
"enak saja, aku bukan pohon tau" gerutu anak laki laki yg barusan ku tabrak.
"akhirnya" ucap salah satu dari lima anak laki laki yg mengejarku tadi.
akupun yg mendengar ucapan itu, langsung bersembunyi dibalik tubuh anak laki laki yg tubuhnya lebih tinggi dan umurnya lebih banyak dari ku.
"hey sini kau" teriak salah satu anak laki laki yg mengejar ngejarku tadi.
"tidak" teriakku.
anak laki laki yg tersangka ketua geng itu mengulurkan tangannya hendak menarikku.
tiba tiba
"jangan ganggu dia"
ucap anak laki laki yg kujadikan sembunyi, yg kini menangkis tangan ketua geng itu.
"ternyata ada pahlawan kesiangan nih"
ucap ketua geng anak laki laki itu.
"terserah lo mau ngomong apa" jawab anak laki laki itu tanpa ada rasa takut.
"rupanya lo belum tau siapa gw"
ucap ketua geng itu dan melayangkan tinjuan kearah anak laki laki itu.
tapi ternyata anak laki laki yg kujadikan tempat sembunyi ini menangkap tangan ketua geng itu dan....
'krekkkkk'
"akhhhh"
teriak kuta geng itu dan...
'bukkkkk'
ketua geng itu jatuh ke rerumputan.
"bos" teriak anak laki laki lainnya yg tersangka anak buah ketua geng bocil batusan.
mereka berempat membantu bos nya bangun dan...
"awas ya lo"
"gw bakalan buat peritungan sama lo"
ucap ketua geng bocil itu yg diperkirakan berumur 10 tahunan, yg kini berlari dan disusul anak buahnya.
"apa kau akan terus bersembunyi dibalik tubuhku"
tanya anak laki laki itu yg menolongku barusan.
melihat tak ada geng itu lagi akupun keluar dari balik tubuh anak laki laki yg menolongku barusan.
"sebenarnya apa yg terjadi"
"kenapa kau dikejar kejar mereka"
tanya anak laki laki itu yg kini menatapku.
"tadi aku tak sengaja menumpahkan minuman ke baju jojo"
ucapku jujur tanpa ada yg ditutup tutupi.
"jojo"
anak laki laki yg ada dihadapanku terlihat mengerutkan dahinya, terlihat jelas bahwa anak laki laki yg umurnya lebih tua dari ku itu tidak paham dengan maksut ucapanku.
"iya, jojo"
"anak yg barusan berkelahi denganmu"
"dia ketua geng ngak ada akhlak"
"lalu siapa namamu" tanya lagi
"namaku jelita ifanca"☺
"nama mu siapa"
"panggil saja aku v"
"apa kau mau berteman denganku"
tanyaku penuh harap
"tentu"
"kenapa tidak"😊
berjabat tangan
"aku tidak pernah melihatmu"
"apa kau org baru"
"aku kesini untuk kerumah nenekku"
"apa kau mau mengunjunginya"
"aku dan ayah ibuku mau pindah ke amsterdam, jadi sekalian membawa nenek"
"yah kau mau pergi ya"😔
"tenanglah aku akan pergi 3 minggu lagi"
"jadi kita masih bisa ketemu"
skip
3 minggu kemudian
"apa kau benar benar akan pergi"😔
tanyaku.
"ya aku akan pergi"
"kalau begitu kita tidak bisa ketemu lagi"
"sekarang aku akan di buli lagi"😔
"kau jangan sedih"
"suatu saat nanti, aku akan kembali"
"dan setelah aku kembali aku akan menikahimu"
"aku akan menjagamu sampai kapan pun"
"benarkah"😢
ucapku yg kini mulai terharu
"ya aku berjanji"
"aku akan selallu setia padamu"
(yak begitulah ucapan bocil 7 tahun dan 14 tahun, yg ucapannya dah kaya org dewasa)
"ini"
jonathan memberikan sebuah gelang yg tadinya teroasang ditangannya.
bersambung...
jangan luoa tinggalin jejak ya