WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)

WAITING FOR YOU(Hwang Hyunjin)
Aku perduli padamu


Saat bada masuk ke kelas ia tidak sengaja melihat hyunjin yang sedang ganti baju olahraga di kelas, ia sedang telanjang dada, bada kini bisa melihat perutnya yang berbentuk kotak-kotak karna sering berlatih dance.


Ia pun berbalik dan hyunjin segera memakai baju olahraganya, sedangkan bada berjalan mundur seraya masuk ke kelas, satu tangannya menutupi matanya dan satu lagi meraba-raba ke arah tasnya untuk mengambil baju olahraganya disana, setelah dapat ia pun segera berlari ke luar kelas menuju toilet untuk berganti pakaian, hyunjin hanya tersenyum memperhatikan tingkahnya.


"Ready? let's goo.." seru felix seraya tangan dan wajahnya mengajak hyunjin keluar untuk main bola, lalu mereka pun main bola bersama dengan yang lain.


Bada telah memakai baju olahraganya lalu ia pun duduk di pinggir lapangan untuk menunggu sieun yang terlambat memakai baju olahraga, lalu setelah sieun sudah selesai memakai baju olahraganya ia pun menghampiri bada di pinggir lapangan lalu duduk disampingnya seraya menonton pertandingan bola.


Mata bada tidak lepas dari hyunjin yang kini sedang terlihat sangat keren saat bermain bola, nampaknya sangat mahir di bidang tersebut.


Dan benar ternyata ia kapten disana.


"Hyunjin keren banget yaa da.."


"I-i eh engga kok biasa aja masih kerenan juga felix tuh" seru bada kesal pada hyunjin.


"Ciee.... beralih nih ke felix? Tapi gak apa-apa kan mereka sama-sama keren cocok juga sama kamu da.." Bada menatap sieun mengernyitkan kedua alisnya heran dengan perkataannya lalu sieun pun membulatkan matanya, dan bada tersenyum.


"Serius?"


"Iyaa kenapa enggak? mereka sama-sama keren kok.. yaudah kalo gitu hyunjin buat aku yaa?" Seru sieun bercanda.


"Iyaa ambil aja." Seru bada pura-pura tak perduli padahal jauh di lubuk hatinya.


"Aaa jangan dong sieun" batin bada.


"Bener yaa.." Bada mengangguk ragu, sieun menatapnya tajam.


"Engga kok aku cuma bercanda, di hati aku cuma ada kak lee know seorang hehe" bada me roll eyes matanya.


Suara peluit di tiup pun terdengar itu tandanya mereka harus segera berkumpul dilapangan, lalu bola yang di mainkan oleh hyunjin pun menggelinding ke arah bada dan sieun.


"Eh da tolong lempar bolanya dong kesini.." seru seorang pria teman sekelas bada.


Bada pun bangun lalu mengambil bola itu, hyunjin menatapnya tajam menunggu bada mengover bola itu padanya, tapi bada malah memberikannya pada felix.


"Ini.."


"Oh thank you" hyunjin pun diam dengan ekspresi sulit ditebak.


"Jika dia suka aku? apakah dia cemburu saat ini?" Bada melihat ke arah hyunjin tapi ia tersenyum ke arah felix mengambil bolanya lalu berkumpul dilapangan.


"Huft dicuekin.." batin bada.


Mereka berkumpul di lapangan lalu pak kevin pun tiba disana.


"Ok anak-anak saat ini kita akan belajar tentang olahraga bola besar, tapi sebelum itu bapak jelaskan lebih dulu, permainan bola besar adalah salah satu cabang olahraga yang dilakukan secara berkelompok atau beregu dilapangan dengan bantuan alat utama yaitu bola yang berdiameter lebih dari 50 cm, contohnya sepak bola, basket, futsal dan lain-lain"


"Dan permainan yang akan kita mainkan hari ini adalah basket, sebelum bermain ayo kita pemanasan dulu" lalu bapak kevin pun mencontohkan beberapa gerakan pemanasan yang akan diikuti oleh para siswa.


