Pretty Boss

Pretty Boss
eps 10


Setelah makan siang azriel dan yang lainnya pulang ke villa dan langsung istirahat di kamar masing masing.


sore harinya di villa


"azriel azriel yuhuuuu lo tidur zriel? anak perawan jangan tidur sore sore gini wooy" toktoktoktotk


teriak roy dan terus mengetok pintu kamar azriel


ceklek.. keluarlah si empunya kamar dengan penampilan sama seperti sepulang kantor tapi dengan rambut berantakan dan maskara luntur


"apaan si lo roy kiyosi!" bentak azriel


"astagaa azriel lo kaya kuntiii" kaget roy sambil memegang dadanya..


"tadi gue langsung tidur roy karna ngantuk gila hehehe" kekeh azriel


"ya udah sono mandi gue mau ngajak lo ke pantai mau liat sunset"


"lah roy gue masih ngantuk" jawab azriel


"gue ngga mau tau ya lo harus ikut, cepetan mandi sono atau mau gue mandiin?" tanya roy sambil senyum genit ke azriel


"iihh najlooong, gue mandi bentar"


braak pintu di tutup dengan keras


"hahahaha" tawa roy pecah karna berhasil menggoda sahabatnya


*****


di pantai


"wah gilak roy cantik banget pantainya" sergah azriel dengan mata berbinar


"tuh kan lo suka, dari tadi susah banget di ajak ke sini, eh riel riel tuh liat ada si CEO ganteng" tunjuk roy ke arah Reza yang tengah berdiri sendiri di pinggir pantai


"ih najlong ganteng, muka kaya triplek gitu" ucap azriel memotar bola mata nya malas.


"yuk samperin" roy langsung menarik tangan azriel menghampiri reza tanpa menunggu jawaban dari azriel


"pelan pelan ogeb" maki azriel


"hay tuan" panggil roy ke reza


Reza sepontan menengok ke arah belakang, dan tidak ada sautan membuat roy memonyongkan bibirnya


"hahaha rasain lo, di kacangin" bisik azriel sambil tertawa pelan


"sialan lo zriel" umpat roy


"hay tuan" sapa azriel dan mendekat ke reza


Reza masih diam dan sekarang giliran roy yang menertawakan azriel, dan azriel hanya tersenyum kecut


"tuan kenapa sih diem aja, disapa juga masih diem dasar sombong" ucap azriel santai


"ngga penting" lalu Reza pergi tanpa melihat ke arah roy ataupun azriel


"dasar ceo nyebelin muka datar kaya triplek" maki azriel dan seketika Reza berhenti dan menengok ke arah azriel,


Azriel hanya nyengir kuda sambil menggaruk lehernya yang tak gatal.


Reza kembali melangkahkan kakinya pergi


"dasar lu riel bisa bisanya lu malah maki maki tuh orang" ucap roy sambil menyikut lengan azriel


"gue kesel sama tuh orang, muka kok ngga ada senyum senyumnya, di tanya diem aja kaya patung huh" jawab azriel sambil ter sungut sungut


Akhirnya mereka menikmati suasana pantai yang jarang sekali mereka lihat di kota meski ada tapi waktunya yang susah karna mereka sibuk.


Reza tidak jadi pergi dia duduk di salah satu restoran di dekat pantai sambil melihat ke arah roy dan azriel yang terlihat meski sedikit jauh.


"roy lo bawa ponsel tidak?" tanya azri


"bawa"


"fotoin gue dong" ucap azriel semangat..


"oke" jawab roy dan langsung memotret azriel dengan ponselnya



"makasih rooy" ucap azriel ke roy


"oke sama sama" dan mereka masih duduk di pinggir pantai


"zriel gue pergi bentar ya mau beli minum" ucap roy


"oke jangan lama lama" ucap azriel


Roy langsung pergi ke salah satu kedai minuman yang sedikit jauh dari arah pantai.


"ehem" seseorang berdehem dan membuat azriel terkejut


"eh tuan Charlie" ucap azriel kikuk


"boleh duduk di sini?"


"boleh tuan silahkan ini kan tempat umum" jawab azriel tanpa mengalihkan pandangannya yang sedang melihat matahari terbenam


"terimakasih" Reza langsung duduk di sebelah azriel


"nona anda suka sunset?"


"suka, tapi saya lebih suka sunrise" jawab azriel tanpa melihat ke arah reza


"kenapa?" tanya reza


"ya tidak ada alasannya sih" jawab azriel dan langsung menoleh ke arah reza dan mata coklat milik azriel dan mata elang milik reza bertemu


deg deg deg


jantung reza langsung berpacu dengan cepat dan merasa panas, sepontan reza memegang dadanya


"ada apa dengan jantungku ya tuhan, melihat mata indah itu" gumam reza dalam hati


"kenapa tuan?" tanya azriel panik


"tidak apa apa nona" jawab reza


"tuan bisakah anda memanggil saya dengan nama saja sepertinya kita se umuran" ucap azriel hati hati


"baiklah, azriel" kata Reza sambil tersenyum


"tapi bisakah anda juga tidak memanggil saya dengan sebutan tuan?"


"baiklah, nanti saya panggil kak saja gimana?" ucap azriel


"oke tidak masalah, bisakah sekarang kita berteman?" tanya reza sambil mengulurkan tangannya.


Azriel tertegun dan memandang tangan tersebut


"oh em.. oke sekarang ki kita berteman" sembari membalas tangan reza sambil tersenyum dan mata mereka kembali bertemu.


degdegdeg


lagi lagi jantung reza berpacu dua kali lipat.


"ah bisa kena serangan jantung nih gue liat senyum manis azriel" gumam reza


"ehem ehem" Roy berdehem dan sepontan tangan mereka terlepas


"ada apa ini bu boss" tanya roy tersenyum jenaka


"apaan si lo roy" sambil merebut minuman yang di bawa roy


hari semakin gelap.


"udah gelap mari kembali ke villa tu- eh maksudnya kak" ucap azriel meralat kata kata nya.


"mari" jawab reza santai


"lo utang penjelasan ke gue riel" bisik roy


"iya iya udah ayok balik jangan bawel" jawab azriel dengan berbisik.


Mereka kembali ke vila bersama.