Pretty Boss

Pretty Boss
eps 15


Ke esokan harinya azriel dan roy berangkat ke kantor bersama.


Azriel jalan dengan anggun dan semua karyawan memberi hormat ke boss mereka dan si boss hanya acuh dan terus masuk ke dalam lift khusus pimpinan kantor tersebut dan hanya roy yang tersenyum ke arah para karyawan tersebut.


Setelah azriel masuk semua karyawan membicarakan boss mereka.


"gilaa tuh boss cantik banget, body nya bagus uhh wanita idaman guee" ucap salah satu karyawan pria dan berhasil mendapat jitakan dari rekannya


"sakit beg*"


"cantik sih tapi sangat arogant, gue sampe kagak berani ngangkat kepala"


"aura kantor ini seketika berubah dingin dan mencekam tau gak kalo tuh boss lewat"


"udah udah ayok kita lanjut kerja lagi ntar di damprat lagi sama tuh boss arogant" celoteh karyawan lain menengahi.


Azriel sampai di ruangannya dan melongo melihat setumpuk kerjaan di atas meja kerjanya.


"aishh banyak banget tuh kerjaan bisa pulang malem huh" gumam azriela


azriela mulai bekerja dengan serius jari jarinya terus menari di atas keyboard, mengecek dokumen dokumen yang harus ia tanda tangani.


toktoktok suara pintu di ketok


"masuk" ucap azriel masih fokus ke laptopnya


"bu boss nanti siang kita ketemu client sekalian makan siang bersama dan ini dokumen yang harus bu boss lihat dan pelajari sebelum meeting" roy langsung memberikan dokumen tersebut


"okeh, gimana kerja sama kita dengan tuan ismail?" tanya azriel tanpa mengalihkan pandangannya


"emm sudah berjalan boss, semua aman dan terkendali apalagi kita juga bekerja sama dengan perusahaan Hermawan jadi makin mudah dan keuntungannya berkali lipat"


"kerja bagus roy"


"roy gituloh, apa si yang engga bisa gue lakuin, udah ganteng pinter lagi tapi gue heran kenapa enggak ada yang mau sama gue ya?" celoteh roy dengan muka di buat se polos mungkin


pfftttt azriela menahan tawanya.


"lo kan masih di bawah umur jangan mikir pasangan dulu"


"sialan lu riel.


emm bu boss saya kembali ke ruangan saya yang sangat nyaman itu ya boss permisii" ucap roy lagi


"ya sudah sana pergi..!!"


Roy langsung pergi dan melanjutkan pekerjaannya.


Siang harinya azriel bersiap untuk meeting di luar kantor dan roy pun sudah siap,


"ayo roy" ajak azriel ke asistennya


"ayo"


Mereka jalan berdampingan dan segera masuk ke dalam lift.


Setelah sampai di parkiran azriel membelalakan matanya terkejut melihat karyawannya sedang menggoda officegirl bahkan sampai meremas bo*ong nya sampai si officegirl ketakutan.


"dasar kepar*at!!" teriak azriel dengan kerasnya. Azriel langsung lari dan menghajar karyawan yang sudah melakukan asusila di kantornya.


Azriel terus menghajar karyawan tersebut membabi buta dan tidak ada perlawanan sama sekali.


"kurang ajar dasar kepara* berani beraninya melakukan itu di kantorku" ucap azriel.


Azriela memang sedari kecil sudah menguasai ilmu bela diri karna sang ayah memberinya pelatih yang profesional, walau dia memiliki bodyguard tapi paling tidak dia bisa melindungi dirinya sendiri ketika para bodyguardnya lengah, bahkan azriel sudah menguasai berbagai ilmu bela diri dan senjata api.


"maaf bu ampuni saya" ucap karyawan tetsebut dengan muka yang sudah babak belur.


"sudah riel sudah" roy terus menghalangi azrie, Roy langsung memeluk azriel dengan sangat erat.


huh huh huh


nafas azriel sampai tersengal sengal


"beri pesangon untuk pria brengs*k itu roy, gue nggak mau kantor gue ada orang yang tidak memiliki moral" ucap azriel masih dengan nada yang tinggi.


"iya iya" masih terus memeluk azriel


roy langsung menjentikan tangannya ke satpam dan dengan hanya lirikan mata satpam tersebut langsung paham dan membawa pria tersebut.


Setelah tenang roy melepaskan pelukannya.


"sudah tenang?" tanya roy lembut lalu merapikan rambut azriel yang berantakan, azriel hanya menganggukan kepala lalu menghampiri gadis officegirl yang tadi mendapatkan perlakuan kurang ajar dari karyawannya.


"kamu tidak papa? nama kamu siapa?" tanya azriel lembut


"tidak papa bu, nama saya indah" jawabnya lirih sambil di rangkul oleh rekannya.


"jangan takut, pria brengse* itu sudah mendapatkan pelajaran" ucap azriel


"terima kasih bu" ucap indah berkaca kaca


Lalu tanpa di duga si boss arogant memeluk indah, indah sempat tersentak tapi masih bisa mengendalikan dirinya, dan pemandangan tersebut tidak luput dari para karyawannya yang melihat kejadian itu, kejadian yang terjadi saat jam istirahat kantor itu jadi tontonan para karyawan yang lain.


"kalo begitu kamu boleh pulang untuk menenangkan diri dan kalau sudah tenang kamu boleh berangkat bekerja lagi" ucap azriel


"sekali lagi terima kasih bu" menunduk dan langsung pergi.


"hey kalian bubar bubar" teriak roy pada karyawan yang sedang menonton.


"baik pak" ucap serempak para karyawan tersebut


karyawan langsung bubar dan menuju ke kantin kantor.


Azriel dan roy langsung masuk ke dalam mobil


"lo ngga papa riel? ini minum dulu" roy memberikan air mineral yang ada di mobil dan langsung di ambil oleh azriel diminumnya sampai habis sebagian.


"makasih roy"


"sama sama, udah baikan?" tanya roy


"udah tapi gue udah ngga mood buat meeting hari ini dan penge. langsung pulang" ucap azriel sambil menyandarkan punggungnya di jok mobil dan memejamkan matanya.


"oke, tunggu bentar ya gue telfon client kita dulu ya buat undurin jadwal meeting kali ini" dan di jawab anggukan kepala oleh azriel. Setelah selesai dengan urusannya roy langsung melajukan mobil tersebut kembali ke rumah azriel.