
"haaaaaaaaa" teriak azriel heboh sambil melototkan matanya dilihatnya sunrise dari atas perbukitan.
Reza yang melihat azriel melotot langsung membasuhkan tangannya ke muka azriel.
"apa sih kak" ucap azriel mencebikan bibirnya
"biasa saja mukanya" jawab roy cool
"abisnya ini cantik banget sumpah kak, makasih ya udah ajakin saya ke sini" ucap azriela tanpa mengalihkan pandangangannya.
"sama sama kamu bilang suka sekali lihat sunrise makanya saya bawa kamu ke sini" ucap reza sambil memandang azriel, azriel seketika menengok ke arah reza dan mata mereka bertemu dan terkunci
deg deg deg
jantung azriel dan reza berdetak dua kali lebih cepat, azriel dengan cepat mengalihkan pandangannya.Lalu mereka hanya diam dengan pikiran masing masing.
kenapa jantung gue? oh tidaak .. jangan sampai tuh ceo denger suara jantung gue jerit azriel di dalam hati
kenapa setiap memandang mata itu jantungku berdebar, apa mungkin hatiku sudah melupakan clarisa dan berpindah ke azriela? gumam reza
"emm kak" azriel memecahkan keheningan diantara mereka berdua.
"iya riel"
"pulang yuk" ajak azriel
"ayo" ucap reza lalu berdiri dari duduknya dan membantu azriel berdiri
"terima kasih kak" ucsp azriel tersipu dan hanya di balas anggukan kepala saja.
didalam mobil Reza fokus saat menyetir dan azriela melihat pepohonan lewat jendela mobil. Sesampainya di villa
"ahiim... dari mana nih bu boss, abis pacaran yaa?" tanya roy dengan tersenyum jenaka, roy saat ini sedang olah raga di depan villa. Reza hanya diam saja lalu masuk ke dalam.
plaak
tangan lentik azriel berhasil mendarat di lengan roy dengan keras.
"auu riel lu suka banget ya nabokin gue" sewot roy
"lagian lo ngapain ngomong kaya gitu di depan reza coba" ucap azriel sambil melengoskan mukanya
"iya sorry, lu dari mana pagi pagi gini udah jalan ama tuh muka triplek?" tanya roy
"Rahasia" bisik azriel di telinga roy lalu langsung lari ke dalam villa. roy hanya melihat azriel yang masuk ke dalam hingga tidak terlihat dan seperti memikirkan sesuatu
apa jangan jangan azriel sama tuh muka triplek ada hubungan ya? tau ah udah gede juga tuh bocah dia bisa memilih mana yang baik dan mana yang enggak tapi gue harus tetep pantau bagaimanapun dia udah kaya adek gue sendiri. kalo bang radit tau bisa nangis semalaman tuh preman hello kitti hihihi
gumam roy dan terkekeh geli.membayangkan muka radit.
"lo kenapa roy?" tanya soni yang tiba tiba sudah berada di depan roy, mereka semakin akrab semenjak ada di villa karna sering membahas kerja bersama, bahkan di luar jam kantor sudah seperti kawan lama.
"lo kenapa senyum senyum sendiri? kaya orang gila tau gue yang liat merinding tau" jawab roni
"gue ngga senyum senyum sendiri" kilah roy
"ya udah lah terserah lo aja, yuk lari keliling sekitar sini, nanti lo pulang jam berapa?"
"ayok lah gas, emm kayaknya setelah makan siang deh" jawab roy
Akhirnya mereka lari pagi bersama.
siang harinya setelah menyelesaikan pekerjaannya azriel pulang ke villa dan beberes memasukan baju bajunya ke dalam koper.
selesai juga kerjaan gue di sini" gumam azriel sambil memejamkan matanya.
Reza melihat pintu kamar azriel tidak di tutup lalu mengetok pintu
tok tok tok
Azriel segera membuka mata dan melihat ke arah pintu
"oh kak reza mari masuk kak"
ucap azriel
"kamu sudah mau pulang?" tanya reza
"iya" jawab azriela singkat
"boleh minta nomor ponsel kamu?" reza melihat ke arah azriel
"bukannya kak roni punya ya?" tanya azriel polos
"itu nomor buat kerja kan? saya minta nomor pribadi kamu"
"oh boleh sini ponselnya kak"
reza menyerahkan ponselnya ke azriel lalu memencet nomor lalu menyimpannya.
"terima kasih azriel, sekarang ayo makan siang bersama, nanti juga saya akan pulang" ucap reza
"baik kak mari"
mereka jalan bersama ke ruang makan.
"ehem ada yang kaya prangko nih nempel terus" sindir roy
roy mencebikan bibirnya karna tidak ada respon dari keduanya Roni tertawa melihat muka masam roy yang ada di sebelahnya.
Setelah makan mereka pulang ke kota dengan kendaraan masing masing.