Pleas, Love Me

Pleas, Love Me
episode 4


* diruang meja makan yang cukup besar telah berkumpul keluarga baskoro yang sedang makan malam. sambil menyambut kedatangan anak mereka yang tadi pagi baru datang dari luar negeri.


"kalvin gimna perkembangan perusahaan di sana? tanya tuan baskoro kepada anaknya.


"perusahaan di sana baik-baik ajah pih. aku sudah menghandel semuanya. sekertarisku tito 2 minggu lagi balik ke sini setelah mengurus semuanya.. jawab kalvin dengan tegas.


setelah percakapan yang lumayan lama di meja makan. akhirnya merekapun mengkhiri makan malamnya.


dikamr tidur yang luas dengan di desain yang sangat mewah dengan peraduan warna cat cream dan coklat.


"Papih gimana ya kita buat menyuruh kalvin buat jenguk gio di aprtemen? tanya bu lidiya sambil berbaring di kasur bersama suaminya.


"papih tidak bisa memaksa kalvin buat ketemu sama gio. mamih tahu sendiri sipat kalvin seperti apa? kalau dia dihianti. dia itu anaknya susah buat memaafkan mih. jawab tuan baskoro sambil mengingat kembali penghiatan menantu keada anaknya.


mamih juga tahu pak. tapi kan orang lain tahunya gio itu putra kalvin dan cucu kita pak. orang akan merasa kita menelantarkan cucu kita sendiri. enggak mungkin kan mamih bilang ke orang orang bahwa gio adalah bukan cucu kandung kita. dia anak dari laura istri kalvin dengan selingkuhannya. mau taru dimana muka keluarga kita pak? jawab ibu lidiya .


" ya sudah nanti papih kan ngomong sama kalvin buat jenguk anaknya gio"


karena pak baskoro tidak mau terlalu berdebat dengan istrinya terlalu panjang. akhirnya mereka pun tidur dengan lelap setalah bedebatan yang lumayan panjang.


* Pagi hari dengan matahari yang cukup cerah.


Nara yang sedang menjemur bayi gio dibalkon apartemen .


"haloo sayang pasti kamu kepanasaan yaa" ucap nara sambil mengelus kepala bayi mungil tersebu.


sabar ya sayang ini juga buat kesehatan kamu biar nanti kamunya enggak gampang sakit. " tutur penjelasan nara kepada bayi gio yang diberi senyuman yang lucu oleh bayi gio.


iya bi makasih yaa udah repot repot nyiapkan sarapan buat nara. kalau begitu nara titip bayo gio dulu ya bi. " sambil ngasih bayi gio kepada bi eti karena nara menurut nara sudah cukup bayi gio dijemurnya.


setalah ngasih bayi gio kepada bi eti nara langsung menuju ke dapur untuk sarapan yang sudah disiapkan bi eti di meja makan.


*Disebuah luang keluarga yang sangat luas mengingat hari ini hari libur. mereka semuanya ada di rumah dan berkumpul.


"gimana kalvin istirahatnya sudah cukup? tanya tuan baskoro .


" sudah pak " jawab kalvin


sambil memaninkan handphone untuk memberi pesan kepada tito. agar tito secepatnya kembali.


" papah mau ngomong sama kamu alangkah baiknya kamu menengok gio ke aprtemen? tutur tuan baskoro.


seketika jari kalvin yang sibuk mengektik berhenti.


"maksud papih apa ngomong seperti itu? tanyanya dengan wajah yang merah padam dan rahang yang mengeras menahan amarah.


" maksud papih enggak baik kalau kamu sama sekali tidak menengok anakmu. orang akan bersangka yang tidak tidak. " penejelasan papih kalvin


"papih tentuanya tahu sejek bahi itu dilahirkan aku sudah membencinya. mengingat penghiatan kedua orang tuanya. bukan kan kita sudah cukup baik memberikan bayi itu kehidupan yang luamayan mewah tanpa harus menjaganya atau mengurusnya. ucap kalvin dengan rahang yang masih mengeras.


" maksud papih dan mamih baik. semua orang lain tahunya gio adalah anak mu. karena kamu sendiri tidak mau orang lain tahu bahwa dia kenyatannya bukan anakmu. karena kamu tidak mau orang lain menertawakan keluarga kita. " timbal ibu lidiya yang memberi penjelaskan kepada anaknya.


" baik lah kalau begitu siang ini aku akan kesana" ucap kalvin dengan terpaksa mengingat dia yang menyuruh orang tua agar tidak memberitahukan kepada semua orang bawha bayi gio bakan anaknya melainkan anak almarhum istrinya dengan selingkuhannya.