Pretty Boss

Pretty Boss
eps 13


Sesampainya di kediaman tuan ismail azriel reza roy dan soni di sambut dengan hangat oleh tuan ismail dan istrinya,


"selamat malam nona azriel dan tuan reza" ucapan selamat malam keluar dari mulut manis istri tuan ismail yaitu nyonya silvi


"malam nyonya" jawab azriel dan reza bebarengan.


"wah nak azriel selain kamu sangat pintar mengurus perusahaan ternyata kamu juga sangat cantik" takjub nyonya silvi melihat kecantikan azriel


"terimakasih nyonya anda berlebihan, padahal anda jauh kebih cantik jika dibandingkan dengan saya" ucap azriel merendah.


"panggil tante saja oke"


"baik tante" jawab azriel mencoba ramah


"kamu masih sendiri nak? maksudnya masih single gitu? kalo masih sendiri mau dong sama anak tante dia ganteng banget tau"


ucapan nyonya silvi dengan nada centilnya dan berhasil mendapat sikutan dari sang suami dan azriel hanya membalas dengan senyuman.


"mari masuk nona azriel dan tuan reza" ucap tuan ismail memecah kecanggungan yang terjadi.


"terimakasih tuan" mereka langsung masuk di ikuti oleh kedua asistent meraka.


di meja makan


"nak kenalin ini anak tante ganteng kan? namanya adam dan satu lagi anak tante tapi dia lagi kuliah di luar negri di menegemnt bisnis" memperkenalkan anaknya pada azriel


"mamah jangan berlebihan mah malu" ucap adam setengah berbisik


"hai kak adam saya azriela" azriel langsung mengulurkan tangannya


"adam" jawab adam singkat membalas jabatan tangan tersebut.


lalu reza dan kedua asisten juga meperkenalkan diri ke adam.


"adam ini dokter sepesialis jantung loh nak azriel, dokter spesialis jantung termuda di kota ini" ucap nyonya silvi membanggakan anaknya. tapi ucapannya membuat Reza tidak nyaman.


kenapa gue jadi resah gini sih azriel di kenalkan dengan pria itu gue bukan siapa siapanya dia juga," gumam reza dalam hati


"benarkah? wah anda sangat hebat kak adam" jawab azriel ikut memuji adam, sehingga reza tambah gusar.


"terima kasih" ucap adam singkat sambil tersenyum ramah


"ya sudah mari di mulai makan nya tuan nona" sergah tuan ismail sebelum istrinya ngoceh lagi.


Selesai makan malam mereka berempat pamit pulang, reza bicara dengan tuan ismail sedangkan azriel dengan nyonya silvi


"tante saya pamit pulang ya, terimakasih jamuannya" ucap azriel sambil membungkukan badannya


"sama sama sayang, lain kali main ke sini lagi oke, oh iya kapan kamu pulang ke kotamu nak? tanya ibu silvi


"kemungkinan besok siang tante, soalnya kerjaan ku sudah selesai, besok hanya tanda tangan beberapa berkas saja" jawab azriel


"hmm bakalan lama ya kita ketemunya lagi" ucap nyonya silvi sedih


"tante jangan sedih ya, nanti kalo ada waktu saya pasti jenguk tante, atau tante main ke rumah azriel, azriel dengan senang hati menerima tante" azriel agak tidak enak hati


"terima kasih azriel kamu baik sangat nak" ucap nyonya silvi dan langsung memeluk nya. Azriel terlihat nyaman di pelukan nyonya silvi mungkin karna dia lama tidak merasakan kasih sayang seorang ibu. sesekali azriel menginap di rumah roy hanya ingin di peluk oleh bunda nya roy.


"kami pamit ya tante tuan sekali lagi terimakasih"


"sama sama nak, hati hati di jalan" dan hanya di balas anggukan kepala oleh azriel


Azriel langsung masuk ke dalam mobil karna semuanya sudah masuk. mobil langsung jalan meninggalkan kediaman tuan ismail.setelah sampai mereka semua langsung masuk ke dalam kamar masing masing untuk istirahat.


•••


pagi harinya sekitar pukul setengah lima pagi


tok tok tok


suara pintu di ketok dari luar terus terusan hingga membuat si empu kamar bangun, azriel bangun dengan gontai meraih gagang pintu


"loh kak reza ngapain kesini? ini masih malem kak" ucap azriel sedikit parau karna baru bangun tidur


"ini sudah pagi riel, saya mau ngajak kamu ke suatu tempat ayo" tangan azriel di tarik


"tunggu kak saya mau ambil hodie dulu" azriel masuk ke dalam kamar mandi untuk cuci muka lalu langsung mengambil hodie yang tersampir di senderan kursi lalu memakainya, sekarang muka azriel sudah segar lalu keluar kamar


"kuy kak"


"ayo" reza langsung menarik pergelangan tangan azriel dengan lembut. Azriel tersentak kaget tapi dia menurut saja dan mengikuti reza masuk ke dalam mobil.


"kakak mau culik saya kemana sih?" tanya azriel


"udah diam saja nanti juga tau"


mobil terus melaju dan melewati jalan menanjak serta berkelok kelok dan itu adalah perbukitan. azriel hanya diam tapi pikirannya terus bertanya tanya.


"gue mau di bawa kemana sih ama ni laki gue takut dia macem macem, atau jangan jangan gue mau di buang lagi di bukit ini" batin azriel lalu wajahnya berubah pias, reza yang sesekali melirik ke wajah azriel pun dapat melihat raut wajah pias dan panik azriel.


"jangan takut saya tidak sejahat itu dan tidak mungkin ninggalin kamu di sini" ucap reza yang se olah tau isi hari azriel


kok dia tau apa yang gue pikirin?


azriel masih bingung tapi berusaha rileks supaya reza tidak mengetahui kepanikannya


" kakak ngomong apa sih" jawab azriel mengelak


"kita sudah sampai riel" lalu mereka keluar mobil,


"ini kita di sini mau apa kak? kakak jangan macem macem ya" sinis azriel sambil menatap reza


"lihat ituu"