Pertama-tama mereka berbaris, barisan bada adalah barisan paling kiri yang dekat dengan pria, entah sengaja atau tidak tapi hyunjin berbaris tepat di dekat bada yaitu disampingnya, membuat bada seketika salah tingkah ketika tau hyunjin disampingnya, ia tidak tau harus bagaimana? tapi karna ia berniat untuk menjauh darinya alhasil ia pun maju selangkah satu baris ke depan jadi hyunjin kini di belakangnya, kini ia bersampingan dengan felix dan felix pun tersenyum mengetahui bada ada disampingnya, hyunjin diam memperhatikan mereka.


Lalu pemanasan pun dimulai.


"1..2..3..4..5..6..7..8"


Saat gerakan mengangkat kaki, bada pun hilang keseimbangan dan jatuh ke arah felix dan felix menangkap tubuh bada ke pelukannya, hyunjin ingin menolong namun karna ada felix jadi ia urungkan niat itu.


"Are you ok? you can do it!" seru felix menyemangati bada dan gadis itu tersenyum canggung.


Setelah pemanasan selesai mereka pun duduk dipinggir lapangan, lalu pak guru menyuruh para siswa untuk berlatih mendribble bola sampai masuk ke ring basket.


"Aduh gimana nih aku gak bisa main basket.." bisik sieun pada bada.


"Emang kamu doang sieun, aku juga sama.."


Dribble di awali oleh siswa pria yaitu hyunjin, ia pun mendribble dan memasukkan bola dengan sangat keren membuat para siswa bertepuk tangan dan bersorak histeris padanya tapi bada hanya diam tapi dalam hatinya.


"Hmm keren banget heug.."


Lalu selanjutnya felix, dia juga sangat keren membuat semua histeris, lalu tibalah saatnya siswi wanita di tes, bada dan sieun duduk paling belakang agar tidak maju duluan, satu persatu siswi wanita di tes dan tak terasa kini giliran sieun dan bada saja yang belum di tes, bada dan sieun pun saling dorong mendorong satu sama lain.


"Ayoo sieun, bada, cepat!"


"Iyaa pak" sieun pun mendorong bada ke depan dan dengan terpaksa bada maju ke depan lagi-lagi ia menuruti sieun.


"Oh itu bada" seru felix menepuk pundak hyunjin, dan hyunjin pun kini memperhatikannya, bada semakin gugup karnanya.


Pasti kalian tau kan rasanya gimana saat crush kita ngeliatin kita pas di tes pelajaran olahraga, rasanya malu banget terus salah tingkah insecure takut keliatan jelek dan akhirnya dia eeilfeel sama kita, fikir kita.


Bada pun tersenyum canggung seraya memegang bola.


"Ayo mulai.." bada mengangguk pada pak kevin, ia pun mulai mendribble bola dengan perlahan tapi bola tidak terus memantul ke tangannya melainkan terus jatuh dan melenceng ke arah lain ke kanan dan ke kiri, felix tersenyum karna gemas pada bada.


Saat telah sampai di depan ring bada pun melihat lebih dulu ke arah sieun ragu lalu ia pun menyemangati bada dengan menunjukkan dua kepalan tangan.


"Ayo hwaiting..!"


Dengan ragu bada melompat karna tidak seimbang dan tidak sampai ke ring alhasil


Bruk!!


Ia pun jatuh ke tanah, hyunjin dan felix juga yang lain seketika bangkit ingin menolong tapi felix yang lebih dulu menghampiri bada.


"Bada are u ok?" Bada bangun seraya menekukkan tangannya untuk membuat sikunya yang berdarah dan juga kakinya terlihat olehnya, felix pun membantu membersihkan kotoran yang menempel di luka bada perlahan.


Bada diam bukan karna sakit tapi karna malu, ia pun menyembunyikan wajahnya di dengkulnya dengan tangannya yang memeluk dengkulnya, air mata keluar setetes demi setetes.


