
pagi harinya
Azriel sudah rapi untuk berangkat ke kantor tuan Ismail untuk membahas kerjasama mereka. Azriel dan roy sarapan bersama tanpa ada Reza dan soni
"kemana tuh ceo?" gumam azriel tapi masih di dengar oleh roy
"ciee bu boss cantik nyariin ceo ganteng" ucap roy meledek bossnya tersebut
"diam lo roy, suka banget si lo ngeledekin gue, mau lo ni sendwich terbang ke muka lo.!!" jawab azriel marah
"iya iya maaf bu boss" ucap roy lalu melanjutkan makannya, bisa bisa sendwich itu benar benar terbang ke mukanya karna azriel tidak pernah bercanda kalau sudah marah.
Setelah sarapan azriel dan roy berangkat ke kantor pak ismail. setelah sampai kantor langsung di sambut hangat oleh sekertaris tuan ismail lalu di antar menemui tuan ismail di ruangannya. Azriela berjalan dengan sangat anggun dengan tatapan tajam.
"Apa tuan Charlie sudah datang nona shasha?" tanya azriel ke sekertaris tuan ismail karna melihat name tag di dadanya jadi dia tahu nama dari sekertaris tersebut.
"belum nona" jawab sekertaris shasha ramah
Setelah sampai dan bertemu dengan tuan ismail azriel langsung membahas kerjasamanya setelah beberapa jam
toktoktok
"masuk" jawab tuan ismail
"maaf tuan saya terlambat tadi ada masalah kecil dulu untuk diselesaikan" ucap Reza yang baru saja sampai
"tidak mengapa tuan silahkan duduk" ucap tuan ismail ramah
Azriela hanya meliirik sebentar lalu fokus lagi ke berkas yang sedang dia pegang.
Sore harinya
"tuan sepertinya ini sudah sore dan waktunya saya pamit pulang" ucap azriel tegas dan arogant
"baiklah kita lanjutkan lagi besok, nona maukah nona azriela dan tuan Charlie makan malam di rumah saya nanti malam?" ucap tuan ismail menawarkan makan malam bersama.
Azriel tampak berpikir untuk menolak pun dia tidak enak
"baiklah tuan nanti malam saya dan asisten saya datang" jawab azriel dengan sedikit tersenyum
"bagaimana dengan tuan Charlie?" tanya tuan ismail sambil menengok ke arah reza yang dari tadi hanya melihat interaksi antar keduanya
"tentu tuan, dengan senang hati"
Lalu mereka berdua keluar dari kantor.
"Azriela maukah kamu pulang bersamaku?" tawar reza ke azriela
"tapi kak saya dan roy bawa mobil" jawab azriela tidak enak
"ya sudah tidak papa, hati hati di jalan" ucap reza sambil tersenyum lalu menuju ke arah mobilnya.
didalam mobil reza
"tuan bagaimana dengan nona clarissa?" tanya roni
"dia memang disini ron, dan tinggal di hotel dekat villa, tapii dia tidak sendiri" jawab reza sambil memejamkan matanya
"nona dengan siapa tuan?" tanya roni lagi
"bersama dengan pengusaha di kota ini, sudahlah saya sudah putuskan tidak mengejarnya lagi, dia hidup dengan bebas , saya sudah jijik" ucap reza masih sambil memejamkan matanya
"baguslah tuan jika tuan sudah melepaskannya, tuan bisa mencari wanita lain yang jauh lebih baik dari pada non clarisaa contohnyaa nona azriela" ucap roni sambil sesekali melirik ke arah reza
Mata reza seketika terbuka mendengar nama azriela di sebut oleh asisten nya tersebut
"nona azriela gadis yang cantik dan baik walau sifatnya emm sedikit unik, dia sangat tegas dan arogant jika sedang bekerja, tapi jika sudah di rumah sifatnya bertolak belakang menjadi manis manja dan sangat cerewet, satu lagi tuan dia juga bar bar hehehe" ucap roy sambil terkekeh geli
"kemarin saya liat nona azriela manjat pohon mangga buat ambil buah mangga tuan, setelah dapat dia langsung lompat ke bawah, sungguh gadis ajaib tuan" tambah roni
Reza hanya menyunggingkan sedikit senyumnya bahkan roni tidak dapat melihatnya.
