Pleas, Love Me

Pleas, Love Me
episode 16


*


Nara yang sedang berada di toko kue di kejutkan sama anak anak kesayangnya.


mama.... " sapa gio dan Jasmine secara berbarengan sambel menghampiri Nara dan memeluknya .


sayang.. gimana tadi sekolahnya seneng enggak? tanya nara yang memeluk gio dan jasmine secara bergantian.


seneng dong ma " jawab Jasmine dengan senyumannya.


" mama adek tadi nakal, di berantem sama temannya" ucap rio yang kebetulan dia melihat jasmine yang sedang marah marah kepada teman temannya.


"Loh sayang ko kamu begitu sih sama teman teman kamu, itu enggak baik sayang masa anak mama nakal sih, kan jasmine perempuan jasmine enggak boleh nakal yaa" yang memberikan kepada anak perempuannya sambil mengelus rambutnya.


" hiks... hikss... hikss kan jasmine sedih mama, masa teman teman jasmine ngatain jasmie enggak punya ayah, kan jasmine punya ayah kan ma? tanya jasmine sambil mengusap air matanya.


Nara yang mendengar pernyataan dari Jasmine pun merasa ikut sedih. Nara tahu selama ini jasmine dan gio selalu diledikin sama teman temannya karena tidak mempunyai ayah, gio yang bersikap dewasa tidak pernah mempedulikan perkataan orang lain. lain halnya dengan jasmine dia sangat ssledih dan terbawa emosi kalau ada teman temannya yang ngeledekin.


tidak hanya teman teman sekolahnya tapi juga tetangga terkadang membicarakan nara karena mempunyai 2 orang anak tanpa melihat adanya seorang suami.


jasmine kalau enggak boleh begitu yaa, kan mama udah pernah bilang sama kaka gio dan Jasmine kalau ayah kalian sedang berada di surga" ucap jasmine sebanarnya jasmine tidak mau membohongi anak anaknya tapi dia takut jika nara mengungkapkan kebenarannya takutnya anak anaknya mencari tahu lebih dalam lagi mengenai ayah mereka yang ada hanya akan membuat mereka tambah bersedih.


" iyaa mah jasmine enggak akan nakal lagi, jasmine akan doain biar papa tenang disurga" ucap jasmine yang berhenti menangis.


" begitu dong , baru itu namanya adek kakak" ucap gio yang diikuti oleh tawa keduanya.


Nara yang melihat keduanya tertawa taknterasa menitikan air mata yang segera dia hapus kembali. nara tak ingin kedua anaknya melihat dia sedih. Nara berharap gio dan jasmine mendapatkan kebahagian kebahagiannya .


**


Kalvin baru saja tiba di kamar hotel mewahnya dia sekarang lagi beristirhat karen kalvin baru mendarat di kota jogja dan rencannya besok dia akan ketempat tinggal nara untuk mencari keberadaan gio.


aku butuh istirhat sebentar tito, beaok kita lanjutkan " ucap kalvin, tio yang mengerti akan maksud tuannya langsung keluar dari kamar hotel yang di sewa kalvin.


.


kalvin yang lagi menghisap rokonya, kembali mengingat nara, entah kenapa dia akhir akhir memikirkan nara kembali. bagaimana diusia yang muda nara mau mengurus gio seorang anak kecil yang bukan darah dagingnya.


**


" gio takut ma gio takut di suntik sama om ardian" jawab gio yang sedang duduk di kursi tunggu pasien.


Nara dan gio sekarang berada di salah satu rumah sakit yang ada di kota jogja. Ardian adalah salah satu dokter anak disini nara kebetulan mengenalnya saat dia sering mengecek kandungan di rumah sakit ini. Dan dokter ardian orang yang tak sengaja nara tabrak pada saat dia baru pertama kali mengetahui dirinya hamil.


Ardian hanya mengetahui bahwa dia adalah seorang istri yang ditinggal mati oleh suaminya sedangkan dokter ardian dia seorang duda yang kebetulan ditinggal mati juga oleh istrinya. Dokter ardian mempunyai anak yang seumuran dengan gio. mangkanya itu yang membuat nara bisa akrab dengan Dokter Ardian dokter yang sangat baik kepadanya.


halo gio. " sapa dokter ardian kepada gio yang sekarang tengah memasuki ruang pemeriksaan.


" iya " ucap gio, gio anak yang sedikit tertutup tak terkecuali kepada orang yang di sayangi.


setalah menyapa dokter ardian langsung memeriksa gio .


" gio enggak boleh ya makan yang pedas pedas, nanti gio sakit perut lagi"


" iya dok" ucap rio


Dokter ardian melirik nara yang sedari tadi mengusap usap kepala gio. dokter ardian begiti kagum sama sosok nara yang begitu lembut kepada anak anaknya dan nara juga memiliki wajah yang sangat cantik.


ekhm..


" Nara ini resep yang harus kamu ambil ke apotik " ucap dokter ardian sambil memberikan resep yang ditulis ke dalam selembar kertas.


" baik dokter, terimakasih kelau begitu saya permisi dulu" ucap nara


baru nara berdiri dari kursinya dokter ardian segera menghentikannya.


" nara apakah malam ini kamu ada waktu " tanha dokter ardian yang sama sama berdiri dihadapan nara.


" mohon maaf dok sebelumnya malam ini saya mau mengurus gio karena dia lagi sakit" tolak nara dengan lembut. Nara tahu arah pembicaraan dokter ardian akan kemana karena 3 bulan yang lalu dokter ardian mengungkapkan perasaanya kepada nara, sebenarnya nara merasa tidak enak kepada dokter ardian yang sudah di tolak. bagimana sosok dokter ardian yang masih mudah dan berpendidikan menyukai dirinya dan nara juga tidak bisa membohongi perasaanya bahwa hatinya masih ada nama kalvin yang tertanam.


setalah mengucapkab itu nara segera meninggalkan tuangan dokter ardian. dokter ardian yang masih berdiri di ruanganya hanya bisa menghembuskan napas. dia tidak bisa memaksa nara untuk memenuhi keninginannga.


jangan lupa vote ya dan like nya biaf author semangat nulisnyaa...