
* Nara yang sedang diruang tamu tiba tiba mendengar suara bel aprtemen berbunyi berkali kali.
aduh enggak sabaran amat ya itu orang" cerutus nara yang mengingat dia sedang menjaga gio. serta bu eti yang lagi kepasar mau tidak mau nara segera membuka pintu aperetemen yang dari tadi berbunyi berkali kali.
setalah dibuka betapa kagetnya nara mwlihat sosok laki laki yang sangat tampan dan gagah yang kini berdiri dihadapannya. Tanpa disuruh masuk laki laki tersebut masuk kepertemen yang nara tempati.
maaf taun anda ini siapa? tanya nara dengan mengejar lelaki yang masuk kepartemennya dengan tidak sopannya.
laki laki tersebut tetap diam dan langsung duduk di sopa yang ada di ruang tamu sambil menatap gio dengan tajam.
nara merasa lelaki ini aneh bagaimana tidak dia menatap bayi dengan sangat benci. akhirnya nara menggendong bayi gio kedalam pangkuannya.
lelaki tersebut adalah kalvin orang tua gio. memenginat nara babysister baru dan belum pernah ketemu sama kalvin sebelumnya dia mengira kalvin adalah lelaki jahat.
tuan tolong anda keluar dari sini " usir nara dengan menunujukkan pintu keluar apartemnt tersebu.
pengusiran tersebut hanya ditanggapi dengan seringan laki laki tersebut.
"anda tidak dengar saya tuan. cepat pergi dari sini atau saya panggil ke amanan disini. teriak nara sambil mendekap gio dipelukannya. karena nara tahu lelaki itu tatapannay tidak lepas dari gio.
well.. sekarang kamu bayi udah memiliki orang yang telah menjagamu dengan begitu luar biasanya" ledek kalvin kepada bayi gio dengan mata tajam lihat nara.
ada rasa takut nara ketika melihat mata itu. mata yang memancarkan kebencian kepada bayi yang di sayanginya.
tiba tiba pintu aprtement terbuka melihat siapa yang masuk akhirnya nara merasa lega karena bi eti telah datang .
setidaknya dia akan membantu nara mengusir pria ini dari hadapannya.
maksud bu eti apa? ngomong seperti itu " ucap nara minta penjelasan.
bi eti mendekati nara sambil berbisik
"non ini tuan muda anak dari tuan baskoro dan nyonya lidiya. tuan muda ini ayah dari bayi gio.
betapa kagetnya nara setelah mendengar penjelasan dari bi eti mengingay dia tidak sopan kepada majikannya.
maaf kan saya tuan saya tidak tahu bahwa anda ternyata ayah dari bayi gio" permintaan nara dengan tulus kepada kalvin tetpi nara tidak berani meliaht kalvin mengingat dia tidak sopan tadi.
kalvin hanya menanggapinya dengan cuek.
'apa apan pria ini begitu sombaong dan angkuhnya' batin nara.
bi eti tolong buatlan saya kopi " perintah kalvin yang masih duduk di sopa ruang tamu aprtemen tersebut.
nara merasa tidak enak. akhirnya dia melepakan bayi gio didalam gendongannya setalah mengingat dia mengambil bayi gio secara sembarangan dihadapan orangtuanya.
. tuan mungkin tuan mau menggendongkannya. " tawaran nara sambil memberikan bayi gio kepada kalvin.
dengan tegasnya kalvin langsung berdiri dan menuju pintu keluar aprtement sambil membantingnya cukup keras..
setiap orang yang mendengarnya akan tahu bahwa orang tersebut marah. apakah tuan kalvin marah karena dia mengusirnya apa karena dia mengambil bayi gio dihadapannya. tapi mengingat tatapannya kepada bayi gio sepertinya pria tersebut membencinya. tapi kenapa? pikir nera sambil memeluk bayi gio dengan erat.