SHERE HUSBAND

SHERE HUSBAND
EPISODE 01-02


'brakkkkk'



menutup pintu dngn keras dan menahan tangis dan isakan.



mengejar JASMINE Dan ikut masuk kedalam mobil.


milihat istrinya yg sedang menangis sesegukan.


JONATHAN mencoba menenagkan istrinya yg sedang sedih, kecewa dan marah.


"sudahlah, lain kali kita bisa mebcoba lagi" ucapnya menenangkan istri tercintaanya.


"mencoba?


sampai kapan?


kita sudah mencoba berulang kali!


tapi hasilnya apa?


gagal gagal dan gagal"


JASMINE Berkata dngn emosi.


"kita belum tua!


masih banyak waktu!


dan kita masih bisa mencoba berbagai cara"


ucap jonatan menyemangati JASMINE.


"kita sudah tiga tahun menikah,


dan kita juga sudah mencoba berbagai cara,


tapi hasilnya lagi lagi gagal"


ucap jasmine yg kini membuang wajahnya keluar jendela mobil.


jonathan hanya bisa mengusap kasar wajahnya, dia benar benar bingung dngn kondisi saat ini.


arah mata jasmine tertuju pada papan iklan, yg bertuliskan


BAYI TABUNG MEMBANTU ANDA UNTUK MENDAPATKAN KETURUNAN


Begitulah tulisannya.


jonathan mengikuti arah mata jasmine


dan ikut membaca tulisan di papan itu.


"apa kau mau kita program bayi tabung" tanya nya pada jasmine.


"tidak bukan itu" jawabnya singkat tanpa menoleh kearah jonathan.


"lalu"


jonathan menatap jasmine dngn seribu pertanyaan dibenaknya.


kini jasmine menatap jonathan dengan sendu.


skip



Kini jonathan mengemudi mobil tanpa menatap kearah jasmine.


dia masih tertekan dengan permintaan jasmine barusan.


"nathan awas" teriak jasmine saat melihat seorang wanita yg berlari didepan mobil yg mereka tumpangi.


dan....


'citttttttttt'


begitulah suara mobil yg di rem.


jasmine dan jonathan pun langsung keluar dari mobil.


"kau tidak pa pa" tanya jasmine saat melihat wanita berambut panjang sedang menunduk.



gadis itu medongak kan kepalanya,


dan dilihatnya dua org yg sedang menatapnya dengan mengajukan beberapa pertanyaan.


apakah laki laki itu adalah pangeran yg akan menolongku'


begitulah batin gadis belia yg ebtah diapa dia sebenarnya.


"hei apa kau tidak apa apa" tanya seorang perempuan.


"apa kau bisu atau tuli" tanya suara laki laki itu.


entah apa yg ditanyakan mereka, yg jelas suara mereka terdengar seperti deburan ombak laut dan...


tubuhku runtuh, dan sebelum tubuhku mencium aspal yg keras ku rasakan adanya sebuah tangan kekar yg menahan tubuhku.


samar samar aku mendengar kepanikan dua insan itu dan setekah itu aku pun tak sadarkan diri.


skip


keesokan harinya


mentari menyinari bumi,


dengan kehangatannya yg menyentuh kulit.




membuka matanya saat sinar mentari membuatnya silau.


"dimana aku"


"kenapa aku bisa disini"


bertanya tanya dengan ketakutan.


'ceklekk'


begitulah suara pintu yg dibuka.


dilihatnya seorang wanita dan laki laki yg sedang memasuki ruangan yg kini kutempati.




"kau sudah bangun" tanyanya dan berjan mendekat.


"jangan mendekat"


"pergi"


"pergi darisini"


teriakku dan menutup seluruh tubuhku dengan selimut tebal.


"dasar gila" umpat jonathan


jasmine langsung memencet tombol yg ada diruangan ini.


dan tak lama kemudian datanglah lah seorang laki laki yg mengenakan mantel putih.



"priksalah dia" ucap jasmine pada dokter itu yg tak lain dan tak bukan adalah jimy sahabat baiknya dan jonathan.


"itu sudah menjadi tugasku" ucapnya dan mendekat kebran kar pasien.


"ekhemm"


"nona"


"bisa buka selimutnya"


tanya dengan sopan.


"siapa kau"


"jangan mendekat"


teriak ku tanpa membuka selimut yg menutupi tubuhku.


"aku hanya seorang dokter"


"aku hanya ingin meneriksamu"


ucapnya menyaknkan.


bersambung....