
"akhhh" teriakku
"ya ya ya"
"kamu bileh gendong aku"
"tapi jangan jatohin"
ucapku yg kini berpegangan lebih erat di leher jonathan
"nah gitu dong"
ucap jonathan yg kini mencubit hidungku
kaki jonathan yg tadi teerhenti kini melangkahkah kearah utara.
"eh itu bukannya si nathan ya"
"kok dia sama cewek"
ucap jovanka yg kini keluar dari ruangan cek kehamilan bersama jenifer.
"mana"
ucap jenifer yg tak melihat keberadaan jonathan.
"tadi ada"
"dan dia lagi gendong cewek lain"
"dan kayak nya bukan jasmine"
ucap jovanka lagi yg masih celingak celinguk
"palingan kamu salah liat kali"
jawab jenifer yg pura pura tak melihat padahal tadi juga liat.
"masa sih"
"perasaan aku ngak lagi mabok"
sangkal jovanka yg kini langsung membalalikkan badan
"sayank tungguin" teriak jovanka saat melihat bumil syantiknya meninggalkannya.
sedangkan jenifer yg sebenarnya mendengar teiakan suaminya hanya acuh dan pura pura tak mendengar karena moodnya sedang buruk.
KANTIN
v mendudukkanku disalah satu bangku dan kulihat v pergi memesan makanan.
tak lama kemudian v datang dengan nampan yg berisikan makanan dan minuman.
"makan yg banyak"
"inikan makanan kesukaan kamu" (sup iga)
ucap v yg kini duduk disampingku.
"kamu masih inget makanan kesukaanku"
tanyaku menatap v
"buakn cuma makanan, semua aku juga tau"
jawab v yg menyendokkan sup kearah mukutku.
"aku bisa makan sendiri"
ucapku yg hendak meraih sendok, tapi langsung dijauhkan v.
"mau aku suapin atau aku cium lagi"
ucap v yg langsung membuatku mengalihkan untuk menyembunyikan pipiku yg memerah.
"itu sate kambing kamu entar dingin"
"kamu makan aja sate kamu"
ucapku yg nerebut sendok ditangan v
TEMPAT LAIN
kini jasmine sedang melamun dan mengaduk aduk minumannya.
tak lama kemudian
"jasmine" teriak seseorang yg berlari kearah jasmine dengan air mata yg berlinang dan membuat jasmine yg tadi masih melamun kini tersadar akan lamunannya.
"jihan"
"kau kenapa"
tanya jasmine yg tak dijawab oleh jihan yg malah sibuk menangis tersedu sedu
"duduk dulu"
ucap jasmine dan memberikan selembar tisu
yg langsung diterima oleh jihan dan menghapus air matanya.
"sekarang tenangkan lah dirimu"
ucap jasmine yg mengelus pelan punggung jihan dan memberikan minum pada jihan agar lebih tenang.
"sekarang lo ceritain"
"sebenernya ada apa"
"kenapa lo nangis kek gini"
"dan dimana suami lo"
tanya jasmine mengintrogasi jihan.
"jadi sebenarnya...."
ucap jihan yg mulai menjelaskan
30 menit kemudian
jasmine yg mendengar cerita jihan hanya bisa terdiam seribu bahasa, karena cerita jihan sangat mirip denagan kehidupan rumah tangganya.
"gw ngak abis pikir"
"james kawin lagi cuma karena gw yg ngak bisa ngasih anak"
"salah gw dimana"
"gw juga ngak mau kalo gw ngak bisa ngasih anak"
"dia nikah sama cinta pertamanya yg dari dulu dia cintai"
"gw tau gw sama james nikah karena dijodohin"
"tapi selama 3 tahun kami nikah"
"dia bener bener ngak pernah buka hatinya ke aku"
"hatinya cuma buat satu wanita"
"dan itu bukan gw"
curhat jihan yg kini air mata kemblai membanjiri pipi pinknya yg diiringi sesegukan.
"gw ngak bisa bilang apa apa"
"gw cuma bisa bilang"
"lo yg sabar"
"kalo emang jodoh, pasti kagak akan digondol kuceng"
ucapku yg cuma bisa bilang itu, karena aku sendiri juga mengalami hal yg sama.
BERSAMBUNG