Truth About Love

Truth About Love
Mengunjungi Proyek kerja sama


Hari ini Hanna dan Regina berkunjung ke luar kota untuk melihat lokasi proyek mereka yang baru, mereka tidak berdua saja ada Dennis dan juga ifan karena memang proyek ini kerja sama mereka hanya saja mereka perginya terpisah dengan kendaraan masing-masing.


Hanna dan Reginna yang duluan sampai di lokasi itu memutuskan untuk berjalan-jalan santai sekedar melihat-lihat pemandangan di sekitarnya, Dengan penampilan Hanna yang terkesan sangat sederhana orang-orang pasti tidak mengira kalau gadis itu merupakan CEO di salah satu perusahaan terbesar di ibukota. Bagaimana tidak gadis itu hanya mengenakan kaos oversize Berwarna putih yang sangat kontras dengan kulit putihnya didipadu dengan celana jeans hitam serta sneakers putihnya menjadikan dirinya seperti gadis remaja belasan tahun. Berbeda dengan Regina yang tampak lebih dewasa meski mereka sama-sama mengenakan celana jeans tapi Reginna mengenakan kemeja peach berlengan panjang sebagai atasannya.


Tidak lama kemudian Range Rover hitam berhenti tidak jauh dari mereka, menyita perhatian kedua gadis itu.


"Tuan Dennis Sangat tampan ya Bu! gumam Regina masih terdengar jelas di telinga Hanna. Dennis berjalan berdampingan dengan Ifan begitu gagah dan tampan dengan kemeja putihnya serta kaca mata hitam yang bertengger di atas hidungnya.


" Bu Hanna dengan Dennis janjian ya pakai putih-putih gitu! celetuk Ifan yang sontak membuat keduanya memperhatikan penampilan masing-masing membuat Reginna terkekeh geli. Dennis hanya tersenyum setelah menyadari penampilan Hanna yang menurutnya sangat manis sedangkan Hanna masih mempertahankan wajah datarnya.


"Bisa kita mulai Tuan Dennis? ucapnya langsung tanpa basi-basi.


" silahkan!


Kemudian Ifan memanggil seseorang yang tak jauh dari tempat mereka.


"Perkenalkan beiau ini bernama Alex seorang Arsitek yang akan menangani jalannya pembangunan proyek kita! ucap Ifan


Laki-laki yang bernama Alex itu langsung mengulurkan tangan sopan.


" saya Hanna! jawab Hanna menerima uluran tangan laki-laki itu dengan sopan.


"Mari ke ruangan saya Tuan dan Nona! ajak Alex seraya berjalan duluan.


Tibalah mereka di ruangan Alex, sebenarnya tidak cocok di sebut Ruangan sih, karena ruangan itu seperti ruangan darurat saja tapi di sana sudah ada beberapa orang yang mungkin anggota dari Alex.


Kemudian Alex menjelaskan dengan sangat rinci perihal pembangunan proyek Hanna dan Dennis serta denah yang terpampang jelas di depan mereka melalui layar proyektor. Mulai dari langkah-langkah awal yang akan mereka lakukan, berapa lama pengerjaannya serta berapa taksiran Danna yang akan mereka keluarkan, Semua di bahas secara rinci dan jelas.


"Terimakasih Pak Alex! penjelasan anda sangat memuaskan, Kami percaya pada kinerja Anda tapi tetap keselamatan para pekerja yang terutama dan tolong di perhatikan! ucap Hanna final setelah berakhirnya persentase Alex.


" Terimakasih Bu Hanna! saya akan bertanggung jawab dengan tugas ini! sahut Alex sedikit memperlihatkan senyumnya.


"Baiklah, kalau begitu kita permisi dulu Alex! ucap Dennis menepuk bahu Alex. Hanna sedikit heran dengan kedekatan keduanya tapi hal itu hanya sesaat dan langsung diabaikan begitu saja karena dikiranya itu tidaklah penting.


" Bagaimana kalau kita makan siang dulu! tawar Ifan


"bagaimana Hanna? tanya Dennis menatap Hanna tapi gadis itu hanya mengangguk saja.


" maaf nih bos, sepertinya aku tidak bisa karena harus briefing dengan anggotaku! Tolak Alex dengan sopan.


"Apa tidak bisa setelah makan siang saja? tanya Dennis.


