanan pulang, selepas hyunjin, felix, dan sieun pergi bada hanya tersenyum sedari tadi seperti orang tidak waras.


Hyunjin pun sampai di rumahnya, saat sampai di rumah ia selalu mandi untuk membuatnya bersih dan segar bugar, saat sampai tadi ia langsung mengcharge ponselnya di meja sebelah kasurnya.


Hyunjin pun telah selesai mandi seperti biasa ia selalu membawa handuk kecil berwarna putih untuk mengeringkan rambutnya yang basah karna sehabis keramas, lalu kkami pun masuk dan hyunjin bermain-main dengannya.


Disisi lain bada sedang tertidur di kasurnya seraya menunggu balasan pesan dari hyunjin.


"Oh sial pria itu benar-benar mengabaikannya" fikir bada dengan banyak umpatan di hatinya membuatnya terfikir sesuatu.


"Apa aku gak cantik yaa? makannya hyunjin gak suka sama aku.. kalo di liat-liat hyunjin itu cantik banget melebihi cewe, aku juga kalah cantik sama dia hmm jadi insecure"


"Apa orang yang di sukai hyunjin harus lebih cantik dari dia? hmm kalo gitu mulai sekarang aku harus giat rawat diri skincare ran kalo perlu."


"Hmm!" Bada mengangguk yakin seraya mengepalkan kedua tangannya tanda semangat lalu ia mengambil kaca kecil di lacinya dan berkaca disana.


"Oh aku cantik juga yaa hehe" emang bada ini kadang insecure kadang kepedean pemikirannya juga random.


Bada melihat pesannya telah dibaca namun tidak di balas.


"Isss di baca doang dasar cowo gak peka.."


Tapi setelahnya hyunjin sedang mengetik sesuatu mata bada pun berbinar.


Ting..Tong..


"Istirahatlah.." balas hyunjin, kata sesingkat itu pun telah membuatnya sangat bahagia, ia pun segera membalas dengan mengetik di keyboardnya padahal hanya memilih sticker memberi hormat seakan-akan bilang.


"Siap kapten!" Tapi sangat lama karna tidak ingin hyunjin eeilfeel sama dia karna salah sedikit saja bisa bahaya untuk bada fikirnya.


Ting..Tong..


Tak lama hyunjin pun membaca pesannya lalu tersenyum dan menyimpan kembali ponselnya di meja seraya menchargenya.


Sebenarnya bada berharap bisa lama berkirim pesan dengan hyunjin namun jika hyunjin seperti ini yasudahlah harap bersabar, ia pun kembali nethink.


"Sepertinya aku memang tak penting untuknya iss dasar jerk huft.."


...****************...


Tak terasa waktu pun cepat berlalu kini siang berganti menjadi malam, bada merasa tubuhnya sudah kembali fit mungkin besok bisa kembali masuk ke sekolah tapi mungkin masih menggunakan masker.


Bada turun ke bawah untuk makan malam karna merasa tubuhnya sudah baikan jadi ia bisa makan bersama dengan keluarganya.


"Eh nak sudah baikan badannya? padahal ibu baru aja mau nyiapin makanan buat kamu"


"Hmm tidak usah bu aku sudah sehat lihat ini.." Ia pun segera turun dari tangga menghampiri ibu lalu berlari di tempat dan loncat-loncat, ibu pun tersenyum senang melihat putrinya sudah baikan, lalu ibu kembali menyiapkan makanan buatannya untuk di simpan di meja makan.


Karna haus bada membuka kulkas ingin minum air dingin tapi.


"E-e-eh jangan dulu kamu belum boleh minum minuman dingin.." Ibu menghampiri bada dan segera menutup pintu kulkas yang telah terbuka, lalu menarik tangan putrinya itu agar menjauh dari lemari pendingin.


"Ayo sini duduk aja di meja makan" bada pun bandel masih menghampiri kulkas saat ibu sedang sibuk memindahkan makanan, karna ketahuan alhasil ibu pun segera menyelesaikan tugasnya dan menghampiri bada untuk menariknya dan mendudukannya di kursi meja makan.


Bada pun merengek seraya tangannya masih terus melambai pada kulkas.


"Aaaaa aku hanya ingin minum air dingin aku haus sepertinya enak.." Ibu pun memberikan jari telunjuknya yang digerakkan ke kanan dan ke kiri pertanda.


"No no no" Lalu membuatkan minuman hangat yang menyehatkan untuk bada, tak lama minumannya pun jadi.


"Nih minum ini aja.." Ibu membuat ramuan jamu untuk kesehatan bada.


"Aaaaa gak mauuu pengen air dingin.."


