Truth About Love

Truth About Love
Kikan


Acara lunch bersama Erlangga yang tanpa diduga Hanna justru membuatnya mau tak mau atau suka tidak suka melihat Dennis tengah bersama seorang gadis, yang menurut penglihatan Hanna bukan sekedar teman atau rekan kerjanya melainkan lebih dari itu,


Sekembalinya dari kafe, Hanna kembali ke kantor untuk melaksanakan meeting yang ternyata bersama Dennis dan asistennya. Acara meeting memang berjalan dengan lancar, Hanna maupun Dennis bersikap sangat profesional sehingga tidak ada orang yang menyangka kalau kedua orang itu adalah mantan kekasih yang masih belum meluruskan benang kusut di dalam hubungan mereka.


Setelah acara meeting selesai, Hanna mengemas berkas-berkasnya dan akan beranjak meninggalkan ruangan itu tapi Dennis terlebih dulu menahannya, Reginna dan ifan langsung keluar lebih dulu karena mereka sangat tau dan paham situasi apa yang terjadi dengan bos mereka masing-masing.


"Hanna! aku mau bicara! ucapnya lembut menghentikan langkah Hanna yang baru beranjak.


" bicara saja Tuan Dennis!


"tidak di sini!


" sayangnya saya tidak punya waktu Tuan! tolak Hanna dengan posisi berdiri persis di depan Dennis tapi tidak berani membalas tatapan pria di depannya itu.


"Hanna! kita perlu bicara tentang kita! ucap Dennis lagi menahan pergelangan tangan Hanna.


" Anda tidak berhak menyentuh saya Tuan! ucap Hanna dingin membuat Dennis langsung melepas tangan Hanna dari genggamannya.


"maaf!..


" Jika anda ingin bicara, di sini saja Tuan! ucap Hanna menatap tajam bola mata elang milik Dennis.


Lama mereka saling diam, hening hanya helaan nafas mereka yang terdengar,


"aku masih menunggu alasan kamu! tolong jelaskan padaku! akhirnya Dennis memecahkan keheningan dengan kalimatnya yang terdengar begitu lirih dan setengah memohon.


Hanna diam tak bergeming, hatinya bergemuruh menahan gejolak di hatinya, tatapan pria di depannya itu masih sama, sama seperti dulu!


" pliss.. Hanna! tolong kasih tau aku apa yang membuatmu meninggalkanku! kalimat Dennis barusan begitu membuatnya membeku, air matanya hampir saja jatuh kalau tidak....


"wah... wah.. wah.. apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui tentang calon tunanganku ini?? Tiba-tiba kedatangan seorang gadis membuat mereka serempak menoleh, " bukankah gadis ini yang bersama Dennis tadi? apa itu tadi? calon tunangan? oh... ternyata kekasih Dennis...


"Kikan! ngapain kamu ke sini? geram Dennis membentak gadis yang bernama Kikan itu.


" kenapa? apa ada yang salah kalau aku menemui calon tunanganku? sahut Kikan menelisik penampilan Hanna dengan tatapan remeh nya.


"berhenti bicara omong kosong Kikan! sekarang pergi! tolong jangan menggangguku! ucap Dennis sudah mulai emosi.


" mengganggu? aku tidak sedang mengganggumu! justru sekarang aku merasa terganggu dengan perempuan ini! ujarnya lagi seraya mendekati Hanna yang sejak tadi hanya diam memasang wajah datarnya menyaksikan drama sepasang kekasih di depannya.


" KIKAN!!!!!... bentak Dennis semakin emosi.


"tidak usah berteriak seperti itu sayang! protes Kikan tanpa mengalihkan tatapannya dari Hanna.


" katakan! apa yang kamu tawarkan pada Kekasihku? ucap Kikan lagi menyinggung harga diri Hanna.


"jaga bicara anda Nona! protes Hanna mulai terpancing emosinya. Selama ini tidak ada seorang pun yang pernah berkata sekasar itu padanya.


" hey.. hey... berani sekali kamu, tidak perlu munafik Nona! perempuan seperti kamu pasti menginginkan pria kaya bukan? ujar Kikan lagi semakin memancing amarah Hanna, tampak dari raut wajah serta sorot mata gadis itu. Dennis dapat melihat kemarahan Hanna, ini pertama kalinya ia melihat itu.


"KIKAN!!!!.. apa-apaan kamu! KELUAR!!!... bentak Dennis mencekal lengan Kikan dengan kasar.


" Biarkan aku memberitahu perempuan itu Dennis!!! agar dia tau diri!!! bentak Kikan membalas Dennis dan menarik tangannya.


"kau..!!!.. Geram Kikan menuding wajah Hanna dengan telunjuknya,


" apa urat malumu sudah putus sehingga dengan bangganya kau menggoda kekasihku????


"kalau bukan karena uang, tidak mungkin kau menggoda kekasihku! lalu apa yang kau tawarkan? tubuhmu??? kalimat tak terkontrol Kikan membuat Hanna tidak memiliki kesabaran lagi.


" apa anda sedang menjelaskan tentang diri anda Nona? seharusnya anda bercermin dulu sebelum mulut kotor anda itu mengatai saya yang tidak-tidak! balas Hanna sambil memperlihatkan senyum smirknya.


"kurang ajar! Kikan hampir melayangkan tamparannya ke wajah cantik Hanna, tapi buru-buru dicekal Hanna dengan cepat.


" bahkan tangan kotor anda ini tidak pantas menyentuh wajah saya!!!!... Kemudian Hanna menghempaskan tangan Kikan dengan kasar. Lalu tatapannya beralih pada Dennis yang sejak tadi mematung tidak menyangka sosok lembut Hanna sama sekali telah hilang....


"Tolong bawa pergi Kekasih anda Tuan Dennis!!!... ucap Hanna kemudian berlalu dengan cara yang elegan tapi sangat membuat Kikan murka.


" sayang!... rengek gadis itu manja.


"DIAM!!!... bentak Dennis, lalu pergi begitu saja meninggalkan gadis itu.


" lihat saja nanti Dennis!!! gumam Kikan semakin kesal karena belum juga berhasil meluluhkan hati Dennis. Lisa menjadi satu-satunya senjatanya, ia dengan mudah memanfaatkan perempuan paruh baya itu untuk memaksa Dennis agar segera menikahinya. Kemudian ia mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang...


Dan siapa lagi seseorang itu kalau bukan Lisa mamanya Dennis.