Pretty Boss

Pretty Boss
eps 18


sesampainya di galeri mereka bertiga masuk bebarengan dan mencari sahabat mereka


"belalang" ucap azriel saat mereka melihat bella sedang berbicara dengan rekan pelukis lainnya langsung menghampiri sahabatnya. mereka berpelukan


"jangan panggil gue belalang di sini" ucap bella saat sedang berpelukan dengan azriel dan memukul pelan punggung gadis tersebut.


"hehehe maaf ya bell"


"gue kesana dulu ya kalian duduk di sana saja"


menunjuk kursi vip yang ada di depan.


dibalas anggukan kepala oleh ke tiga gadis tersebut eh ralat ke dua gadis dan satu pria. Setelah tuan max memberi sambutan dan di susul bella ikut memberi sambutan dan di akhiri tepuk tangan meriah oleh para tamu undangan. para tamu undangan sedang berkeliling termasuk ke tiga sahabat yang sedang membicarakan lukisan.


"huh gue bener bener nggak ngerti lukisan" keluh shinta


"sama gue juga buta tentang lukisan" azriel menimpali.


"mending kita sekarang nyari cogan aja yuk riel" ajak shinta menarik tangan azriel


"tungguin gue woy" roy mengejar gadis itu tiba tiba


bruuk roy menabrak seseorang gadis sampai gadis itu jatuh terduduk.


"kalo jalan hati hati dong, jangan lari lari gitu disini kan banyak orang" gerutu sang gadis


Roy langsung mengulurkan tangannya untuk membantu si gadis diam beberapa saat lalu menerima uluran tangan


"maaf" ucap roy mata mereka bersitatap seperkian detik


"engga papa om" jawab gadis itu membuat roy melongo karna di panggil om.


"haa om?" ucap roy masih melongo


"kiaaa" gadis itu langsumg menoleh kebelakang.


"ehh kok ada tuan reza di sini?" roy kaget lalu tersenyum


"maaf kak tadi aku pergi tanpa bilang soalnya kakak ngobrol bisnis kia kan bosen"


"ini adik tuan?" tanya reza


"iya"


"waah cantik nya, nama kamu siapa tadi? maaf ya tadi saya tidak sengaja menabrak kamu sampai jatuh" ucap roy langsung mendapat respon dari reza


"kamu jatuh? ada yang sakit?" tanya reza memutar tubuh kia


"engga ada kak, ngga usah lebay deh. oh iya om nama saya zaskia" tersenyum ke arah roy membuat roy melayang karna senyum manis kia.


"anda ke sini dengan nona azriel?" tanya reza


"iya tuan"


"kalo begitu saya pergi sebentar ya, kalian mengobrol lah" reza pergi


"huhh dasar kakak nyebelin dari tadi aku di cuekin, sekarang di tinggal" gumam kia yang masih bisa di dengar oleh roy membuat roy tersenyum


"kia kamu masih sekolah?" tanya roy


"masih om, sekarang kelas 12" jawab kia di balas anggukan kepala oleh roy.


"jangan panggil om dong emang setua itu ya wajah saya? kia boleh panggil kak roy"


"em engga juga sih hehehe, ya sudah kak roy" ucap kia sedikit kikuk


"uhh lucu banget siih ni gadis pengen nyubit pipinya deh" gumam reza dalam hati sambil tersenyum


mereka ngobrol santai dan sudah tidak secanggung tadi bahkan roy berhasil meminta nomor ponsel kia.


***


Azriela dan shinta sedang melihat lukisan dan asal mengomentari lukisan tersebut karna mereka memang sama sekali tidak mengerti makna keindahan lukisan tersebut. Azriel kaget saat ada yang memegang bahunya spontan azriel menengok ke belakang


"kak reza" kaget


"hay riel"


"kakak di sini juga?" tanya azriel penasaran


"iya saya di undang oleh tuan max, tuan max adalah paman saya"


"ooohh"


"riel dia siapa?" tanya sinta berbisik di telinga azriel


"oh iya kak kenalin dia shinta sahabat saya"


shinta langsung menjabat tangan reza dengan semangat


"reza"


"shinta" lalu tersenyum genit ke reza.


azriel yang melihat tingkah sahabatnya menyikut pelan lengan shinta dan dibalas cengiran.


"hehe maaf riel abis dia ganteng banget sih, playgirl gue langsung meronta tau nggak melihat mangsa di depan" berbisik di telinga azrile dan mendapat jitakan di kepala.


cetak


"sakit beg*"


Reza melihat aneh ke dua gadis di depannya.


