Pleas, Love Me

Pleas, Love Me
episode 9


* *


Kalvin dan nara duduk di ruang tamu termasuk juga bi eti. pada saat kalvin keluar kamar nara dengan baju yang berantakan dan muka yang kusut secara tidak sengaja bi eti masuk ke dalam aptemen. Mau tidak mau akhirnya kalvin menyuruh bi eti untuk merahasiakan apa yang terjadi pada dirinya dan nara.


"aku harap kamu (nara) dan bi merahasiakan semua ini. " ucap kalvin yang memulai percakapan.


tak terasa air mata nara berurai. bagaimana mudah melupakan semua ini .


tuan bagaimana aku bisa melupakan semuanya semua yang telah terjadi kepadaku " jawab nara dengan penuh tekad


" maksud mu aku harus bertanggung jawab begitu iyaa " tanya kalvin dengan sedikit nyaring.


nara tak kuasa mengucapkan kata kata dia hanya bisa menggangguk.


kalvin mengusap muka dengan kasar. rasa prustasi memenuhi dirinya. bagaimana dia harus hidup bersama orang yang tidak dicintainya sama sekali.


" dengar nara aku minta maaf sebelumnya sama kmu. apa yang terjadi sama kita itu sebuah kesalahan. aku tidak bisa bertanggung jawab atas semua yang terjadi. aku tidak bisa untuk berkomitmen dengan siapapun " ucap kalvin tanpa mempedulilan perasaan nara yang sangat hancur.


tiba tiba bayi gio menangis. Bi eti yang sedari tadi menyaksikan berdebatan tuan mudanya dan nara akhirnya masuk kedalam kamar untuk menenangkan bayi gio. bi eti bingung harus melakukan apa. jika dia ngomong sama tuan dan nyonya apa yang terjadi di aprtemen bi eti takut tuan dan nyonya tidak percaya atau mungkin tuannya mengira jikapun terjadi sesuatu kepada tuan muda dan nara. pasti nara lah yang akan disalahkan. bi eti tahu nara orang yang sangat baik dia tidak akan mungkin membuat nara jauh lebih hancur. hanya satu cara dia harus merahasiakan semuanya.


" den gio diam yaa. mbak nara sama papa den lagi ngobrol dulu" bi eti menenangkan gio sambil mengusap kepalanya dengan pelan. seakan mengerti situasi bayi gio akhirnya diam dan tidak rewel lagi.


**


akhinya kalvin yang membuka percakapan lagi. karena melihat nara yang sedang menangis terus.


" Begini saja nara,. aku tahu jika kamu terus disini kamu akan sangat membenciku dan aku tidak akan marah soal itu. aku harap mulai saat ini kamu berhenti bekerja disini" ucap kalvin sambil memandang nara


nara yang mendengra ucap kalvin bagaikan di sambar petir. setelah dia merusak hidupnya kalvin dengan teganya mengusirnya. padahal nara sangat menyayani bayi gio.


" bagaimana anda bisa berbicara seperti itu setelah apa yang ada lakukan terhadap saya " ucap nara dengan muka yang memerah.


"sudah saya katakan sebelumnya saya tidak bisa menikahimu nara. satu satunya cara ya seperti itu. anggap kita tidak pernah saling kenal. oh yaa saya akan memberikan kamu uang buat kamu mencukupi kebutuhan hidup kamu. " ucap kalvin dengan santainya.


nara yang teramat marah akhirnya menyanggupi keputusan kalvin. dan dia memberi sayrat kepada kalvin dia mau pergi dari hidup kalvin dan tidak akan pernah bertemu dengannya asalkan dia membawa bayi gio dan bi eti. dia tidak mau hidup sendirian di dunia ini. Nara tahu bayi gio bukan anak kandung dari kalvin jadi tidak ada salahnya dia mengajukan persyaratan seperti itu. karena waktu kalvin menemui bayi gio ada tatapan benci. akhirnya nara penasaran dan bertanya kepada bi eti, tadi bi eti tidak mau mencerikan nara terus mendesak akhirnya bi eti pun cerita. nara yang kaget mendengar cerita yang keluar dari mulut bi eti. merasa kasian sama kalvin dan nara pun tambah menyayangi bayi gio. menurut nara tuan kalvin dan bayi gio korban dari orang yang penuh kegoisan. Nara yakin kalvin akan menyetujuinya persyaratn yang nara berikan karena kalvin sangat membenci bayi gio beda dengan nara yang sangat menyayanginya..


nara hanya ingin kalvin bisa merasa bebas karena tidak ada yang membebaninya dan nara juga pengen bayi gio dapat kasih sayang. hanya itu yang bisa nara berikab buat orang orang yang disayanginya.


"baiklah aku setuju dengan persyaratan mu " ucap kalvin.Meskipun dia sedikit bingung dengan persyaratan yang diberikan nara kepadanya. tapi itu semua tidak masalah buat kalvin toh meskipun bayi gio ada di sekitarnya dia tidak akan pernah mengurusinya. jika ada orang yang mau mengurusinya dengan senang hati kalvin akan memberikannya. masalah dengan orang tuanya nanti kalvin akan bicarakan lagi.


"baik kirim no rek mu, aku akan mentransfer uang buat kehidupan mu nanti" ucap kalvin


" baik saya memberikannya tuan " jawab nara dengan hati yang sangat hancur. nara merasa sakit hati atas semua ucapan kalvin. baru nara merasakan suka sama laki laki. tapi laki laki tersebut sudah membuatnya hancur tak tersisa..


" selamat tinggal tuan kalvin aku harap dikemudian hari kita tidak akan pernah bertemu lagi" batin nara.