"Udah udah minum ini aja sehat.. kamu mau cepat sembuh kan? nanti besok bisa ketemu hyunjin deh.." Bada pun sedikit berfikir.


"Iyaa juga yaa" Awalnya menggeser gelas berisi minuman hangat menyehatkan itu menjauh darinya tapi karna ingat hyunjin ia pun menarik kembali gelas itu padanya menutup hidungnya di jepit oleh tangannya saat akan meminumnya, setelah di rasakan betul-betul ternyata rasanya manis.


"Enak juga.." serunya pelan


"Dan ada rasa hangat-hangatnya dari jahe"


"Enak kan...?"


"Hmm" bada mengangguk.


"Tapi lebih enak air dingin.." Serunya meledek saat ibu akan mencubitnya bada pun berlari ke tangga.


"Oh iyaa katanya kakak mau kesini, lagi di jalan" Bada pun kaget menganga tak percaya.


"Yang bener bu?!"


"Iyaa.."


"Waaaaaa yeay yeay" bada pun berjingkrak-jingkrak kegirangan.


"Kalo ayah pulang gak?"


"Engga ayah sibuk.."


"Yaaaaah"


"Gak papa deh yang penting ada kakak yeay!" Bada sudah lama tidak bertemu dengan kakaknya ia sangat rindu padanya.


Ayah dan ibu bada hanya memiliki 2 orang anak yaitu kakak bada yang bernama Park Seo-ah dan adiknya Park Bada mereka sangat akrab, kakak bada merupakan orang yang cukup populer ia sangat cantik dan kepribadiannya pun ramah tidak seperti bada tidak cantik, tidak terlalu ramah, dan tidak populer tapi menurut pandangan bada tapi sebenarnya hmm felix juga langsung ngajak kenalan waktu pertama kali liat dia itu apa coba kalau engga bada yang emang cantik dan menarik juga menggemaskan.


Bada..bada.. dia juga insecure ran orangnya dan nethink. Oh iyaa kakak bada telah menikah dengan seorang pria yang cukup tampan bernama Hyunbin sama seperti nama aktor dan dia cukup sibuk. Sama kan nama suami kakaknya hyunbin dan crush adiknya hyunjin sama-sama berakhiran in matching sekali.


Karna ingin menunggu kakaknya bada pun duduk di ruang tv seraya nonton kartun favoritnya yaitu "The Amazing World Of Gumball" itu lah mengapa alasannya bada memakai foto profil gambar darwin di kontaknya, aneh dia ngatain hyunjin ganteng-ganteng gak pede karna pake foto profil kkami anjingnya, nah dia cantik-cantik foto profilnya darwin wkwk.


Setelah menunggu cukup lama akhirnya kak seo-ah pun tiba tapi hanya seorang diri, bada pun langsung bangun dan berlari ke arah kakaknya.


"Kakaaaaak..." Mereka pun berpelukan, bada memejamkan kedua matanya, ia sangat rindu pada kakaknya.


"Uuu cup cup adik kecil, kudengar kamu sakit yaa?" Bada pun melepaskan pelukannya lalu kak seo-ah memegang dahinya yang sudah tak panas lalu bada kembali memeluknya erat tak ingin lepas.


"Uuuu tapi kayaknya udah sembuh deh" bada pun melepaskan pelukannya lalu terduduk di meja makan seraya mencicipi sedikit-sedikit makanan masakan ibunya, lalu kakaknya beralih memeluk ibu erat seraya cium pipi kanan kiri.


"Apa kabar kamu nak semuanya baik-baik saja kan?" Seo-ah mengangguk seraya tersenyum.


"Dimana hyunbin?"


"Dia bilang ada kerjaan jadi tidak bisa ikut kesini.."


"Oh gitu yaudah gak apa-apa.. ayo makan dulu, ibu sudah masak banyak makanan nih"


"Oh iyaa waah pasti enak.. let's go makaan"


Maksud kedatangan kak seo-ah adalah untuk menjenguk adik kesayangannya satu-satunya yang sedang sakit, sekaligus refresing dari pekerjaannya dan ingin membeli hadiah untuk anniversary pernikahannya yang ke 5 tahun, tapi sayangnya keluarga mereka belum diberikan kepercayaan keturunan oleh tuhan jadi seo-ah sangat memanjakan adiknya, yaa beginilah bada jika di rumah menjadi anak yang sangat manja.


"Gimana kamu udah baikan?"


"Udah doong.. nih liat udah segar bugar"


"Oh iyaa bagus deh.. berarti besok kamu bisa kan temenin kakak belanja buat keperluan anniversary kakak?"


"Anniv? oh iyaa ya tuhan aku lupa kak sekalian deh nanti aku beli hadiah buat kakak.."


