
"hmm" jawabku sambil mengangguk
"jaga dirimu baik baik"
"dan jangan pergi tanpa seizinku"
"jika kau memerlukan sesuatu maka katakanlah pada asisten rumah tangga"
kata v yg ku jawab anggukan kepala.
SKIP
'ting tong ting tong'
terdengar suara bell yg ditwkan berkali kali
dan 'ceklekkk' pintu terbuka dan terlihat seorang laki laki yg usianya tak jauh berbeda dariku.
'plak plakk plak'
tamparan mendarat mulus dipipiku
"beraninyakau"
kata jovanka yg kini tersulut emosi dan mencengkram kerah baju jonathan.
karena mendengar adanya keributan didepan rumah, nyonya javana, jenifer dan jasmine menjadi penasaran dan melihat asal keributan
betapa terkejutnya nyonya javana, jasmine dan jenifer melihat jovanka sedang baku hantam dengan jonathan
"hentikan"
teriak jasmine yg membuat jonathan dan jovanka menghentikan perkelahiannya.
SKIP
kini semua org sedang duduk di sofa singgele
"apa benar kau menikah lagi" tanya nyonya javana dengan tatapan serius sedangkan jasmine malah sibuk melamun dengan pikirannya sendiri.
"ya" jawab jonathan singkat juga serius
"apa kau sudah meminta izin dari jasmine"
"ya"
"jasmine sendiri yg menyetujuinya dan tanpa kupaksa"
jawab jonathan yg langsung membuat semua org menatap jasmine.
sedangkn jasmine sendiri yg ditatap masih melamun.
"jasmine" kata jenifer sambil mengoyangakn pundak jasmine
"ehh" kata jasmine yg tersadar dari lamunannya
"kau kenapa" tanya jenifer yg menatap jasmine dengan penuh tanda tanya.
"tidak papa"
jawab jasmine singkat
"apa bener kamu menyetujui jonjon buat nikah lagi"
tanya jenifer seolah olah tidak tau padahal dirinya sendiri sudah tau apa jawabannya.
"ekhmm"
"jonathan"
kata joanthan
"serah gw lah mau jonjon, jono atau bang toyip"
kata jenifer menatap jonathan tidak suka dan beralih menatap jasmine lagi.
"ya aku emang nyetujuin jonathan buat nikah lagi"
jawab jasmine
"kenapa kamu lakuin itu nak"
yanya mamah javana yg muali menitikkan air mata.
"mah aku sama nathan itu ngak punya perasaan sama sekali"
"dan mamah ingat, nathan terpaksa nikahin aku karena permintaan papah sebelum pergi, dan pada saat itu aku cuma sekertaris dan sahabat nathan dan ngak lebih dari itu"
"saat itu aku juga dah tau kalau nathan itu ngak pernah ada perasaan ke aku selain sahabat dan kasihan sama aku karena kondisi aku yg tertekan denagn permintaan papah"
"memang seharusnya aku dan nathan pisah dari dulu, dari dulupun nathan cuma cinta sama teman masa kecilnya yg dulu mereka terpisah, sekarang mereka bertemu kemabali, dan aku ngak mungkin ngelarang nathan buat nikahi waniata yg dia cinta"
kata jasmine yg membuat mamah javana menangis tersefu sedu sedangkan jovanka dan jenifer terdiam membeku mendengarkan penjelasan dari jasmine.
kalaupun org lain mengalami hal yg sama, dengan yg dialami jonathan maka org lain tidak akan mau menikahi wanita yg tak dicintainya bukan
TEMPAT LAIN
'tak tak tak'
terdengar suara langkah kaki yg menuruni tangga yg membuat asisten rumah tangga yg sedang membersihkan ruangan ini (ruang keluarga) menoleh kesumber suara.
"ada yg nyonya inginkan" tanya salat satu art (asisten rumah tangga)
"emm"
"dimana dapurnya"
tanyaku
"mari saya antar"
ajak salah satu art paruh baya
DAPUR
akupun membuka kulkas, dan terlihatlah bahan mentah seperti sayur, buah, dan daging mentah.
***bersambung
jangan lupa tinggalin jejak ya
17:20 WIB***