
**
masih pagi nara sudah bolik balik kamar mandi karena mual yang di dirasakannya.
huek.. heukk. heuk..
nara memuntahkan cairan yang ada dalam mulutnya. dia merasa heran karena dari tadi pagi muntah terus.
sepertinya aku sakit" batin nara
bi eti yang sedang menyiapkan sarapan pagi merasa heran karena nara belum juga keluar dari kamar. padahal biasanya nara tidak pernah keluar kamar sesiang ini.
akhirnya bi eti memutuskan untuk masuk ke dalam kamar untuk melihat nara. bi eti kawatir kepada nara takut terjadi sesuatu kepadanya.
tok tok tok
tak ada jawaban dari dalam. akhirnya setalah menunggu lama bi eti membuka pintu kamar nara yang kebetulan tidak di kunci.
klek..
bi eti mencari ke sekeliling tempat tidur tidak di temukannya orang yang di cari. akhirnya dia menuju ke kamar mandi dan melihat nara sedang memuntah.
"ya ampun nara kamu kenapa bisa muntah muntah seperti ini? tanya bu eti dengan tangan yang menepuk nepuk leher nara supaya nara dapat memuntahkan semuanya
.
nara segera mencuci mulut dan wajahnya setelah di rasa cukup membaik.
" tolong bi bantu nara ke ranjang! pintaa nara yang sudah lemas
. bi eti membantu nara berbaring di ranjang. dan menyelimbuti tubuh dara sampai batas pinggang.
" sebaiknya nara istirhat dulu ya. enggak usah ke toko dan masalah den gio biar bibi yang ngurusin sepertinya nara butuh istirahat.
**
kalvin yang lagi meeting di sebuah ruangan meeting yang sangat luas. dimana di sana telah berkumpul beberapa direksi dan manager untuk membahas perusahaan RD Group Company. perusahaan yang dimiliki keluarga kalvin.
" baik semuanya saya akhiri rapat ini " ucap kalvin dengan segera berdiri dan meinggalkan ruang rapat yang menyiksanya.
setelah rapat selesai akhirnya kalvin masuk keruangan nya.
dengan diikuti oleh tito . tito selalu setia berada di samping kalvin selain menjadi asisten kalvin tito juga menjadi tangan kanan kalvin. bahkan tito juga mengetahui insiden yang meninpa tuannya dan nara. kalvin yang menceritakan kepada tito kengenai kejadiannya dengan nara. Tito awalnya shok mendengar cerita dari tuannya hanya bisa membuang napas mengingat jika dia memberikan solusi tanpa di suruh oleh tuannya maka tidak segan segan tuannya akan marah dan memecatnya. karena tito tahu betul bahwa tuannya sangat keras kepala dan juga mempunyai ego yang sangat tinggi.
" tito tolong kamu urus semua keperluan saya untuk kebutuhan selama saya di new york! ucap kalvin.
" baik tuan saya akan urus semuanya yang tuan perlukan selama tuan di sana " jawab tito sambil undur diri dari ruangan kalvin.
kalvin telah mutuskan akan kembali ke new york mengurus perusahannya di sana. kalvin rasa urusan di sini sudah beres. kalvin merasa dia tidak punya beban apa apalgi. karena sekarang gio sudah ada yang mau merawat dan menyanyainya.
dia juga sudah meminta persetujuan kepada orang tuannya dan orang tuannya pun menyetujui semua keputusan kalvin.
**
nara masih berbaring di ranjangnya. setelah istirhat cukup lama nara merasakan badanya sudah membaik. Suara perut nara berbunyi dari tadi karena dari pagi nara memuntahkan makanan yang ada dalam perutnya dan nara tidak mengisinya sama sekali. pukul telah menunjukan jam 12 siang. mau tak mau nara akhirnya turun dari ranjang dengan memijat pelipisnya karena rasa pusing di kepalanya masih ada.
nara masuk ke ruang makan dan mencari makanan yang biasanya sudah di disiapkan oleh bi eti.
"kemana bi eti dan gio yaa " gumam nara yang sambil melihat lihat sekeliling rumah.
"mungkin di bawa bi eti kerumah tetangga untuk main.
karena nara tahu betul tetangga di dekat rumahnya sangat menyanyai gio karena gio sangat lucu dan gemas. tetangga yang ada dilingkungan nara mengetahui gio adalah anaknya dan bi eti adalah neneknya. nara tidak ingin semua orang tahu bahwa gio hidup sebatang kara tanpa kedua orang tuannya. nara tidak ingin bayi gio merasakan apa yang nara rasakan.
setelah beberapa saat nara kembali ke kamar untuk istirahat kembali.