
SKIP TIGA BULAN KEMUDIAN
"apa kau yakin kau akan berangkat"
"wajahmu sangat pucat"
kata jovanka yg melihat wajah jasmine sangat pucat seperti mayat.
"tidak, aku tidak apa apa"
jawab jasmine yg menunjukkan senyum diwajah pucatnya
"tapi..."
kata jonathan terhenti saat
"sekarang sudah pukul delapan tiga puluh,
tiga puluh menit lagi persidangan akan dimulai, jangan sampai kita terlambat"
kata jasmine yg menunjukkan senyumannya untuk menyakinkan abangnya bahwa dia baik baik saja.
SKIP
sekarang aku dan v duduk dikursi yg disediakan diruangan ini, begitu juga dengan jasmine dan abangnya (jovanka)
SKIP
"berdasarkan data yg saya dapatkan, rumah tangga yg dibina saudara jonathan xilem wilim dan jasmine agatha maxion sudah tak harmonis lagi, dan berdasarkan keputusan kedua belah pihak, jonathan xilem wiliem mentalak saudari jasmine aghata maxion, dan bercerai secara baik baik, dan menyerahkan serta mengembalikan saudari jasmine aghata maxion kekeluarga maxion" kata pengacara yg disewa jonathan
"apakah ada yg ingin disampaikan mengenai pernyataan ini, saudari jasmine aghata maxion" tanya hakim
"saya"
kata kata jasmine terhenti saat merasakan perutnya yg sakit, seolah olah ada yg sedang menggigit gigit perutnyanya.
lama kelamaan bukan hanya perut jasmine yg terasa sakit, tapi pandangan jasmine seketika menjadi buram.
jasmine memegang perutnya yg terasa sakit.
"apa kau tidak apa apa"
tanya jovanka yg dari tadi duduk di samping jamine, dan khawatir saat melihat wajah jasmine semakin pucat dan sepertinya tidak sedang baik baik saja
"aku"
kata kata jasmine terhenti saat mersakan tubuhnya yg seolah olah tak bertulang dan
pada akhirnya kepalanya jatuh dipangkuan jovanka karena tak sdarkan diri (pingsan)
'' kamu kenapa dek" kata jovanka yg panik and syok berat + menepuk nepuk pipi jasmine, berharap jasmine lekas siuman tapi sayang usahanya sia sia
sedangkan aku dan v yg melihat jasmine pingsan juga ikut panik dan menghampiri kursi yg diduduki jasmine dan jovanka untuk memastikan keadaan jasmine baik baik saja.
SKIP
'ceklekk'
begitulah suara pintu yg dibuka
terlihat sorang laki laki yg memakai jas putih, yg diketahui sebagai dokter keluar dari ruang UGD
"dok bagai mana keadaan putri saya dok"
tanya nyonya javana mendekati dokter dengan air mata yg berlinang, sedih dan terpukul begitulah yg dialami nyonya javana saat ini, sebagimana kita ketahui nyonya javana ibu dari adik dan kakak yg tak lain dan tak bukan adalah jasmine dan jovanka
"sabar lah mah"
kata jenifer sambil mengelus punggung mertuanya
"harap semuanya bersabar"
"hahh"pria yg diketahui sebagai dokter itu menghembuskan nafas dengan kasar
melihat ekspresi dokter itu membuat semua org bertanya tanya, apa yg terjadi dengan jasmine dan semua org juga berharap semoga org yg memakai jas putih itu mengatakan bahwa jasmin baik baik saja
"pasien mengalami kanker rahim stadium empat"
kata dokter yg membuat semua org menangis terutama jovanka, meski mereka sering berdepat karena masalah kecil, itu tak memungkiri kasih sayang yg tulus dan besar untuk adiknya.
sedangkan nyonya javana, nyonya javana dibawa keruang rawat karena pingsan serelah mendengar berita barusan
BERSAMBUNG