
**
besok harinya nara tetap merasakan mual di pagi hari. hari ini mualnya benar benar menguras semua sisa makanan yang ada di perutnya .
" nara sepertinya sakit kamu tambah parah " tanya bi eti dia mengingat nara yang dari kemarin muntah muntah terus.
" ia bi sepertinya begitu" jawab nara yang menyandarkan kepalanya di ranjangnya sambil memejamkan matanya.
" apa sebaiknya siang ini kita ke dokter untuk periksa kamu" pinta bi eti.
siangnya pun nara langsung ke dokter untuk berobat. dia menyetujui saran bi eti untuk memeriksa dirinya kepada dokter. karena nara merasa aneh dia mual hanya di pagi hari saja.
setelah nara daftar dan mendapatkan nomer antrian akhirnya dia menunggu di tempat tunggu seperti pasien yang lainnya.
tiba gilirannya yang di panggil.
" nomer antrian 27 " panggilan dari suster .
nara masuk ke dalam ruangan dokter. dokter yang dikunjungi nara adalah dokter perembuan yang sangat cantik. meskipun bisa dibilang umurnya sudah memasuki kepala 5 nyatanya dokter tersebut tetap kelihatan garis kecantikannya.
" silahkan berbaring bu " perintah dokter.
nara lalu berbaring menuruti semua perintah yang dokter sarankan. setelah di perika nara duduk di bangku yang biasanya pasien tempati.
" apa keluhan yang ibu rasakan selama ini " tanya dokter dengan sopan.
" saya setiap pagi mual dan kepala saya agak sedikit pusing" jawab nara
" apa ibu sudah mendapatkan menstruasi di bulan ini"
deg
nara baru mengingat bahwa sudah 2 bulan dia belum mendapatkan menstruasi. nara yang terlalu sibuk dengan usaha barunya dan sibuk mengurusi gio dia sampai melupakan
siklus haidnya.
" tidak bu. sudah 2 bulan ini saya tidak mendapatkan siklus haid saya, apakah saya terkenya penyakit yang serius bu sehingga saya telat mendapatkan mestruasi di 2 bulan ini " tanya nara dengan serius
" tidak bu, ibu tidak mendapatkan penyakit yang serius. tapi ibu dengan hamil dan sekarang janin yang ada di rahim ibu sudah menjejaki minggu ke 8. selamat ya bu "
deg deg deg
jantung nara seolah mau copot. bagaimana mungkin dia hamil tanpa dia sadari. nara langsung mengelus perutnya disana ada janin yang tanpa dia sadari dan janin yang bersenyam di rahimnya adalah anak dirinya dan kalvin. seketika air mata nara menetes dia sangat sedih dan malu bagaimana mungkin nara hamil tanpa suami. dan bagaimana mungkin dia meminta pertanggung jawaban kepada kalvin mengingat kalvin sudah menjelaskan dia tidak mau berkomitmen.
nara yang sudah mendapatkan pemeriksaan dan dokter memberitahu bahwa dia sedang hamil. akhirnya meninggalkan ruangan dokter dengan perasaan yang sangat tak percaya dirinya hamil.
buruk...
nara yang menabrak seseorang di koridor rumah sakit.
" maaf pak saya tidak sengaja " ucap nara yang sambil tertunduk tanpa melihat siapa yang di tabraknya.
" ya tidak apa apa, lain kali kalau jalan hati hati mbak" ucap lelaki yang di tabrak nara.
pria tersebut memakai jas putih lalu meninggalkan nara yang masih berdiri di depannya. nara nanya melihat pria tersebut sepertinya dokter yang ada di rumah sakit ini. karena nara sempat melihat pria punggung pria tersebut yang memunggunginya.
" nak maafkan mama yaa , mama tidak menyadari kamu ada di perut mama selama ini " ucap nara sambil mengelus perutnya yang masih rata.
nara mengingat kalvin pria yang sudah menghancurkan hati dan hidupnya. pria yang ingin nara lupakan dan tak ingin nara lihat lagi. pria yang telah mengambil hati dan mahkotanya .
Nara berjanji pada dirinya sendiri dia akan melahirkan dan mengurus bayinya tanpa harus meminta pertanggung jawaban dari pria yang telah menghamilinya.
**
bi eti yang telah mendengarkan cerita dari nara mengenai kehamilannya hanya bisa menangis. bi eti sangat kasian kepada nara. tapi bi eti tidak bisa berbuat apa apa lagi dia hanya bisa menemani nara dan bayi nya ketika sudah melahirkan.
nara hanya bisa menceritakan semua yang menimpanya kepada bi eti.
karena menurut nara bi eti orang yang selalu mengerti akan kesusahan kesusahn yang nara hadapi.
tuhan telah merubah hidupnya. nara yakin tuhan punya rencana baik yang akan datang dikemudian hari dan nara menantikan semua itu.
c