
Hari ini, setelah semua pekerjaannya selesai Hanna menyanggupi ajakan Erlangga untuk sekedar merilekskan pikiran katanya, hubungan keduanya akhir-akhir ini juga semakin dekat, Hanna tidak lagi bersikap dingin ataupun galak pada Erlangga, itu sebabnya Pria yang mempunyai julukan playboy itu semakin bersemangat untuk mendekati Hanna. Walaupun ia sangat tau kalau untuk masuk kedalam ruang hati gadis itu sangatlah sulit, dia tetap akan mencoba berjuang lebih gigih lagi karena ruang istimewa di hatinya sudah di tempati nama gadis itu, Bahkan dia sangat mencintainya walaupun belum terbalas.
Ia tersenyum kala melihat sosok manis tengah berjalan ke arahnya.
"Berangkat sekarang? tanya Hanna begitu berada di depan Erlangga.
" nggak makan dulu?
"ntar aja deh, aku belum begitu lapar! ucap Hanna
" kalau begitu jalan sekarang yuk! ajak Erlangga seraya meraih jemari gadis itu dan menggenggamnya. Sontak membuat Hanna terkejut dan merasa risih.
"Emangnya kita mau kemana?
" ntar juga kamu tau, nggak jauh kok! Erlangga tersenyum melirik gadis di sampingnya sebentar lalu kembali fokus pada kemudi.
Kemudian Hanna mematai isi dalam mobil yang dipakai Erlangga, ada beberapa majalah yang nampak berserakan, charger handphone yang diletak begitu saja belum lagi kotak tisu yang isinya entah ke mana-mana,
Kemudian Hanna merapikannya sebentar, majalah-majalah itu ia susun rapi, charger HP ia gulung dan kotak tisu ia rapikan juga, semua itu tidak luput dari perhatian Erlangga, pria itu hanya tersenyum dalam diam sembari melihat apa saja yang dilakukan Hanna dengan isi mobilnya.
"Apa ini? gumaman Hanna sontak mencuri perhatian Erlangga dan sedetik kemudian laki-laki itu tersenyum kikuk dan gugup ketika melihat apa yang ada di tangan Hanna.
" Mmm.. itu... itu...! Sungguh Erlangga seperti kehilangan akal saat ini ketika Hanna masih memegang kotak alat kontrasepsi yang sudah sangat lama tersimpan di mobilnya dan entah bagaimana Hanna bisa melihat benda sialan itu.
"Hanna...! ucapnya lirih..
" Kau... kau.. Benar-benar tidak tau apa itu? tanya Erlangga ragu-ragu.
"tadinya sih ia, sebelum aku baca tulisan yang ada di kotaknya! jawaban Hanna langsung membuat Erlangga merutuki kebodohannya. Secara tidak langsung ia sudah merusak harga dirinya di depan Hanna. Dan sudah bisa dipastikan kalau cintanya sudah pasti di tolak gadis itu bahkan sebelum ia mengungkapkannya. Siapa sih yang mau dengan pria mesum seperti dirinya???
"tidak usah merasa tidak enak seperti itu! semua itu hak kamu, privasi kamu tapi lain kali jangan diletak sembarangan seperti ini! ucap Hanna tertawa mengejekku.
" Kamu nggak merasa apapun terhadapku setelah melihat benda itu!?
"maksud kamu? Tanya Hanna bingung menatapku.
" Aku nggak berhak menghakimimu Erlan, itu hak kamu ya terserah kamu kan mau melakukan apapun juga! Asal kamu jangan melakukan itu padaku! Lanjutnya lagi sembari menatap tajam ke Erlangga.
"kalau kamu jadi istriku kan sudah pasti aku melakukannya Hanna! ucap Erlangga menggoda Hanna.
" dalam mimpimu!
Mungkin inilah yang disebut luka tapi tak berdarah, dua kata yang diucapkan Hanna barusan seperti sebuah penolakan bagi Erlangga, Dia tidak lagi berniat menggoda ataupun membalas ucapan Hanna. Hatinya sudah terlanjur kecewa hanya karena ucapan Hanna barusan.
Bahkan sampai mereka tiba di sebuah pantai yang cukup indah tak ada seorang pun diantara keduanya yang memulai percakapan. Keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing hanya jejak langkah tapak kaki mereka yang saling mendahului siapa yang paling terdepan menyusuri tepi pantai.