"riel" kata reza membuat dua gadis yang sedang berdebat dengan gumaman menoleh.


"mau ikut saya keliling?"


Azriel kaget lalu melihat ke arah shinta, shinta langsung menganggukan kepala


"kalian pergilah gue mau nyamperin bella" ucap shinta sambil menunjuk bella yang agak jauh dari mereka dibalas anggukan kepala oleh keduanya.


"gue harap lo bisa membuka hati riel, karna gue tau cowo itu suka ke elo gue harap itu cowo bisa mengobati rasa kesepian yang selama ini elo rasain semenjak mommy elo tiada" gumam shinta sambil tersenyum melihat ke arah azriel dan reza yang sudah pergi dari hadapannya.


***


"kak" azriel memecah keheningan di antara keduanya


"iya?"


"emm tidak jadi" reza menyernyitkan alisnya karna bingung


"hehe ayo jalan lagi kita lihat lukisannya"


"riel nanti pulang bareng mau?" tanya reza sangat berharap sang gadis mau di antarkan pulang olehnya azriel terlihat berpikir karna tidak enak akhirnya


"baiklah, apa sekarang saja kak? saya sudah lelah"


"mari kita pulang, tapi sebentar saya mau cari adik saya dulu"


"ya sudah mari kita cari sama sama"


mereka mencari kia berkeliling cukup lama akhirnya menemukan masih ngobrol nersama roy di tempat tadi terakhir kali reza meninggalkannya.


"kiaa mari pulang" ajak reza.


"ayo kak kia juga sudah lelah, ehh siapa dia kak?" tanya kia penasaran


"dia teman kakak kiaa namanya azriela" jawabnya semangat tapi bukan reza melainkan roy


"oh jadi teman kakak, hay kak saya kia adik kak reza" tersenyum lalu memeluk azriel, azriel yang di peluk mendadak kaget lalu membalas pelukan kia


"uhh manisnyaa" ucap azriel ketika pelukan sudah terlepas.


"kak azriela mau kakak antar pulang kamu tidak keberatan kan kia?" tanya reza


"ngga papa kak, kak azriel cantik banget sih kak" ucap kia berbinar


"bukan kia" tersenyum lalu mengelus pipi kia, kia yang dasarnya sangat manja di perlakukan seperti itu sangat senang.


"ayo kak" ajak kia menggandeng azriela


"tunggu kia" azriela berbalik


"roy gue pulang bareng mereka ya, awas kalo si shinta lo tinggal" ucapnya penuh ancaman.


"iya iya bawel"


Mereka telah sampai di parkiran mobil.


"kak azriel duduk di belakang ya bareng kia?"


"kamu pikir kakak supir" ucap reza sukses mendapatkan pelototan dari kia


"terserah lah" malas berdebat dengan adiknya akhirnya reza mengalah.


setelelah mereka masuk mobil


"kak antar kia dulu ya kia udah ngantuk"


"kita antar kak azriel pulang dulu" ucap reza


"ngga papa kak kita antar kia dulu, kasian dia ngantuk" akhirnya mereka mengantar kia pulang terlebih dahulu sepanjang perjalanan mereka ngobrol dan sesekali tertawa reza yang di depan menyunggingkan senyumnya karna melihat kedekatan diantara keduanya padahal mereka baru bertemu.


"kakak pacarnya kak reza ya?" tanya kia berhasil membuat azriel kaget


"bukan kia kami hanya berteman"


"tapi kak reza biasanya tidak punya teman wanita, kakak yang pertama kali di kenalkan ke kia"


"benarkah?" azriel melirik kaca yang ada di atas kepala reza ternyata reza sedang melirik ke arah belakang juga, azriel langsung mengalihkan matanya ke arah kia kembali


"benar, kakak mampir ya ke rumah kia"


"terimakasih kia tapi kakak tidak bisa, maaf yaa" menolak secara halus


"ayolah kak sebentar saja" bujuk kia tidak mau menyerah


"kiaa" ucap reza menghentikan kehendak sang adik


"ya sudah lah tak apa" ucap kia sedih, azriela sungguh merasa tidak enak pada kia padahal kia sudah sangat baik kepadanya


"baiklah kakak akan mampir, sekarang tersenyumlah" kata kata azriela mampu mengembalikan senyum kia dan reza menyunggingkan bibirnya sedikit.


