
Mereka pun pergi ke kantin, aku pun membuka bekal ku dan memakannya. Di kelas hanya tersisa aku dan gengnya risa yang berada di sebrang mejaku dan siswa laki-laki yang sedang bermain catur di belakang. Aku pun memakan bekal ku dan menikmatinya. Tiba-tiba seseorang dateng siapa lagi kalau bukan si buaya buntung itu.
" Hy tub" ucap dito nyengir
" Kenapa" ucapku yang masih memakan bekalku
" Lo gak ngantin?" tanya aldito
" Lo gak lihat gue bawa bekal" ucapku
" Hehhe iya iya, gue lupa lo kan gak pernah ke kantin selalu bawa bekal" ucap dito cengengesan
" Iya,lo ngapa gak ngantin?" ucapku
" Uda tadi makanya gue ke kelas" ucap dito
" Oh, kenapa gak sama cewek lo" ucapku
" Gak ah dia lagi di kantin sama temennya" ucap dito
" Uda lo sekarang jangan terlalu deket sama gue soalnya gue gak mau ada salah paham" ucapku santai setia memakan bekal
" Salah paham gimana sih tub?" tanya dito padaku
" Ya lo pasti tau, lo sekarang uda gak sendiri lagi lo sekarang uda ada veril nanti kalau lo terlalu deket sama gue veril bisa salah paham" ucapku
" Uda lo tenang aja, gak mungkin veril cemburu diakan tahu kalau lo sama gue musuh bebuyutan dari dulu,ya kan" ucap dito nyengir
" Emm, ya terserah lo aja, intinya gue gak mau terbawa-bawa saat kalian berantem nanti" ucapku
" Iya iya lo tenang aja" ucap dito
" Lo dari tadi makan gak nawarin gue ya tub" ucap dito
" Lo mau?" tanyaku santai
" Ya kalau lo tawarin gue mau bego" ucap dito menjitak kepalaku
" Ya mana gue tau,katanya kan lo uda ngantin berarti kan lo uda kenyang jadi gue diam aja" ucapku
" Mana ada yang nolak sama nasgor buatan lo soalnya nasgor lo beda dari yang lain" ucap aldito tertawa
" Suapin dong tub" ucap dito membuka mulutnya
" Males, makan aja sendiri lo punya tangan kan" ucapku cuek
" Ya elah tub jutek amat jadi cewek nanti gak laku loh" ejek dito
" Bodok" ucapku, aldito pun mengambil alih sendok yang ada di tanganku
" Tapi ini sendok bekas gue loh buaya" ucapku
" Uda biasa aja kali tub" ucap aldito yang sedang memakan bekalku
" Siapa sih tub yang buaya" tanya aldito
" Jangan pura-pura lupa lo buaya, perlu gue sebutin cewek-cewek yang lo goshting" ucapku
" Heheh gak lo, gue itu gak buaya cewek-cewek nya aja yang baperan" ucap dito cengengesan
" Yauda deh makasih ya tub nasgornya" ucap aldito bangkit dari tempat duduk dan tertawa, saat aku melihat bekal ku aku terkejut ternyata bekalnya abis di makan buaya buntung itu. Aku pun berteriak
" Buaya buntung.... dasar lo ya ngapa lo abisin bekal gue" ucapku berteriak membuat temen yang ada di kelas melihatku
" Heheh soalnya nasgor lo enak, thank you tub. Kapan-kapan gue main kerumah lo mintak buatin nasgor" ucap aldito cengengesan
" Astagfirullah tahan ly sabar-sabar lo harus sabar ngehadapi buaya buntung itu" ucapku lirih
Saat cimberly masih ngomel-ngomel sendiri sahabat-sahabt cimberly pun sudah kembali dari kantin, mereka pun heran melihat berly ngomel-ngomel gitu.
" Ly" ucap sunia
" Eh iya" ucapku kaget
" Lo kenapa ngomel-ngomel sendiri" tanya sisil
" Itu tadi sapa lagi kalau bukan buaya buntung " ucapku kesal
" Kalian berantem lagi?" tanya marsya
" Ya elah sya kayak gak tau mereka aja, kalau uda ketemu pasti berantem terus" ucap sisil dan duduk
" Hehe iya sih sil, emang lo gak cape apa berantem terus sama aldito" tambah marsya
" Ya gimana lagi sya soalnya dianya dulu yang mulai gue diam-diam aja eh tiba-tiba dia ngusilin gue terus kan gue jadi emosi" ucapku
" Hadeh berantem terus berantem terus, gue yang lihat kalian berantem dari dulu capek" tambah sunia
" Hehe iya gimana lg" ucapku tertawa
Bel masuk pun berbunyi semua siswa kembali belajar di kelasnya masing-masing. Pelajaran pun di mulai dengan tertib dan tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul 14.00 waktunya bagi siswa SMA.xxx untuk pulang ke rumahnya masing-masing. Cimberly pun menuju parkiran untuk mengambil sepeda motornya. Tidak di sengaja cimberly melihat aldito dan veril di parkiran, sepertinya adito ingin mengantar veril pulang, tiba-tiba hati cimberly sakit melihat dito dengan veril tapi seketika berly tersadar dan berkata pada dirinya sendiri untuk move on dan lupain aldito, berly pun langsung mengambil sepeda motornya dan mengendarai nya, tanpa berly sadari aldito melihat berly saat itu, aldito pun tersenyum melihat berly. Disisi lain veril mengajak ngobrol aldito tapi aldito masih setia melihat berly membuat veril ngambek karena aldito tidak mendengarkannya.
" Al, aldito" ucap veril kesal
" Eh iya ril" ucap dito kaget
" Kamu lihatin apa sih sampek bengong gitu" ucap veril dan melihat kearah yang di lihat aldito
" Hehe gak ada kok" ucap dito
" Yauda ayok, kamu jadi ngantar aku pulang gak sih" ucap veril cemberut
" Iya jadi dong sayang, uda ah jangan cemberut gitu nanti cepat tua" ucap dito merayu veril
" Ihh kamu mah, yauda ayok" ucap veril. Aldito dan veril pun pulang begitu pun para siswa yang lain.