SHERE HUSBAND

SHERE HUSBAND
EPISODE 21-22


SKIP


jasmine pov


"euh"


perlahan lahan jasmine membuka matanya dan dilihatnya kamar yg bernuansa putih dan banyak alat medis di ruangan itu.


'ceklekk'


terdengar suara pintu yg dibuka dari luar


jasminepun yg mendengar adanya suara pintu yg dibuka, langsung menoleh kearah pintu untuk mengetahui siapa yg membuka pintu.


dilihatnya ada dua pasang wanita dan laki laki, yg tentunyaa tak asing bagi jasmine


"kau sudah sadar"


tanya seorang laki laki yh tak lain dan tak bukan adalah jovnaka yg kini berusaha sebisa mungkin untuk menahan tangisnya agar tidak pecah.


sedangakn jenifer sudah terisak karena tangis, aku dan v pun juga ikut sedih akan penyakit yg dialami jasmine.


sedangkan jasmine dibuat bingung melihat pemandangan didepannya.


"kalian kenapa"


"kenapa kalain sedih"


"memangnya ada apa"


"apa yg terjadi"


"kenapa aku bisa disini"


"bukankah tadi aku ada di pengadilan" tanya jasmine yg kini masih dilanda kebingungan


"kau harus kuat"


kata jovnka yg kini tangisnya mulai pecah


"apa maksutnya"


"kenapa semua sedih"


"memangnya ada apa"


tanya jasmine masih tak mengerti


sedangakan jovanka yg ditanya tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya.


"sebenarnya ada apa"


"apa yg terjadi"


tanya jasmine lagi yg kini mentap kearah jonathan dan aku dengan penuh tanda tanya, seolah olah meminta jawaban dari pertanyaannya.


"kau tenanglah"


kata jonathan yg menenagkan jasmine


"katakan apa yg terjadi"


kata jasmine yg menatap jonathan serius


"hahh" menghela nafas panjang


"kumohon kau jangan sefih saat mendengarnya" kata jonathan lagi yg merasa iba pada jasmine.


"iya aku akan kuat"


"sekarang katakan"


kata jasmine


kata jonathan yg membuat jasmine menundukkan kepalanya dan perlhan buliran bening membasahi pipinya yg pucat.


SKIP


aku keluar dari rungan tempat dimana jasmine dirawat untuk membeli makanan dikantin yg tersedia di rumah sakit ini,


karena sekarang jam sudah menunjukkan pukul 12:00


kakiku berjalan menyusuri lorong rumah sakit.


tiba tiba


ada sebuah tangan yg memegang lenganku, yg membuatku menghentikan langkah.


"bisa ikut saya sebentar"


kata seorang wanita paruh baya yg sefikit berkeriput, dengan wajah pucat dan mata sembab karena tangis.


SKIP


BELAKANG RUMAH SAKIT


disitu tidak ada org kecuali aku dan ibunya jasmine.


'kira kira apa yg akan dilakukan ibunya jasmine padaku' begitulah batinku


karena ibunya jasmine itu membawaku kebelakang rumah sakit yg sepi tak ada org kecuali aku dan ibunya jasmine.


"ada apa nyonya membawaku kesini"


tanyaku yg sedikit ketakutan


tiba tiba


wanita yg kukenal sebagai ibunya jasmine itu langsung bersujut dan menangsis dikakiku.


"nyonya apa yg kau lakukan" tanyaku yg terkejut denagn insiden baeusan


"nyonya bangunlah"


kataku yg tudak nyaman dengan posisi ini


"aku tidak mau bangun sebelum kau mengabulkan permintaanku"


kata ibunya jasmine itu yg masih bersujut dikakiku.


"aku akan membantu sebisaku"


kataku yg membuat wanita paruh baya itu menodongakkan kepala dan mentapku.


akupun membantu wanita paruh baya itu berdiri, karena aku sendiri tidak tega melihatnya, melihatnya seperti itu membuatku seolah olah seperti melihat ibuku


"benarkah kau mau membantu dan mengabulkan permintaanku"


tanya ibunya jasmine padaku


"aku akan berusaha sebisa mungkin"


jawabku sambil tersenyum


"aku ingin...."


SKIP


TEMPAT LAIN


"dimana dia, buaknkah dia pergi hanya untuk membeli makanan, kenapa lama sekali"


kata jonathan yg merasa khawatir


BERSAMBUNG