" tidak bisa! karena konsentrasi mereka akan berkurang kalau sudah kekenyangan! sahut Alex bercanda membuat mereka tertawa serempak tanpa terkecuali Hanna yang tertawa memperlihatkan dimplenya dan itu tidak luput dari penglihatan Dennis.


"baiklah kalau begitu saya permisi dulu! pamit Alex langsung beranjak pergi.


Hanna dan Regina berjalan duluan menuju sebuah resto yang tidak jauh dari area proyek sehingga mereka memutuskan untuk berjalan kaki saja. Sementara Dennis dan Ifan menyusul beberapa meter di belakang mereka.


" Hanna terlihat seperti bocah gitu ya! celetuk Ifan seraya menatap Hanna dari jauh.


Dennis tersenyum dan ikut memperhatikan Hanna.


" bagiku dia tetap Hanna yang dulu! aku tidak peduli mau dia CEO atau apapun itu! ucap Dennis


"Cih.. lalu Kikan mau kau kemanain?


" Sudah aku bilang aku tidak peduli! ucap Dennis lagi tanpa beralih dari Sosok Hanna yang kini tengah duduk di salah satu meja di dalam Resto Sambil berbicara pada salah satu pelayan.


Kemudian Mereka mempercepat langkahnya untuk segera menghampiri ke dua gadis itu.


"Setelah pulang dari sini nanti apa kalian mau ke suatu tempat? katanya di sekitar sini banyak objek wisata yang pemandangannya bagus-bagus! Kata Ifan seraya memperhatikan kedua gadis di depan mereka.


" Sepertinya tidak bisa Tuan, Soalnya barusan adik saya mengabari kalau dia ada perlu dengan saya! tolak Hanna halus.


"wahh.. sayang sekali! gumamnya.


" Davi kuliah sudah semester berapa? tanya Dennis kemudian.


"Semester akhir! sekarang dia sibuk dengan skripsinya! jawab Hanna sambil memperhatikan beberapa menu yang baru saja dibawa pelayan.


Kemudian suasana di meja itu hanya hening, tak ada yang mengeluarkan suara hanya bunyi piring dan sendok yang terdengar, keempat manusia itu terlalu fokus dengan makanan di depannya dan juga terlalu larut dengan pikiran masing-masing.


Tiba-tiba suara ponsel Ifan memecahkan kesunyian di meja itu.


"maaf saya angkat telpon dulu! ucapnya permisi dan langsung menjauh dari meja itu.


" Bu Hanna! saya ke toilet sebentar ya! pamit Reginna.


Kini tinggal Hanna dan Dennis yang merasa canggung dengan suasana keduanya.


Hanna yang gugup karena sejak tadi Dennis menatapnya meraih cup ice cream di depannya.


"Hanna, sejak kapan kamu suka ice cream? tanya Dennis lembut, ia sangat tau kalau sejak dulu Hanna memang tidak suka ice cream dan makanan manis.


Namun Hanna tetap menyuapkan lelehan lembut dan dingin itu kemulutnya. Rasa manis yang sangat tidak di sukainya langsung memenuhi lidahnya.


"Hanna, tenggorokan kamu nggak kuat dengan rasa manis dan dingin itu jika kamu makan secara bersamaan! Ucapan Dennis barusan seperti dejavu bagi Hanna, pasalnya dulu Dennis akan over protektif dengan makanan yang di konsumsi Hanna jika itu akan membuat gadis itu sakit, karena radang tenggorokan yang selalu bersarang pada tenggorokan Hanna membuat gadis itu harus menghindari makanan manis dan dingin.


"Kamu terlalu berlebihan Dennis! ucapnya datar dan dingin. Tapi kegiatannya menyuap ice cream berhenti juga.


Dennis tersenyum hangat dan menatap gadis itu penuh cinta, sehingga membuat seseorang yang tanpa mereka sadari sudah sejak tadi mengikuti gerak-gerik mereka murka.


"cekrek.. cekrek!...


Beberapa Foto sepasang manusia itu dia ambil dengan emosi yang meluap-luap.


" kamu akan menjadi milikku secepatnya Dennis! gumamnya tersenyum.


"aku tidak akan membiarkan seseorang merampas apa yang seharusnya menjadi milikku! ucapnya lagi penuh ambisi sebelum berlalu dari tempat itu.


Sekitar pukul lima sore keempat manusia itu baru meninggalkan lokasi proyek setelah memastikan tidak ada lagi yang perlu dibahas. Mereka berpisah dengan kendaraan masing-masing menuju ibukota.