
kalvin sudah duduk di ruang tamu rumah Nara. dia menunggu gio dan Nara serta seorang Puteri kecil yang menurut kalvin agak mengemaskan. tapi kalvin segera narik kembali pemikirannya mengenai gadis kecil tersebut. kalvin pikir dia gadis kecil dari mantan suami Nara. mengingat wajah gadis kecil dan senyumannya mirip dengan Nara. karena selama kalvin di sini dia tidak pernah melihat suaminya jadi kalvin berasumsi bahwa Nara mungkin telah bercerai dengan suaminya.
lamun kalvin terburai tatkala dia melihat Nara dan gio serta anak perempuan itu.
gimana kamu sudah siapkan semua keperluan gio ? tanya kalvin
Nara mengganggu mengiyakan perkataan kalvin.
" ayo gio kita pergi " ajak kalvin kepada gio meski sebenarnya dia masih belum bisa menerima gio seutuhnya. tapi mengingat dia tidak bisa mempunyai anak akhirnya kalvin menurunkan sedikit egonya.
Gio pun mengangguk, dan berjalan beriringan bersama kalvin.
tak disangka jasmine berlari dan memeluk kaki kalvin sambil menangis.
"papa kenapa papa enggak ajak aku dan juga mama untuk tinggal bersama dengan papa? ucap jasmine sambil menangis
kalvin tidak tahu perasaan apa yang telah dia rasakan. Kenapa dia merasa sakit ketika melihat anak perempuan ini menangis dia tidak tega melihatnya rasanya jantung dia tertusuk duri.
tapi dia langsung menepis semua perasaan itu apalagi setelah dia melihat Nara. entah Nara ngomong apa kepada anaknya perempuannya sehingga dia beranggapan kalvin adalah papa nya.
" aku bukan papa mu, jadi jangan menangis dan lepaskan tangan mu, " ucap kalvin sambil melihat ke arah jasmine, sebenarnya kalvin tidak tega cuma dia harus bersikap tegas terhadap jasmine .
tangisan jasmine pun mulai kencang jasmine tidak mau melepas pelukan nya. Gio yang melihat itupun ikut menangis dan menghampiri jasmine.
“ papa Gio enggak mau ikut sama papa kalau adik jasmine enggak ikut“ ucap Gio
" tidak bisa kamu ikut sama papa karena kamu anak papa, mereka bukan keluarga kamu, papa lah keluarga kamu, jadi kamu harus nurut sama papa"0 ucap kalvin dengan tegas
" nak lepaskan tangan mu" pinta Nara dengan suara lembut kepada jasmine
" enggak mama jasmine pengen ikut bareng papa dan kakak Gio " ucap Nara dengan suara sendu
kalvin melihat Nara
" entah apa yang kamu bicarakan dengan putrimu sehingga dia menganggap aku papa nya" ucap kalvin dengan sorot mata yang tajam
Nara yang melihat semua itu merasa sakit bagaimana laki laki dihadapannya bisa ngomong seperti itu terhadap dirinya . kalvin telah menghancurkan hidupnya Nara diperkosa dan dia hamil anak kalvin. Nara mengurus anak kalvin dengan sepenuh hatinya. bagaimana laki laki ini tidak begitu berperasaan.
" Aku ngomong kepada jasmine bahwa kamu papanya " ucap Nara. dia siap untuk menjelaskan kepada kalvin mengenai jasmine.
“ jangan asal ngomong kamu. aku bukan lah papanya. kalaupun dia anak ku aku tidak akan pernah mengakuinya. " ucap kalvin
Nara yang mendengar itu merasa sakit hati. dia yang awalnya ingin memberitahukan mengenai jasmine akhirnya dia urungkan. biarlah jasmine menjadi miliknya sendiri. pria di hadapannya ini tidak pantas menjadi papa nya jasmine.
" ayo tito kita berangkat " ajak kalvin kepada asistennya
jasmine yang belum bisa menerima semuanya hanya bisa menangis dan mengejar kakaknya yang sudah ada di dalam mobil bersama papanya..
sambil menangis Nara menghentikan jasmine yang terus mengejar mobil tersebut yang sudah berjalan.
sambil memeluk jasmine " sudah sayang jangan menangis" ucap Nara