"Bada kamu gak apa-apa kan?" Bada mengangguk seraya masih menyembunyikan wajahnya.


Ini bukan sakit karna luka fisik tapi sakit hati karna luka batin, ia kesal pada hyunjin.


Pak kevin pun menyuruh hyunjin untuk membawa bada ke uks, tapi lantas bada segera bangun menunjukkan wajahnya tapi hanya setengah bawahnya saja dan atasnya masih ia tutupi dengan tangannya.


"Gak perlu pak aku bisa sendiri kok.." bada pun perlahan bangkit dan berjalan pincang, saat sedang berjalan hyunjin tiba-tiba dengan sigap menggendong bada ke pelukannya ala bridal style seperti pengantin pria menggendong pengantin wanitanya ini kedua kalinya hyunjin menggendong bada seperti itu.



Bada tersentak kaget lalu seketika menatap ke arah wajah hyunjin, sieun hanya menganga tak percaya sedangkan felix hanya tersenyum pasrah.


Hyunjin menatap ke arah wajah bada seketika mata mereka kembali bertemu.


Setelah tersadar bada menggoyang-goyangkan tubuhnya memberontak untuk menolak gendongan hyunjin, tapi hyunjin tetap berjalan berusaha tenang dan tidak memperdulikan bada, sedangkan bada ia takut hyunjin mendengarkan suara detak jantungnya yang kini berdegub kencang karnanya.


Saat sampai di uks hyunjin lebih dulu menidurkan bada di kasur yang tersedia disana lalu memanggil petugas uks untuk menangani luka bada karna mereka tidak ada disana ia pun kembali pada bada.


"Kenapa kamu melakukan ini semua.. aku tidak butuh bantuanmu."


Petugas uks belum juga datang alhasil ia pun berinisiatif mengambil kotak p3k untuk mengobati luka bada dan mengabaikan ucapannya.


"Kamu boleh pergi sekarang!" Hyunjin malah membuka kotak p3k dan mulai mengambil kapas yang diberi obat cair, mulai menotolkan kapasnya pada luka bada secara perlahan dimulai dari luka di dengkulnya.


"Aww.." Hyunjin mengobati lukanya dengan sangat hati-hati dan penuh perhatian, agar bada tidak merasakan sakit dan perih ia pun meniupnya pelan membuat bada seketika tersentuh.


Tapi ia masih kesal padanya dan kembali terfikir akan sikap hyunjin, pasti nanti akan berubah lagi.


"Sekali lagi aku tegaskan aku tidak butuh bantuanmu.." hyunjin masih fokus mengobati luka bada di dengkulnya.


"Mengapa kau melakukan ini semua.. aku kan tidak berarti apa-apa bagimu" ucap bada keceplosan, hyunjin pun bangkit setelah mengobati luka bada lalu beralih ke siku tangannya, ia masih diam tidak menjawab setelah di bersihkan lalu di beri perban.


"Sekarang aku sudah tidak apa-apa.. pergilah!" Saat akan pergi ia tersenyum lalu berbalik dalam waktu sepersekian detik hyunjin mendekatkan wajahnya mendekat ke arah wajah bada yang membuat bada seketika kikuk, detak jantungnya berdebar lebih cepat.


"Kamu mau apa??"ucap bada pelan dengan kikuk.


"Apa dia bisa dengar detak jantungku saat ini?" batin bada, ia bisa merasakan deru nafas hyunjin saat ini. hyunjin menatap matanya lalu


Cup!



Hyunjin mengecup bibir bada lembut lalu setelahnya segera menjauhkan wajahnya sedikit menjauh dari wajah bada.


"Karna aku perduli padamu.." serunya seraya menatap mata bada lekat dan intens lalu ia pun menjauhkan tubuhnya dan pergi meninggalkan bada sendiri dengan kedua pipinya yang memanas seperti buah peach disana, bada bingung seraya memegang bibirnya dengan tangannya, ia mengerjapkan matanya beberapa kali.


