Pleas, Love Me

Pleas, Love Me
episode 8


** pagi hari yang cerah sinar matahari memasuki celah jendela di apartemen yang sangat tinggi. Dua orang yang sedang berbaring di tempat tidur akhirnya mengerejapkan matanya. Kalvin yang pertama kali membuka mata kaget karena dia bukan berada dikamarnya yang lebih kagetnya lagi kalvin tidak menggunakan sehelai pakaipun. Dia bangun dan melihat ada seorang wanita yang membelkanginya dengan wajah yang tertutup rambut. Kalvin yang penasaran akhirnya membangunkannya. karena selama ini dia hanya pernah tidur dengan mantan istrinya.


bangunn" pangil kalvin dengan kerasnya.


akhirnya nara pun bangun dengan badan yang sakit apalagi di bagian sensitivnya.


kalvin dibuat sok ternyata perempuan yang tidur dengannya nara. pengasuh dari anaknya. setelah dia melihat sekeliling akhirnha dia sadar dia berada di apartemen.


kenapa kamu tidur disini, dan apa yang sudah kita lakukan" tanya kalvin dengan serius karena dia juga melihat dan yakin bahwa nara sama seperti dirinya yang tidak menggunakan pakaian sehelaipun. Dan melihat pakainya dan pakain nara berceceran dimana mana..


hiks... hiks... hiks... " bukan jawaban yang nara berikan tapi tangisanlah yang keluar dari mulut nara.


" apa kmu sengaja menjebak ku ya.? tanya kalvin dengan penuh intimidasi.


kalvin curiga nara menjebaknya dalam situasi ia mabuk. karena kalvin terkahir mengingat pada saat dia menghabiskan beberapa botol minuman yang ada di club .


nara yang merasa di pitnah akhirnya melihat kalvin dengan begitu marahnya.


kalvin coba mengingat ngingat tapi dia tidak bisa karena kebanyakan minum dia tidak sadar bahwa semalam yang dia tiduri nara bukan laura. kalvin yang semalam melihat nara sebagai laura akhirnya menumpahkan kebencian pada pergulatan yang sangat bergelora...


" cepat bersihkan dirimu" perintah kalvin kepada nara.


Nara yang mendengar perintah tuannya akhirnya bangkit dari ranjang.


"aw.. " rintih nara dengan menahan sakit diselangkangnya. akibat ulah kavin semalam.


kalvin yang melihat nara dengan kesakitana akhirnya turuh dari ranjang dan menggendong nara menuju ke kamar mandi. nara yang tidak bisa menolak keinginan kalvin akhirnya hanya bisa mengalungkan tangannya keleher kalvin dan menyembunyikan wajahnya didada bidang kalvin. Karena nara malu dia dan kalvin dalam kondisi yang sangat intem menurutnya. nara tidak menyangka dia bisa ada di gendongan kalvin saat ini dan mengingat kejadiaan semalam membuat pipi nara merona. bagaimana dia bisa terpesona oleh tuannya tuan yang telah menghancurkan hidupnya. Nara baru menyadri setelah kalvin mendaratnya di bak bandi dengan mengalirkan air di bak tersebut. Nara yang menyadari arah tatapan kalvin akhirnya menutupi bagian bagian tubuh yang terpenting.


"kenapa kamu tutup bukankah aku sudah melihat dan merasakannya " ucap kalvin yang menggoda nara. sambil melihat wajah nara yang bertambah merah seperti kepeting rebus.


entah kenapa kalvin ingin menggoda nara padahal kalvin orang yang sangat dingin. pada laura sekalipun orang yang dicintainya dia jarang menggoda. apalagi kalvin tahu ini pertama kalinya buat nara ada perasan bangga dihati kalvin karena pada saat mengegndong tubuh nara ke kamar mandi kalvin melihat ada bercak darah pada seprai yang mereka tiduri. dan dia juga mengingat betapa nara kesakitan pada saat mau berjalan.


kalvin tidak tahu kedepannya akan seperti apa. karena dia truma untuk menjalankan komitmen dengan seseorang.