Pretty Boss

Pretty Boss
eps 11


Sesampainya di villa mereka masuk ke kamar masing masing.


malam harinya


Reza yang sedang berbicara dengan soni melihat ke arah balkon dan melihat azriel sedang melamun sambil melihat ke arah bintang.


"tuan" seru soni dan melihat bossnya tersebut sedang melihat ke arah gadis dan hanya tersenyum


"eh iya kenapa soni" tanya reza kaget


"tidak apa apa tuan, tuan sedang melihat apa?" tanya soni pura pura tidak tahu.


"ti tidak, eh iya soni apa ada kabar dari barak?" kilah reza untuk mengalihkan pembicaraan


"tidak ada tuan" jawab soni


"kalau begitu saya pergi ke kamar dulu ya soni mau istirahat" ucap reza


"baik tuan silahkan, selamat malam" berdiri dan membungkuk, Reza hanya membalas dengan tersenyum ke arah soni.


Reza langsung masuk ke villa dan tidak langsung ke kamar melainkan menghampiri azriela


"ehem" dehem reza seketika azriela menoleh


"eh kak charlie" ucap azriel sambil tersenyum


"panggil saya Reza"


"haah?" kaget azriel


"semua keluarga dan teman temanku memanggilku Reza" jawab reza sambil tersenyum


"oh ba baiklah kak reza" ucap azriel masih canggung


"sedang apa?" tanya reza


"haah?" lagi lagi azriel kaget


"kamu sedang apa sendirian di sini, mana pacar kamu?"


" ha pacar?" tanya azriel bingung


"itu asisten kamu, sepertinya di antara kalian seperti bukan hanya sekedar bos dan asisten" jawab reza lalu duduk di kursi sebelah azriela


"eh dia bukan pacarku kak, kita cuma sahabatan karna kita temenan dari kecil, di antara kita sudah layaknya kakak adik" jawab azriel


"ooh pantas kalian sangat dekat"


"ya seperti itu kak, kita kalo ketemu selalu beratem dan adu mulut bahkan sesekali kita saling pukul tapi sebenarnya kita saling menyayangi" jawab azriel


"lalu sedang apa kamu disini sendirian?" tanya reza lagi


"cuma sedang liat bintang, di sini udaranya sejuk saya suka kak kalo lama lama di sini" jawab azriel


"terima kasih kak" ucap azriel sambil tersenyum


"sama sama" jawab reza sambil mengacak acak rambut azriel


"astaga astaga rambut yang di acak hati gue yang berantakan, gara gara kelamaan jomblo nih gue jadi gampang baper aaaaa tidaaak"


jerit azriel di dalam hati sambil senyum senyum sendiri dengan muka yang memerah.


"rooyy" teriak azriel nyelonong masuk ke kamar roy, dan si empunya kamar sedang membaca buku sambil minum kopi duduk di dekat jendela


"apa si zriel lo suka banget ngancurin mood gue, gue lagi tenang baca buku juga" ucap roy santai.Azriel langsung lompat ke kasur roy dengan muka yang semringah


"kenapa lo senyum senyum sendiri, jangan jangan lo kemasukan penghuni villa ini lagi" tebak roy dan membuat air muka azriel berubah masam


"kampret lu roy," lalu azriel tersenyum kembali ketika membayangkan muka Reza


"tuh kan senyum senyum lagi, udah fiks si ini kemasukan memedi nih villa" ucap roy membetulkan perkataannya tadi


"diem lu roy gue cuma lagi seneng aja" jawab azriela


"seneng kenapa?" tanya roy penasaran


"R A H A S I A" jawab azriel sok datar lalu tertawa bahagia.


"gila lu riel" ucap roy sambil mendekati azriel dan duduk di ranjang yang sedang di tempati azriel


"riel tadi di pantai lu ama ceo itu lagi ngapain? pake pegangan tangan segala?" tanya roy dengan muka serius


"yee siapa juga yang pegangan tangan, gue salaman ya ama dia tolong ya di ralat kata kata lo" jawab azriel sewot


"iya iya gitu aja marah, nanti cantiknya ilang loh" goda roy


"terus lo ngapain pegang- eh maksudnya salaman ama tuh ceo dingin?" tanya roy lagi karna belum mendapatkan jawaban


"tadi tuh ceo ngajakin gue temenan, karna gue orangnya ramah dan tidak sombong apalagi amat sangat cantik makanya gue mau temenan ama dia" jawab azriel dengan narsisnya


"ck.. dasar narsis, tadi katanya ceo datar kaya triplek kok tiba tiba mau gitu temenan ama dia, atsu jangan jangan..."


"apa lo jangan jangan apa hah? ngga usah menyimpulkan sendiri yah!" memotong ucapan roy


"jangan jangan lo udah terpesona yaa sama dia?" tanya roy melanjutkan kata katanya yang terpotong tadi


"enggak lah roy, jangan mengada ada deh, gue mau karna ngga enak buat nolak tuh orang, ternyata di balik sifatnya yang dingin dia baik kok" jawab azriel


"ohh gitu" masih tersenyum jenaka kearah azriel


"udah ah gue mau ke kamar gue dulu lo rese, baay" ucap azriel dan langsung menarik rambut roy dengan kuat lalu ngacir lari sambil tertawa.


"azrieel lo yaaa,suka banget nyiksa gue" teriak roy yang masih memegang rambutnya yang kena jambak, setelah kepergian azriel roy hanya tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya


"dasar bocaah nakal" gumam roy sambil tersenyum.