
mendengar adanya suara pintu yg dibuka membuat jasmine langsung memejamkaan matanya, seolah olah sedang tidur.
terdrngar lagi adnya suaara langkah kaki yg mendekat, akupun yg sudah tau siapa itu hanya pura pura sudah terlelap mimpi.
kuraskan adanya selimut yg menutupi kaki hingga leherku, bisa dipastikan jika jonathan yg menyelimutiku.
kudengar lagi adanya suara langkah kaki yg menjauh dan pintu yg ditutup.
jasmine yg mendengar suara pintu ditutup dati luar langsung membuka matanya lagi
bisa dipastikan kalau jonathan pergi dari kamar mereka.
"aku tau, kami menikah karena dijodohkan"
"tapi sampai kapan jonathan terus menyimpan rasa pada wanita lain"
"sampai kapan cintaku tak terbalaskan"
"tiga tahun ku menjalani pernikahan tanpa cinta ini"
"tapi tiga tahun juga kau tak pernah membuka hatimu untukku"
"hatimu hanya kau persembahkan untuk wanita lain"
ucap jasmine lirih yg kini air mata mulai membanjiri pipi merah muadanya.
SKIP
keesokan harinya
"nih makan"
ucap jonathan yg kini mendekatkan sendok yg berisikan buryam kesukaan jelita atau lita.
"aku dah kenyang"
ucap jelita tanpa menoleh kearah nathan.
"hahh"
jonathan menghembuskan nafas frustasinya dan meletakkan mangkuk yg berisikan buryam di meja yg berada tak jauh dari sampingnya.
"lalu kau mau apa"
tanya jonathan yg kini menatap lekat lita.
mendengar itu lita tak menjawab ataupun menengok ke arah nathan
yg tentu saja membuat jonathan mengusap kasar wajahnya.
SKIP
kini jonathan mengajak jelita jalan jalan keliling rumah sakit.
"apa kau suka"
tanya jonathan pada jelita yg dijawab dengan anggukan kepala.
"bagai mana jika kita makan dikantin" (dirumah sakit ada kantin).
belum juga jelita menjawab, jonathan langsung menggendong jelita dan berjalan menyusuri lorong lorong rumah sakit meski vanyak org lalu lalang yg memperhatikan mereka, tapi bukan jonathan Xafir Wilem kalau tidak acuh pada org yg tak di kenal.
"apa yg kau lakukan"
teriakku dan berusaha untuk turun
ucap jonathan acuh yg tak memperdulikan lita yg dari tadi memberontak ingin diturunkan.
"turunin ngak"
ucapku yg masih berusaha untuk turun dan memberontak.
"ngak"
jawab jonathan singkat
"lepasin"
teriak lita dan memukul mukul dada nathan
dan
"akhhh"
teriakku saat merasakan nathan yg akan membantingku ke lantai yg keras
dan debgan segera aku mengalungkan tanganku di leher jonathan
"apa yg kau lakukan"
"apa kau ingin membunuhku"
ucapku memandang serius jonathan sambil mengerucutkan bibirku yg pucat.
💏
💏
💏
💏
💏
jonathan mengecup berkali kali bibir yg mengkerut seperti kelopak mawar itu.
dan tentu saja gerakan jonathan yg mencium bibirku secara tiba tiba membuat bekas ciuman menjadi terbakar.
tanganku memegang bibir ygbarusan dikecup oleh orang yg sekarang sedang mengendongku
dan sekarang kutatap sosok yg menggendong yg ternyata nampak tersenyum, yg senyumannya susah diartiakan tapi keanpa jika ku perhatikan baik baik di seperti ingin memakanku saja.
semua orang yg berlalu laalng hanya pura pura tak melihat saja karena semua org juga sudah tau siapa itu Jonathan Xafir Wiliam.
"jadi mau aku gendong apa mau aku jatohin" ucap jonathan tersenyum jahil
"ngak dua duanya"
jawabku yg kini memalingkan wajahku yg memerah.
"oke"
"kalo gitu aku jatohin" ucap jonathan yg kini mengangkat tubuhku lebih tinggi dan bersiap untuk menjatuhkan tubuku kelantai.
BERSAMBUNG
HAPPY RADING