"memang gadis itu sangat cantik" batin reza sambil membayangkan wajah cantik azriela.
****
malam harinya
Azriel sedang sibuk memilih milih baju untuk di pakai ke acara makan bersama di kediaman tuan ismail.
setelah pulang kerja azriel langsung memesan beberapa dress untuk dipakainya ke acara makan malam. sekitar jam 6 sore beberapa gaun telah sampai di villa.
"mau pakai yang mana nih?" tanya azriel ke roy yang kebetulan sedang berada di kamarnya
"lo kalo tanya jangan ke gue lah zriel, gue masih normal kali" jawab roy sewot
"hehe sorry roy, gue kan bingung mau minta pendapat ke siapa" ucapnya di buat se dramatis mungkin
"lebay lu ah riel, lu mau pake baju kaya apa juga tetep cantik kok ngga usah di bikin ribed deh" cerocos roy
"diem lo roy kasih masukan kaga malah ngomong bae dari tadi" cerocos azriel tidak mau kalah.
"keluar lo roy gue mau ganti baju" usir azriel
"ye elah gue mager zriel, ganti di kamar mandi ngapa" jawab roy
"ah rese lu ah" azriel langsung melenggang pergi ke kamar mandi setelah memilih salah satu gaun, setelah selesai ganti azriel langsung merias wajahnya. setelah selesai azriel memanggil roy
"roy"
roy masih asik rebahan sambil main ponsel
"roy kampret liat sini.!!" teriak azriel
Roy langsung melongo saat melihat azriel dengan menggunakan dres warna merah selutut tanpa lengan di padu padankan dengan kalung dan anting, serta rambut di gerai indah, serta riasan wajah yang tipis tapimalah membuat wajah azriel tambah mempesona.
"gila zriel lo cantik parah, kalo penampilan lo kaya gini membuat jiwa jomblo gue berteriak mau ngajak lo ke plaminan zriel" canda roy masih melotot ke arah azriel
"mata lo mau keluar noh, mau gue colok tuh mata.!!" teriak azriel
"hehe" roy hanya nyengir kuda
"lah elo kok belum ganti baju sih"
"gue laki cepet kali cuma ganti baju doang, lima menit kelar" jawab roy sambil pergi dari kamar azriel untuk ganti baju. setelah siap azriel keluar bersama dengan roy jalan bersebelahan, dan di depan bertemu dengan Reza, reza menatap azriel tanpa berkedip
"cantik" gumam reza yang masih dapat di dengar roni, roni hanya tersenyum menanggapi ucapan reza.
"wah nona azriel anda sangat cantik malam ini benar kan tuan reza?" puji soni sambil melirik ke arah reza
"i iya cantik" ucap reza tanpa sadar
"terimakasih" ucap azriel sambil tersenyum
"mari tuan kita berangkat" ucap roy
"mari, kita satu mobil saja oke nona azriel" soni menjawab sambil membuka kan pintu untuk azriel
"baiklah, terima kasih"
azriel duduk di samping reza, sepanjang perjalanan mereka hanya diam,
"emm azriel" ucap reza untuk memecah keheningan
"iya kak" jawab azril sambil menoleh ke arah reza
"kamu cantik malam ini" ucap reza tanpa melihat ke arah azriel
bilang gue cantik tapi tetap menghadap ke depan dasar pria aneh"gumam azriel dalam hati
"terima kasih kak" ucap azriel
roy dan roni saling lempar senyum melihat interaksi bos mereka
dan tidak ada pembicaraan lagi hanya hening sepanjang perjalanan.