"Oh gak perlu kamu dateng aja juga udah hadiah buat kakak, dan kakak bersyukur banget.."


"Aw aaaaa" bada merasa tersipu, ibu hanya tersenyum.


"Tapi.."


"Tapi?"


"Datengnya bareng pasangan kamu yaa" skak bada tersedak.


"Uhuk..Uhuk.."


"Aduuh pelan-pelan dong makannya.."


"Air.. air.." Ibu pun panik segera memberikan minum bada bada, dan ia segera meminumnya.


"Kamu kenapa?" bada menggeleng ia pun seketika terdiam kaku lalu segera meminum air yang tadi dan pura-pura tidak dengar.


"Nah lhoo gimana?" seru ibu kompor.


"Emang kenapa? pasti kamu udah punya pacar kan?" bada pun menggeleng pelan pura-pura ingin menangis gemas.


"Masa sih? kamu kan cantik da, masa belum punya pasangan sih?" seru kakak meledek.


"Oh iyaa hyunjin gimana hyunjin?" seru ibu kompor lagi, bada menautkan jari telunjuknya.


"Sssst" Agar ibu diam.


"Nah hyunjin siapa hyunjin? bawa dia aja kalo gitu.."


"Cantik banget tau kak yang namanya hyunjin.." seru ibu antusias.


"Ih apasih ibu"


"Oh cowo cantik yaa" bada menggembungkan wajahnya di balik gelas berisi air ramuan.


"Pokoknya gak mau tau kamu bawa dia ke acara anniversary kakak"


"Bukannya aku gak mau tapi dia itu orangnya sedikit.."


"Apa?"


"Dingin.. jadi dia gak akan mau di ajak ke acara begituan"


"Gak, gak percaya, gak mungkin kalo dia dingin mungkin iyaa tapi kalo nolak kamu kakak gak percaya.. dia pasti mau percaya sama kakak"


"Saat kakak seumuran kamu cowo itu tinggal nunjuk" seru kak seo-ah bercanda menyombongkan dirinya seraya menahan senyum membuat bada membulatkan kedua matanya.


"Wah masa?'


"Hehe engga deh kakak bercanda" Tapi emang kenyataannya dia populer.


"Yaudah nanti aku coba buat ngajak dia.." Serunya pelan.


"Ok kakak tunggu yaa.. oh iyaa jangan lupa besok, besok kamu sekolah gak?"


"Iyaa sekolah.."


"Pulang sekolah kakak tunggu kamu di depan gerbang yaa kita shopping"


"Iyaa iyaa" bada pun mengangguk pasrah.


"Yaudah yaudah makan dulu.. udah dingin tuh makannya gara-gara kalian ngobrol terus"


"Oh iyaa nih kakak bawa buah buat kamu tadi beli di jalan" Bada pun teringat kembali akan buah yang di bawa oleh teman-temannya sebelumnya.


"Oh iyaa aku juga punya buah dari temen-temenku, ada di kamar, aku ambil dulu yaa kak"


"Oh iyaa yaudah" Bada pun berjalan naik ke atas untuk mengambil buah dikamarnya seraya masih memikirkan ucapan kakaknya tadi.


"Bagaimana caranya ia mengajak hyunjin ke acara peringatan anniversary kakaknya" fikirnya tak terasa sampai dikamarnya, lalu ia pun membawa 2 buah keranjang buah-buahan itu tapi kembali melamun berpikiran random.


"Apa aku hipnotis aja yaa dia.." seru bada ngawur lalu menggelengkan kepalanya cepat.


"Eh engga engga apasih yang aku pikirin" bada memukul kepalanya pelan.


"Bada ayo cepat!!" Teriak ibunya dari bawah, ia pun tersadar dari lamunannya dan segera membawa buahnya ke bawah untuk di potong oleh ibu dan mereka makan bersama.


Mereka telah selesai makan kini bada sedang tertidur di kamarnya di temani kakaknya yang tertidur disampingnya karna kasurnya cukup besar dan juga memang sebelum kakaknya menikah kamar bada adalah kamar kakaknya yang diturunkan pada bada.


Bada masih berfikir bagaimana caranya mengajak hyunjin, lalu kakaknya pun terbangun.


"Kamu masih belum tidur da?"


"Hmm" bada bergumam.


"Udah jangan banyak berfikir.. tidur udah malam" kakaknya pun kembali tidur, lalu bada mencoba berusaha untuk tidur bagaimana pun caranya ia harus tidur agar tidak mengganggu kakaknya dan besok tidak kesiangan ke sekolah, bada pun menyetel alarmnya agar ia bisa bangun lebih awal besok.