
Hanna mendengus kesal begitu dirinya membuka pintu ruangannya lagi dan lagi buket mawar putih serta kata-kata yang menurut Hanna sangat kekanakan menyambut paginya. Betapa tidak sudah seminggu ini Hanna menerima bunga-bunga itu dan pengirimnya juga orang yang sama. Ia menyingkirkan mawar putih itu dari mejanya, kemudian tanpa memikirkan nasib bunga itu ia pun mulai larut dalam pekerjaannya.
Ketukan di pintu menghentikan Aktifitas Hanna yang sedang mengetik sesuatu di laptopnya.
"Bu! Tuan Erlangga ingin bertemu dengan anda! ucap Regina begitu ia membuka pintu ruangan Hanna.
" apa kita memiliki janji Re? heran Hanna
"tidak bu! Tuan Erlangga hanya ingin bertemu saja! kelas Regina,
Hanna menghela nafasnya sejenak kemudian...
" baiklah, suruh dia masuk!
"baik bu!..
Tidak berapa lama, Erlangga memasuki ruangan Hanna, aroma lembut orange blossom yang mengusik penciumannya akhir-akhir ini sudah berubah menjadi candu baginya.
" Selamat siang cantik! sapanya menggoda Hanna, tapi bukan Hanna namanya kalau dengan gombalan seperti itu bisa membuatnya tersipu.
'selamat siang tuan Erlangga yang TERHORMAT! balas Hanna dengan menekan kata terhormatnya. "ada tujuan apa Tuan? setau saya kita tidak memiliki janji! " lanjut Hanna lagi seraya menatap pria itu tajam.
"Ruangan yang nyaman.... " alih-alih menjawab pertanyaan Hanna, Erlangga justru menyamankan tubuhnya di sofa tanpa menghiraukan tatapan tajam gadis di depannya itu.
"Apa aku boleh duduk? tanyanya kemudian
" bukankah sejak tadi anda sudah duduk?" ucap Hanna semakin kesal. Lagi-lagi Erlangga tampak acuh-acuh saja seraya tersenyum lembut pada Hanna.
"jelaskan maksud dan tujuan kedatangan anda Tuan Erlangga! ucap Hanna lagi sudah mulai habis kesabarannya melihat tingkah laki-laki di depannya.
" Aku tidak bermaksud apa-apa Hanna! oh... ayolah.. aku benci sekali panggilan Tuan/ anda itu! ucap Erlangga semakin memancing kemarahan Hanna.
"Bagaimana bunga-bunga dariku, apa kamu suka? tanyanya kemudian sambil menatap manik coklat milik Hanna.
" lebih tepatnya itu sangat mengganggu saya Tuan!
"kalau begitu, lain kali akan aku beri bunga yang lain! ucapnya lalu menaik turunkan alisnya menggoda Hanna yang sejak tadi sudah mode harimau yang siap mengamuk.
" Bagaimana kalau kita makan siang? ajak Erlangga kembali membuat nyaman posisinya di sofa.
"kalau saya tidak mau?
" aku tidak akan pergi dari sini! sahut Erlangga.
"Apa gak anda memaksa saya?
Ingatkan Erlangga untuk tidak mencium gadis itu, karena sejak tadi ia sudah tidak tahan melihat paras gadis itu yang semakin menggemaskan ketika sedang marah.
"anda sangat menyebalkan Tuan Erlangga! sewot Hanna menyentakkan kakinya sambil meraih tasnya di meja. Ia sangat terpaksa menerima ajakan makan siang Erlangga karena bagaimanapun caranya ia mengusir Erlangga, ia takkan berhasil
" hahahhahahaah... " Erlangga tertawa senang mengikuti Hanna dari belakang.
"Re! aku keluar dulu ya! pamit Hanna pada Regina ketika melewati meja Regina. Gadis itu sedikit heran kok tiba-tiba bos cantiknya itu mau diajak laki-laki itu.
" Aku pinjam bos cantikmu ini sebentar ya Nona? pamit Erlangga seraya tersenyum nakal.
"tolong dijaga baik-baik bos saya ya Tuan! ucap Regina tersenyum menghoda bos cantiknya itu.
" sudah pasti Nona! berlian seperti dirinya harus dijaga sebaik mungkin! jawab Erlangga membuat Regina cekikan tanpa menghiraukan tatapan kesal bosnya.
Tatapan para staf yang sempat melihat bos mereka bersama seorang laki-laki tampan sungguh sangat menghebohkan! pasalnya hampir tidak pernah mereka melihat Hanna bersama laki-laki, Mereka sebenarnya tau bagaimana Hanna menutup hatinya selama ini, desas-desus masalah keluarga Hanna sudah sejak lama mereka ketahui tapi mereka tidak pernah mengungkitnya ataupun menjadikan itu sebagai tameng untuk menggunjing Hanna, selain karena kebaikan dan kelembutan hati bos mereka, bagi mereka Hanna adalah serupa malaikat yang berhati lembut dan mulia.
Tidak sedikit yang mendoakan Agar Hanna dan Erlangga berjodoh, tanpa mereka ketahui kalau saja Hanna mendengarnya sudah dipastikan mereka akan mendapat masalah.
Erlangga sangat betah menatap Hanna yang duduk di depannya menikmati makananya, Sorot mata yang lembut tapi dalam sekejap bisa berubah tajam sangat dia sukai, Tapi ada sesuatu yang selama ini membuat Erlangga sangat penasaran, seperti apa senyuman gadis itu???
"Hanna! ucapnya memanggil gadis itu.
Hanna hanya melihat sekilas pertanda ia siap mendengarkan apa yang akan dikatalan Erlangga.
" terimakasih!..
"untuk? heran Hanna.
" makan siang yang berharga ini! jawab Erlangga dengan wajah yang serius bahkan sangat serius sehingga membuat Hanna menatapnya lama.
"Kenapa melihatku seperti itu? apa kamu sudah jatuh cinta padaku Hanna? mulai lagi membuat Hanna kesal dengan senyum nakalnya ketika menggoda Hanna.
" Kenapa ada manusia semenyebalkan kamu sih!!!!... geram Hanna yang sontak membuat Erlangga tertawa senang mendengar kata "Kamu" yang barusan diucapkan Hanna.
Hanna langsung memalingkan wajahnya yang tanpa sengaja tertuju pada sepasang manusia yang mana salah satunya sangat ia kenal. Entah kenapa hatinya terasa nyeri melihatnya padahal jelas-jelas orang itu bukan siapa-siapanya lagi.
"kenapa Hanna? tanya Erlangga begitu menyadari perubahan di raut wajah Hanna.
" oh.. tidak, tidak apa-apa! mari kita pulang! ajak Hanna langsung beranjak meninggalkan area Kafe.
Meskipun sedikit bingung, Erlangga tetap mengikuti Hanna dari belakang sambil mencari-cari jawaban di otaknya Ada apa dengan Hanna? atau apa Hanna mengenal Dennis? bukankah tadi Hanna berubah setelah melihat Dennis di sana? begitulah pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi isi kepala Erlangga.