Setelah sampai di kediaman reza


"mamiiiii mamiii" teriak kia lafi masuk kedalam rumah,


"maaf ya riel kia memang sangat manja" ucap reza yang kelihatan tidak enak hati


"tidak mengapa kak, saya suka kia dia sangat manis" ucap azriela antusias


"terimakasih, silahkan duduk saya tinggal sebentar ke atas ya riel mau ganti baju"


"silahkan kak" azriel masih melihat lihat ruang tamu kediaman tuan Hermawan tersebut sangat sangat mewah dan bersih


"kakak" teriak kia dari dalam membuyarkan pikiran azriela


"mi ini pacarnya kakak" memperkenalkan seenaknya


"azriela tante" menjabat tangan lalu mencium tangan tersebut


"dewi" ucap tante dewi ikut memoerkenalkan diri


"kamu cantik sekali nak, betul kamu pacarnya reza?"


"eh bukan tante, saya temannya kak reza" tersenyum kikuk


"oh teman, tapi sudah dekat dan di bawa pulang ke rumah oleh reza sepertinya sebentar lagi status kalian bakal naik" ucap tante dewi menggoda azriela dan hanya di balas senyuman manis oleh azriela


"nak mari kita makan siang bersama"


"tapi tante" azriela merasa sungkan sebenarnya tapi langsung di gandeng oleh tante dewi


"tidak ada penolakan sayang, ayo"


Reza turun dan tidak melihat gadis itu di ruang tamu lalu mencari ke arah ruang makan dan benar saja mereka sudah duduk menunggunya


"sayang ayo kita makan siang, azriel sudah menunggu dari tadi"


"iya kakak lama banget sih turunnya" ucap kia marah


"maaf tadi kakak mandi sebentar" lalu duduk di samping sang adik


"ya sudah ayo nak azriela jangan sungkan"


"terima kasih tante" mereka makan dengan tenang setelah makan mereka duduk di ruang tamu kembali


dilihat dari cara makan berjalan dan dudukny sangat elegant dan sepertinya azriel wanita yang sangat berkelas, selain cantik dia juga sopan ramah dan baik Guman tante dewi sambil melihat ke arah azriel.


"tante azriel pulang dulu ya" berdiri dan mencium punggung tangan llu memeluk kia sekilas


"kakak pulang ya kia"


"hati hati di jalan" ucap kia dan tante dewi


ketika reza akan menyusul kia ke luar lalu di cegat oleh sang mami


"kamu suka ya ke azriel?" tanya mami


"eng engga mi" jawab reza gugup


"jangan bohong mami sangat tau kamu za, mami sangat setuju kalo azriel jadi mantu mami" ucapnya antusias


"tapi dia bukan siapa siapa reza mi" masih kekeh


"mami yakin sebentar lagi hubungan kalian akan naik level"


"sudah lah mi reza mau antar azriela dulu" lari menghindari pertanyaan yang akan di lontarkan oleh maminya


"hati hati zaa" teriak mami dewi


mami sangat tau kamu za, cara kamu memandang azriela sama seperti papi memandang mami, mami akan sangat setuju jika kamu dengannya, gumam mami dalam hati lalu pergi ke kamarnya.


***


didalam mobil azriel hanya diam memperhatikan jalanan kota dari jendela mobil,


"sorry ya riel tadi lama mami tanya tanya soal kamu"


"iya ngga papa, kak tuan Hermawan tidak di rumah? inikan hari minggu"


"papi sedang di luar negri saat ini" reza tetap fokus ke depan sesekali melirik gadis cantik di sampingnya


"oooo" lalu kembali melihat ke arah luar jendela mobil


"riel makasih ya"


"buat?" tanya azriel bingung menengok ke arah reza


"udah mau mampir ke rumah"


"malah saya seneng kak bisa main sama kia, kenalan sama tante dewi bisa merasakan kehangatan keluarga kakak " kata azriel senang masih melihat ke arah reza. mereka kembali diam dengan pikiran masing masing, sesampainya di kediaman azriel


"mampir dulu kak?"


"tidak terimakasih lain kali saja" tersenyum dan itu sukses membuat azriel terpana.


"ehem" reza membuyarkan lamunan azriel


"eeh.. hehehe azriel keluar dulu ya kak" reza hanya menganggukan kepala setelah azriel masuk mobil miliknya langsung pergi dari kediama azriel