
kalvin yang sudah mengetahui alamat nara langsung melakukan kendaraan nya.
tiba kalvin di sebuah rumah yang sangat sederhana di mana di depan halaman rumah tersebut banyak bunga bunga dan pepohonan yang sangat indah indah.
ya rumah itu rumah nara yang sangat dia urus akan segala kebersihannya.
tok tok tok
orang dari dalam tak juga kunjung membukakan pintu.
" kemana orang yang berada di rumah " Gumam kalvin.
tak berselang lama sayang seorang ibu ibu sudah lumayan tua kira2 50 tahun.
'cari siapa ya pak? tanyany
" saya cari orang yang mempunyai rumah ini " jawab kalvin dengan sedikit males.
" oh maksudnya nara ya. nara lagi enggak ada di rumah dia kebetulan lagi keluar. kalau enggak salah dia lagi ke acara ulangtahunnya dokter ardian" tutur penjelasan ibu ibu tersebut.
" oh baik makasih informasinya " jawab kalvin sambil menganggukan kepala
ibu itupun pergi setalah memberi tahu perihal nara.
kalvin terus menunggu di depan rumah tersebut. sampai 15 menit kemudian.
datang seorang wanita yang cantik dan masih mudah lagi menggandeng ke dua anak kecil. yang satu laki laki yang tentunya kalvin bisa tebak siapa anak laki laki tersebut. dan untuk anak kecil yang satu nya lagi yang di sebaliknya yaitu anak perempuan kalvin tidak tahu siapa dia. anak perempuan tersebut tak lain adalah jasmine Jasmine yang sangat cantik dan lucu dengan rambutnya dikuncit kudu membuat siapa saja yang melihatnya merasa gemas.
" ternyata kau masih mengenaliku nara " jawab kalvin dengan sorot mata yang begitu tajam.
nara secara replek segera mengeraktakn tangannya di pundak kedua anaknya. kalvin yang melihat semua itu hanya tersenyum .
" mauu ap - apa tuan kesini " tanya nara yang masih berdiri didepan rumahnya.
" apa kau tak membiarkan tamu masuk terlebih dahulu. baru kau bertanya kepadaku " ucap kalvin
mau tak mau akhirnya nara mempersilahkan kalvin masuk ke rumahnya. rumah yang di cat warna putih dengan tataan berabotan rumah yang sangat rapi. membuat semua saja yang datang ke rumahnya menjadi betah. begitu pun kalvin sorot mata nya terus melihat lihat isi rumah yang dirasa cukup nyaman dan bersih. meski terlihat segerahana.
" anak anak kalian bisa masuk ke kamar dulu ya " ucap nara kepada kedua anaknya.
" baik mamah " jawab keduanya dengan kompak.
kalvin terus memperhatikan keduanya. kalvin merasa aneh kepada anak perempuan kecil yang menyebut nara mamah. tapi dia tida merasa asing dengan wajah anak kecil tesebut seperti dia telah melihatnya. tapi dimana itu menjadi pertanyaan hatinya.
jasmine sebelum masuk menengok kalvin yang sedang duduk di kursi. secara tak sengaja mata jasmine dan kalvin bertemu. kalvin merasakan hatinya sakit secara tiba tiba ketika dia melihat mata anak perempuan yang menurut nya sangatlah cantik.
tapi kalvin secepat mungkin menepis perasaan itu . karena dia ke sini untuk gio bukan untuk gadis kecil itu kalvin tidak mau peduli pada siapapun dia mau peduli pada gio dan hanya gio yang akan menjadi anaknya.
" baik lah nara aku kesini ingin memberikan ini kepadamu " kalvin keluarkan cek berisi uang 500 juta untuk nara.
" maksudnya ini apa tuan " tanya nara yang merasa heran dengan sikap kalvin
" aku ingin membayarmu karena selama bertahun-tahun kamu telah mengurus gio. aku akan membawa gio kembali bersama ku dan ambillah cek ini sebagai rasa terimakasih ku atas kerja kerasmu membesarkan gio " ucap kalvin dengan tak merasa bersalah.