
Saat ini aku dan dito pun masuk ke dalam rumah dan menuju ruang tv untuk menemui ayah dan ibu
" Yah, bu dito mau izin pulang" ucapku pada ayah dan ibu
" Oh nak dito sudah mau pulang" ucap ayah
" Iya om sudah malam juga" ucap dito tersenyum
" Oh yauda hati-hati ya nak dito" ucap ibu
" Iya tante, dito pamit ya om tante" ucap dito menyalami tangan ibu dan ayahku
" Yauda bu berly anter dito ke depan dulu ya" ucapku
" Iya dek" ucap ibu. Aku dan dito pun keluar
" Yauda lo hati-hati ya dijalan jangan ngebut-ngebut, satu lagi makasih buat hari ini" ucapku tersenyum ke dito
" Em iya tub sama-sama" ucap dito tersenyum
" Yauda gue balik ya" ucap dito
" He'em" ucapku mengangguk.
Dito pun masuk ke dalam mobil
" Da buaya" ucapku melambaikan tangan ke dito
" Da tub sampek ke temu besok di sekolah" ucap dito tersenyum dan melajukan mobilnya. Aku pun masuk kembali ke dalam rumah menemui ayah dan ibu
" Yah, bu berly tidur duluan ya berly capek banget" ucap ku merentangkan tanganku
" Yauda dek lagian adek besok sekolah" ucap ibu
" Iya bu, yauda yah bu good night" ucapku pada kedua orangtua ku
" Night too dek" ucap ayah dan ibu
Aku pun sekarang sudah berada di kamar, aku pun duduk di meja belajar dan membuka buku harianku tidak lupa aku membunyikan musik kesukaan ku.
" Huuff lelahnya" ucapku menarik nafas.
" Dear diary hari ini cukup melelahkan tapi hari ini aku juga bahagia diary. Uda lama momen ini aku impikan yaitu jalan dengan aldito. Kamu tau diary hari ini dito mengajak aku ke sebuah danau yang indah yang dimana danaunya memiliki taman yang indah, terus buaya juga ngajak aku nonton setelah itu buaya ngajak aku ke toko aksesori awalnya aku bingung diary ngapain buaya buntung ngajak aku ke toko aksesori tapi ternyata buaya memberikan aku gantungan tas berbentuk buaya dan dia menyimpan gantungan berbentuk beruang kutub. Kata buaya diary bahwa gantungan ini kenangan-kenangan dari dia. Bukan hanya itu diary buaya juga memberikan aku gelang yang berbentuk kupu-kupu, kamu tau diary rasanya saat itu jantungku berdetak dua kali lebih cepat saat dito memasangkan nya ke aku. Aku gak akan ngelupain hari yang berharga ini diary. Tapi aku juga sedih diary karena pada akhirnya aku harus pergi dari kehidupan aldito. Bukan tanpa alasan diary aku hanya tidak ingin merusak kebahagiaan dia dan veril. Aku gak papa gak bersama dito aku uda bahagia jika buaya buntung aku bahagia dengan orang yang tepat. Aku berharap suatu saat nanti buaya buntung bisa bahagia walau aku gak ada di kehidupannya lagi. Buaya asal lo tau berat banget buat gue ninggalin lo tapi gue gak mau rasa ini terus tumbuh karena gue yang akan terluka semakin dalam. Karena gue tau gue gak akan bisa bersama lo". Aku pun selesai menulis di buku harian ku, aku pun menutup buku harianku. Aku bangkit dari tempat duduk dan menuju ke balkon kamarku. Aku menatap bintang dan berkata
" Makasih buaya buat hari ini " ucapku menatap bintang,saat aku menatap bintang aku teringat pada dito karena dia menyukai bintang.
Aku pun masuk ke dalam kamar dan merebahkan diri di ranjang, tiba-tiba ponselku berbunyi menandakan pesan masuk.
" Tling" bunyi pesan
" Siapa malem-malem gini ngechat gue" ucapku membuka ponsel
" Buaya" ucapku, ternyata yang mengirim pesan adalah buaya
" Tub" isi pesan itu
" Iya, kenapa" jawabku
" Lo kok belum tidur" balas dito
" Iya ini gue mau tidur" jawabku lagi
" Yauda tidur lo jangan gadang" balas dito dan mengirim emot kepalan tangan yang artinya mengancam
" Hem iya yauda ini kan gue mau tidur" jawabku
" Yauda" balas dito
" Hem assalamualaikum" jawabku
" Wa'alaikumussalam" balas dito dengan emot senyum
Aku pun tidur dan sudah berada di alam mimpi, tring....tring....tring... Jam alarm pun berbunyi tapi aku masih tidur dengan nyenyak. Ayah pun mengetuk pintuku untuk membangunkan ku untuk shalat subuh. Inilah kebiasaan ayah yang selalu membangunkan ku ketika subuh. Setiap harinya ayah akan membangunkan ku dengan suara lembut. Aku gak bisa bayangin kalau suatu saat suara itu tak lagi ku dengar.
" Dek, adek bangun shalat subuh dulu" ucap ayah dari luar
" Emm iya yah adek uda bangun kok" ucapku dengan suara khas orang bangun tidur
" Yauda kalau uda bangun " ucap ayah berlalu pergi.
Aku pun bangkit dari ranjang dan menuju kamar mandi, selesai mandi aku menunaikan shalat subuh. Aku pun sekarang sudah menggunakan seragam sekolah, aku pun bersiap untuk turun.