
"roy gimana berkas berkas buat besok?" tanya azriel
"udah beres semua lo tenang aja, kita nyanyi yok gue yang main gitar" ajak roy..
"ya elah roy suara gue jelek gue malu" jawab azriel setengah berbisik karna dia sadar masih ada reza di kursi yang sedikit jauh dari mereka
"ya elah riel cewek barbar kaya lo masih ada malu?" tanya roy teriak sambil terkekeh
spontan Reza menengok ke arah dua manusia beda jenis kelamin tersebut.😂
"sialan lo roy" umpat azriel sambil melirik reza
"kenapa gue jadi malu gini sih sama tuh cowok triplek" gumam azriel
"ya udah kuy lah lo main gitar gue nyanyi masa bodo lah suara gue pales juga"
ahirnya mereka menyanyi bersama dan itu tidak luput dari pandangan reza, reza sesekali melirik azriel dan roy yang terlihat bahagia, dan sesekali saling pukul dan memaki satu sama lain dan tertawa lepas bersama membuat Reza menyunggingkan bibirnya keatas membuat senyum yang sangat tipis sehingga tak ada yang melihat.
"roy gue udah cape, gue masuk ke dalem ya" ucap azriel
"ya udah ayok gue juga mau bobok manja siapa tau gue mimpiin si gadis dj yang sexi itu hihihi" jawab roy sambil melihat ke arah atas
ceplak.. kepala roy di geplak azriel
"apa apaan si lo riel, gue udah bilang jangan lo ngegeplak kepala gue, ntar gue **** dasar bocah nakal" ucap roy marah
"lagian lo ngebayangin tuh dj kan, gue adu in ke bunda tau rasa lo"
"jangan dong azriel sayang, nanti gue di gantung sama emak gue, lo tau kan emak gue kaya emak tiri kalo kalo lagi marah marah" jawab roy mengiba
"terserah gue yaa" ucap azriel sambil lari meninggalkan roy
"azrieeeell.." teriak roy
Reza yang masih dengan posisi yang sama menengok ke arah roy yang teriak.
"eh sorry tuan ganggu ya, hehe saya permisi ke dalam tuan" ucap roy kikuk dan langsung lari kedalam
Reza hanya menganggukan kepala dan melanjutkan pekerjaannya.
••••
pagi harinya Azriel sudah siap untuk berangkat bertemu dengan client nya dan kelur kamar dan tidak sengaja bertemu dengan reza yang baru saja keluar kamar.
"Pagi tuan charlie" sapa azriel ramah
Reza masih berdiri memperhatikan penampilan azriel yang berbeda dari semalam, azriel menggunakan kemeja putih di padu padankan dengan rok sepan selutut, jam tangan mewah menghiasi tangan gadis itu rambut di ikat kuda riasan yang mempesona terlihat sangat dewasa berbeda dengan kemarin malam yang sederhana dengan riasan tipis.
"pagi" jawabnya datar
"mari sarapan bersama tuan" ucap azriel masih ramah dan di jawab anggukan kepala oleh reza. mereka jalan bersama menuju meja makan dan di sana sudah ada asisten mereka berdua.
"pagi bu boss pagi tuan charlie" sapa roy ramah
"pagi tuan nona" sapa asisten reza Soni namanya.
"pagi" jawabnya bebarengan
di dalam mobil azriel duduk di sebelah reza dan mereka sesekali membahas pekerjaan mereka yang akan di bahas di rapat kali ini.
Setelah sampai mereka langsung masuk ruang rapat, mereka langsung di sambut oleh pemilik perusahaan xx
"selamat pagi nona Azriela dan tuan Charlie"
sapa pemilik perusahaan ramah dan menjabat tangan keduanya
"selamat pagi tuan ismail" jawab azriel datar dan tegas
Reza menengok azril yang berada di sampingnya
"wah gadis ini berubah sangat arogant dan dingin" batin reza
"selamat pagi tuan ismail" jawab reza dan mereka langsung memulai rapat tersebut. Saat azriel mulai presentasi reza terus melihat ke arah azriel ia mengagumi kemampuan dan kepintaran gadis tersebut terutama karakernya.
"dia gadis yang unik, dua karakter yang sangat bertolak belakang , dia bisa sangat manis jika di luar kantor, tapi jika sedang bekerja aura manisnya seketika hilang dan wajah serius dan arogant lebih dominan, sungguh menarik" batin reza dan tanpa sadar dia tersenyum.
setelah selesai rapat dan mereka akhirnya bisa bekerja sama dengan perusahaan besar tersebut. dan dua hari kedepan mereka akan membahas kerjasama tersebut.
Azriel dan Reza berjalan keluar kantor tersebut setiba di loby kantor
" ehmm nona" ucap reza memanggil azriel
"iya tuan charlie?" jawab azriel
"bisa kita makan bersama dulu sebelum pulang, kita sudah melewatkan makan siang" ucap reza, azriel pun melihat jam di pergelangan tangannya dan memang sudah jam dua siang.
"baik mari" jawab azriel datar tanpa senyum dan mereka berjalan ke arah oarkiran kantor.
Mereka ber empat menuju restoran mewah di dekat kantor tuan Ismail.
Didalam mobil roy dan soni sesekali ngobrol yang duduk bersebelahan dan soni yang menyetir mobil tersebut.tapi di bagian belakang mobil azriel dan reza hanya diam dan terlihat canggung.
"nona azriel" seru reza membuat azriel menoleh
"iya tuan kenapa?" tanya azriel
"tadi ada benar benar hebat" puji reza
"terimakasih tuan, tapi anda jauh lebih hebat di banding saya" ucap azriel merendah dan hanya di balas senyum oleh Reza
"ohh astaga si triplek senyum ke gue" gumam azriel dalam hati
Ahirnya mobil sampai di restoran, dan merekan turun langsung masuk
"selamat siang tuan nyonya" tegur pegawai restoran tersebut
"bisa tolong carikan meja VIP untuk empat orang?" ucap soni
"mari tuan nona saya anatar" jawab pegawai tersebut.
mereka sampai dan langsung memesan makanan mereka dan makan dengan diam, setelah selesai hanya ada obrolan antara ke empat orang tersebut.