"Apakah ini mimpi??! kalo mimpi aku gak mau bangun!! " batin bada masih malu lalu tertidur dan menyembunyikan wajahnya di balik bantal memeluk bantal itu geregetan, senyum mengembang disana ia ingin teriak tapi tidak bisa, bisa bisa nanti ia disangka orang gila oleh siswa lain, lalu ia mencubit pipinya


"Aw.. " ia merasakan sakit berarti itu bukan mimpi.


Setelah beberapa saat sieun pun tiba di uks untuk menjenguk bada, bada pun segera bersikap se normal mungkin agar sieun tidak curiga padanya.


"Daaa maafin aku yaa.. gara-gara aku gak mau maju duluan, kamu jadi jatuh.. coba aja aku yang maju pasti gak akan kaya gini" bada tersenyum.


"Gak apa-apa kok hehe aku seneng aku jatuh.." seru bada membuat sieun bingung lalu seketika teringat.


"Oh karna di gendong hyunjin yaaa cieee.. ini kedua kalinya lhoo.. semua pada iri tuh sama kamu.. gak nyangka hyunjin bisa kaya gitu ke cewe, tapi ini semua berkat sieun dong" Bada terkekeh.


"Tuh bener kamu suka kan sama hyunjin? makannya seseneng ini" Bada pun tersenyum seraya mengangguk ragu mengakui perasaannya pada hyunjin.


"Iya iya... aku suka aku suka.."


"Yeay akhirnya ngaku juga! terus gimana-gimana hyunjin ngomong sesuatu gak sama kamu?"


"Hmm?? ngomong gak yaa.. " seru bada seraya malu-malu.


"Ngomong kan, ngomong apa? cerita dong.."


"Katanya dia.. di-a mmm dia perduli sama aku" Sieun menganga tak percaya, lalu tersenyum seketika ia jadi antusias.


"Wah itu mah udah pasti dia suka sama kamu da.." bada tersenyum malu, pipinya memerah.


"Benarkah?"


"Hmm!" seru sieun mengangguk antusias ikut bahagia untuk bada.


"Terus tadi dia..." sieun seketika diam.


"Dia apa?" Bada menyatukan kedua tangannya yang di kuncupkan dan disatukan seakan-akan mereka bersatu.


"WHAT?!! yang bener kamu da serius?!!" bada mengangguk malu seraya memegang kedua pipinya yang memanas merah seperti buah peach.


"Wah kalian berci-u-" bada segera memotong ucapan sieun.


"Ssst jangan keras-keras.."


"Hehe maaf.. selamat ya da... kamu emang de best aku iri jadi pengen kaya kamu.." bada terkekeh.


"Pasti nanti bisa... semoga"


"Aamiinn..."


Bel pun berbunyi saat mereka sedang asyik mengobrol.


"Eh udah bel ayo masuk yuk.."


"Aaaayo!" seru bada antusias dengan ekspresi gemas.


Lalu mereka pun pergi ke kelas. Bada jalan seraya masih sedikit pincang di papah oleh sieun lalu ia pun masuk ke kelas. Semua siswa heboh membicarakannya dengan hyunjin saat ia sampai di kelas.


"Liat tuh cewe caper datang.." Tapi bada tidak memperdulikannya.


"Kayanya dia sengaja jatuh biar di gendong sama hyunjin." Felix memperhatikan bada lekat dengan khawatir, sedangkan bada melihat ke arah hyunjin lalu ia pun tersenyum manis, bada semakin malu karnanya.


"Omg serius hyunjin lagi senyum ke aku sekarang!! apa ini artinya dia..??"


"Dia beneran suka sama aku dan nanti aku bakal di tembak dan kita akhirnya jadian?! aaaaaaa" batin bada seraya tersenyum malu ia pun duduk dikursinya seraya mengipasi wajahnya dengan tangan.


"Kenapa da panas yaa?" bada tidak mendengar ucapan sieun ia masih curi-curi pandang pada hyunjin dan hyunjin hanya tersenyum manis padanya.


"Yaah di cuekin.." Dan sieun mengikuti ke arah mana mata bada memandang saat ia tau.


