
20 menit di perjalanan akhirnya cimberly sampai di sekolahnya, ia pun langsung memarkirkan sepeda motornya. Cimberly pun sekarang berjalan melewati koridor sekolahnya tapi tiba-tiba ada yang memanggilnya. Cimberly pun merasa suara itu tidak asing di telinganya dan ternyata benar saja orang itu adalah aldito musuh bebuyutan cimberly.
"Woy tub" sapa aldito, cimberly pun menoleh ke sumber suara tersebut
"Emm apa lo" ucap ku males
"Ya elah tub pagi-pagi uda jutek aja senyum dong kek gini" ucap aldito meletakkan jarinya di bibir ku membentuk senyuman.
"Ha gini kan cantik" sambung aldito
"Hemm" ucapku tersenyum terpaksa
"Tumben lo dateng sepagi ini" ucapku sambil berjalan dan di ikuti aldito
"Hehe pengen aja gue dateng pagi" ucap dito tertawa
"Ohh" ucap ku ber oh ria
"Tub gue boleh nanyak?" tanya aldito kepadaku
"Emm nanyak aja kali" jawabku masih berjalan
"Lo kenapa sih sama gue,kok lo jutek banget, gue punya salah sama lo?" tanya dito
Aku seketika berhenti begitu pun dengan aldito
"Lo kan tau gue emang kayak gini orangnya, kita uda musuhan dari kelas 1 sampek sekarang kita kelas 3. Jadi kenapa lo baru sadar gue emang jutek orangnya" ucapku
"Tapi lo beda tub,dulu pas masih kelas 1 sampek kelas 2 lo masih bisa bercanda sama gue walaupun kita musuh, tapi semenjak kelas 3 ini gue ngerasa lo ngejauhi gue" ucap dito
"Lo aja yang berlebihan, gue biasa aja kok" ucapku kembali berjalan
"Gak lo tub kan gue yang ngerasain " ucap aldito berlari kecil mengejar cimberly tapi tiba-tiba cimberly tersandung dan terjatuh ke lantai yang lantai tersebut keramiknya pecah yang menghasilkan keramik tajam, tangan cimberly jatuh di keramik tersebut sehingga menghasilkan goresan di tangan cimberly membuat tangan cimberly berdarah. Aldito pun langsung menolong cimberly dengan wajah khawatir.
"Tub lo gak papa?" tanya aldito khawatir
"Apanya yang gak papa, lihat tu tangan lo berdarah gitu" ucap aldito memegang tangan ku yang terluka
"Iya gue gak papa kok" ucapku ingin berlalu pergi tapi tiba-tiba aldito menahan tanganku membuat kami berdua saling bertatapan cukup lama, aku pun tersadar.
"Uda ayok ke UKS gue obatin" ucap aldito menarik tanganku
"Tapi gue gak papa lo buaya" ucapku yang masih mengikuti aldito
"Uda sekarang lo duduk gue mau ambil p3k dulu " ucap dito mencari kotak p3k saat itu aku melihat aldito yang mencari kotak p3k dan aldito pun menemukan kotak p3k tersebut.
"Mana tangan lo yang luka tadi sini gue obatin" ucap dito meraih tanganku, aku pun masih terbengong.
"Makanya kalau jalan itu lihat-lihat jadi jatuh kan lo" ucap dito yang masih mengobati tangan ku dengan telaten. aku pun masih setia melihat dito yang mengobati tanganku. Aldito pun tersadar aku lihatin.
"Kenapa lo tub terpesona sama gue" ucap aldito menggoda ku,aku pun tersadar dari lamunanku
"Eh eh geer lo sapa juga yang terpesona sama lo" ucapku mengalihkan pandangan ku
"Udalah jujur aja kali tub" ucap aldito mencoel dagu ku
"Apasih lo coel-coel dagu gue" ucapku memelototkan mataku
" Heheh santai tub santai" ucap dito tertawa
"Uda selesaikan gue mau ke kelas sebelum banyak siswa yang datang nanti salah paham lagi" ucapku turun dari nakas dan berjalan keluar, tapi aku teringat sesuatu bahwa aku belum mengucapkan terima kasih
" Oh iya makasih uda ngobatin luka gue" ucapku berlalu pergi
"Kenapa sih lo tub jadi dingin banget sama gue, gue kangen tau sama kebersamaan kita yang dulu,kenapa lo tiba-tiba berubah" ucap dito yang masih berada di UKS sendirian
Cimberly pun sekarang sudah berada di dalam kelas dan duduk di kursinya.
"Huh... ya allah kenapa sih dito gak ngerti-ngerti juga aku emang pengen ngejauh dari dia kenapa dia selalu ada di dekat aku terus, kalau kayak gini gimana aku bisa move on ya allah" ucapku lirih dan meletakkan kepalaku di atas meja