"Hmm pantes gerah, orang disenyumin.." seru sieun meledek bada dan bada tersadar hanya tersenyum malu memegangi sebelah pipinya yang memanas.


Hyunjin pun mengalihkan pandangannya ke arah jendela seraya tersenyum salah tingkah, felix memperhatikan hyunjin dengan ekspresi bingung.


"What's wrong with you man?!" seraya merangkul dan menepuk pundak hyunjin beberapa kali. Hyunjin hanya menggeleng pelan memegang dan memainkan bibirnya dengan tangannya. Dan kembali menatap ke arah bada dan beralih saat felix menatap ke arahnya ke arah jendela.


...****************...


Walaupun ini adalah sebuah anugrah bagi bada tapi karna dekat dengan hyunjin ia terus jadi bahan omongan para siswi karna iri kepadanya.


Mereka kira bada sengaja ingin dekat dengan hyunjin karna cari perhatian dengan mengandalkan kecantikannya ia ingin jadi populer karna selama ini ia hanya jadi siswi biasa walaupun ia sangat cantik.


Tapi pada kenyataanya ia hanya seorang gadis biasa yang jatuh cinta pada seorang pria populer yang di sukai banyak wanita, ia tidak mengandalkan kecantikannya demi mengejar pria itu padahal ia cantik tapi masih juga insecure sama seperti gadis biasa lainnya.


Memang tanpa ia sadari ternyata ia juga populer di kalangan banyak pria, banyak yang ingin dekat dengannya tapi ia tidak sadar, karna kepribadiannya yang tertutup selama ini sebelum mengenal sieun, jadi para pria pun mengurungkan niatnya untuk dekat pada bada mereka mengira bada seperti itu karna telah memiliki seorang kekasih karna pada dasarnya ia adalah gadis yang sangat cantik juga menggemaskan, tidak mungkin gadis sepertinya masih sendiri pikir mereka.


Akhirnya bel pulang pun berbunyi.


"Yang piket jangan lupa piket yaa..!!" seru sieun pada semua siswa.


"Gak mau ah.." seru seseorang menggoda sieun. Dan ia pun menggeluarkan satu kepalan tangannya pada orang itu.


"Iyaa iyaa piket.. galak banget sih."


"Bodo, pokoknya yang gak piket aku denda besok wlee!" Bada masih duduk di bangkunya seraya tertidur, ia malas untuk piket karna ia seksi kebersihan jadi harus selalu bersih-bersih.


Para siswa mulai berkemas untuk pulang, begitupun hyunjin dan felix, hari ini mereka ada latihan dance.


"Aku juga gak mau piket.." seru seorang pria. Lalu sieun ingin memberikan kepalan tangannya pada pria itu tapi mendadak terdiam dan bengong saat melihat ke arahnya.


"Kenapa?" sieun menggeleng sambil terus memperhatikannya. Ia pun tersenyum menyunggingkan sebelah bibirnya ke atas, memang sudah menjadi ciri khasnya



Semua siswa menatap ke arah pria itu seraya berbisik.


"Siapa pria itu?" Dan sieun pun seketika diam. ia pun tersenyum cengengesan.


"Eh ada kak lee know.. tumben, ada apa kak kesini?"


"Ngapain lagi, cari kalian lah.." Sieun pun tersenyum malu.


Bada masih setia tertidur di bangkunya lalu hyunjin duduk di kursi sebelahnya yang sudah kosong.


Bada pun berbalik ke arah hyunjin saat membuka mata, matanya membulat seketika melihat ada hyunjin di sampingnya, hyunjin pun menaikkan kedua alisnya ke atas menatap bada dan seketika ia pun bangun. Ia masih malu memikirkan kejadian di uks tadi lalu berbalik lagi ke arah sebaliknya seraya masih pura-pura tertidur.


"Duh ngapain hyunjin tiba-tiba di samping aku. Bikin senam jantung aja.." batin bada seraya tersipu malu.


Hyunjin pun bangun dari kursinya dan pergi ke luar kelas dengan menarik felix. Bada pun bangun dari tidurnya.


"Ok bada, sieun.. aku duluan yaa.." seru felix yang di tarik hyunjin.


"Oh iyaa kalo kalian mau ikut latihan boleh langsung aja ke ruang latihan ok" seru lee know seraya melambaikan tangannya pada bada dan sieun lalu mereka membalas lambaian tangannya.


"Ok kak kita pasti kesana.." lee know menunjukkan tangannya berbentuk o pada sieun dan bada pertanda ok.


Setelah lee know pergi sieun pun berteriak senang kegirangan begitupun bada mereka saling mengaitkan tangan.


"Da kamu yakin mau latihan? kan kamu masih luka gimana kaki kamu udah bener-bener sembuh belum?"


"Hmm kalo luka sih udah ok kaki juga udah mendingan kok kata dokter gak masalah kalo aku mau dance atau loncat-loncat juga hehe"


"Oh gitu bagus dong.. yaudah ayo kita bebersih dulu.."


"Ok.."


Mereka pun segera menyelesaikan tugas mereka dan setelah selesai langsung pergi menuju ruang latihan dance.


...****************...


Bada dan sieun pun masuk ke ruang latihan seraya membungkuk satu sama lain untuk saling menghormati.


Lalu melihat ke arah hyunjin dan pria itu sedang duduk di pojok kanan dengan teman-temannya. Lalu siswa lain pun mulai membicarakannya soal bada yang digendong oleh hyunjin tadi rupanya berita itu sudah tersebar sampai ke anak dance.


"Ok karna semua telah berkumpul ayo latihan.." Lee know pun maju dan menyiapkan musik audio untuk lagu pengiring dancenya.


"Pertama-tama kalian ingin dance dengan lagu apa kpop atau barat?"


"Kpop kak.." Seru siswa antusias karna memang itu yang sedang hype saat ini, karna sebagian besar dari mereka adalah penggemar boyband dan girlband kpop.


"Siapa yang harus kita pilih?"


"BTS!!" Seru mereka antusias. Kebetulan pekerjaan lee know saat ini juga sebagai backup dancer atau pengiring boyband bts namun ia merahasiakannya dan tidak ada yang tau kecuali teman-teman terdekatnya.


"Ok lagu apa?"


"DNA aja kak.."


"Ok" ia pun mencari lagunya di yutub setelah ketemu lee know memanggil hyunjin, han, felix, seungmin, changbin dan in untuk mencontohkan gerakan dan pas mereka ada 7 orang, mereka dance lebih dulu dan mencontohkan gerakannya.


Setelah semua selesai melihat penampilannya semua bertepuk tangan untuknya, lalu mereka pun mulai mengajari siswa siswi dengan gerakan dance yang ia contohkan tadi.


"Ayo semua bangun.." Semua pun bangun tidak terkecuali bada dan sieun.


"Kita belajar beberapa gerakan dulu pertama-tama seperti ini.. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10.. lalu gerakan kedua 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10.. bisa?" Semua mengangguk sedangkan bada dan sieun yang baru pertama kali latihan pun cukup bingung dengan gerakan yang di contohkan lee know lalu hyunjin menghampirinya dan membetulkan gerakan bada membuat gadis itu kaget seketika dan jadi kikuk.


"Tangannya gini.." Ia pun menyentuh tangan bada perlahan dan membenarkan gerakannya, sedangkan gadis itu hanya mengikuti arahannya dan tersenyum bahagia membuat felix cemburu tapi ia sembunyikan di senyuman palsunya.


"Ekhem.." felix menepuk pundak han lalu han menepuk pundak in dan in menepuk pundak changbin dan changbin menepuk pundak seungmin, lalu mereka pun seketika batuk-batuk.


"Ekhem.. ekhem.. EKHEM.." changbin yang paling keras membuat lee know menyadari sesuatu setelah mendengar deheman changbin lalu saat melihat ke arah hyunjin ia pun tersenyum begitupun sieun.